SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

11 January 2018

Jatuh Cinta pada Buku Digital

11 January 2018 capcai bakar


Dulu, saya termasuk orang yang memandang sebelah mata kepada buku-buku digital.  Mana bisa sih buku-buku digital ini mengalahkan buku fisik. Aroma yang dihasilkan buku baru, sensasi yang dirasakan jari saat membalik halaman demi halaman, dan suara kertas yang dihasilkannya? Tidak tergantikan, macam cinta pertama ya ceu. 

Pendapat saya berubah saat pusing melihat tumpukan buku di rumah. Banyak. Banget.  Sangking banyaknya sudah tidak tertampung di rak. Jadi saya simpan dalam container-container. 

Menyimpan buku dalam container itu menyebalkan. Selain merusak, bukunya juga jadi sulit dicari. Sehingga setiap ingin membaca ulang suatu buku saya memutuskan beli baru daripada repot-repot membuka container. Eaaa.  Jadinya tumpukan bukunya semakin meninggi kan ya. 

Padahal saya sudah memutuskan untuk melepas buku-buku yang tidak akan dibaca ulang. Namun..... tetap saja dong tumpukan bukunya tidak berkurang secara signifikan. Sepertinya karena selera orang beda-beda. Buku-buku yang populer sih cepat diadopsi. Yang tidak populer padahal bagus menurut saya, masih menangkring sedih di rumah. 

Mungkin karena itu di awal 2017, saya secara implusif membeli kindle paperwhite. Hahaha. Implusif dan nekat. Soalnya saya belum pernah membaca buku digital. Kalau ternyata tidak cocok, harga kindlenya kan bikin manyun.

sumber: Amazon

Untungnya saya cocok dengan kindle ini. Udahlah cocok, suka juga. Suka! Banget! Kecepatan dan jumlah buku yang saya selesaikan meningkat semenjak kehadirannya. Luar biasa! Kalau tidak menahan diri, bisa-bisa tiap minggu saya beli buku baru lagi. Bangkrut dong. Harganya dollar semua, lumayan menguras kantong. Karena itu saya selingi juga dengan buku-buku lokal yang harganya lebih murah.

Buku lokal ada di kindle? Oh tentu tidak. Untuk buku lokal saya menggunakan Google Book, yang bisa diinstall di handphone. -dikeplak-

Dan setelah setahun lebih menggunakan dua versi buku digital ini saya bisa menyimpulkan kelebihan dan kekurangan mereka. Jadi kalau kamu seperti saya yang ingin mengurangi tumpukan buku dan ingin mencoba beralih ke buku digital bisa mempertimbangkan untuk menggunakan yang mana.

KENAPA BUKU DIGITAL?
  • Lebih baik untuk lingkungan. Tidak perlu menebang pohon untuk kertas dan tidak menambah sampah.
  • Tidak memerlukan tempat penyimpanan yang besar. Secara tanah yang murah hanya di Meikarta ya Bu. Jadi kalau rumahnya masih tipe 36 dan cicilan masih 14 tahun lagi, beli buku digital jauh lebih murah ketimbang beli rak buku di Ifurholic. 
  • Ringan. Jadi bisa dibawa ke mana saja, tidak ada lagi alasan buku ketinggalan. Atau memberatkan tas yang sudah sarat beban hidup
  • Menghilangkan resiko lecek atau sudut halaman dilipat. Iya itu mengesalkan.
  • Tidak ada lagi kejadian menangis semalaman akibat buku yang tidak dikembalikan teman. 
  • Dan yang paling penting buat saya adalah “Bisa dibaca saat gelap”, jadi kalau ketiduran pas baca buku, tidak perlu bangun untuk mematikan lampu. Dan selama membaca tidak akan mengganggu suami atau anak bayi yang mau tidur. 


KINDLE 

Yang sering ditanyakan kepada saya, kalau tidak biasa membaca buku bahasa inggris, kindle tiada gunanya dong ya? Jangan khawatir saudara. Sebagian besar buku-buku kindle sudah dilengkapi dengan word wise. Dimana sepanjang halaman akan bermunculan pengertian sederhana untuk kata-kata yang sulit.  Kindle juga tetap terkoneksi dengan kamus Webster meskipun offline.  Jadi kalau bingung tinggal tekan lama-lama dan voila, arti kata tersebut pun muncul. 

Sumber: Amazon lagi


Kelebihannya:
  • Ukurannya pas banget dipegang dengan satu tangan. Jadi bisa menyusuin sambil baca buku, hahaha iya ini penting buat saya.
  • Baterainya tahan lama. Bisa bertahan berminggu-minggu tanpa dikasih makan.
  • Tidak membuat mata lelah meski dibaca dalam waktu lama.
  • Dibaca di bawah matahari juga tidak berbayang, pengaturan cahayanya juga otomatis. Bebas ribet.  


Kekurangannya: 
  • Layarnya memang sengaja tidak dirancang sesensitif tablet/handphone. Menghindari tertekan lalu loncat berapa halaman. Namun kalau biasa megang handphone, begitu menyentuh kindle yang tidak cukup dibelai tapi harus ditoel dengan niat baru bereaksi, ya agak kesal juga sih. Dingin amat sis.
  • Hitam putih, jadi tidak cocok untuk buku anak-anak yang biasanya warna-warni. 
  • Harga buku-bukunya mahal. Dolar ceu. Satu buku ratusan ribu jua. Meski saya pernah mendapat buku seharga $1. Tapi itu jarang. Buku yang sering saya beli kan novel-novel ringan menyenangkan hati, jadi bikin mikir-mikir kalau mengeluarkan uang ratusan ribu untuk bacaan model begini, bisa-bisa dipelototin suami. Apalagi kalau suami tahu harga novel terjemahannya tidak sampai setengahnya. 


Ngomong-ngomong soal harga novel terjemahan yang lebih murah dibandingkan aslinya, saya suka bertanya-tanya kenapa. Bukankan ada biaya tambahan untuk membayar penerjemahnya ya?


GOOGLE BOOK

Kelebihannya:
  • Sudah tentu tidak perlu membeli perangkat baru ya. Cukup menggunakan handphone/tablet yang dimiliki saat ini.
  • Google book punya animasi "membalik halaman", saya suka banget. Jadi seperti membaca buku benaran. 
  • Tersedia banyak buku lokal dan terjemahan, sehingga harga bukunya muraaaah banget. Saya pernah membeli novel Ziarah hanya Rp15ribu. Padahal di toko buku Rp40ribuan saja. Ih senang kan ya.. ya... Buku bahasa Inggris juga ada kog.


Yang saya tidak suka dari google book ini adalah:
  • Tidak nyaman di mata, mata jadi cepat lelah. Meski saya sudah memakai mode night vision, tetap saja masih terlalu terang. Dan tidak otomatis berubah mengikuti cahaya di luar. 
  • Baterainya mengikuti handphone. Jadi kalau hp mati, udah deh mati gaya. 
  • Setiap ganti buku baru, setingan ukuran huruf kembali ke awal. Jadi harus disetting kembali. 
  • Meski saat membuka google book, notifikasi dari aplikasi lain tidak muncul, tetap saja godaan untuk melihat sosial media muncul. Duh. Kalau di kindle karena tidak bisa mengakses sosial media, kita bisa membaca lebih fokus. Tapi jangan salah, ada kindle jenis lain yang dapat diinstall mainan. Jadi ya tetap rebutan dengan anak. _lirik suami_


PILIH YANG MANA

Jadi saat ini saya menggunakan dua versi buku digital, Kindle dan Google Book. Kindle untuk buku-buku berbahasa Inggris. Google Book untuk buku-buku yang tidak ada di kindle, seringnya sih yang berbahasa indonesia. Saya juga masih membeli buku fisik untuk buku-buku yang tidak tersedia di kedua perangkat ini. Kalau kamu baru pertama kali beralih ke buku digital, silahkan membeli Kindle kalau ada budget lebih dan memang ingin membaca buku bebahasa Inggris. Kalau tidak, install Google Book saja.  

19 December 2017

Setelah terdaftar di Flip, cara pendaftarannya bisa dibaca di sini ya,  kita sudah bisa melakukan transaksi. Sudah bisa belanja-belanja. Yay!! Racun banget ya ini infonya. Semoga saya ga diblok sama bapak-bapak ya.  

Pertama, sudah pasti Login dulu ya Bu-ibu.

Kedua, klik Kirim Uang.
Pilih bank yang akan digunakan untuk mengirimkan uang, pastikan rekening ini ada saldonya. Kalau ga ada, boleh suaminya dilirik manis dulu. Lalu masukkan nomor rekeningbank tujuan, dan saldo yang akan ditransfer. 

Sumber: Flip


Kalau sering mengirim uang ke rekening ini, rekeningnya bisa disimpan ke daftar favorit. Jadi untuk selanjutnya tinggal pilih rekening saja. 

Setelah memasukkan nomor rekening, Flip akan memverifikasi nama penerima sehingga kita tidak perlu khawatir Flip akan salah transfer. Caranya mudah cukup klik VERIFIKASI REKENING TUJUAN

Sumber: Flip

Kadang kalau setelah dua menit sistem belum menemukan nama penerima, kita diminta memasukkan sendiri. Nah nanti kalau nama yang kita ketikkan berbeda dengan nama di sistem mereka akan meminta kita membenarkan. Saya sempat kesulitan di bagian ini karena langsung menekan tombol lanjut. Saya kira akan dibawa ke halaman edit. Eh malah dikira sudah dibenarkan. bolak-balik begitu. Untung dipandu sama CSnya yang sabar dan baik. 

Kalau nama penerima sudah benar kita bisa klik  LANJUT KE PENGIRIMAN jika cuma ada satu rekening yang akan ditransfer, atau klik SIMPAN DAN BUAT TRANSAKSI LAGI jika ada beberapa rekening yang harus ditransfer. Iya... praktis banget. kalau hari itu belanja banyak, kita ga perlu bolak-balik transfer Bu-Ibu. Ga perlu bolak-balik mencet tombol atm/token yang berpotensi memperpanjang antrian ATM dan beresiko dilirik judes pengantri di belakang. Kita juga ga perlu berkali-kali mengirimkan sms banking. Semua cukup dilakukan sekali saja. Praktis dan tentunya hemat kan ya. 

Kalau sudah memasukkan rekening-rekening yang hendak ditransfer, silahkan dilanjutkan ke LANJUT KE PENGIRIMAN

KetigaReview Pengiriman. Di bagian ini pastikan kalau semua informasi (bank pengirim, rekening dan nama penerima, serta nominal) sudah benar. Nah di bagian ini kita juga akan mendapatkan kode unik yang akan menambah nominal yang harus ditransfer.



Apa??? Ada tambahan nominalnya? -zoom in zoom out- 

Jangan takut jangan bimbang, kode unik ini hanya untuk mempercepat verifikasi transfer uang. Jumlahnya akan disimpan di akun kita dan dapat dicairkan setelah mencapai Rp10ribu. Tu.... ga rugi kan ya. 

Kalau sudah begitu silahkan klik LANJUTKAN dan setujui syarat dan ketentuan transfer dengan mengklik SIAP, SAYA SETUJU.

Keempat, Kirim dan Konfirmasi Transfer. Nah, baru deh sekarang kita perlu mengantri di ATM atau mengeluarkan token atau mengirimkan sms banking. Kita cukup sekali saja mengirimkan uang ke rekening atas nama Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi. Tentunya di bank yang sama dengan yang kita miliki. Dan tentunya bebas biaya. Be-Bas-Bi-A-Ya-Trans-Fer-senyum-senyum girang sendirian-

sumber: Flip

Sesudah mentransfer silahkan klik tombol SAYA SUDAH TRANSFER. Nah selanjutnya kita tinggal menunggu Flip menproses transaksi ini dan mengirimkan bukti transaksinya.

Bukti transfer selain akan dikirimkan ke email kita, bisa juga dilihat di websitenya Flip. Nanti bisa dibagikan via whatsaapp ke penerima. Kalau kita tahu email penerima, bukti tranfernya juga bisa dikirimkan ke sana. Komplit banget sih Flip ini. Bikin jatuh cinta kan ya.

Apalagi aplikasinya ini santun banget. Saya dipanggil kakak terus. Duh berasa muda kan ya. Apalagi setiap waktu sholat mereka permisi untuk ibadah dulu. Uwuuuu. Duh.. ada yang mau dijadiin menantu ga ya. Gampang baper kalau dibaikin gini. 

Btw, mau tahu berapa yang sudah saya hemat selama setengah bulan memakai Flip? Rp65ribu dong. Banyak juga ya ternyataaaaaa. Kaget saya. Kalau ayam kebeli dua kilo itu.  Perbandingannya emak-emak sekali.

Psst ini juga bisa dipakai kalau ada yang nanya "Punya rekening BCA ga Sis?". Kita tinggal memasukkan rekening sendiri di tujuannya.  Lalu minta mereka mentransfer ke rekening Flip deh. Yuk ah bikin. 

Transfer Bebas Biaya dengan Flip

19 December 2017 capcai bakar

Setelah terdaftar di Flip, cara pendaftarannya bisa dibaca di sini ya,  kita sudah bisa melakukan transaksi. Sudah bisa belanja-belanja. Yay!! Racun banget ya ini infonya. Semoga saya ga diblok sama bapak-bapak ya.  

Pertama, sudah pasti Login dulu ya Bu-ibu.

Kedua, klik Kirim Uang.
Pilih bank yang akan digunakan untuk mengirimkan uang, pastikan rekening ini ada saldonya. Kalau ga ada, boleh suaminya dilirik manis dulu. Lalu masukkan nomor rekeningbank tujuan, dan saldo yang akan ditransfer. 

Sumber: Flip


Kalau sering mengirim uang ke rekening ini, rekeningnya bisa disimpan ke daftar favorit. Jadi untuk selanjutnya tinggal pilih rekening saja. 

Setelah memasukkan nomor rekening, Flip akan memverifikasi nama penerima sehingga kita tidak perlu khawatir Flip akan salah transfer. Caranya mudah cukup klik VERIFIKASI REKENING TUJUAN

Sumber: Flip

Kadang kalau setelah dua menit sistem belum menemukan nama penerima, kita diminta memasukkan sendiri. Nah nanti kalau nama yang kita ketikkan berbeda dengan nama di sistem mereka akan meminta kita membenarkan. Saya sempat kesulitan di bagian ini karena langsung menekan tombol lanjut. Saya kira akan dibawa ke halaman edit. Eh malah dikira sudah dibenarkan. bolak-balik begitu. Untung dipandu sama CSnya yang sabar dan baik. 

Kalau nama penerima sudah benar kita bisa klik  LANJUT KE PENGIRIMAN jika cuma ada satu rekening yang akan ditransfer, atau klik SIMPAN DAN BUAT TRANSAKSI LAGI jika ada beberapa rekening yang harus ditransfer. Iya... praktis banget. kalau hari itu belanja banyak, kita ga perlu bolak-balik transfer Bu-Ibu. Ga perlu bolak-balik mencet tombol atm/token yang berpotensi memperpanjang antrian ATM dan beresiko dilirik judes pengantri di belakang. Kita juga ga perlu berkali-kali mengirimkan sms banking. Semua cukup dilakukan sekali saja. Praktis dan tentunya hemat kan ya. 

Kalau sudah memasukkan rekening-rekening yang hendak ditransfer, silahkan dilanjutkan ke LANJUT KE PENGIRIMAN

KetigaReview Pengiriman. Di bagian ini pastikan kalau semua informasi (bank pengirim, rekening dan nama penerima, serta nominal) sudah benar. Nah di bagian ini kita juga akan mendapatkan kode unik yang akan menambah nominal yang harus ditransfer.



Apa??? Ada tambahan nominalnya? -zoom in zoom out- 

Jangan takut jangan bimbang, kode unik ini hanya untuk mempercepat verifikasi transfer uang. Jumlahnya akan disimpan di akun kita dan dapat dicairkan setelah mencapai Rp10ribu. Tu.... ga rugi kan ya. 

Kalau sudah begitu silahkan klik LANJUTKAN dan setujui syarat dan ketentuan transfer dengan mengklik SIAP, SAYA SETUJU.

Keempat, Kirim dan Konfirmasi Transfer. Nah, baru deh sekarang kita perlu mengantri di ATM atau mengeluarkan token atau mengirimkan sms banking. Kita cukup sekali saja mengirimkan uang ke rekening atas nama Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi. Tentunya di bank yang sama dengan yang kita miliki. Dan tentunya bebas biaya. Be-Bas-Bi-A-Ya-Trans-Fer-senyum-senyum girang sendirian-

sumber: Flip

Sesudah mentransfer silahkan klik tombol SAYA SUDAH TRANSFER. Nah selanjutnya kita tinggal menunggu Flip menproses transaksi ini dan mengirimkan bukti transaksinya.

Bukti transfer selain akan dikirimkan ke email kita, bisa juga dilihat di websitenya Flip. Nanti bisa dibagikan via whatsaapp ke penerima. Kalau kita tahu email penerima, bukti tranfernya juga bisa dikirimkan ke sana. Komplit banget sih Flip ini. Bikin jatuh cinta kan ya.

Apalagi aplikasinya ini santun banget. Saya dipanggil kakak terus. Duh berasa muda kan ya. Apalagi setiap waktu sholat mereka permisi untuk ibadah dulu. Uwuuuu. Duh.. ada yang mau dijadiin menantu ga ya. Gampang baper kalau dibaikin gini. 

Btw, mau tahu berapa yang sudah saya hemat selama setengah bulan memakai Flip? Rp65ribu dong. Banyak juga ya ternyataaaaaa. Kaget saya. Kalau ayam kebeli dua kilo itu.  Perbandingannya emak-emak sekali.

Psst ini juga bisa dipakai kalau ada yang nanya "Punya rekening BCA ga Sis?". Kita tinggal memasukkan rekening sendiri di tujuannya.  Lalu minta mereka mentransfer ke rekening Flip deh. Yuk ah bikin. 

13 December 2017

Flip, Transfer Antar Bank Tanpa Biaya

13 December 2017 capcai bakar

Ya ampun... ke mana saja. Bwahaha. Bwahaha. Untunglah saya mencoba Flip jadi ada postingan baru di blog ini. Btw, kalau yang kangen dengan cerita emak-emak ini silahkan follow instagram saja. Lebih update di situ, saat ini. Diprivate sih, soalnya banyak foto anak-anak, tapi asal nama akunnya bukan online shop, saya approve semua kog. 


Saya ini penggemar online shop, soalnya bisa dengan gampang membandingkan harga, hemat waktu, hemat tenaga, juga hemat ongkos makan. Pernah beberapa kali kecele sih, mulai dari bahannya tidak sebagus bayangan sampai uang hampir dibawa kabur. Cuma ya ga kapok karena lebih banyak cerita suksesnya ketimbang gagalnya. Apalagi sekarang penjualnya baik-baik, kenalan di instagram, tanya-tanya di whatsapp, lalu transaksi di marketplace, seperti tokopedia, bukalapak, atau shopee. Jadi kecil kemungkinan ketemu penjual yang mangkir. Nah, karena seringnya bertransaksi lewat marketplace yang punya rekening di berbagai bank, saya belum tertarik menggunakan Flip meskipun sudah lama melihat kemunculannya. Tiap bulan paling cuma lima rekening beda bank yang rutin ditransfer. Paling? Biaya transfer itu kesannya kecil ya, cuma Rp6.500. Tapi kalau ada lima rekening seperti saya saja biaya transfernya sudah Rp30ribu lebih. Lumayan buat beli pulsa. 

Karena merasa cuma Rp6.500, saat pertama kali mendengar tentang Flip yang menawarkan jasa transfer antar bank bebas biaya, saya tidak tertarik. Sampai ketika awal bulan Desember saya perlu mentransfer Rp18ribu saja ke bank lain. Biaya transfernya sepertiga aja dong. Baru deh mikir untuk memakai Flip dan saya suka. SUKA. Sangking sukanya sampai ingin membagi di blog.

Soalnya pakai Flip ini mudaaaah banget. Penjelasannya detail dan enak dibaca. Kalau bingung, hotline centernya juga responsif. Suka deh. Sangking mudahnya saya bertanya-tanya jangan-jangan bikin postingan soal flip ini ga guna. Hahaha. Yah semoga berguna ya, minimal kebayang bagaimana penggunaannya.

-->
Cara Kerja Flip Gimana Sih?

 

sumber: web Flip

Flip punya rekening di berbagai bank. Saat kita ingin mentrasfer beda bank, kita cukup mentransfer ke rekening flip yang sama dengan bank kita. Nanti Flip yang akan mengirimkan uang ke rekening bank lain.

Ada Biaya Transfernya?

Flip punya tiga tipe layanan; Reguler, Flip+, dan BigFlip.
  • Reguler, Gratis!! Tapi limit transaksi hariannya cuma Rp5juta.
  • Flip+ biayanya Rp2.500 per transaksi (mureh yeeee, bank aja Rp6.500 cuy), ga ada limit harian. Cuma per transaksi minimal Rp20juta.
  • Bigflip, untuk perusahaan-perusahan. 

Menurut saya sih untuk penggunaan mamah-mamah pendonor online shop layanan yang reguler, ini udah cukup banget. Kalau limitnya sudah lebih dari Rp5jt ya tinggal menunggu esok hari. Biar ga kaget lihat saldo yang tiba-tiba kosong gitu kan ya Bu-Ibu. Yay banget kan bu ibu?

Aman Ga Sih?

Flip berada di bawah pengawasan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Universitas Indonesia, sudah berstatus PT, dan sudah terlisensi oleh Bank Indonesia. Jadi insyaallah aman ya bu-ibu. Data pengguna juga sudah dilindungi sehingga tidak bisa dipakai oleh pihak luar. Tenang kan ya. 

Bank yang Disupport Apa Saja?

Saat ini sudah ada bank-bank berikut:


Rasanya sih bank-bank yang umum udah ada semua ya. Kalau bank ibu-ibu belum ada, tidak perlu khawatir, nanti ada voting untuk menentukan bank lain.

Kalau ga ada juga? Pakai rekening suami aja. Saldonya juga pakai punya suami. Hahaha. Nanti yang didaftarkan suami. 

Menarik kan... Jadi ingin daftar kan ya? 

Cara daftarnya mudah banget. Mudah banget. Banget. Cuma perlu tiga tahap saja.

1. Buat akun di flip.id
  
Untuk membuat akun, hanya diperlukan username dan email. Atau lebih gampang lagi, kita bisa daftar pakai akun facebook. Ya ampun. Mudah ya.

2. Verifikasi data di website

Setelah terdaftar, selanjutnya kita masuk ke Flip, dan memasukkan data diri berupa nomor telepon. Nah nanti kita akan mendapatkan kode verifikasi.

Setelah memasukkan kode verifikasi kita tinggal memasukkan nomor identitas dan data-data identitas. Selesai deh.

3. Verifikasi tatap muka di Alfamart

Sesuai peraturan Bank Indonesia, pengguna Flip harus "melaporkan diri" ke Alfamart terdekat dengan membawa KTP dan uang Rp4ribu. Verifikasinya ga perlu jauh-jauh kog, ke Alfamart yang ada di daftar mereka.

Waktu saya mendaftar, saya menggunakan KTP Bandung dan berlokasi di Jakarta Selatan. Jadi memilih Alfamartnya yang ada di Jakarta Selatan. Alfamartnya banyaakkkkkk. Tinggal pilih dari daftar yang sudah ada. Kalau tidak ada di daftar berarti ga bisa ya.

Selesai deh. Setelah itu kita sudah bisa menggunakan jasa transfer Flip. Insyaallah langkah-langkahnya mudah dan sangat jelas di website Flip. Kalau bingung bisa baca tutorialnya di sini ya. 

 -----


Ya ampun.. panjang ya. Cara transfer uangnya dipostingterpisah deh. Biar saya bisa ngubek-ngubek online shop dulu. Masih banyak diskonan Harbolnas nih. Bhikik.

13 June 2017

Roti Jamuran

13 June 2017 capcai bakar

Sewaktu berbuka tadi,  saya baru sadar kalau roti tawar di rumah sudah berjamur. Bulan puasa sih ya,  frekuensi ngemil berkurang, jadi banyak makanan nyisa.  Iya, di rumah ini roti masuk kategori cemilan. 

Sambil membuang roti jamuran ini ke tong sampah,  saya jadi terkenang waktu awal-awal ngekos di Bandung.  Waktu masih ngekost berdua kakak. Waktu di kostan cuma ada satu kasur lipat tipis, jadi setiap malam ribut dulu siapa yang harus tidur di lantai. Waktu masih belajar ngatur uang.  Waktu uang bulanan sudah habis padahal masih tanggal 20-an. Dan waktu nelpon mama papa, saya diminta menunggu jadwal transferan biasa. 

Waktu itu,  berdasarkan hitung-hitungan kakak dan saya, uang kami ga akan cukup buat makan sampai ada transferan dari mama papa.  Mulailah dihitung sehari budgetnya berapa. Budget perhari saya cuma cukup buat beli biskuit 500an satu biji. Itupun sesudah mengeliminasi pos angkot, saya memutuskan jalan kaki sejauh 3km saja.  Lumayan ga perlu mikirin biaya angkot. 

Akhirnya sampai orang tua bisa ngirim uang,  saya harus menyumpal perut dengan biskuit 500perak, setiap hari.  Sebungkus saja.  Kenyang?  Ya enggak lah.

Masih lapar dong.  Banget malah.  Jadilah saya makan sisa roti yang udah jamuran. Untung waktu itu belum dibuang.  Untung juga perutnya kuat.  Ga kenapa-kenapa.  😁

Bulan depannya,  saya mulai ngatur strategi.  Memutuskan berjalan kaki ke sekolah, biar hemat ongkos.  Memutuskan jualan donat di kelas.  Lumayan dari satu kotak donat saya dapat gratis 1 buah donat.  Tiap hari bawa dua kotak.  Jadi pas istriahat pagi dan siang ada yang bisa dikunyah. Lalu buat makan sehari-hari saya ikut catering. 

Berhasil?  Ga.  Menjelang akhir bulan, cateringnya wanprestasi.  Sudah dibayar lunas untuk sebulan,  tapi ia tidak datang lagi.  Meninggalkan kotak-kotak makanan yang tidak diambil-ambil di kostan. Duh!

Saya butuh strategi baru untuk memastikan bulan depan kebutuhan pangan saya selama sebulan terjamin ketersediaannya.  Sayapun mulai mendekati ibu warteg langganan, untuk menitipkan uang makan selama sebulan.

Besaran uang makan yang saya titip cuma cukup buat makan sekali sehari dengan lauk bukan ayam.  Saya cuma bisa makan ayam seminggu sekali.  Strategi ini berhasil, bertahun-tahun saya menitipkan uang ke ibu warteg.  Saya bisa makan setiap hari meski cuma pakai tempe.  Toh nanti hari minggu saya bisa makan ayam. Begitu terus sampai ketemu Tuan Suami. 

Begitu punya pacar,  mulai deh makan malam, makan ayam bakar pinggir jalan,  makan steak javan,  nonton di bioskop,  dll.  Sampai sekarang tuan suami masih suka ngeledekin saya. Katanya kalau ga dipacarin pasti masih makan tempe sekali sehari sampai lulus kuliah 😅.

Kakak saya gimana?  Karena pengeluaran terbesar beliau adalah ongkos damri,  kakak akhirnya memutuskan numpang di rumah gurunya. Rumah ibu guru ini memang dekat sekolah.  Jadi kakak ga perlu bayar ongkos. Tapi malah saya yang ongkosnya nambah karena tiap minggu pergi ke tempat kakak.  Meski ga harus rebutan kasur lagi tiap malam,  tinggal tanpa kakak itu bikin kangen.  Tiap balik ke kostan dan menemukan kamar kosong,  saya sedih.

Saya sedih ga sih dulu kondisinya seperti itu?  Kesel?  Marah?  Ga.  Beneran ga.  Waktu itu sih dinikmatin aja. Kalau dikenang malah bikin ketawa-ketawa.  Sekarang malah berayukur karena jadi bisa belajar ngatur uang. Belanja bulanan di grosir karena lebih murah dari supermarket. Nitip uang ke warung sayur jadi tetap bisa makan ayam sampai akhir bulan. Dan banyak lagi.

Jadi,  bu-ibu dan bapak-bapak di luaran sana.  Kalau tidak bisa memberikan sesuatu buat anaknya,  gak perlu sedih berlarut-larut.  Anak-anak itu pembelajar kog.  Diajak susah ya bisa.  Diajak senang juga bisa. 

Ga sanggup ngasih ikan salmon ke anak?  Ya udah sih bebaskan aja, yang penting ga kelaparan.  Ga bisa mengkursuskan anak ke EF?  Ya gak masalah,  beli buku bahasa inggris bekas apa nonton film downloadan aja.  Ga bisa ikut purwacaraka?  Ga bisa ikut summer course ke luar negeri?  Ga masalah.  Beneran ga masalah.  Didoakan saja.  Doa orang tua itu kan mustajab.  Doakan nanti mereka lancar mikirnya,  bisa jago bahasa inggris,  jago musik,  bisa ke luar negeri dengan usaha mereka sendiri.  Didoakan saja.

04 January 2017

Baju Praktis buat pergi-pergi dan imunisasi

04 January 2017 capcai bakar

Iyaaa saya banyak hutang postingan blog. Satu-satu ya. Diselipin sembari mompa. Kalau ga berurut harap maklum. Yang penting keposting. Haha.

Tadinya saya mau jadiin ini postingan di Instagram, pendek soalnya. Tapi menurut saya orang lebih gampang nyari di blog daripada nyari di instagram. Terus banyak orang yang cerita kalau instagramnya mendadak hilang atau dihack. Jadi saya menyimpulkan lebih permanen blog dan fb (khususnya fb buat nyimpan foto-foto). Haha.

Okey, namanya punya anak bayi apalagi anak perempuan rasanya pengen beli banyak baju yaaa. Modelnya lucu-lucu dan beragam. Ga kayak baju anak lakik. Tapi sebagai emak-emak irit, saya sih berusaha nahan diri. Bayi itu cepat gede. Sayang aja kalau beli banyak-banyak. Kepakainya cuma sesekali. Bahkan bisa jadi ga kepakai.


Jadi, buat baju jalan-jalan bayi belum ada hashtag ini saya cuma punya 1 jumper suit tangan panjang dan 3 bodysuit tangan pendek. Yang tangan panjang beli second di carboot Edinburgh waktu mau nyicil keperluan bayi (untung aja waktu itu mutusin nunggu suami belinya.😅). Harganya cuma 50pences aja atau 9rb rupiah. Murah banget kan... Masih bagus banget padahal.

Sedangkan yang tangan pendek, semuanya hadiah. Jadi... Wahai para calon emak... Ga usah beli baju jalan yang banyak. Satu aja. Sisanya nunggu kado. Haha.

Nah terus kalau jalan-jalan, bayi belum ada hashtag ini cuma saya pakaiin pampers dan bodysuit lalu dibedong pakai bedong instan. Simpel. Ga kebanyakan layer yang bikin anaknya bete dan bikin emaknya repot pas ganti pampers.

Kalau imunisasi juga gampang, tinggal buka bedong instannya, udah deh paha dan lengan terpampang nyata. Silahkan disuntik.

Berapa bedong instan yang harus disediain? Saya cuma punya satu. Itupun punya dari jaman #captkid. Ini cukup banget. Soalnya cuma dipakai pas jalan-jalan aja. Kalau mau punya cadangan, dua atau tiga pcs kayaknya udah pas deh.

See? Ga perlu punya banyak!

16 August 2016

Capcai 30 Sekian. Lupa.

16 August 2016 capcai bakar


Nah kalau kali ini yang ultah saya, tapi sungguh... saya lupa ulang tahun ke berapa. Udah ga ngitung kali ya. Jadi suka beberapa kali pas ke rumah sakit dan ditanya umurnya berapa saya harus ngitung dulu. Pokoknya tiga puluhan sekian deh. Entah tiga puluh berapa. Hahaha.

Terus ulang tahunnya ngapain?

Ga ngapain-ngapain sih. Ga makan ke luar. Ga beli kue juga. Karena, capek habis dari Jakarta dan.. keuangan lagi ngepas, ngepas banget. Bwahahha. Iya nih.. persiapan road2UK nya butuh biaya banyak. Banyaknya sih buat ngurus-ngurus kesehatan sebelum anak-anak dan Tuan Suami dibawa. Bolak-balik ke dokter, berbagai macam dokter. Beli-beli buat keperluan di sana malah belum. Bismillah aja. 

Lalu seperti biasa yang ngucapin mama, papa, adek, kakak, sahabat-sahabat dari kecil, dan Jendral Kancil. Tapi tahun ini nambah dapat ucapan dari pacarnya si adek. Bwahahha. 

Karena ga ada kue, dan mungkin kasian sama istri, Tuan Suami eksperimen malam-malam bikin kue pas saya lagi tidur. Bahan-bahan yang mau dibikin buat pisang goreng, sama beliau diubah jadi bahan kue. Terus karena ga tau di mana mentega dan (mungkin) menghemat telur, kuenya ga pakai mentega dan telur. Saya dibangunin pas mau manggang karena ga ketemu cetakan kue di mana. Hahahhaa.

Kuenya jadi? Jadi sih.. tapi keras kata suami. Menurut suami ini kue gagal. Jadi beliau memutuskan membeli martabak telur dan es krim. Kata saya sih kuenya masih kemakan. Habis juga dimakan saya dan Captain Kid. Soalnya saya dan Captain Kid lidahnya sama, apapun yang pakai coklat pasti enak. Hahaha. 

Suami eike manis kannnn... secara istrinya aja bikin kue kalau kesambet. Bikinin suami kue uang tahun aja belum pernah. Terlalu emang. 

Lalu itu Jendral Kancil diapain? Dijadiin kado kata Suami. Bwhahaha. Makasih ya. Kalian emang kado buat saya. Orang-orang sabar sama emak yang suka ngambek ga jelas dan ngomel panjang lebar. Muahhh!!! 


15 August 2016

TB Certificate untuk Visa UK

15 August 2016 capcai bakar

Setelah punya paspor harus ngurus apa nih? Visa dong ya. Nah, untuk memperoleh visa UK ada syarat sertifikat bebas TB. Jadi mari diurus sertifikat bebas TBnya sebelum menjadwalkan wawancara visa. Bikinnya gimana?

Kedutaan Inggris hanya menerima sertifikat bebas TB dari beberapa Rumah Sakit saja. Di Jakarta, Rumah sakit yang ditunjuk ada dua, yaitu RS Premier Jatinegara dan RS Premier Bintaro. Selain di Jakarta ada di mana lagi? Cuma ada di Bali dan Surabaya. Karena ongkos ke Bali dan Surabaya tidak diganti, maka sayapun memilih RS Premier Jatinegara.

Kog Jatinegara? Karena dari Bandung bisa turun di stasiun Jatinegara kalau naik kereta api. Ini alasannya ga kuat sih. Soalnya kalau mau ke Bintaro tinggal naik travel Cititrans dari Bandung. Terus pulangnya bisa makan burger Blenger. Sejujurnya, waktu itu saya ga kepikiran aja. Mikirnya karena bawa anak-anak, enakan naik kereta api, jadi pilih Jatinegara aja lah. 

Padahal kalau di Jatinegara itu sistemnya first come first serve. Jadi kalau ga mau kelamaan ngantri, harus datang pagi-pagi. Siangan dikit? Ya lama ngantri rontgennya. Sedangkan di Bintaro, sistemnya kita dapat slot jam sekian. Jadi ga perlu datang pagi-pagi banget. Datang pas jam jadwal kita periksa aja. 

Terus di kedua rumah sakit ini, ga bisa dadakan datang. Harus daftar dulu. Jadi begitu punya perkiraan kapan paspor biru saya selesai, saya langsung mendaftarkan diri ke RS Premier Jatinegara. Kog nunggu paspor biru? Soalnya harus membawa paspor yang akan digunakan. Kalau pakainya paspor hijau, ya cukup paspor hijau aja. 

Sebenarnya janjiannya juga ga perlu jauh-jauh hari banget. Dua atau tiga hari sebelum jadwal yang diinginkan, masih ada slot kosong kog. Kalau mau daakan juga bisa. Jadi bikin janji hari ini untuk besok. Setelah janjian, perlu dokumen apa saja?
  1. Paspor asli yang akan digunakan untuk berangkat
  2. KTP asli
  3. Pasfoto berwarna ukuran 4x6 2 lembar. RS Premier Jatinegara mensyaratkan latar belakangnya harus biru. Kalau Bintaro, yang penting berwarna. Terserah warna apa saja. Psst.. kata perawat Jatinegara, kalau kebetulan ga bawa.. ya ga masalah. Masa disuruh pulang lagi. 
  4. Kalau pernah rontgen paru sebelumnya, silahkan dibawa. => yang mana ga ditanyai sama dokternya juga. (--')
Kalau mau bawa keluarga aka dependent gimana? Buat suami/istri dan anak berusia di atas 11 tahun dokumen yang diperlukan sama saja. Tesnya boleh ga barengan. Tapi kalau berangkatnya sama-sama, hasil tes baru dikeluarkan kalau semuanya (yang mau berangkat) sudah tes juga.  

Kalau dependantnya anak kecil yang belum berusia 11 tahun? Cukup tes kesehatan saja. Jadi ga perlu dirontgen. Jendral Kancil yang 10,5 tahun juga ga dirontgen. Dokumennya?
  1. Paspor asli yang akan digunakan untuk berangkat
  2. Pasfoto berwarna ukuran 4x6 2 lembar. 
  3. Akte kelahiran
  4. Buku imunisasi. 
Cerita sedikit ya, saat tes kesehatan buat anak-anak ini, dokternya cuma nanya apakah imunisasi wajib anak-anak saya lengkap? Dokternya tidak meminta saya menunjukkan buku imunisasi. Padahal saya kan mau mamer... kalau imunisasi yang tidak wajibpun lengkap kog. Bwahahaha. Gagal mamer deh. 

Kalau lagi hamil? Syaratnya tinggal ditambah surat persetujuan untuk dirontgen oleh dokter kandungan, surat persetujuan ini juga harus mencantumkan usia kehamilan. Kalau dokternya ga setuju gimana? Ya cari dokter yang setuju. Ihik. 

Eh emangnya bisa dokter kandunganya ga setuju? Kenapa?

Ya bisalah. Jadi hasil baca-baca di internet, rontgen yang dilakukan pada trimester kedua ataupun ketiga relatif tidak memberikan dampak apapun karena masa pembentukan janin sudah lewat dan dosis radiasinya sangaaaat kecil, namun tetap saja ada kemungkinan efek samping di masa depan. Logikanya sih, anak dibawah 11 tahun saja tidak dirontgen apalagi bayi dalam kandungan. Sehingga jika tidak diperlukan rontgen ya gak usah dilakukan, tunggu setelah melahirkan saja. 

Terus kalau kepaksa bagaimana? Ada dua cara sih. Pertama, anda bisa meminta Sputum Test saja atau tes dahak. Anda akan diminta RS mengumpulkan dahak pagi hari sebelum makan. Pengumpulan dahak dilakukan di rumah sakit selama tiga hari. Selanjutnya dahak akan dibiakan di laboratorium selama tiga bulan (apa dua bulan, saya lupa).  Jadi kalau memilih cara ini, persiapkan jangka waktu yang lumayan panjang sebelum keberangkatan.

Kedua, anda bisa meminta dokter kandungan menuliskan surat persetujuan yang menyatakan kalau rontgen boleh dilakukan dengan perisai tambahan. Kalau perlu perisainya dobel. Iya, perisai atau apron buat menutupi kandungannya didobel. Di RS Premier Jatinegara bisa minta perisai/shield dobel. 

Kalau sekiranya dokter kandungan selama ini belum memberikan surat persetujuan, silahkan meminta surat persetujuan ke dokter kandungan di RS Premier. Siap-siap biaya tambahan ya.. mahal euy dokternya. (ujar anak bandung yang biasanya cuma menghabiskan Rp150rb di RS Santosa, lalu kaget pas lihat tagihan dokter kandungan di RS Premier Rp500rb lebih aja.)

Oke, dokumen yang diperlukan sudah. Sekarang hari H-nya. 
  1. Lakukan pendaftaran ulang di gedung MCU. Jangan kebalik.. saya malah nunggu antrian di gedung rawat inap. Jadi aja lama. 
  2. Naik ke lantai 7. Berikan paspor, KTP, dan foto kepada bagian pendaftaran. 
  3. Anda akan diberikan formulir data pribadi yang harus diisi. 
  4. Draft sertiffikat diberikan oleh RS untuk dikoreksi. Pastikan nama, no paspor, dan alamat sudah benar. 
  5. Menunggu panggilan rontgen. Kalau anak-anak menunggu diperiksa dokter.
  6. Dirontgen/diperiksa.
  7. Bayar Rp690ribu untuk rontgen. Untuk anak-anak cukup Rp330ribu saja. Terima debit dan kredit. 
  8. Pulang.
Hasilnya kalau bagus, bisa diambil keesokan harinya, kecuali hari minggu. Kalau tidak dihubungi rumah sakit, berarti hasil tesnya bagus. Kalau dihubungi? Harus tes sputum dulu sebelum sertifikat dikeluarkan. 

Apalagi ya? Oh, sertifikat bebas TB ini berlaku selama 6 bulan. Jadi sesuaikan dengan jadwal wawancara visa ya. 

Lalu karena sertifikatnya sehari jadi, begitu paspor biru selesai, silahkan daftar untuk wawancara visa. Ga perlu nunggu sertifikat TB (kalau yakin bebas TB ya) karena pas daftar wawancara visa, sertifikatnya ga diminta. Sertifikatnya baru dibutuhkan saat wawancara. 

Kalau bawa anak-anak persiapkan makanan berat, snack, dan minuman. Soalnya lamaaaaa. Saya kemarin cuma bawa snack aja. Alhasil anak-anak kelaparan dan ga sabar nunggu. Galon ada sih, gelasnya ga ada. Jadi boleh banget bawa tupperware kosong. Mainan, buku cerita, dan buku mewarnai juga boleh banget dibawa. Nunggunya ngebosenin.  

Tes TB dari web UKVI

Artikel tentang rontgen paru saat hamil

10 August 2016

Captain Kid Tiga Tahun!

10 August 2016 capcai bakar

Jadi akhir Juli kemariiiiin, anak kicik si Captain Kid ulang tahun dan sama emak belum diposting aja dong. Emak macam apa ini. Jadi di ulang tahun ketiga ini ga ada perayaan apa-apa sih. Hahhaa. 

Nak kalau kamu baca, ga ada perayaan ini bukan karena emak bapak kurang sayangnya. Tapi karena, yah Adek belum ngerti juga sih. Terus kalau mainan dan kue-kue cantik itu, kita sering beli. Ga usah nunggu adek ultah juga dibeli. Kog kakak dulu dirayain? Euforia anak pertama ya Nak. Bwahahha. Ampunnnnn. 

sekarang kalau makan duduknya di atas meja dong!

Jadi pas Captain Kid ulang tahun, emak harus ngajak Suami Prohemer dan Jendaral Kancil ke lab buat foto gigi. Selesai nungguin kakak dan Ayah foto, kita makan di Carnivor. Ga dalam rangka makan mewah buat ulang tahun anaknya sih, tapi simply karena laper aja dan tempat makan yang dekat ya Carnivor ini. 

Selesai makan, kita jalan kaki ke Jonas. Mau foto buat visa. Kebayang  ga sih, udah seharian keluar rumah, jalan becek-becek, selesai makan pulak.. itu anaknya difoto meuni kucel banget. Banget. Tapi keajaiban kamera ya.. ga bersisa kucelnya. Hahaha. 

Waktu jalan kaki ke Jonas itu, Jendral Kancil sempat ngomong 
"Adek ulang tahun kog ga diajak senang-senang sih Bunda. Naik mobil, bus, atau kereta api kesukaan Adek. Ini malah diajak jalan kaki ke mana-mana."

Dan kita jawabnya apa saudara-saudara?
"Adek itu asal dibawa jalan aja udah senang Kak. Ga ngeluh capek. Bahagia aja."
Lah iya.. itu anaknya ketawa-ketawa aja. Jalan kaki sambil main-main, minta diseret Aybun atau diayun-ayun. 

Terus udah bisa apa? Udah bisa loncat! Ya ampun.. akhirnya bisa loncat yang beneran kedua kakinya ngawang gitu loh. Udah bisa ngitung one to ten. Manggil bundanya "Midaaaaaa" dan sudahlah kita sahkan saja panggilan Mida ini karena panggilan Bunda udah banyak. 

Bablingnya banyak banget. Tapi ya masih belum jelas ngomong apa. Kalaupun jelas ya baru satu kata aja. Misalnya "minum", "iis" buat pipis, " udah", "susu", "truck", "bus", "mam", "meong", "tut tut...", "brum.. brum.." 

Iya.. udah telat. Saya juga sudah mulai memikirkan  membawa Captain Kid ke dokter tumbuh kembang. Kecurigaan kita sih, karena emang jarang diajak ngobrol, terus bahasa yang dikenali itu bahasa inggris, bahasa indonesia. Cuma dua bahasa tapi anaknya nonton film doraemon dalam bahasa jepang, terus suka dengarin applikasi yang ngenalin benda-benda dalam bahasa polandia. Hahaha. Sama kita settingannya bahasa inggris. Anaknya yang ngubah-ngubah sendiri jadi berbagai bahasa. Yang paling dia suka ya bahasa Polandia. Jadi mungkin ini jadi alasan anaknya bingung pakai bahasa apa, lalu memutuskan pakai suara bendanya aja. Toh suara kucing di semua bahasa kan miaw.. miaw...

Sekarang sih lagi suka-sukanya niru suara yang dia dengar. Kalau diputarin video klip lagu-lagu, nyanyinya semangat banget. Suaranya kencang ples pakai acara loncat-loncat. Kemarin malah niru "O Shit!" setelah nonton film orang gede sama kita. *tutup muka*

Yang lainnya gimana? Senyumnya masih bikin hati hangat. Setiap lihat senyum Captain Kid pasti langsung senang. Ngambeknya masih. Kalau dilarang pasti langsung tiduran di lantai ga peduli lagi di jalan, di mall, atau di rumah. Cuma ya ga pakai nangis dan mau langsung bangkit begitu diminta. Kalau dimarahin ya langsung nangis. Masih suka berantem sama kakak. Kalau mau sama-sama baca buku atau liat gadget, sengaja banget posisinya nutupin pandangan kakak. Kakaknya sih kadang-kadang tabah, kadang-kadang balas jahil.

Masih doyan main air. Sekarang karena udah sampai ke bak cuci piring kalau pakai kursi, suka minta nyuci piring. Emaknya tutup mata dan melipir ke kamar aja kalau udah begitu. Soalnya pasti becek dan berantakan. Pernah saya lupa nyingkiran sayuran yang udah dipotong... balik-balik sayurannya udah di tempat cuci piring semua. Hahahaha *ketawa sedih*

Semoga sehat terus ya dek. Jadi anak sholeh kebanggan Ayah Bunda. Jadi penyelamat ayah bunda di akhirat. Semoga tambah pintar, baik rupanya, baik hatinya, lancar rizkinya, tercapai cita-cita Adek, dimudahkan urusannya, dikuatkan diri Adek. Semoga adek selalu dalam lindungan Allah, didekatkan kepada orang-orang baik, dicintai oleh siapapun yang melihat adek, dan dijauhkan dari orang jahat. Terus.... akur-akur sama Kakak ya. Kakaknya disayang, jangan dijudesin terus tiap mau meluk adek. Love you. 

08 August 2016

Membuat Paspor Biru

08 August 2016 capcai bakar

Tadinya mau bikin kisah-kisah di label sedang mencari beasiswa ini berurutan. Mulai dari tes TPA, TOEFL, IELTS, bikin surat rekomendasi dosen dan atasan, bikin surat motivasi, daftar kampus, dll. Cuma, kalau nunggu berurutan takutnya malah ga ketulis apapun. Hahaha. Jadi ini sambil jalan ya. Sambil saya ngurus-ngurus, sambil nulis. Yang lainnya diselap-selip ya.


Jadi kalau mau berangkat ke luar negeri itu perlu paspor kan ya? Sebagai aparatur negara saya bisa berangkat dengan paspor dinas yang berwarna biru itu. "Bisa" dalam arti, kalau mau pakai paspor hijau juga boleh kog. Ga harus pakai paspor biru. Lalu ngapain bikin paspor biru? Soalnya dengar selentingan kalau ga pakai paspor biru, nanti penyesuaian ijazah pas pulangnya susah. Tapi katanya ga juga sih, sekarang cuma butuh surat ijin setneg aja. Nah.. karena waktunya buru-buru, daripada kenapa kenapa saya sih milih bikin aja. Ga rugi ini kog, secara kalau pakai paspor biru katanya bisa bebas visa ke beberapa negara. Salah satunya Prancis. Hohoho. Ya ampun.. ini info apa sih kog kebanyakan katanya. *salamin pembaca*

Di kantor saya syarat membuat paspor biru adalah sebagai berikut, pssst.. tiap instansi beda-beda ya syaratnya. Silahkan ditanyakan ke bagian yang berkaitan dengan perjalanan dinas luar negeri masing-masing, :

A. Kelengkapan ke Setneg:
  1. Letter of Acceptance (unconditional) dari kampus
  2. Surat Ijin Belajar (SIB) dari SDM
  3. Surat Perjanjian dan pernyataan yang di ttd Karo SDM
  4. Fotokopi TOEFL/IELTS
  5. Daftar Riwayat Hidup (DRH) yang didownload dari SISDM
  6. Letter of Guarantee dari pemberi beasiswa
  7. Nota Persetujuan (khusus SPIRIT)
B. Syarat Pengurusan Paspor Dinas
  1. Pasfoto 4x6 sebanyak 6 lembar
  2. fotokopi SK PNS, Karpeg, dan name tag kantor yang dilegalisir Biro SDM, 2 eksemplar
  3. DRH Paspor yang ditandatangani Kabag PM 2 eksemplar
  4. Paspor lama jika masa berlakunya habis
  5. Fotokopi KTP
Dokumen lengkapnya bisa didownload di sini ya. 

Oke, sekarang mari dibahas satu persatu ya berdasarkan urutan saya ngurusnya.

Fotokopi TOEFL/IELTS dan KTP. Ini mah tinggal fotokopi aja kan ya. Gampang. Ga perlu dikasih tau caranya kan ya.. Perlu? Apah?!!

Download DRH dari SISDM. Login ke sisdm, pada bagian sebelah kiri ada icon rumah. Pilih Pengelolaan Pegawai lalu DRH dan DRH singkat. Setelah masuk ke halaman "DRH Singkat", pilih cetak pada bagian paling atas. Silahkan dilihat printernya. Ada kan? Ada ah. Masa ga ada. 

Legalisir fotokopi SK PNS, KarPeg, Name Tag dan DRH Paspor. Sambil nunggu diterima kampus idaman atau kampus manapun yang mau menerima saya,  saya mengurus semua dokumen legalisir ini. Soalnya butuh tanda tangan Kabag PM. Khawatir pas butuh Bapak Kabag sedang dinas ke luar kota, maka saya mengurusnya sesegera mungkin. Tinggal fotokopi dan mengisi DRH Paspor lalu diserahkan ke Biro SDM untuk diteruskan ke Bapaknya. Begitu semua syarat lain sudah ada, legalisir-legalisir ini tinggal saya ambil. 

Kalau Karpegnya hilang bagaimana? Coba ditanya ke SDM ada pertinggalnya ga. Kalau ga da ya nasib harus bikin baru lagi dan makan waktu lamaaaaa. Kabarnya sih bisa sampai dua bulan. Minimal tiga minggu. Ya salam. 

KAlau kamu menemukan bagian-bagian yang membingungkan di DRH Paspor, ini catatan saya yang tadinya kebingungan juga:
  • Kemampuan Bahasa Asing, tulis saja bahasa asing apa yang dikuasai. Saya sih cuma bahasa Inggris dan bahasa kalbu.
  • Pengalaman kerja, saya isi dengan pekerjaan saat ini
  • Bagian konduite calon, pengetahuan bahasa, dan kesehatan yang diisi oleh Tim Screening, diisi "Baik". 
  • Security Clearance, diberi tanda "----"
Pasfoto Berwarna 4x6. Di sini sih disyaratkan 6 lembar, tapi waktu dikumpulkan ke bagian pembuatan paspor cuma butuh 4 lembar. Nah, yang ribet ketentuannya fotonya itu.
  • memakai jas/blazer
  • berdasi bagi pria
  • bagi yang memakai jilbab, jangan sampai berbayang di kening. 
  • latar belakang putih
  • kertas foto glossy/mengkilap
Yang ribet itu... ketentuan bagi pemakai kerudung. Saya bikin fotonya sampai tiga kali dong. Subhanallah yaaaa. 

Foto 1, Foto 2, dan Foto 3

Foto pertama saya pakai tukang foto dekat kantor suami. 15ribu aja. Crop-annya ga rapi. tapi ya sutralah. Ternyata ditolak bagian yang ngurus paspor karena di kening ADA BAYANGAN kerudung dan ALISNYA KETUTUP kerudung. Yuk. Sarannya biar ga ada bayangan di kening, fotonya pakai dalaman kerudung. terus kerudungnya dimundurin jauh ke belakang. 

Karena perlu buru-buru, sayapun melipir ke Kalibata Mall dekat kostan. Cuma ada satu studio foto, Mega's Photo namanya. Sekali foto 50ribu sekian, dapat 4 lembar. Cetak satu foto 3ribu. Minimal 3 lembar. Langsung jadi sih... tapi kog ALISNYA MASIH KEPOTONG? Terus kenapa retouchnya menor gitu? Ga alami banget. Yang bikin saya tambah ilfill adalah kog warnanya kuning? Bukan putih. Ini gigi kelamaan ga disikat apa pas foto sih? 

Foto terakhir dan yang saya serahkan untuk paspor adalah foto ketiga yang diambil di Studio Foto Sinar Matahari di Bendungan Hilir dekat kantor. Saya tinggal bilang perlu pas foto untuk visa atau paspor, mereka langsung paham. Harganya? 95ribu aja untuk 4 lembar foto. Ihik. Mahal ya.

Foto Jonas

Soalnya kalau di Bandung, tinggal melipir ke Jonas. 25ribuan aja udah dapat yang bagus. Ga ada bayangan meski tanpa dalaman kerudung. Jonas ini juga sabar banget pas fotoin Captain Kid. Bisaan dong dapat foto anaknya yang menghadap kamera, senyum, dan ga keliatan gigi. Aih, senangnya! Pokoknya benaran diarahin biar benar-benar bagus. Jonas.. aku padamu. 

Letter of Guarantee dari pemberi beasiswa. Kalau di Spirit, setelah memasukkan jurusan dan kampus yang dituju di Transpar (websitenya penerima beasiswa Spirit), kita tinggal menunggu disetujui kantor (sesuai dengan visi misi organisasi) dan Bappenas (rangking 400 dunia). Setelah disetujui, penerima beasiswa mengirimkan email ke Bappenas untuk dibuatkan Guarantee Letter. Minta Guarantee Letter ini boleh sebanyak-banyaknya sih. Sesuai dengan jumlah kampus yang dituju. Rekornya, ada yang minta sampai 21 buah. Saya sih baru minta 14 buah dan udah ditanyai sama Bappenasnya. Ditanyai "Mbak sebenarnya mau ngelamar ke kampus mana sih???" Hahahaha. 

Unconditional Letter of Acceptance. Selanjutnya, dokumen-dokumen lain yang tersisa membutuhkan LoA ini. Jadi silahkan dipastikan ingin sekolah di mana. Setelah mengirimkan syarat-syarat pendaftaran ke kampus yang dituju, nanti kita dapat balasan dari kampusnya, diterima penuh, diterima dengan syarat tertentu, atau ditolak. Kalau diterima tanpa syarat apa-apa lagi alias Unconditional, selamat... tinggal milih mau menerima tawaran itu atau ga. Kalau masih ada syarat seperti nilai IELTS tertentu alias conditional, kita tinggal melengkapi syaratnya untuk memperoleh unconditional offer. Kalau ditolak? Coba kampus lain. Masih banyak. Tenang. 

Tips saya, memutuskan mau ke kampus mananya dibuat tenggat waktu biar urusan lain (yang masih panjang itu) bisa selesai on time. Kalau kelamaan galau dan milih-milih, urusan birokasi yang lain-lain takut terhambat euy. 

Surat Ijin Belajar. Begitu sudah dapat LoA Uncon, LOAnya diberikan ke bagian SDM untuk dibuatkan SIB dan Surat perjanjian tugas belajar (dua pihak antara pegawai dengan instansi). Draft Surat Perjanjiannya akan diemailkan. Kita tinggal print dan menempelkan materai. Lalu diserahkan ke SDM. 

Surat Perjanjian dan pernyataan yang dittd Karo SDM. Sebenarnya kedua surat ini tidak membutuhkan LoA, cuma karena yang tanda tangan pejabat, surat-surat yang membutuhkan tanda-tangan beliau semacam SIB dan Surat Perjanjian Tugas Belajar disatukan dengan kedua surat ini. 

Loh kog surat perjanjiannya ada dua jenis? Yang satu buat ke Setneg diketahui Karo SDM. Isinya sih perjanjian akan mematuhi Peraturan Presiden No. 12 Tahun 1961 dan Surat Keputusan Menteri Pertama No. 224/MP/1961 tentang Tugas Belajar. Yang satu lagi surat perjanjian antara pegawai yang tugas belajar dengan instansinya. Yang ini disimpan di instansi saya.

Nah, secara yang tanda-tangan pejabat, maka waktu penyelesaiannya juga tergantung keberadaan beliau di kantor. Waktu saya mengurus paspor dinas ini, karena kepotong cuti lebaran, jadinya sih menunggu lebaran selesai. Lama dong? Iyes. Kalau ga kepotong lebaran dan bapaknya ada di kantor, mungkin paling lama cuma butuh tiga hari.

Nota Persetujuan dari Bappenas. Ini... bikinnya juga panjang kalau diceritakan. Sabar ya. *keretekin jari* Setelah dapat LoA, silahkan mengirim LoAnya via email ke Bappenas. Nanti dibalas dengan dokumen-dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Nota Persetujuan (NP) dan Surat Perjanjian Tiga Pihak (SP3P). 

Dokumen yang dibutuhkan adalahhhh.... tarakdungces!
  1. Surat Penerimaan Universitas tanpa syarat (unconditional letter of acceptance)
  2. Rincian Pembiayaan dari Kampus =>Biasanya tertera di dalam Surat Penerimaan, jadi pakai LoA aja juga boleh.
  3. Formulir Pra Keberangkatan => Download dari TRANSPAR. Sesuai dengan unconditional letter of acceptance atau informasi tertulis dari Universitas. Ditandatangani Karo SDM. Jadi ini didownload sendiri dan langsung diserahkan ke SDM bareng Surat Perjanjian dan Pernyataan di atas. 
  4. Formulir Penempatan Kembali => Download dari TRANSPAR. Sesuai dengan unconditional letter of acceptance atau informasi tertulis dari Universitas. Ditandatangani Karo SDM.  Dibarengin juga yes.
  5. CV => format bebas. Ga ada petunjuk khusus. 
  6. Foto 3x4 (2 lembar) => berwarna, latar bebas. Saya pakai aja foto pertama yang ditolak itu. Biar dia ada mamfaatnya. 
  7. Surat Tugas Belajar => yang kita bikin di atas tadi. 
  8. Surat Perjanjian Dua Pihak (SP2P) => Jika ada. Karena ini jika ada saja, maka saya ga menunggu surat perjanjian tugas belajar. Biar cepat kelar. :p

Setelah semua dokumen terkumpul silahkan diemail ke Bappenas. Besoknya kita langsung dikirim draft SP3P. Kalau isinya sudah benar, draft tadi bisa diprint dan ditempelkan materai, lalu diberikan ke SDM (lagi.. yeah.. i know) untuk ditandatangani Karo SDM. Nanti tinggal nunggu SP3P nya ini selesai ditandatangani, baru dikembalikan ke Bappenas. Tiga hari kerja kemudian, SP3Pnya sudah bisa kita ambil. Secara SP3P ini tidak dibutuhkan untuk mengurus dokumen lain, ngurusnya bisa disambil ngurus NP. 

Nah, dari semenjak kirim berkas hingga NP bisa diambil, dibutuhkan waktu 5 hari kerja. Nanti kita juga diberitahu via email kapan NPnya bisa diambil. Hardcopy dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk NP, bisa diserahkan saat mengambil NP ini. Biar ga bolak-balik. 

NPnya sudah ditangan? Hore!! Silahkan dikumpulkan dan diberikan ke bagian pembuatan paspor di instansi masing-masing. Waktu yang dibutuhkan? Minimal dua minggu. Hahaha. Kalau mau repot dan bikin sendiri, katanya sih lebih cepat dan gratis. Tapi ga tau ya... soalnya saya ga bikin sendiri. 

Nanti setelah dua minggu, kita akan memperoleh satu buah paspor yang sudah ada cap exit permitnya, surat ijin setneg, dan surat rekomendasi visa. 

Ya ampun.. selesai juga. Sampai ketemu di cerita medical check up buat syarat visa ya!

Update
Exit Permit ini ijin perjalanan luar negeri yang berlaku untuk satu kali perjalanan. Artinya nanti kalau balik ke Indonesia, terus mau ke luar lagi, ya harus bikin exit permit lagi. Nah masa berlaku exit permit itu cuma dua bulan. Kalau sampai masa berlaku habis, masih belum berangkat juga, maka kita harus memperpanjang exit permit.

Caranya gimana? Bawa paspor dinas, surat permohonan exit dari Instansi dan Setneg ke Kemenlu. Prosesnya butuh waktu 3-4 hari. Bisa diurus sendiri dan gratis kog. :D

27 July 2016

Ini lagi capek lihat postingan poligami di grup whatsapp dan facebook. Jadi maafkan kalau pedas.
Begini, sebagai muslim saya ga mengharamkan poligami. Sama Allah diperbolehkan, jadi silahkan. Suami punya pilihan untuk berpoligami. Istri punya pilihan mau dipoligami atau tidak. Seperti poligami, perceraian diperbolehkan di Islam.

Suami mungkin melihat poligami sebagai jalan melaksanakan sunah nabi, menjaga nafsu, membantu perempuan lain, atau sebagai tantangan. Istri mungkin melihat ini sebagai sarana ibadah, pintu masuk ke surga. Jadi bisa saja ada istri yang ikhlas bahkan menganjurkan.

Tapi sudah pernah nanya ke anak-anaknya? Bagaimana rasanya melihat bapak punya istri lain? Bagaimana rasanya bapak tidak ada karena harus menghabiskan waktu bersama keluarga lain? Bagaimana rasanya punya ibu yang menangis diam-diam saat cemburu melanda? Apa mereka nanti mau berpoligami? Mau dipoligami? Coba didengar.

Pernah ngobrol sama orang tua isteri? Gimana rasanya melihat anak mereka dipoligami? Coba diajak ngobrol.

Nikah kan bukan hanya soal suami dan istri. Ada anak. Ada mertua. Ada orang tua. Kalau sudah menikah tidak bisa hanya memikirkan keinginan sendiri saja.

Nikah juga bukan sekedar menghalalkan persetubuhan, menghalalkan mata melihat yang menarik hati, atau menghalalkan tangan menyentuh. Ibadah itu bukan hanya persetubuhan. Silahkan dilihat lagi tujuan menikahnya apa. Apakah poligami ini sejalan dengan tujuan pernikahan?

Kalau ditanya, apa istri ga bangga dengan suami yang bisa menjaga nafsunya dan memilih cara yang halal daripada selingkuh?

Ada banyak suami yang tidak berpoligami dan tetap bisa menjaga nafsunya tanpa berselingkuh. Ada. Dan tidak sedikit. Kalau anda belum pernah ketemu, mungkin nyarinya di tempat yang salah.

Terakhir, silahkan berpoligami kalau memang dibutuhkan dan meningkatkan kualitas anda. Mengutip Quraish Shihab di artikel ini, poligami itu seperti pintu darurat pesawat. Harus dibuka pada kondisi bahaya untuk menyelamatkan diri. Namun akan berbahaya jika dibuka saat kondisi normal.
Jadi tolong dipertimbangkan masak-masak pengaruhnya ke orang-orang yang anda cintai sebelum melakukannya. Bukan sekedar "Kan diperbolehkan lalu kenapa tidak? Lebih baik melaksanakan sunah daripada selingkuh? Ini kan membantu perempuan juga." Yakin itu bukan sekedar pembenaran saja?

Poligami

27 July 2016 capcai bakar

Ini lagi capek lihat postingan poligami di grup whatsapp dan facebook. Jadi maafkan kalau pedas.
Begini, sebagai muslim saya ga mengharamkan poligami. Sama Allah diperbolehkan, jadi silahkan. Suami punya pilihan untuk berpoligami. Istri punya pilihan mau dipoligami atau tidak. Seperti poligami, perceraian diperbolehkan di Islam.

Suami mungkin melihat poligami sebagai jalan melaksanakan sunah nabi, menjaga nafsu, membantu perempuan lain, atau sebagai tantangan. Istri mungkin melihat ini sebagai sarana ibadah, pintu masuk ke surga. Jadi bisa saja ada istri yang ikhlas bahkan menganjurkan.

Tapi sudah pernah nanya ke anak-anaknya? Bagaimana rasanya melihat bapak punya istri lain? Bagaimana rasanya bapak tidak ada karena harus menghabiskan waktu bersama keluarga lain? Bagaimana rasanya punya ibu yang menangis diam-diam saat cemburu melanda? Apa mereka nanti mau berpoligami? Mau dipoligami? Coba didengar.

Pernah ngobrol sama orang tua isteri? Gimana rasanya melihat anak mereka dipoligami? Coba diajak ngobrol.

Nikah kan bukan hanya soal suami dan istri. Ada anak. Ada mertua. Ada orang tua. Kalau sudah menikah tidak bisa hanya memikirkan keinginan sendiri saja.

Nikah juga bukan sekedar menghalalkan persetubuhan, menghalalkan mata melihat yang menarik hati, atau menghalalkan tangan menyentuh. Ibadah itu bukan hanya persetubuhan. Silahkan dilihat lagi tujuan menikahnya apa. Apakah poligami ini sejalan dengan tujuan pernikahan?

Kalau ditanya, apa istri ga bangga dengan suami yang bisa menjaga nafsunya dan memilih cara yang halal daripada selingkuh?

Ada banyak suami yang tidak berpoligami dan tetap bisa menjaga nafsunya tanpa berselingkuh. Ada. Dan tidak sedikit. Kalau anda belum pernah ketemu, mungkin nyarinya di tempat yang salah.

Terakhir, silahkan berpoligami kalau memang dibutuhkan dan meningkatkan kualitas anda. Mengutip Quraish Shihab di artikel ini, poligami itu seperti pintu darurat pesawat. Harus dibuka pada kondisi bahaya untuk menyelamatkan diri. Namun akan berbahaya jika dibuka saat kondisi normal.
Jadi tolong dipertimbangkan masak-masak pengaruhnya ke orang-orang yang anda cintai sebelum melakukannya. Bukan sekedar "Kan diperbolehkan lalu kenapa tidak? Lebih baik melaksanakan sunah daripada selingkuh? Ini kan membantu perempuan juga." Yakin itu bukan sekedar pembenaran saja?

26 July 2016

Suami Prohemer heran liat Jendral Kancil yang betah banget di rumah. Ga main ke luar sama temannya. Bahkan ada temannya yang datang pas dia ga ada, ga dikunjungi balik. Kalau teman-temannya datang ya main. Kalau ga? Anaknya main sendiri.

Saya bilang "Ga apa-apa. Saya juga dulu teman-teman datang ke rumah, mereka main di garasi.. saya baca buku atau nonton di dalam kamar." Senang-senang aja kog. Ga merasa kurang pergaulan.

Kalau lagi mau main sama teman ya main. Persis JendKancil, kalau lagi ingin.. tiap minggu bisa minta ijin main ke rumah temannya. Kalau ga? Disuruh main malah bete.

Buat orang ekstrovret seperti Tuan Suami, mungkin sulit memahami ada orang yang betah ga berinteraksi dengan orang lain. Percayalah suami.... ga masalah. Nanti pelan-pelan diajarin bergaul itu perlu.

Emaknya ngikik aja.

Anaknya Introvert. Bapaknya Ekstrovert.

26 July 2016 capcai bakar

Suami Prohemer heran liat Jendral Kancil yang betah banget di rumah. Ga main ke luar sama temannya. Bahkan ada temannya yang datang pas dia ga ada, ga dikunjungi balik. Kalau teman-temannya datang ya main. Kalau ga? Anaknya main sendiri.

Saya bilang "Ga apa-apa. Saya juga dulu teman-teman datang ke rumah, mereka main di garasi.. saya baca buku atau nonton di dalam kamar." Senang-senang aja kog. Ga merasa kurang pergaulan.

Kalau lagi mau main sama teman ya main. Persis JendKancil, kalau lagi ingin.. tiap minggu bisa minta ijin main ke rumah temannya. Kalau ga? Disuruh main malah bete.

Buat orang ekstrovret seperti Tuan Suami, mungkin sulit memahami ada orang yang betah ga berinteraksi dengan orang lain. Percayalah suami.... ga masalah. Nanti pelan-pelan diajarin bergaul itu perlu.

Emaknya ngikik aja.