22 September 2014

See the silver lining

Ada yang bilang "Nikmatin aja... pulang kerja langsung tidur. Kalau ada anak.. mana sempat tarik napas."

Saya tahu beliau bermaksud baik. Sangat baik. Beliaulah yang mendorong saya untuk jadi auditor bukannya fasilitator. Mendorong saya untuk pindah ke Bandung.. mendekati keluarga.

Namun saat sudah berusaha menjadi yang terbaik di diklat auditor.. (ya meski bukan terbaik.. saya berani klaim saya kedua atau ketiga terbaik.) Jalan untuk menjadi auditor dan/atau pindah ke Bandung kog belum terlihat.. maka katakata pemberi semangat untuk selalu melihat yang terbaik itu lah yang bisa diberikan.

Meski.. saya mau menukar semua waktu luang ini dengan kesibukan menemani (ngomelin) anakanak, membersihkan rumah, dan menemani (ngerecokin) suami. Ya.. i want it so badly.

Tolong beri yang terbaik ya Maha Pengabul Doa. Kuatkan dan lindungi.

Read More

Years...

dulu kencannya di warteg atau pinggir jalan.. sekarang juga masih. hoho
Years ago ( we are lose in count) suami prohemer asked me to be his girlfriend. Literally. Iyes.. in english mamak. That why i post this in english belepotan. 

I asked him to give me one week, to considering his proposal. Uyehhhh... common moves yee.. sell expensive gitu.

He repllied " I asked you once. Only once. I will never asked you again. Give me the answer right now or this is it"

Ya Allah.. ini lakik. Eike melted. So i said yes. Daripada diajak TTM doang pan. Dan saya itu lemah sama lakik tinggi-berdada bidang-pintar. Even i hate how he uses hat everyday. Hate it.

Happy anniversary ya Suami.. meski dimulai dengan jalan pacaranpacaran ndak berkah itu, semoga chapter ini berkah ya. Terima kasih ya.. dan mohon sabar.. mohon bimbingannya. Like i said.. i will follow you to anywhere.. so please guide me (ples thesee little our precious) to heaven.

Read More

13 September 2014

Ya gitu deh

Ngabisin jatah cuti tahun ini di bulan September. Mengesampingkan kenyataan kalau di bulan Desember bisa dapat libur lebih lama (tanpa memotong kemungkinan ngamen karena akhir tahun kantor tutup). Karena mau kangen-kangenan sama suami dan anak-anak setelah diklat luar pulau berbulan-bulan.

Lalu suaminya dinas ke luar kota selama istri cuti.

Ya.. capcai bisa berkehendak.. namun tukang masak juga yang menentukan.

Yuk...

Read More

Tebaktebakan Jendral Kancil

Aku di belakang Amerika dan di depan Australia. Apakah akuuu?
Sudah tentu huruf A ya... 

*kog bunda tauuuu*

Sapi apa yang warna warni?
Sapidol?
Salah... sapiring rainbow cake
Okeee.. you got me.

Read More

17 August 2014

Indonesia 69 Tahun

Namanya abdi negara ya.. mau hujan, mau badai, mau hari minggu, mau sabtunya udah masuk, kalau 17 Agustus ya wajib upacara.

Tahun kemarin saya cuti bersalin, jadi ga ngikutin upacara di kantor. Tahun ini upacaranya di Medan karena lagi diklat. Dan karena lagi diklat, yang pagi-siang-sore-malam ada apel-apelan, upacara kali ini berasa just another ceremony.

Awalnya begitu....

Sampai ketika saya melihat pembina diklat (yang TNI AU) memberi hormat ke bendera. Melihat sikap sempurna beliau, saya terharu. Banget. Kalau ga mikir malu dilihat orangorang seBalai tentu air mata sudah mengalir. Berasa banget kalau buat mereka (garda depan pembela negara ini) bendera yang berkibar itu diperjuangkan. Bukan cumacuma.

Bersyukur banget anak saya bisa hidup di negara yang merdeka. Ga was-was besok ditembak musuh. Ga was-was tidur malam. Bisa sekolah. Bisa main. Bisa punya citacita. Kebayang kalau lagi perang.. we will live our life day by day. Mana ada resolusi tahunan. Apalagi repelita. (ketauan tuanya)

Jadi ingat saat ada teman CPNS yang bertanya kenapa sih diklat prajab mereka harus diawasi sama TNI? Perlu ya pendidikan orang dewasa dan sipil dimiliterkan seperti itu?

Senior saya menjawab "TNI itu contoh nomor 1 akan cinta dan bela negara"

Jleb ga sih.. TNI itu siap pasang nyawa buat menjaga republik kita. Ga ada tawar-menawar. Negara nomor 1, bahkan lebih penting dari keluarga. Istri melahirkan sendirian? Jauh dari keluarga?Resiko yang diterima tanpa banyak protes. *melirik malu ke diri sendiri*

Makanya diklatdiklat kenaikan jabatan di kantor saya, dibina oleh TNI. Agar secara periodik abdiabdi negara diingatkan akan tugasnya. Bekerja demi negara cuy.

Terima kasih para pahlawan. Dan.. doa saya buat warga Palestina serta negara lain yang berperang. Semoga tidak ada perang lagi. Semoga diberikan Allah kekuatan.

Selamat 17 Agustusan ya....

Read More

09 July 2014

Tell them not to rape



Saya ga 100% setuju dengan jargon "Dont tell us how to dress. Tell them not to rape." Iya, orang beriman dan berakal akan mikir beribu-ribu kali sebelum melakukan kejahatan. Tapi ga semua orang imannya tinggi terus. Ga semua orang akalnya dipakai terus. Saya ga akan menggantungkan keamanan diri kepada asumsi semua orang beriman dan semua orang berakal. Saya yang bertanggung jawab atas keamanan saya.
Loh.. Yang diperkosa itu bajunya ga seksi kog. Yang diperkosa anak kecil atau nenek nenek atau waria atau orang ga waras yang jangankan seksi, kalau dia manggil, lakilaki noleh aja enggak. Kabur iya. (Cung yang keringat dingin kalau disamperin Mas-sis di lampu merah)
Tapi... Manatau, saat saya pakai baju ketat, pakai rok mini, pakai celana gemes, pakai baju dengan belahan dada rendah, ada yang tersulut syahwatnya. Dan mungkin.. Dia tidak memperkosa saya, namun beralih ke orang lain yang kebetulan ada, kebetulan tidak bisa membela diri.
Lalu saya siapa? Pemicu? Bukan. Siapa juga yang mau jadi pemicu pemerkosaan. Kalau busana saya yg memancing syahwat harusnya semua lelaki netesin air liur. Ini enggak.
Iya... Itu karena masih ada orang yang memakai akalnya. Masih ada yang memegang imannya. Dan sekali lagi.. Ga bisa saya mengharapkan semua orang beriman dan berakal terus. Yang bisa saya kontrol ya diri saya. Dan saya memilih ga mau jadi pemicu.

Read More

27 February 2014

Jendral Kancil Sunat (1)

.... Desember kemarin. 

ibuk apa ini.. milestone besar, penting, dan sekali seumur hidup-iye... kebayang aja kalau sunat musti dua kali. Abis dong- anaknya baru dicatat dua bulan kemudian. 

Tepatnya pas hari ibu, tanggal 22 Desember. Gampang ya diingatnya.. bukan.. bukan dipas-pasin. Jadi begini.. kita mulai dari awal ya. Duduk dong. Ehm.. iya.. makasih teh botolnya. *penulis mulai berhalusinasi*

Jadi Jendral Kancil sudah minta disunat sejak naik kelas 2 SD. Sekitar pertengahan tahun lah. Saya sih langsung setuju aja. Mumpung anaknya yang minta nih.. Ayuk lah. Sekarang juga kita ke dokter sunat. Tapi.. Bapaknya bilang tunggu liburan aja, biar ga perlu ijin lama. Waktu itu saya masih bersikeras agar sunatnya dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo secepat-cepatnya. Argumen saya, jaman robot udah pergi ke bulan begini sunat kan ga sesakit dahulu, recoverynya juga cepat. Jumat sunat, Senin sudah bisa beraktivitas dong ya. Tapi Bapaknya keukeh bilang libur aja, mau metode apapun sembuhnya ga secepat itu neng... 

Yo wes.. secara saya gak pernah disunat, kita nurut sama yang sudah berpengalaman kan. Jadi sambil nunggu libur tengah semester, saya mulai googling-googling tempat sunat di Bandung. 

Rekomendasi pertama tentu saja The Legen(wait for it)dary Bypass Soekarno Hatta. Klinik khitan bypass soekarno hatta ini paling terkenal di Bandung, ibarat Aqua di pergalonan, Pampers di perpopokan, Odol di perpastagigian. Secara sudah 40 tahun lebih ya malang melintang di dunia sunat-sunatan ini. Sekarang sih namanya Khitanan Paramedika, meski tetap terkenal dengan Sunat Bypass. 

Cuma karena yang ditawarkan cuma metode konvensional, Sunat Bypass ini dicoret dari pilihan kita. 

Emaknya cuma bisa nungguin Jendral Kancil saat weekend, jadi perlu sunat yang ga terlalu sakit. Kebayang deh repotnya Ibu kalau harus ngasuh Captain Kid sambil ngurusin Jendral Kancil yang kesakitan.Meskipun kata Ibu, sunat disini kabarnya anak yang sebelumnya takut dan nangis-nangis, kelar sunat malah ketawa-ketawa. 

Hahaha.. kayak ketok magic ya.. ga tau diapaain di dalam, keluar-keluar kinclong aja. Cuma eike pikir itu kan ketawa-ketawanya pas di sana.. obat biusnya masih mempan. Pas di rumah?

Alternatif selanjutnya adalah Klinik Khitan Seno Medika. Tau klinik ini karena sering dilewatin saat kita turun gunung ke kota. Dan ternyata waktu digoogling, dia terkenal dong. Ya.. secara gedungnya juga gede Capcai. Kau pikir darimana uangnya.

Waktu ditanya-tanya via BBM metode sunat yang digunakan di klinik Seno Medika ini cuma metode konvensional, tapi ga pakai perban-perban seperti Khitan Bypass. Saya sempat tergoda banget karena Klinik Seno ini banyak ples-plesnya. Waktu itu ada promo diskon 50% kalau sunat di musim liburan, dapat merchandise juga, dapat foto juga. Ples pigura *dadah-dadah sama Jonas* Sungguh ya.. perempuan itu (Lu aja kali Capcai..) lemah terhadap diskon dan bonus *lirik manis emak-emak yang beli deterjen gegara bonus mangkok cantik*

Waktu saya oprek-oprek web-nya, di sini ada toko yang menyediakan baju koko, sarung, celana sunat, roti buaya, mainan dan berbagai printilan sunat lainnya. Penting ini buat emak-emak yang cuma ketemu anaknya pas weekend. Ga perlu repot belanja kesana-kemari lagi. Terus mereka juga menyediakan antar jemput khitanan dan penginapan. Palugada sekali. 

Sunatnya bagaimana? Mengutip dari blog ini -yang anaknya sunat di sana-
 
 “Sini ya, difoto dulu”, kata petugas. Ternyata ucapan mau difoto itu hanya taktik agar si anak tidak takut. Ajaib, si anak menurut saja seolah-olah terhipnotis tanpa merasa takut sama sekali. Pengantar hanya boleh sampai di depan pintu saja,  Eh, lima belas menit kemudian si anak sudah keluar sambil senyum-senyum. Di kepalanya ada topi hadiah dari dokter, lalu tangannya memegang sebungkus besar makanan ringan kesukaan anak-anak. Anak-anak keluar dengan memakai celana seperti dia masuk. Saya tanya anak saya apa yang terjadi di dalam. Katanya dokter mengajaknya ngobrol-ngobrol, lalu disuruh melihat TV di depan. Tahu-tahu sudah selesai. Sakitnya hanya waktu disuntik kebal, seperti digigit semut.
Cuma.. karena metodenya masih konvensional.. mari kita skip saja ya. Cari klinik lain. 

Alternatif selanjutnya adalah Pusat Khitan Sumbawa. Saya tahu klinik ini dari theurbanmama, dan baru ngeh kalau ini dekat sekolah saya dulu. Mengutip dari artikel di Urban Mama:

Pusat Khitan Sumbawa
Jl. Sumbawa No.9 Bandung (022-4224743)
Metode Cauter
Tarif utk 12th kebawah: Rp. 400.000 + pendaftaran Rp. 20.000
Kalau mau pakai salep yang bagus tambah lagi Rp. 125.000
kontrol gratis
Boleh didampingi
Metode Konvensional
Tarif utk 12th kebawah: Rp. 600.000 + pendaftaran Rp. 20.000
Kalau mau pakai salep yang bagus tambah lagi Rp. 125.000
Kontrol & buka jahitan gratis
Tidak boleh didampingi

Nah ini ada pilihan metode cauter. Cuma saya masih mikir-mikir.. pertama lokasinya jauh. Eh salah.. lokasi rumah kita yang jauh. Hihi. Terus hasil baca-baca tentang berbagai metode sunat di Parenting, ada metode yang lebih baru dari metode cauter, metode smart clamp.
Metode ini tergolong baru, dan termasuk metode yang paling aman dan cepat. Dalam metode ini, sebuah tabung sekali pakai diselubungkan ke penis. Kulup yang akan dipotong dijepit pada perbatasan batang dan kepala penis, lalu dipotong dengan pisau bedah mengikuti alur yang sudah dibuat sebelumnya.

Tidak terjadi perdarahan karena pembuluh darah tertutup oleh klem. Jahitan dan perban juga tidak diperlukan karena klem akan terus berada di tempatnya sampai luka mengering (biasanya pada hari keempat). Pasien bisa langsung beraktivitas setelah prosedur sunat selesai.

Terus metode sunat smart clamp ini diklaim paling berestetika. Hasilnya paling ganteng. Jadi anaknya ga hanya ganteng hati dan wajah.. itunya juga ganteng. Auw...Terus mau anaknya kegemukan atau kelangsingan ga masalah, bisa diatasi. Saya makin mantap memilih metode ini.  Nah seingat saya di Klinik Mutiara Cikutra yang dekat rumah ada flyer sunat smart clamp ini. Jadi klinik mutiara ini lengkap-kap-kap. Ada periksa hamil, pijat hamil, spa bayi, senam hamil, imunisasi, terapi, bersalin, konselor laktasi, klinik umum sampai sunat. Tau klinik ini juga karena Captain Kid pernah imunisasi di sini dan bagus. Jadi Yo wes.. kita pilih klinik ini saja. Dekat rumah dan ada smart clampnya. Meski ya.. websitenya tidak menjanjikan potongan harga, merchandise, maupun foto. Ternyata.. metode lebih penting dari bonus.

Ehm.. berlanjut ke session berikutnya ya.. Udah panjang aja.
-----

Bypass Soekarno Hatta
Alamat: Jalan Soekarno hatta No.111 Bandung (100 meter, dari pintu tol Pasirkoja)
Telepon:  022-6016666; 022-6016448 
Hp:  081-394-601-166
Metode: Konvensional, tidak boleh didampingi orang tua.
Kelas: Biasa (Rp350ribu) dan VIP(Rp850ribu)
Bedanya, VIP obat biusnya lebih lama, ada ruangan khusus, dan waktu sunatnya bisa milih Pagi jam 6 sampai jam 7 atau siang jam 1 sampai jam 4. Kalau yang biasa mau gak mau disunat jam 4 sampai 5 subuh.

Sebenarnya sih.. sunat itu makin pagi makin bagus, karena anak belum banyak gerak. Aliran darah belum kencang. Cuma secara bangunin anak jauhhh sebelum subuh itu cobaan jadi pilihan jam 6 sampai jam 7 pagi itu lebih reliable.  

Btw, sekarang Klinik Bypass ini buka cabang di Bogor, Bekasi dan Jogja juga. Uwooo... jadi dokter sunat kayaknya menguntungkan ya.

Alamat: Jl. Ahmad Yani No.675-677 Cicadas-Bandung
Telepon: (022) 723 2007
No.Hp : 0811 222 4242
E-mail : medikaseno@gmail.com
Pin BB : 2A3DCE5A
Metode: Konvensional, tidak boleh didampingi
Kelas: Umum (350ribu, bius tahan 1,5jam ada biaya tambahan untuk kasus tertentu); Khusus (550ribu, bius tahan 4 jam, ga ada biaya tambahan. Untuk anak usia 4 s.d 12 tahun); dan VIP (850ribu, bius tahan 7 jam, ga ada biaya tambahan, bisa buat bayi) Waktu khitannya juga beda-beda untuk tiap kelas. Seperti biasa.. makin murah bisa makin pagi. Dokternya masih segar dan sabar. Hihi.

Alamat: Jl. Cikutra no 115 A-B, Bandung
No Telepon: 022 7216058
Metode: Konvensional, cauter, smart clamp, boleh didampingi dan diabadikan

Artikel soal metode-metode sunat:

Read More

25 February 2014

Ga Perlu Rewel Ya

Kamis 13 Februari kemarin, orang tua ibu meninggal. 

Ini Ibu pengasuh Jendral Kancil dan Captain Kid ya. Bukan Ibu (kandung) saya maupun suami prohemer. Soalnya setiap saya sebut "Ibu" semua orang mikirnya itu Ibu kandung saya atau suami saya. Ga.. Mama di Medan. Mamak di Palembang. Saya dan suami berdua saja di Bandung. Jadi ngasuh anak nya ya berdua aja. Iya.. penekanan ini Ibu bukan Mama maupun Mamak karena sini mau sombong kalau kita main rumah-rumahan nya dan main anak-anakannya berdua aja.

Jadi dari Kamis sampai Jumat Captain Kid diasuh sana-sini. Hari pertama, meski saya tahu Ibu pasti sibuk banget, Captain Kid diajak ke rumahnya. Hari kedua diasuh Teteh yang jaga kantor suami. Untung Captain Kid anaknya senang sama siapa aja. Dipegang siapa aja mau. Anteng. Ketemu keramaian malah hepi. Malah sibuk merangkak kemana-kemari.

Emaknya? Saya sudah tanggung buat ijin.
 
Weekdays berikutnya saya bawa Captain Kid ke Jakarta. Seminggu penuh! Biar Ibu juga beres ngurusin pemakaman dsbnya. Yang ngasuh? Ga ada. Daycare penuh dan mihil beuts. Jadi saya pakai metode minta ditemani tantenya selama saya tinggal ke kantor. Besoknya saya bawa ke kantor karena tantenya mau bimbingan. Besok-besoknya? Saya kerja dari kostan. Tantenya mau cari jurnal dan bikin skripsi.Kog ga dibawa ke kantor lagi? Itu.. anaknya super riang kalau lihat orang banyak.. jadinya sibuk ketawa dan kurang tidur. Malamnya rada hangat. Hahaha.

Jumat sore, ikut saya balik ke Bandung. Ikutan waiting list travel. Ikutan macet-macet di jumat sore. Hasilnya? Dari tidur enak sampai "Aku bingung harus tidur posisi apa lagi Bunda.. masih ngantuk tapi posisinya udah ga ada yang enak iniiii." Alhamdulillah.. punya anak dua-dua kalau di perjalanan pada manis-manis semua. Cukup disodorin nenen.. lumayan bisa adem. 
 
Lalu senin ini saya kembali ke kostan, kostan yang sudah didatangin anak bayi itu. Di depan pintu ada mainannya. Di tempat tidur ada baju kotornya. Baju kotor yang wangi dia. Di kamar mandi ada embernya. Lihat jendela, ingat anaknya nepuk-nepuk di situ. Lihat karpet ingat anaknya merangkak di situ. Ambil minum, ingat seminggu kemarin tiap ambil minum khawatir anaknya nangis karena ditinggal di kamar. Tiduran.. ingat kemarin kita bagi-bagi tempat tidur kecil itu. Yang sangking kiciknya anaknya muter badan udah sampai ujung kasur. Terus.. mata basah. Ga bisa ditahan.

Kali ini boleh nangis ya. Boleh ga masang muka hepi meski ninggalin anak-anak dan suami di sana. Bentar aja. Tapi adeknya ga perlu rewel disana ya. Bunda kangen aja. Kangen kamu dan kakak. Kangen ayah juga. Kangen kita.

Read More

15 January 2014

Rekap. Postingan kog rekap melulu.

Ya ampun last publish November tahun 2013 aja dong. Hahaha. Penulis apa ini. Jadi.. terakhir bahas apaan sih? *lirik blog* 

Ooo bahas foto studio pertama Captain Kid.  Sejak foto pertama itu, kita sudah foto keluarga lagi..Masya Allah.. narsisnyoooo.. Bukan.. (bukan itu aja maksudnya) foto kali ini demi memenuhi permintaan kakek dan nenek Palembang yang sudah punya empat cucu tapi ya cucu-cucunya ga pernah kelihatan di Palembang. Jadi tiap ngobrolin cucu-cucu ke tamu-tamunya, ga ada yang percaya. Iya.. orang palembang itu memang aneh. Aneh-aneh bikin cinta. (cepat-cepat diralat sebelum dipelototin suami).

Jadi foto kedua mengajak adik-adiknya suami. Kali ini suami foto pakai jas dong.. Subhanallah cakep banget. *foto menyusul*

Jadi inget kata Mama waktu Suami (saat itu masih pacar) nganterin mama ke stasiun bandung pakai kemeja. "Suami (saat itu masih pacar) ganteng ya Capcai kalau rapi gitu." hohoho... aura premannya ilang kali ya. Tapi.. sudah.. sudah.. itu hidung suami sudah kembang kempis karena terlalu bangga.

Dan kalau di series kali ini Jendral Kancil tampak kurang ekspresif.. harap maklum ya.. dia lagi sakit. Sakit perut masuk angin karena telat makan akibat keasyikan main. Panjang ya nama penyakitnya. Tapi Captain Kid sudah lebih ekspresif ya.. meski setiap teriakan "Cheese" yang gegap gempita dia nangis ketakutan. Ya.. Satu orang Palembang itu kan suaranya sudah membahana.. maka bayangkan saja jika ada 3,5 orang Palembang. *dipelototin lagi*

Terus apalagi ya? Soal perdinasan dalam rangka nyinden, setelah kemarin dinas ke Palembang, sempat nyinden ke Medan, Makassar, dan Yogya. Saya sih tampaknya kalau dinas ya disitu-situ saja.. secara Balai Diklatnya ya cuma di tiga kota gitu. Nanti detail nyindennya, jalan-jalan, makan-makan, dan belanjanya menyusul ya. Kalau sempat.

Apah? Ada yang ngajak nyinden di kota lain? *aminnnn*

Terus, soal peras-memeras susu dan Long Distance ASIX. Alhamdulillah seminggu lagi Captain Kid -insyaAllah- Captain Kid berumur 160 hari. Udah bisa mulai MPASI. Emaknya udah mulai searching menu dan peralatan tempur.

Stok ASIP masih ada. Banyak. Secara kedoyanan anaknya akan susu perahan ini naik turun bak gelombang samudera. Kenapa ga naik terus kayak harga dollar sih Dek? Minimal kayak harga emas lah.  

Jadi ada masa-masa dia mau nyusu pakai sendok. Hello bayi ndut. Terus masuklah ke masa-masa ga mau lagi pakai sendok. Saking ga maunya, anak bayi cuma pupup seminggu sekali. Oh iya... paling gampang memantau kesehatan bayi itu ya lewat pupupnya toh. 

Maka emaknya menyerah.. baiklah dek.. kita pakai dot. Meski kata buku ga boleh, ya kalau anaknya ga nyusu gimana ceritanya. Teori boleh fleksibel kalau kondisi lapangan berbeda. Di awal-awal pemakaian dot, anaknya menyusu dengan lincah dong. Kalau dulu butuh waktu 1,5 hari biar anteng menyusu dengan lahap tanpa omelan, sekarang begitu ditinggal emaknya subuh-subuh, anaknya menyusu dengan lahap. Frekuensi pup pun menjadi 3 atau 2 hari sekali. 

Untungnya ga bingung puting. Tiap lihat pabrik susunya langsung dilahap. Emak bahagia. Berat badan anak naik bagus. 

Hingga... mendadak anaknya ga mau nyusu pakai dot. Nyusunya dikit lagi. Berat badannya turun lagi. Ons-ons yang berhasil diperoleh bulan lalu hilang semua. Hiks.. apa lagi? Mulai deh dicoba pakai suntikan obat dan gelas. Mari berdoa minum susunya banyakan lagi.

Drama, tips-tips, dan peralatan tempur untuk menyukseskan Long Distance ASIX ini akan dibahas terpisah ya. Sekali lagi, kalau sempat.

Terus Jendral Kancil sudah disunat om... tante. Bahasan detailnya menyusul juga. Ini harus ditulis, soalnya udah dapat korting blogger dari tempat sunatnya. Iyes.. promosi terus dong...

Terus.. hape saya hilang. Ini kehilangan pertama. Jadi nyesaknya, ya nyesak. Hape ini hape pertam ayang dibeli pakai gaji beneran. Dulu HP-Hp saya kalau ga warisan emak bapak ya hadiah dari Suami. Atau hadiah kuis. Pernah sih beli hape dari gaji magang. Tapi kalau dari gaji kerja beneran, ini deh hape pertamanya. Terus hilangnya waktu saya pergi arisan. Jadi saya masih.. masih banget  mengharap henpon ini balik kembali. Masih berpikir ini nyelip lalu habis baterai jadi ga bisa dihubungin. Hahaha.. iya ya.. tahap pertama masih denial, jadinya ga gitu sedih. Tahap kedua mulai menerima kenyataan jadi berasa sedih. Hari ketiga masuk tahap marah.. jadi ga mau beli hape mahal dulu. Malas ah.. takut hilang. Ya.. saya masih menunggu masuk tahap acceptance. Jadi ridho beli hape mahal lagi dengan resiko hilang.

Oke.. gitu  dulu.. jadi saya punya berapa hutang postingan? Ples upload-upload foto ya. Tapi lumayan kan.. ga gitu kangen lagi sama Capcai Bakar. :D Kangen kan? Kangen!

Read More

19 November 2013

Photo Studio Pertama Captain Kid

Dulu waktu baru ada Jendral Kancil saya punya obsesi akan ada foto studio, tiap bulan, sampai anaknya setahun. Terus setelah itu akan ada foto keluarga tiap tahun. Nyatanya? Cuma ada foto Jendral Kancil waktu berumur satu bulan dan satu tahun. Foto keluarga? Cuma ada waktu saya wisuda, Om-nya wisuda, dan foto hamil kemarin. Eaaaa... rencana ya.. secara biaya imunisasi lebih prioritas ya Mak...

Kog ga pakai kamera saku aja? Errr.. dulu belum punya kamera saku. Begitu punya kamera.. kog fotonya belum seciamik foto studio ya? *ditoyor mas-mas fotographer studio terus disodori flayer kursus singkat Mahir fotografi*

Kembali ke foto studio pertamanya Captain Kid, demi menjunjung asas keadilan,  kemarin saya bawalah anak bayi ini foto studio. Kalau dulu kakaknya umur sebulan atau dua bulan sudah diajak foto studio..adiknya ada peningkatan dikit lah... umur tiga bulan baru diajak foto. Hahaha. 

Captain Kid.. Rambutnya belum merata ituuu
Jendral Kancil. Mukanya beda ya...


Berduaaa... "Sini dek.. ngadap sini.."

Kostumnya juga sama. Baju merah-merah yang dipakai ini adalah baju yang 8 tahun lalu dipakai kakaknya. Hihi.. udah dikasih kemana-mana taunya balik lagi. Yo wes.. nanti dipigurain itu baju. *rencananya*
 
Terus personelnya.. kalau dulu Jendral Kancil cuma foto sendirian karena Bapaknya ogah difoto terus emaknya ngambek karena bapaknya ga mau difoto, sekarang Captain Kid foto sama semua-mua. Malah Bapaknya paling gaya.

 
Hasilnya gimana? Capek ya harus tetap pose sambil nunggu anak bayinya ketawa. Pegal dan keringatan. *puk-puk Jendral Kancil yang udah sabar banget walau capek*

Jadi... tahun depan foto lagi? Insyaallah.. *kirim proposal ke suami*

Read More
 

©2009capcaibakar | by TNB