26 May 2015

Yang Lebih Penting

Rabu ini jadwalnya tim saya serah terima hasil pemeriksaan ke auditee. Berarti Selasa ini semua koreksi atas laporan harus dikompilasi dan sudah harus naik cetak. Selasa ini juga ada acara Jendral Kancil di sekolah dari pagi sampai siang.

Jendral Kancil bilang "Bunda bisa datang? Kalau ada acara yang lebih penting gak apa-apa ga datang."

Remet-remet hati. Terus jawab

" Ga.. ga ada yang lebih penting dari Nandra, Ayah, dan Rlang. Kecuali Allah. Nanti bunda ijin pak Bos."

"Lah.. ini kan kerjaan. Uang lebih penting bunda"

" Ga.. ga ada yang lebih penting dari Nandra, Ayah, dan Rlang. Kecuali Allah."

Iya Nan... ga ada yang lebih penting daripada kalian. Kerjaan dan uang datang silih berganti. Ga habis-habis. Kalian cuma satu. Maaf kalau kesannya tidak begitu ya boys.

*duduk manis liatin acara dari pagi sampai siang, dan anaknya kebagian satu scene, satu baris, di penghujung acara.* 😅

Read More

28 April 2015

Morning. With you.

I love to wake up on your arms. Smell your scent. Feel your warm. Hear your heart beat.

May Allah give us a lot of morning to spend together ya Suami. And the noon. And the evening. Also the night.

Read More

31 March 2015

Feeling Lost

Akhir-akhir ini saya sedang merasa tersesat. Merasa GPS hidup kog ga berfungsi. Merasa saya memegang kepingan-kepingan puzzle tanpa tahu harus menyusun gambar seperti apa. Bertanya-tanya Sebenarnya mau saya apa sih? Saya kepengen apa? Apa saya sudah di track yang tepat nih? Lalu berujung ke terus aku kudu piye?

Hadeuh... beneran berasa kesesat.

Mau saya jelas. Ngumpul sama keluarga. Nah buat ngumpul sama keluarga itu apa saya benaran masih mau jadi auditor? Apa saya masih mau kerja di kantor sekarang? Atau harus kembali ke track riset operasi dan manajemen operasi? Apa harus ngelamar kerja di consumer goods tapi cabang bandung? 

Dan saat gundah gulana mari kita

1. Lari

Kalau pelari kawakan benci dengan term "lari dari kenyataan" saya sebagai pelari on off dengan ini mendeklarasikan lari dari kenyataan itu ada benarnya. Saat berlari, saya benaran ga kepikiran masalah-masalah di atas. Yang kepikiran sama saya cuma seberapa sakit kaki saya, seberapa sesak napas saya, seberapa lelah badan saya, berapa kilometer lagi saya harus lari, berapa menit lagi saya harus bertahan, dan udah sampai mana ini larinya kakakkkk? Capek gila. 

Untuk sesaat pikiran saya cuma fokus untuk menyelesaikan target lari. Kind of meditation for me. Setelah lari ada perasaan puas.. setidaknya saya menyelesaikan sesuatu. Setidaknya saya mencapai sesuatu.

Ditambah ukuran baju mengecil, muka menirus, dan badan makin enteng. Lalu dipuji makin cantik. At least, i good at something right?! Hidup eike ga buruk-buruk amat. Ga hancur-hancur pisan. 

2. Belanja

Akuh wanita. Nuff said. 

Kalau anggaran belanja udah abis, cuci-cuci mata di online shop itu tetap menyenangkan kog. 


3. Nyari Beasiswa

Dari dulu saya pintarnya di "belajar." Maka saat hidup rasanya ga bisa diatur, ga ada yang bisa saya pegang, dan merasa kog saya ga ada bagus-bagusnya sih.. maka mari kembali ke asal kebiasaan saya. Belajar itu tadi. 

Mari nyari beasiswa di Yurop kakak.. meski bingung harus ngambil finance apa operation management? 

Bingung kog ga abis-abis. Seandainya saldo rekening yang ga abis-abis


4. Berdoa

Karena hidup ini sudah ada pemiliknya, ada pengaturnya. Jadi mari meminta kepada Maha Pengabul Doa, Maha Kuasa, dan Maha tau.

Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Read More

28 March 2015

Jangan galak-galak

Di toko obat/supermarket "Berpenjaga"
Saya :  Bio oilnya ada kemasan besar mbak?
Si Mbak :  cuma ada yang kecil. Lagian yang kecil aja harganya segini loh.
Saya : -maksud ngana???- iya mbak.
Si mbak :  bio oilnya jadi?
Saya : iya.
Saya tau bio oil ada ukuran besar. Dan karena saya makenya sebadan-badan yang ukuran kecil itu ga sampai sebulan juga habis. Dan anak ekonomi atau mak-mak irit tau kalau kemasan besar itu lebih murah per ml-nya dibanding kemasan kecil.
Ah.. yang bikin saya makin kesal menurut si mbak saya ga tau harga bio oil itu lebih mahal daripada harga minyak goreng dan menurut dia saya ga mampu membeli yang lebih mahal
Di toko "Lawannya Bulan"
Saya :  ini didiskon jadi berapa mbak? -nunjuk satu sepatu-
Si Mbak :  sejuta sekian
Saya : lihat nomer ini ya mbak
Si mbak ngambilin. Dicoba. Kurang enak. Pengen nyoba nomor lain tapi muka si Mbak kayak "apa sehhhh kaya lu bakal beli aja" . Padahal itu masih pagi. Mereka baru buka. Kog udah pasang tampang ogah ngelayani. Kalau udah mau tutup mungkin saya paham dia capek.. tapi ini baru bukaaaaa.
Di bioskop "Setelah 20"
Saya :  Yang enak baris apa mbak?
Si Mbak :  baris c
Saya :  Ga ketinggian mbak?
Si Mbak : terserah sih. Kan selera. itu best viewnya.
Saya : hm.. iya baris c aja. Ada promo kartu apa mbak?
Si mbak :  di sini ga ada promo kartu apa-apa
Mmm... mereka lebih tau studio mereka. Dan mereka tentunya tau mana best viewnya. Ya.. kalau saya ragu karena (mungkin) beda selera mbok diedukasi. Dicariin solusi yang menyesuaikan selera saya. Dan jawabnya ga perlu lah judes gitu.
Entah ada apa dengan pelayanan prima ini. Saya ga minta konsumen dilayani seperti raja.. toh kita sama-sama manusia. Tapi karena mereka ngejual jasa mbok adalah service excellentnya. Ga usah pasang mode ngajak gelut.
Ini apa karena sayanya yang lagi di senggol bacok mode?

Read More

26 March 2015

Payless mah gitu.

Jadi bulan lalu ada yang gundah di Payless. Saya. Gundah milih sepatu boots teplek buat jalan-jalan gaya apa sepatu boots berhak buat ngantor. Terus karena prinsipnya utamakan beli barang yang dipakai buat menghasilkan uang maka saya beli sepatu boots berhak buat ngantor. Sambil tetap memendam rindu akan sepatu boots teplek itu.

Thus sebulan kemudian.

Sepatu boots berhaknya belum dilaunching ke khalayak umum sama sekali, paylessnya ngadain diskon 50% ples 10% untuk item tertentu dan sepatu boots berhak itu kena diskon. Damn. Payless mah gitu.

Sepatu boots tepleknya diskon ga kakak?? Abis. Soldout.

If i know this month ago. Tentu saya akan memilih sepatu boots teplek itu dan melenggang gaya di pusat nongkrong anak bandung. Punya banyak foto lucu buat ganti-ganti profile pic. Lalu membeli sepatu boots ngantor saat harganya cuma 150ribuan saja.

Tapi hidup ga gitu kan? We dont know what future bring to us. Keputusan yang diambil saat itu adalah yang terbaik. Kalau bukan yang terbaik (karena saya sih yakinnya ga semua keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik)? Maka keputusan itulah yang membentuk kita saat ini.

Membentuk saya tetap nyari sepatu boots teplek buat jalan-jalan. I will find youuuu. Meski sekarang udah ga kekinian lagi itu sepatu bootsnya.

Btw.. cuss ah ke payless. Diskonnya sampai akhir bulan maret ini. Semuanya diskon 10%. Bahkan sampai 50%.. dan tetap dapat tambahan diskon 10%. Udah gajian kan? *senyum semanis madu*

-----

Kog saya cinta banget sama Payless?? Soalnya disinilah saya bisa dapat ukuran sepatu 40.5.  Jadi ga terlalu sempit di kaki kanan dan ga nyiksa kaki kanan sampai bikin saya merasa senasib sepenanggungan dengan Ariel the little mermaid. Terus ga terlalu longgar di kaki kiri jadi mengurangi sepatunya coplok di jalan seperti cinderella.

Dan Payless punya sepatu cewek sampai ukuran 43. Oh.. surga banget buat anak-anak yang dulunya overdosis susu formula macam saya ini. Karena manusia bisa ngecilin ukuran celana dan baju tapi ga bisa ngecilin ukuran kaki.. mau olahraga kayak apapun jua.

Read More

24 March 2015

Akhirnya..

Saya suka banget banget banget sama kerang rebus. Rebus biasa aja. Ga usah diasam manis atau saos padang. Sekali-kali dicocolin ke sambal campuran nenas, kacang, dan saos tomat botolan. Ummmm yummmy. Jadi teringat makan kerang rebus di pinggir jalan waktu masih tinggal di Lhokseumawe sama mama papa.

Waktu di bandung, meski beberapa restoran seafood menyediakan menu kerang rebus,  saya belum pernah ketemu yang enaknya bikin kangen. Entah ukurannya yang kekecilan (atau perut saya yang kegedean) jadi makan satu kerang enaknya nanggung. Atau kerangnya udah kering karena kelamaan ditiris sebelum dihidangkan. Padahal yang bikin enak itu ya air rebusan kerangnya.

Makanya waktu diklat di medan, saya paling semangat kalau ada acara makan kerang dara yang gedenya segede krim-krim kecantikan. Dagingnya tebal, kuahnya enak, sambelnya maknyus, dan yang jualan kakak-kakak seksi. Iya... pembelinya kebanyakan abang-abang, secara mbaknya cantik banget dan kalau ngehidangin kerang nunduk pisan... Beli kerang dapat bonus pemandangan. Thats why this place famous as "Warung kertok. Kerang tok*t"

Selesai diklat di medan, masuklah saya di masa-masa kangen makan kerang... sampai tadi sore waktu jalan-jalan ke pasar dekat kosan.. ada warung kerang. Kerangnya yang gede-gede itu... ampunnnn... godaan banget. Pengen tapi khawatir. Ini kan Jakarta. Kerangnya dari laut yang coklat buangan limbah itu kan... racun banget.

Tapi apa daya.. kalau sudah kepengen, pembenaran apapun dicari-cari. Merasionalisasikan pilihan. Dan pergilah saya membeli kerang rebus original. Dua puluh ribu sekilo. Kuahnya penuh rempah. Dagingnya tebal. Dan kerangnya habis dalam sekejab. *malu*

Jadi.. tolong ingatkan saya akan pantai Jakarta biar ga makan kerang rebus ini sampai bulan depan? Please?

Read More

23 March 2015

Cinderella kena PHP


Kadang-kadang
Saya kesambit beli voucher makanan di groupon-groupon itu. Belinya sekaligus buat 4 kali weekend. Biar ga bingung tiap ditanya "Mau makan di mana?". Saya sih makan di mana saja ga masalah. Yang masalahnya itu kan siapa yang nemenin makan. Eaaaa... iya..  harus ditemenin suami prohemer biar napsu makan.
Kemarin kita nyoba Rocca. Dulu seingat saya, kami sudah pernah makan di sini. Tapi lupak. Jadi mari dicoba lagi. Dan ternyata.. wajar lupa. Biasa aja. Steaknya biasa. Mozzarella sticknya lumayan. Honey lemon tea nya enak.  Datang lagi? Mmmm... kalau ada meet up aja lah karena tempatnya enak buat kumpul-kumpul.
Kadang-kadang
Kami nonton di XXI. Biasanya kan di blitz.. tapi kemarin berhubung saya dapat email dari BRI kalau ada promo buy one get one free tiap jumat di cinemaxx dengan kartu kreditnya.. saya ngajak suami prohemer nonton di XXI Ciwalk.
Dan... ga ada itu promo. Halah. Diphp level kumpeni.
Saya bete. Kalau bete bawaannya mau misuh-misuh di twitter. Mention @promo_BRI. Yang dijawab besoknya... kalau informasi lebih lanjut soal promo harap hubungin call BRI.
Ya sallam. Mungkin saya doang kali ya yang menilai customer harus menelpon bank untuk menanyakan promosi-promosi itu buang-buang waktu dan pulsa. Memangnya ga bisa dijelaskan via email,  twitter, atau sms?
Kalaupun ga bisa, mbok ya bikin iklan jangan missleading begitu. Biarpun saya tahu tujuan iklan ya memang memissleadingkan pengguna.. tapi kan bisa bikin konten yang informatif. Misalnya nih... "Nikmatin buy one get one free setiap jumat di cinemaxx Jakarta dengan menggunakan cc anu inu"
Jadi.. saya ga merasa tertipu. Merasa dihempaskan setelah diangkat tinggi-tinggi.
Atau mungkin call center BRI kurang sibuk sampai harus ditelponin customer untuk menanyakan "Ada promo apa hari ini kakakkkk?"

Update: ternyata cinemaxx dan XXI itu beda kakak. Bwahahaha. My mistake. Maapkan. Pantes Mbak XXInya bingung dan mengarahkan ke premier.  Jadi cinemaxx itu ya cinemaxx, XXI itu cineplex. Untung ditanyain Erma di twitter jadi akoh ngeh. MAapkan ya BRI. Maapkan juga XXI. *sungkem*

Kadang-kadang
Kami nonton film drama dia bioskop. Salah satunya Cinderella ini. Sejak trailerrnya keluar,  saya sudah minta ke suami buat ditonton di bioskop. Lihat princess pakai gaun-gaun cantik di layar besar itu menyenangkan. Kalau ga mau nemenin,  nonton sendiri juga gpp.
Pada akhirnya sih kepaksa nemenin. Meski suami prohemer keliatan bosan abis secara "Udah tau ceritanya." Ya iyalah... seluruh penduduk dunia juga tau cerita cinderella suamiiiii. Ini tujuannya emang mau liat gaun cantik, putri cantik, dan pangeran ganteng.
Dan saya sukaaaaa. Meski nguap-nguap. Itu karena nontonnya kemalaman. Bukan karena filmnya ngebosenin. *alasan*
Btw menurut saya selera fashionnya ibu tiri lebih ciamik ya.. ibu peri pun kalah. Bajunya bajus-bajus... tapi entah kenapa gaun kedua anaknya kog norak semua. Masa dia ga bisa pilihin yang seoke gaunnya. Dan kenapa kudu kembaran sih?  Be yourself atuh ceuceu...
Kadang-kadang
Banyakan foto narsis ketimbang yang terkait postingan. Ya maap. Human.

Read More

Like Mother Like Son

Your height is usually determined by your father. Intelligence, emotional strength and body shape is determined by the mother.

Maka meski Jendral Kancil dan Captain Kid bakal agak tinggi.. emak berjanji tidak akan berhenti mencekoki mereka dengan susu agar tambah tinggi bak gedung pencakar langit. Dua meter lah ya nak.

Dan karena emaknya cerdas.. maka kalau kalian ga juara itu karena kurang ambisius.. bukan karena ga sanggup. *ambil pecut*

Body shape.. maka dua lelaki saya ini akan jadi lelaki-lelaki berpantat seksi serta berdada bidang. Dan seharusnya berperut rata kalau gen perut buncit kakek dari ayah ga terlalu kuat. Tapi apa daya.. gen perut buncit ini sudah keliatan dominan.

Nah.. yang paling seru buat dibahas adalah emotional strenghtnya. Ini.. memang saya banget. *lalu malu*


Jendral Kancil ini anaknya menahan derita sekali. Dizalimi, diam. Aybun lebih merhatiin adek, diam. Sedih, diam. Kesal, diam. Segala-gala ditahan di dada sampai suatu saat pas meledak.. tumpahlah itu semua tangis sampai ga bisa dibendung.

Bagus karena ga cepat emosi (tapi bisa cepat stress nak kalau ga dikeluarin) dan tetap bisa hepi (atau terlihat hepi) meski dalamnya hati ga ada yang tau ya...

Tapi jeleknya sih orang ga tau keinginan atau ketidaksukaannya karena banyak yang dipendam. Dikirain tindakannya dapat diterima... padahal menoreh luka.

Oke.. pilihan bahasa penulis,  sinetron sekali.

Jadi kita lagi ngajarin Jendral Kancil untuk speak up.

Terus yang saya banget lagi adalah.. keselnya karena apa, marahnya kemana-mana. Ini udah sering banget lihat Jendral Kancil ngedumel apa ngomel-ngomel tentang sesuatu yang bukan menjadi penyebab kesalnya dia. Nyentuh intinya pun ga. Hahaha.

Ini juga lagi diajarin buat menganalisis permasalahan sebenarnya, biar dia bisa nyelesain dan moodnya bagus lagi.

Sedangkan kalau di Captain Kid... ini anak manjanya saya pisan. Malu ih.

Tidur harus dipeluk ayah. Posisi tangan pas meluknya juga harus benar. Kalau ga sesuai bakal ngamuk. Pokoknya harus ada ayah. Tidur itu harus nyentuh ayah dan meluk ayah.

Punya keinginan? Harus dapat. Kalau ga?  Ngambek ngambek lucu gitu. Awalnya lucu.. lama-lama pengen digigit.

Ada hal yang ga sesuai keinginan dia? Semua jadi salah. Semua-mua jadi ga benar di matanya Captain Kid.

Bikin capek ga sih?  Saya aja suka takjub kog lakik eike sanggup ya menghadapi saya. Karena saya sendiri ngerasain anak-anak begini rasanya pengen jedotin kepala ke tembok.

Saya sampai bercanda sama suami.. "Yakin mau lima lagi mahluk kecil yang emosinya kayak emaknya ini?"

Dan dijawab dengan yakin "Mau!"

Mungkin karena meski suka ga jelas marahnya gara-gara apa, dua anak ini penyayang yang luar biasa, baik ke orang lain ga nanggung-nanggung,  dan pemaaf. Kayak emaknya. Hihi.

Read More

19 March 2015

Gampangan

Read it somewhere this morning "Jadi Ibu rumah tangga itu investasi terbesar untuk anak".

Lalu galau. Ya maapkan ya pemirsa.... inih postingannya galau aja. Ya biar bisa ngerekam perjalanan pikiran eike gitu. *alasan*

Lalu.. saya jadi gampangan. Kerja apa aja lah asal di Bandung (ples di perusahan consumer goods. Bwahaha.). Asal duitnya cukup buat nyalon, beli baju, tas sepatu, nabung emas, dan jajanin anak.

Terus kalau masih ragu cabut dari kantor sekarang....jadi tukang kliping pun boleh. Asal di perwakilan bandung. Apa itu perkembangan karier.  Yang penting perkembangan anak. Hahaha. Murahan kan.

Read More

15 March 2015

Ga semuanya indah. Ga semuanya buruk.

Hari-hari terakhir dinas di Karawang saya mampir ke salah satu pantainya, Ciparage. Dan.. saya kaget. Lautnya coklat. Pantainya kotor. Katanya kalau rob (banjir).. airnya tidak secoklat ini. Agak sedikit bening.

Ikannya? Bahkan di pinggir pantai yang cuma sekian menit jalan kaki ke tempat pelelangan ikan, ikannya  sudah ga segar. Aromanya amis. Matanya merah seperti kebanyakan begadang ngerjain dokumen (ini curhat).

Lalu kemana laut biru, pantai putih, dan ikan manis itu?

Karena ga semua orang bisa menikmati laut biru nan indah itu, bersyukurlah kalau kita bisa.

Karena ga semua pantai secoklat ini, travellinglah biar bisa melihat dunia.

Read More
 

©2009capcaibakar | by TNB