SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

20 January 2009

Tagged Under:

another unfinished story

Share

"begini" terangnya
"haha..saya lupa mau bilang apa.." semua orang tertawa..
"ohhh ingat..jadi begini dari kecil saya sudah terbiasa dengan pengkhianatan..perselingkuhan..sepertinya itu mendarah daging di keluarga saya. mulai dari kakek, bapak, om, sepupu..sebagian besar doyan main wanita..tidak cukup satu" ia berhenti dan meneguk kopinya. entah kapan dia suka kopi..

"jadi saya selalu mengingatkan diri untuk tidak jatuh cinta..cukuplah bermanis kata membuat mereka merasa dicintai tapi tidak menyerahkan hati seutuhnya dan meletakkan mimpi indah "hapily ever after" di atas langit. hati saya cuma satu kalau dia sakit lalu membusuk maka saya akan mati sebagai manusia..dan jatuh dari langit akan menghacurleburkan saya.. pernah merasakan itu?" tanyanya kering

"maka layaknya pesakit taktik ini tidak pernah menyembuhkan saya, hanya menambah koreng yang dalam" tawanya miris
"saya melewatkan banyak laki-laki baik dan juga potensial..klo kmu mau memprospek mereka" tunjuknya kepada Alin, pioner MLM di "keluarga" ini.
"dan menghabiskan waktu dengan banyak lelaki buruk yang hanya merusak" lanjutnya setelah Alin selesai tersenyum simpul.

"cuma masalah waktu sampai semua amarah lelaki didengar dewa..dan mereka melancarkan karma yang sudah ditabung ke saya..."
"dewa??" tanyaku...wanita ini..saya tau pasti bukan penganut dewaisme..meski tidak dapat dibilang relegius ia percaya Tuhan..
" iya..dewa San..kau kira Allah punya sistem karma..tidak San..bagi Dia yang baik akan dibalas berpuluhkali lipat, yang jahat..tunggu saja nanti"

"sampai saya bertemu laki-laki ini..jatuh cinta lalu meletakkan mimpi setinggi langit dan menyerahkan hati utuh-utuh.." ia menerawang
"laki-laki yang bahkan tidak pernah menyakinkan saya kalau dia mencintai saya, setelah semua pengkhianatan seumur hidup, dia tidak merasa perlu untuk membuat saya merasa aman..ya aman..meletakkan satu hati pada satu orang...hanya pada satu orang..seperti menginvestasikan semua uang pada satu sapi yang bisa mati dan gila"

"ya saya perlu rasa aman..." tutupnya tidak jelas
setelah jeda panjang ia berkata "aman...harusnya ia menyadari keinginan untuk memeriksa sms, dompet, email, ym, apapun pritil-pritil itu.hanya untuk mencari rasa aman... bukan melanggar privasinya..." ujarnya pelan.

____________________________________________________________________

perempuan itu memandang monitornya sekali lagi, menegak teh dinginnya lalu menarik napas panjang..
"siapa pula perempuan ini sehingga orang lain membiarkan ia mengobrol panjang tanpa henti..."
lalu ditekannya tombol delete...lama...
Post a Comment