SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

20 January 2009

Tagged Under:

pembunuh mimpi

Share

istilah ini udah ga asing kan...tapi saya baru menyadarinya beberapa tahun lalu...lalu menengok ke belakang dan berpikir..mimpi saya dulu apa ya...??

waktu SD saya paling doyan pelajaran bahasa indonesia. disuruh ngarang okeh banget. bias berlembar-lembar dan ga pernah kehabisan ide.

momen yang paling saya ingat adalah saat pertama kali saya memenangkan lomba mengarang. tingkat SD sih..acara agustusan pula..haha. idenya saya dapat saat mendengarkan ceramah Zainudin MZ di radio Vina Vira (FYI, ini adalah salah satu dari dua radio swasta yang ada di Lhokseumawe. pemiliknya punya anak kembar yang dapat ditebak, bernama Vina dan Vira).

selanjutnya saya menjadi pemenang tetap setiap lomba mengarang di SD saya. biasanya tema mengarang kan sudah ditentukan oleh sekolahan, jadi sebelum berlombas aya melakukan riset kecil-kecilan sehingga karangan saya ada unsur data-datanya gitu..pake angka-angka dan tabel. gaya banget deh kaya bikin laporan kuliah. berhubung saat lomba ga mungkin bawa buku saya menyalin data-data tersebut ke kertas folio sehingga bisa dibawa ke lomba.. ini curang ga sih?

karena jago mengarang, saya menjadi perwakilan sekolah untuk lomba bidang studi B. Indonesia.. klo ini sih paling banter sampe tingkat kecamatan menangnya..hehe..

salah seorang guru saya Pak Puji, pernah mengusulkan agar saya membuat novel..saat itu sih saya masih melihatnya sebagai mimpi yang mimpi banget..hehe...

saya berpikir untuk menjadi pengarang, kuliah di sastra atau IKJ dan menjadi penyair
sayangnya sponsor pendidikan saya mengangap kerjaan penyair tidak memiliki masa depan maka disinilah pembunuh mimpi pertama saya berada..

ga boleh jadi penyair saya bercita-cita menjadi guru...some how saya bercerita padanya "Ma, mau jadi guru" dan jawabnya adalah "gajinya kecil." hemmm..mimpi kedua yang tewas seketika,

jadilah saya anak yang bingung ingin menjadi apa sampai memutuskan untuk menjadi psikolog (FYI, saat itu profesi ini ga populer) alasannya karena saya meramalkan akan banyak orang gila yang membutuhkan bantuan saya...dasar!!!

walaupun tidak pernah bermimpi menjadi penyair lagi, saat SMP saya masih suka menulis cerpen dan cerbung..dikonsumsi antara teman-teman sekelas saja. biasanya saya memulai suatu kisah tanpa tau bagaimana kisah itu akan berakhir. seiring ide dan perjalanan pena saja...ciee..cerita cerpennya tipikal ababil skarang..teenlit apa chicklit..cinta antar cewek cantik nan populer dan cowok ganteng nan jenius. bukan sombong bukan congkak cerpen saya banyak penggemarnya di kelas..

SMA..tertekan oleh pintarnya SMA favorit yang saya masuki, saya tidak pernah menghasilkan karya apapun, yang ada hanya melakukan monolog-monolog absurd dunia hayal saat sendiri. sampai saat ujian kelulusan sekolah. untuk mata pelajaran B. Indonesia diharuskan membuat review buku. hasil tlisan saya dipujioleh Guru pengawasnya
"udah pernah masukin koran?"
"belum Pak"
"coba deh..bagus!"
ehm..ehm..melayang..

sekian ribu pujian apakah membuat saya menumbuhkan mimpi lagi? belum..sekarang cuma ketawa nyengir liat orang lain punya buku dimana-mana..dan ide dari otak yang ga pernah diasah adalah ide basi..

salah siapa? pembunuh mimpi memang banyak tapi sayalah yang mematikan mimpi itu..

maka teman..saya sekarang lagi mencoba menulis lagi..dan kalau beberapa tulisan awal agak terlalu dewasa... ini karena baru saja membaca sebuah blog.
Post a Comment