SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

16 February 2009

Tagged Under:

dove dan lux

Share


dulu saya pengguna sabun lux
sampai suatu saat dosen pemasaran saya, Aditya Salya, berkata begini
"Lux itu dilihat dari iklannya, target pasarnya adalah perempuan desa yang ingin secantik Selebritis."
hah?!!!

saya disamakan dengan perempuan desa yang bercita-cita secantik Tamara???? TIDAK!!!!!!

lalu dosen saya melanjutkan
"sedangkan dove target pasarnya adalah wanita karier......"
oooo..jadi biar termasuk dalam golongan perempuan maju, pintar, cerdas, dan etc sabun saya harus Dove..



karenanya sejak saat itu saya menggunakan Dove.

tapi teman..saya tidak suka wanginya. maka berkelanalah saya dengan berbagai merek sabun mulai yang lokal sampai yang import. dari yang murah sampai yang mahal. dan tidak satupun yang wanginya membuat saya senang. tapi terlalu keras kepala untuk kembali ke lux.
.
.
.
.
.
.

sampai saat ini...
biar saja orang marketing mengkategorikan saya sebagai "perempuan desa"
karena jauh di lubuh hati saya -alah lebainya-, saya menyadari pemilihan lux bukan kerena bintang iklanya si Tamara..tapi karena wanginya yang segar dan ringan. tidak berat dan eksklusif seperti dove.

haha..welcome back Lux...comehere..back to mamah..
hahaha
Post a Comment