SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

02 February 2009

Tagged Under:

sick marriage

Share

"senja sudah datang" pikirnya sambil melirik ke jendela.

entah untuk yang ke berapa kali ia mengusap sudut matanya. menghapus titik air mata yang tak mau usai.

"sudah cukup menangisnya" pikir wanita itu lantang.

tapi tetap saja ia kembali bergelung dalam selimut lalu menangis keras. meringkuk lalu menggigit tangan, ingin mengubah sakit hati itu ke wujud fisik. biasanya tidur selalu menyelesaikan masalah, untuk sesaat, biar tenang. namun kali ini setiap bangun ia selalu teringat bayangan suaminya yang mencium wanita lain, dengan hasrat yang sudah lama tak dilihatnya. dan ia pun menangis lagi.

kejadian tadi sore kembali diingatnya. biasanya ia tidak pernah keluar rumah kalau tidak bersama Andre, suaminya, namun pembalutnya habis dan itu adalah kondisi darurat yang tidak bisa kalah oleh rasa malas. dan di sanalah, di supermarket itu dia melihat suaminya, di antara lorong-lorong barang, sedang memeluk seorang wanita, menciumnya, cuma sebentar karena rupanya mereka sadar ada di tempat umum. Andre bahkan tidak mau bersusah-susah berdua dengan perempuan itu di hotel saja. Dia tahu Aya hanya akan keluar rumah kalau bersamanya. selalu begitu. rutinitas Aya adalah ke kantor, pulang dan menunggu Andre di rumah.

mengingat itu air matanya kembali bercucuran. gelap mulai memasuki kamarnya. dulu saat mamanya menangis histeris di depannya. perasaannya kosong. ia tidak merasa kasihan kepada mama dan marah kepada papa. hanya kosong...datar. selalu begitu setiap mama mualai berkeluh kesah akan kelakuan papa yang selalu main perempuan. menghabiskan uang padahal kondisi keuangan kelarga makin morat marit. meniduri PSK mungkin lebih hemat daripada memelihara simpanan, pikirnya sinis waktu itu, lebih bervariasi dan tidak mungkin menempel sehingga setiap aksi papa ketauan mama.

jauh sebelum mamanya mulai berbagi derita dengannya Aya pernah berkata pada papanya
"Aya nanti pengen punya suami seperti papa"

dia masih SD saat itu. benar-benar mengagumi papa yang ganteng, pintar, senang membaca buku dan menonton berita. papa hanya terdiam. tidak mengomentari apapun. saat itu ia berpikir komentarnya terlalu bodoh sehingga tidak perlu ditanggapi. sekarang ia menyesali doanya.

terkutuklah malaikat yang langsung menyampaikan permohonanya ke tuhan. karena disinilah ia sekarang, bertahun-tahun menghindari pria rupawan yang menurutnya tidak bisa setia, mendapatkan lelaki pintar yang entah kenapa sangat tertarik dengan wanita dan seks. bukan sekedar frekuensi seks berlebih seperti papanya. tuhan menambahkan bonus saat mengabulkan doanya. ia mendapat suami yang menyukai berbagai variasi aneh bin ajaib , bahkan terkadang dua pemain saja tidak cukup di ranjang itu.

siapa ya yang pernah bilang, kalau perempuan harus bisa menjadi pelacur di tempat tidur supaya suami tidak selingkuh? ia benar-benar mengikuti saran itu. semua fantasi liar yang bisa disebutkan. namun ternyata itu tak pernah cukup.

hatinya masih hancur, air matanya masih turun, tapi tekadnya sudah bulat. cukup sudah pengkhianatan. besok ia akan mengajukan gugatan cerai, bukan terus menerima sambil berkeluh seperti mama atau mencari cinta lain seperti banyak temannya. ia akan berdiri tegak dan mencari kebahagiaannya sendiri.
a healthy divorce is much better than a sick marriage.
sekarang biarkan saja ia meringkuk sakit di situ. di kamar hotel murah yang disewanya. meletakan lutut pada lekukan tangannya yang dulu diisi oleh tangan Andre. menempelkan guling pada punggungnya untuk menimbulkan efek dipeluk...biarkan saja dulu karena hari ini sudah cukup berat.
Post a Comment