SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

18 October 2009

Tagged Under:

saya dan menulis

Share

adik saya baru bikin blog di wordpress (tadinya di blogspot), namanya suchbee.wordpress.com. Tadinya dia ngasih link ke saya suchbee@wordpress.com. Yakk... silahkan ngakak. Untunglah kakaknya yang seksi dan centil ini sudah lama wara wiri di dunia perblog-an.. jadi paham maksudnya.

terus kog diposting?

di postingan perdananya dia menulis begini
Blog pertama yang saya pelototi adalah capcaibakar-nya kakak kandung yang centil-seksi-berambutikal itu. Heart to her blog, anyway. Kakakku si ‘capcaibakar’ ini sebenarnya cukup tertutup dan pendiam (halah!), otaku manga (just like me), dan nggak kelihatan punya bakat nulis seujung upil-pun. Entah ilham apa yang ngejebolin si centil-seksi-berambutikal ini jadi blogger, tapi satu yang pasti, dia benar-benar menelanjangi diri dan pikirannya, ngebuat orang bisa mengenali dia hanya dari tulisannya, entah itu kagum, manut-manut setuju, nggak percaya, atau bahkan kesal (it’s reader choice!).
perhatikan kalimat yang dicetak tebal ya.. Oke..saya kasih waktu untuk meresapi.... Udah??

Saya sama si adek beda 7 tahun. Pas dia mulai ngerti dunia, saya sudah merantau ke Medan. Jadi wajar saja ga ada satu memori-pun tentang prestasi gemilang kakaknya dalam tulis menulis (yang mau muntah..silahkan..hahaha).

Prestasi menulis saya memang ga seperti si adek ..yang juara lomba nulis dimana-mana. Bahkan di umur saya yang segini, prestasi saya masih kalah sama dia. Tapi dari dulu saya suka mengarang. Kalau anak lain perlu waktu lama untuk menyelesaikan tugas mengarang. Saya pasti terus-menerus menulis sampai kertas habis. Lancar.. bebas hambatan.

Saya ingat pertama kali menang lomba menulis, yaitu waktu perayaan 17 agustus di SD. Itu lomba pertama yang saya ikuti. Saya dapat ide sehari sebelumnya, saat sedang merapikan kamar mama sambil ngedengarin radio. Saat itu Zainnudin MZ sedang berceramah soal kemerdekaan di radio tersebut. Ada satu kalimat yang saya suka banget. Lupa kalimatnya gimana. Pokoknya dari satu kalimat beliau saya lalu menulis karangan dan menang. Yippie!

Tahun-tahun selanjutnya saya selalu menjuarai lomba mengarang di SD. Semenjak kemenangan pertama, saya mulai serius. Biasanya saya melakukan riset dengan membaca banyak buku lalu mencatat poin-poin dan data-data penting untuk ditulis ulang saat lomba. Itu curang ga sih? Cuma tanggal-tanggal dan angka-angka gitu deh. Ga kan? Ga dong.

Nah..mungkin karena itu (selain fakta juara kelas melulu. Iya sombong..boleh dong) saya selalu mewakili sekolah untuk mata pelajaran bahasa Indonesia di lomba-lomba antar sekolah. Jaman dulu kan happening banget lomba-lomba mata pelajaran, cerdas cermat, dan P4.

Guru bahasa inggris saya, Pak Puji, bahkan pernah menawari saya untuk ikutan lomba menulis yang diumumkan di sebuah koran nasional. Entah kenapa waktu itu saya ga mau. Malas mungkin. XD

SMP udah ga ada lagi lomba-lomba begitu, jadilah prestasi menulis saya sebatas sekretaris kelas. Waktu itu setiap pelajaran bahasa indonesia saya ditugaskan menyalin materi pelajaran dari handout guru ke papan tulis. Nanti seluruh teman menyalin dari papan tulis.I ya jaman dulu belum ada namanya flash disk dan fotokopian sekolah.

Sangking cintanya sama menulis..saya tidak merasa keberatan dengan tugas ini. Padahal saya jadi harus meyalin dua kali, ke papan tulis dan ke catatan pribadi. Saya senang aja.

______

Di SMP saya pernah membuat sebuah novel yang remaja banget. Kisah cinta abegeh pokoknya. Ditulis tangan di sebuah buku, lalu diedarkan ke teman-teman. Banyak yang suka. Sayangnya ga selesai karena keburu pindah dan bukunya tercecer entah dimana.

____

Di SMA, saat ujian akhir nasional Bahasa Indonesia dan diminta untuk membuat resensi novel, pengawas ujiannya berkata

"Udah pernah nyoba masukin ke koran?"

Saya cuma menggeleng.. tapi hati berbuncah tinggi. Tulisan saya bagus.

Itu aja... saya ga pernah menekuni menulis.. sampai kekasih hati belahan jiwa mengenalkan blognya ikram putra, dan menyuruh saya membuat blog. Waktu itu Maret 2007.

Kalau penasaran kenapa saya ga menekuni menulis padahal cinta...

Dulu saat masih SD saya pernah bercita-cita ingin menjadi penyair (haha..waktu itu belum tau ada profesi penulis) dan kuliah di sastra. Tapi seseorang berkata

"Jadi penyair mau makan apa? Ga ada uangnya. Masak mau masuk sastra"

Orang yang sama, yang kini sering meminta saya mengirim tulisan adik saya ke penerbit.

Tapi kemudian saya menyadari.. yang memutuskan membunuh mimpi itu adalah saya. Bukan beliau. Beliau hanya berkomentar.. saya yang lemah. Langsung beralih tujuan karena tidak direstui.

Tapi sekarang saya tetap berusaha menjadi penulis. Suatu saat bikin buku. Kalau dulu jago bikin novel panjang-panjang.. sekarang karena baru belajar (lagi) saya baru bisa bikin cerita-cerita pendek disini. Baru ada empat.

dan..saya masih mau bikin cerita cinta abegeh yang sinetron banget. Hahaha.. Pasarnya sepertinya bagus.

dan by the way....
masih ingat kalau saya pernah menulis tentang acara Baraya Blogger disini? Dan berharap bisa pergi ke Pesta Blogger gratis?

dan taraaaaa.....
iya saya bisa ke Pesta Blogger gratis ples akomodasi. Hurayyy! Seharian itu sejak dihubungi Senny, saya ga bisa berhenti tersenyum.. walau bapak penguji terus-menerus menunda jadwal pra sidang. Senang!
Post a Comment