SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

17 December 2009

Tagged Under: ,

Alphawife (Buku)

Share



Penerbit : Gagas Media
Harga : Rp 27.200 (kutukutubuku.com)

Ini novel Ollie kedua yang saya baca. Dan sama seperti novel After the Honeymoon, saya tidak bisa berhenti membaca sebelum ceritanya berakhir. Si kekasih hati belahan jiwa juga berpendapat begitu. Ini hebat loh, soalnya si kekasih hati ini paling anti kalau disodorin buku cinta-cinta begini. Jadi walau agak tebal.. karena ceritanya ringan.. ga kerasa deh bacanya..tau-tau tamat.

Alphawife bercerita tentang Melena, editor in chief majalah fashion ternama. Cantik, stylist, dan tentunya berpenghasilan besar, yang bersuamikan Eric, seorang guru komputer di sebuah SMU. Sederhana, tidak mengerti fashion, dan berpenghasilan sedikit di atas rata-rata UMR.

Sudah pasti Melena lah yang membiayai kebutuhan mereka. Perbedaan penghasilan dan karier ini pada awalnya tidak mengusik mereka.

Sampai tiba saatnya lingkungan mulai berkicau... Mulai dari saingan, sahabat, sampai atasan. Semuanya mengomentari kesenjangan itu. Dan mereka-pun mulai terpengaruh.

Masing-masing merasa dirinyalah yang paling banyak berkorban untuk pasangan dan memberi kontribusi yang paling berarti ke pernikahan ini. Melena dan Eric juga merasa pasangannya merupakan mahluk tuhan yang paling egois. Pemahaman bahwa keduanya saling membutuhkan terlupakan.

Dikomporin lingkungan terus-menerus dan kurangnya komunikasi membuat mereka akhirnya berpisah. Perpisahan yang penuh amarah juga tangis (red:dibaca dengan intonasi ala presenter silet)

Lalu apakah pada akhirnya Melena akan memahami bahwa mencintai itu berarti menerima Eric yang senang menjadi guru dan tidak menuntutnya untuk menjadi "lebih pantas"? Dan apakah Eric juga bersedia keluar dari zona nyamannya -kerja ringan dan menyenangkan tapi bisa beli macam-macam dari penghasilan Melena- agar sebanding dengan si Istri?

Silahkan dibaca novelnya. Hahaha...

Katagua

Novel ringan ini pas banget buat nemenin nunggu-nunggu busway. Meski bacanya ga bikin kening berkerut, banyak ilmu yang bisa didapat, yaitu..pernikahan itu perjuangan, jadi jangan gampang bilang cerai, komunikasi penting, daripada dipendam dan jadi bisul, namanya laki-laki pasti senang klo merasa dibutuhan.. itulah pentingnya kata tolong dan terima kasih., terus yang menetukan kebahagian itu kita sendiri, jadi orang mau bilang apa..kalau kamu bahagia dan merasa cukup. Ya sudah.. hear no evil, talk no evil, dan see no evil. Hihi. Selain itu banyak istilah-istilah yang memperkaya kosa-kata, bikin saya tambah pinter. Suer.

Back covernya yang bertuliskan "Malena dan Eric menikah dengan kesadaran bahwa perbedaan justru akan membuat pernikahan mereka lebih berwarna." bikin saya penasaran bagaimana kisah pacaran mereka. Soalnya Eric sudah menjadi guru dan Melena sudah bekerja di perusahaan top sejak mereka pacaran..Penasaran. Bagaimana mereka meyakinkan orang tua masing-masing.

Anyway, nama saya muncul loh di ucapan terima kasihnya..haha...hihi... *senang bukan kepalang* terus saya baru tau kalau cetakan yang ga dijual di toko buku akan dapat cap "No lepas" seperti ini. Ga penting ya? Yang nganguk dikemplang.



Buku Ollie lainnya
Post a Comment