SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

21 December 2009

Tagged Under:

Ayam bumbu bali

Share

Dari kecil saya sudah ikutan emak di dapur.. Nyiangin sayur, bersihin ikan, ngupas bawang, metik toge, dan aduk-aduk makanan biar santannya ga pecah. Jadi suka sebal kalo banyak yang mikir saya ga ngerti gimana ngebersihin ikan dan berkutat di dapur, mungkin karena tampang saya yang orang kaya banget ini. Haha

Masalahnya saya belum pernah masak sendiri. Cuma jadi asistennya Mama.

Si mama adalah koki keren, wanita karier yang harus berangkat jam 8 pagi tapi bisa masak tiap hari. Masakan komplit pula. Kebanyakan menu padang yang bumbunya seabreg-abreg itu. Pagi-siang-malam menunya berbeda, dan disediakan dua variasi, pedas dan tidak pedas -soalnya saya ga doyan pedas sedangkan kakak saya sangat doyan pedas-. Bahkan di kala weekend si mama sempat-sempatnya bikin berbagai macam roti (yang full hand made), saos sambal sendiri, dan macam-macam kue. Heubat!

Harusnya karena sering bantuin mama, saya ngerti dong gimana masak.. tapi ternyata ga tuh..*jadi suka ketawa sendiri klo ada yang ngomong "Ke dapur bantuin masak, biar bisa"* Ini disebabkan karena mama saya masaknya cepattttt banget. Tuang-tuang, aduk-aduk, sreng-sreng, JADI!

Lhahhh bumbunya apa aja? Mana saya tau.

Hal ini diperparah dengan cepatnya saya merantau.. jadi transfer knowledgenya ga komplit. Hihi.

Semenjak kuliah dan ingin memanjakan perut si kekasih hati belahan jiwa (kan katanya dari perut naik ke hati) mulailah saya belajar memasak. Rajin beli tabloid Sedap. Nyoba-nyoba dan jadi. Semenjak punya akses internet, sekarang nyari resepnya di Google. Makin canggih dan murah pula.

Karena itu..Sepertinya saya akan menambahkan kategori baru di capcaibakar, kategori "sedang di dapur". Disini saya akan berbagi resep-resep makanan dan mungkin minuman. Pastinya yang sudah saya coba dan gampang bikinnya. Dan resep pertama adalah


Ayam Bumbu Bali


Bahan:
- 1/2 Kg ayam dipotong 8 (kecil-kecil)
- 1 buah jeruk nipis
- 2 buah tomat, dipotong dadu
- lengkuas, 1 ruas jari, digeprak (dipukul sama gilingan sampai penyet)
- 3 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- kecap manis sesuai selera
- Jahe, 1 ruas jari, digeprak
- Garam dan merica secukupnya

Bumbu halus:
- 7 bawang merah
- 3 bawang putih
- 10 cabe rawit
- kemiri setengah buah
- 1/2 sdt terasi, disangrai (digoreng tanpa minyak)

Cara:
- Lumuri ayam dengan garam dan jeruk nipis, diamkan kira-kira 15 menit
- Goreng ayam setengah matang, biar ga amis aja. sisihkan
- Tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan jahe.
- Masukkan tomat, aduk rata.
- Masukkan ayam, tambah air matang, aduk rata
- Tambahkan kecap manis, garam dan merica bubuk.
- Masak dengan api kecil sampai bumbu mengental dan meresap, serta tomat layu (tinggal kulitnya doang)

Tips:
- Di tukang ayam kita boleh milih, mau dadanya aja, mau paha aja, mau sayap doang, dstnya. Pilih ayam yang kering ya, soalnya itu artinya ga dimasukin air biar berat.
-Kalau beli lengkuas, jahe, daun salam, etc biasanya saya bilangnya "bumbu dapur 2000" dapatnya komplit dan banyak.
-beli kemirinya yang udah dikupas dan dijual di plastik-plastik kecil. Rp 500 dapat 4, di warung-warung dekat rumah
-Cabe rawit juga cukup Rp 500 perak aja. Banyak.

Post a Comment