SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

23 December 2009

Tagged Under:

Rejeki saya, derita toko buku

Share



Hari itu saya baru selesai menjalani serangkaian tes kerja, butuh refresing. Maka berlari-lah saya dan si kekasih hati ke Gramedia. Ga niat blanja blanja sih. Walau Gramedia diskon gila-gilaan. Dompet sedang tidak bersahabat.

Sambil ngeliatin buku-buku saya terus berdoa..semoga bisa segera bekerja dan dapat membeli buku-buku ini dengan riang.Haha.

Nah.. singkat cerita sampailah kita di bagian novel -yang tidak diskon-, tiba-tiba si kekasih hati menunjukan buku Naked Traveler yang harganya cuma Rp 19.500 saja. Padahal harga aslinya 40rb-an gitu. Selidik punya selidik ternyata pihak Gramedia salah memberi label barcode pada bukunya Trinity ini.

Label yang berharga 19.500 adalah label untuk buku "Mengenal buah-buahan"

dan ternyata ga cuma satu eksemplar dong yang salah begini.. ada banyak sepertinya.

Ini adalah kejadian kedua kali kita menemukan buku beda harga pada rak yang sama. Sebelumnya kita juga pernah nemuin satu eksemplar buku "Peterpan and the shadow thiefs" di Toga Mas. Waktu itu cuma satu eksemplar yang harganya lebih murah daripada yang lain. Bukan salah ngasih label seperti Buku Naked Traveler ini, labelnya sih sama. Harganya aja yang beda. Kita juga ga tau kenapa.

Trus kita beli ga?

Ya dibeli dong.. haha.

Saya sih mikirnya royalti buku itu tetap ke Trinity kan? soalnya stok yang abis kan stok buku Naked Traveler, bukan buku Mengenal Buah-buahan. Eh benar kan? Lagian cuma beli satu kog.. ga semua yang 19.500 dibeli.

Iya deh..ntar klo ke gramedia lagi saya bilangi ke petugasnya...JANJI!

Post a Comment