SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

22 January 2010

Tagged Under: , , ,

Pengalaman di JOBSDB Expo

Share


Tanggal 17 Januari kemarin saat orang-orang berhari mingguan, saya malah asyik ngantri di depan Sabuga. Ngapain? Nyari kerja Mbak, biar punya penghasilan, biar bisa bayar PPH. Haha.

Yeep ada JOBSDB EXPO 2010 disana. nah ceritanya bursa kerja yang diselenggarakan oleh JobsDB ini paper less. Artinya para pencari kerja ga perlu membawa berlembar-lembar fotokopian cv, transkrip, dan ijazah. Cukup bawa softcopy CV di flash disk, nanti kita akan mendapatkan barcode pada tiket kita.

Selanjutnya para peserta tinggal keliling-keliling pameran dan singgah di "lapak-lapak" perusahaan. Cari tahu posisi yang tersedia, lihat kualifikasinya, lalu lamar dengan menyerahkan barcode anda. See..gampang dan cepat banget kan? Kayak belanja aja.

Awalnya saya tertarik dengan Paperless-nya itu..Go Green banget kan. Makanya bela-belain datang, pengen tahu. Walau antriannya alamakkk panjangnya... *mengusap keringat di kening*

Lalu saya baru tau.. kalau bisa upload cv duluan di web mereka.. jadi ga perlu ngantri. Saya juga baru tau ada antrian Fast lane yang pendek tapi berharga 3 kali lebih mahal daripada antrian yang ular naga panjangnya itu. Tau gitu kan...

Cerita dikit ya soal antrian Fast lane ini.. antrian ini berharga Rp 45 rb (bandingkan dengan jalur reguler yang Rp 15 rb), kelebihannya selain ga perlu antri lama-lama, peserta juga tidak perlu menyambangi perusahaan satu-satu. Mereka mendapatkan komputer sendiri -yang dipakai bergantian-. Nah mereka tinggal mengapply langsung lewat komputer itu. Ga capek. Sibuk apply sambil duduk.. ngantri nunggu komputer kosong juga sambil duduk.

Tapi saya ga menyarankan lewat fast lane loh. Soalnya ngantri nya ga terlalu menyiksa kog, klo dinikmati. ^_^ Yang paling penting.. Kalau hanya lewat komputer, kita kurang berhubungan dengan perusahaannya. Ga bisa nanya-nanya. Seringkali walau tertulisnya dibutuhkan dari jurusan A ternyata dari jurusan B juga boleh atau diminta yang berpengalaman sekian tahun, saat dikonfirmasi ulang, baru lulus juga tidak masalah. Nah... lebih oke yang murah meriah itu kan?

Pengalaman saya kemarin... agak bikin makan hati.

Jadi saat mengantri untuk mengupload cv saya, saya bertemu dengan teman SMA saya. Dia persis antri di depan saya. Kelar ngobrol sambil nunggu antrian, melanglang buana lah saya ke booth-booth perusahaan itu berbekal barcode yang saya dapat.

Baca-baca... Ngantri.... barcode di scan. Selesai deh.

Saya sudah melamar pekerjaan pada setengah perusahaan.. saat saya sadar barcode itu bukan atas nama saya. Tapi atas nama teman saya yang tadi mengantri di depan saya. Deeeng... dari tadi saya ngedaftarin orang lain dong!

Buru-burulah saya pergi ke meja informasi. Maksud hati minta data di barcode saya diganti begitu pula data di perusahaan-perusahaan yang saya lamar diganti dengan nama saya. Bukan nama teman saya. Kronologis kejadian harus saya ulang berkali-kali di meja informasi karena petugas berpikir saya memakai barcode orang. -__-

Setelah diganti data di barcode, untuk mengubah data yang dimasukkan di perusahaan, petugas meja informasi meminta saya mencari teman saya itu. Reaksi saya "Di tempat seramai iniiii? Apa kabar kalau dia sudah pulang? Apa kabar kalau itu bukan teman saya sehingga saya tidak tahu mukanya bagaimana."

Saya lalu meminta petugasnya memanggil teman saya tersebut lewat pengeras suara yang ada di panggung. Tau jawabannya? Ga bisa karena panggung dipakai. Apa susahnya sih minta tiga menit disela-sela acara untuk menanggulangi kesalahan yang mereka buat?

Karena berdebat tiada akhirnya saya memutuskan mencari teman saya itu. Mengelilingi seluruh venue tanpa hasil. Sayapun kembali ke meja informasi dan taraaaa petugasnya ganti. Harus menjelaskan dari awal disambut dengan wajah tidak percaya karena data di barcode sudah data saya.

Kesal sayapun memutuskan menyambangi ulang booth-booth perusahaan yang sudah saya datangi. Antri lagi, masukkan data lagi sembari mengadu ke kakak via telepon. Untungnya punya kakak wartawan adalah mereka tahu semua orang penting. Hahaha.

Si kakak menelpon ssejumlah nomor dan orang dari JOBSDB mendatangi saya saat saya sudah selesai mendaftar ulang. Tidak memberi pengaruh sih.. jadilah saya mencurahkan isi hati saja. lalu pulang tanpa membawa bingkisan mohon maaf. Ngarep.com. ;p

Katagua:
Ga mau lagi!


Post a Comment