SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

21 March 2010

Tagged Under: ,

Reading lately

Share



Saya dapat bacaan baru ni. Buku yang pertama, And Then There Were None, dapat dari Raie.
Awalnya saya membaca review buku ini di blognya Yasmin dan saya langsung ngeces-ngeces ingin membacanya.

Lalu pergilah saya memburu buku ini di setiap Gramedia Bandung. Sayangnya tidak ketemu. Laris manis sepertinya. Sampai suatu hari Raie mengabarkan kalau dia menemukan novel ini di Gramedia Jakarta. Aihh pucuk dicinta ulampun tiba. Saya titip saja ke pak Raie.

Sayang sungguh sayang karena satu dan lain hal kopdar saya dengan buku ini tak segera terwujud. Maklum saya sibuk bikin skripsi, raie sibuk bikin TA.

Hingga medio (pertengahan) Maret kemarin kami sempat bertemu. Yippie.. akhirnya saya bisa melihat buku ini (dan Raie sebagai tambahan. Haha.) Terima kasih.

And Then There Were None karya Agatha Christie ini bercerita tentang 10 orang yang mendapat undangan liburan ke Pulau Negro. Liburan yang ternyata berbuah celaka. Belum ada sehari mereka di pulau tersebut sudah terjadi dua kematian yang persis sama dengan puisi berikut:
Sepuluh anak Negro makan malam;
Seorang tersedak tinggal sembilan.
Sembilan anak Negro bergadang jauh malam;
Seorang ketiduran, tinggal delapan.
Delapan anak Negro berkeliling Devon;
Seorang tak mau pulang, tinggal tujuh.
Tujuh anak Negro mengapak kayu;
Seorang terkapak, tinggal enam.
Enam anak Negro bermain sarang lebah;
Seorang tersengat tinggal lima.
Lima anak Negro ke pengadilan;
Seorang ke kedutaan, tinggal empat.
Empat anak Negro pergi ke laut;
Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.
Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang;
Seorang diterkam beruang, tinggal dua.
Dua anak Negro duduk berjemur;
Seoranghangus, tinggal satu.
Seorang anak Negro yang sendirian;
Menggantung diri, habislah sudah.
Cerita berlanjut dengan usaha setiap orang untuk mempertahankan diri, namun gagal. Pembunuhan demi pembunuhan terus terjadi. Siapakah pembunuhnya? Apakah orang yang terakhir?

Novelnya mungkin tegang dan menakutkan kalau saya tidak mengintip halaman terakhir di tengah-tengah cerita. Penasaran soalnya. Haha.

Oke lanjut ke buku kedua. Buku kedua saya dapat GRaTis dari Yustin karena bala bantuan yang saya kerahkan memenangkan kuis ini. Haha work smart!

Buku berjudul My Stupid Boss ini merupakan adaptasi dari blog chaosatwork.blogspot.com. Buku ini menceritakan pengalaman-pengalaman Mbak Chaos yang bekerja sebagai TKI di Malaysia dengan Bos nya yang dodol. Lucu pastinya. Saya saja selalu menanti postingan barunya. Ayo dibaca, saya sure, pasti, yakin anda akan terbahak-bahak di atas penderitaan orang lain dan berpikir ulang untuk berhenti kerrja. Ternyata eh ternyata bos anda bukan mahluk paling menyebalkan.
Post a Comment