SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

29 April 2010

Tagged Under: ,

Sate Pak Gino (Bandung)

Share

Jadi ceritanya saya suka banget makan sate kambing, yang dagingnya aja, ga pakai lemak atau jeroan. Lemak dan jeroan itu masih bau kambing menurut saya. Favorit saya sate kambing dekat rumah tante di Rawamangun-Jakarta. Uhhh tiap berkunjung ke sana saya pasti menyeret kakak untuk makan sate kambing. Iyaaa minta dibayarin juga. Itulah enaknya jadi adik. Hahaha.

Di bandung belum pernah ketemu yang enak. Saya pernah mencoba Sate Anggrek. Enak. Murah. Besar. Setengah porsi aja udah kenyang. Tapi dingin. Ga dipanasin lagi. Mmm kebayang dong makan daging kambing dingin-dingin. Tiga kali kesana ga bikin saya makin ketagihan. Eneg.

Jadilah saya mencoba Pak Gino. Ini sate terkenal di Bandung looohhh. Waktu itu saya datang menjelang tengah malam, dan hebatnya satenya tetap dibakar dulu. Ga seperti Sate Anggrek yang udah distok dan baru dikecap kalau ada yang pesan. Dihidangkan di hot plate.. jadi tetap panas.. uhhh love it.

Rasanya juga enak.. ga bau kambing. Uhhh *ngeces lagi* Porsinya gede.. tapi tetap habis. Yak tengah malam makan kambing... Ga sehaaattt!




Pilihan bumbunya... slurrrppp



Saya juga memesan tongseng kambing.. dan.. yang juara tetap satenya. Tongsengnya manis dan rasanya kog seperti pakai bumbu instan ya? Apa bumbu instan itu yang oke punya hingga mirip aslinya?



Buat yang ga suka kambing, disini juga disediakan ayam dan sapi. Terus kalau mau mewah ada kambing gulingggg... pengen nyoba.



Cuma karena dimasak dulu, nunggunya agak lama. Cukup lama hingga saya bisa menggila. Hahaha.



Kesimpulan: WAJIB COBA UNTUNG PENGGEMAR KAMBING.

Lokasi : Jl. Sunda no 76 Bandung
Menu : terkenal dengan sate kambingnya. disini juga sedia kambing guling dan aqiqah
Harga : mulai dari 24.000 untuk 10 tusuk
Post a Comment