SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

29 April 2010

Tagged Under: , ,

VOC, Inovasi Terbaik Belanda (2)

Share




Artikel ini merupakan lanjutan dari "VOC, Inovasi Terbaik Belanda (1)". Di artikel sebelumnya si capcai membahas lima hal yang Belanda banget. Silahkan dilihat dan dikomentari dulu *kalau belum*.

Kog praktek monopoli dibanggain sih?

Sebenarnya saat itu seluruh perdagangan di dunia bertujuan untuk melakukan monopoli. Perdagangan dengan kekerasan senjata juga merupakan hal yang lumrah. Tidak hanya dilakukan oleh Portugal, Spanyol dan Inggris. Raja-raja di Indonesia seperti Sultan Iskandar Muda dari Aceh dan Sultan Agung dari Mataram juga melakukan praktek "perdagangan" seperti ini. Monopoli yang mereka lakukan juga menelan korban jiwa yang besar loh.

Bahkan sangking ganasnya Sultan Agung dalam mempertahankan monopoli dagangnya di Jawa, ia dijuluki "Genghis Khan dari Jawa". Armada Sultan Iskandar Muda juga mendeportasi, membunuh, dan membakari penduduk di pantai Malaya untuk menjaga harga rempah. Terdengar mirip praktek Hongi-nya Belanda kan?

Jadi praktek monopoli itu bukan hanya dilakukan VOC, namun hanya VOC yang paling berhasil menerapkannya di Indonesia.


Lalu gimana politik adu dombanya?

Pernah dengar Perang Bubat[1]? Perang ini ceritanya terjadi karena Gajah Mada mengadu domba kerajaan Sunda dengan Majapahit. Puteri Dyah Pitaloka Citraresmi yang tadinya dibawa sebagai pengantin Hayam Wuruk malah diminta sebagai tanda takluk kerjaan Sunda kepada Majapahit. See adu domba di Indonesia sudah ada sebelum VOC berdiri. Cuma -sekali lagi- hanya VOC yang berhasil menguasai Indonesia dengan politik adu dombanya.

Indonesia itu suku bangsanya sangat beragam, kondisi ekonomi dan budayanya juga beragam. Ini merupakan lahan yang sangat subur untuk menerapkan politik adu domba. Ga usah dulu, sekarang saja bentuknya masih ada. Pembentukan propinsi-propinsi baru yang melahirkan raja-raja baru? Ga beda jauh dengan keinginan golongan priyayi menjadi sultan-sultan baru di masa VOC. Coba ketik “politik adu domba voc” atau “divide et empera” di Google, anda akan mendapatkan banyak link yang membahas bagaimana politik dulu dan sekarang masih menggunakan adu domba. Investasi terhadap politik adu domba[2] tetap akan selalu ada selama pemberian label terhadap grup-grup tertentu masih dilakukan.

Inovasi hebat melahirkan inovasi hebat lainnya

Untuk memfasilitasi aktivitas perekonomian yang meningkat, Belanda mendirikan The Amsterdam Exchange Bank[3] yang merupakan cikal bakal sistem keuangan modern. Bank yang terkenal sebagai "the safest and the most reliable and efficient bank in northern Europe" ini adalah bank pertama yang mengeluarkan selembar kertas yang bisa diperdagangkan dan menghasilkan keuntungan kalau disimpan dalam jangka tertentu. Namanya bank money. Kalau sekarang sejenis obligasi[4] gitu.

Ini adalah salah satu inovasi hebat yang berawal dari VOC, selain bendungan dan kincir angin tadi. Saat kuliah saya belajar bahwa kebutuhan fisik seperti makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia. Singkatnya kebutuhan pokok kita adalah uang. Karenanya saya percaya untuk memajukan sebuah negara, perekonomian harus stabil. Jangan harap orang yang mau makan aja susah terpikir untuk menyekolahkan anaknya. Apalagi berharap penduduknya bisa menjadi menjadi penemu, peraih nobel, peneliti, pelukis hebat, dan orang-orang hebat lainnya yang merubah dunia.


Apa sih yang bisa kita pelajari dari sejarah VOC ini?


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat

[2] http://awigra.blogspot.com/2007/07/menyusur-kawasan-pecinan-lama.html

[3] http://aansetia.wordpress.com/2010/01/14/perusahaan-yang-mengubah-dunia-bagian-2-selesai/#more-455

[4] http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/obligasi-pengertian-karakteristik-dan.html

Post a Comment