SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

30 April 2010

Tagged Under: , ,

VOC, Inovasi Terbaik Belanda (3)

Share




Di dua artikel sebelumnya si Capcai membahas lima hal yang Belanda banget menurutnya dan mengapa VOC merupakan inovasi terbaik dari sudut wajan eh pandang Capcai. Kalau belum membaca kedua artikel tersebut silahkan dibaca dulu ya.

Apa sih yang bisa kita pelajari dari sejarah VOC?

1. Dukungan Pemerintah mendorong Perekonomian

East India Company tidak dapat mengimbangi VOC karena tidak memiliki kapasitas eksekusi, kelemahan organisasi dan kurangnya dukungan pemerintah Inggris. Pemerintah sebagai regulator harus menciptakan iklim perekonomian yang kondusif. Birokrasi yang efesien, biaya yang minimal, jalan yang bagus, keamanan, perlindungan terhadap usaha kecil, perlindungan terhadap produksi dalam negeri, dan banyak lagi.

2. Kemampuan Berwirausaha.

VOC berjaya karena cermat mengenali kelemahan lawan dan memanfaatkannya dengan cepat. Peluang bisa muncul kapan saja dan di mana saja, persoalannya adalah bagaimana menemukannya pada saat yang tepat dan mengeksploitasinya secara cepat sebelum ia hilang. Semua orang, perusahaan, dan negara perlu menguasai keahlian ini. Makin banyak orang yang berwirausaha, jumlah pengangguran akan semakin menurun. Makin banyak perusahaan kecil berkembang menjadi besar, perekonomian negara akan semakin maju. Semakin kompetitif negaranya, waahh semakin sejahtera rakyatnya.

Kalau masih belum percaya Belanda itu pembisnis hebat coba Anda lihat ke dapur, lihat ke kamar mandi dan lihat alat kosmetik anda. Berapa persen yang bukan produk Unilever?

Di saya semuanya dari unilever *haha*.

Kalau saya menyebutkan Mie ABC dan kecap ABC anda pasti langsung tahu produk-produk tersebut berasal dari perusahaan yang sama. Tapi kalau saya sebut Citra, Dove, Lux atau Lifebuoy apakah anda tahu kalau mereka adalah produk unilever? Kalau shampo clear dan sunsilk? Sama itu masih produksinya Unilever loh. Gimana kaget? hihi


Dari semua produk diatas berapa produk yang tidak anda sangka merupakan produk Unilever?

Gambar diambil dari web Unilever Indonesia

Strategi yang dijalankan perusahaan dengan 163.000 karyawan dan penjualan di 170 negara ini adalah membuat berbagai macam produk untuk semua jenis kelamin, beragam usia, tingkat pendapatan berapa saja, dengan kemasan yang secara regular diubah.

Tanpa sadar konsumen memenuhi rumahnya dengan produk perusahaan. Packaging yang terus diubah membujuk konsumen untuk terus mencoba produk “baru”. Strategi ini juga menyelamatkan perusahaan jika terjadi pemboikotan produk. Mau memboikot ABC akan jauh lebih muda daripada memboikot Unilever. Strategi yang sangat-sangat cerdas kan?

3. Kembangkan usaha dahulu, baru nikmati

Perjanjian saat VOC didirikan menyebutkan pembagian dividen dilakukan setelah 20 tahun. Keuntungan yang ada direncanakan dan digunakan untuk mengembangkan perusahaan terlebih dahulu. Bukan untuk mensejahterakan pemegang saham.

Disini kita belajar saat mendirikan usaha, keuntungan yang ada harus diputar untuk menambah modal kerja, baru setelah mapan dapat digunakan untuk menyenangkan pemilik. Negara pun harusnya seperti itu, pendapatan yang ada harusnya digunakan untuk membangun industri, sekolah, jalan, dan lain-lain, bukan untuk pembelian rumah dinas, mobil dinas dan barang-barang konsumsi lainnya.

4. Kerjasama antar Negara

Kolonial sudah mengkapling-kapling dunia dengan Perjanjian Tordesillas. Perjanjian ini memberi hak monopoli kepada Spanyol dan Portugis guna menyebarkan agama Ketika Inggris dan Belanda tidak mengakui perjanjian ini , maka perjanjian yang lebih spesifik dibuat. Misal nya Inggris tidak diperbolehkan ke Amerika Selatan sementara Spayol dilarang ke India.

Itu pentingnya kita bergabung dengan ASEAN.

5. Persatuan dan Kesatuan itu penting

Politik adu domba berhasil melemahkan kita, karenanya semua orang pasti memahami pentingnya persatuan. Bukan hanya skala negara loh, dalam perusahaan juga. Jangan mau dipecah belah oleh pesaing. Kondisi negara atau perusahaan yang sudah terpecah belah dan saling curiga tidak akan bertahan dari gempuran pesaing, apalagi mampu berinovasi dan memimpin pasar.

6. Korupsi dan kondisi politik yang tidak stabil menghancurkan ekonomi

VOC kolaps karena korupsi pejabat yang menyebabkan pengeluaran jauh lebih besar ketimbang pemasukan. Pemasukan VOC juga berkurang karena sebagian besar pelayaran terancam dirampok oleh pelaut Inggris atau Spanyol. Saat itu semua kapal milik musuh boleh dirampas.

7. Ilmu, Belajar, dan kreatif


Tentunya masih banyak hal-hal yang bisa kita pelajari dari sejarah VOC ini, namun saya suka miris melihat komentar “ngapain sih memuji bahkan belajar dari penjajah”. Ayo dong jadi orang-orang yang tidak membiarkan sejarah masa lalu mengganjal langkah masa depan. Ilmu itu kan bisa didapat dari siapa saja.

Seperti kata Pak Kwik Kian Gie:

“VOC telah meletakkan landasan untuk sebuah negara yang modern dengan rumah tangga bangsa yang teratur, seperti pembukuan, catatan harian, pegawai negeri tetap, pembagian fungsi-fungsi yang jelas, penganggaran, sistem perpajakan, struktur kepengurusan dan pertanggungjawaban. VOC adalah pendahulu dari sebuah negara yang modern."

Lagipula Belanda itu jendela Eropa untuk melihat Indonesia. Belanda memperkenalkan Indonesia dengan nama jalan dan restorannya. Indonesia loh.. Indonesia bukan Bali.

Jadi ayo hilangkan trauma akan penjajahan ini, hilangkan dendam dan melangkah maju. Maafkan tapi jangan lupakan, ini pelajaran emas yang kita dapat dengan cara paling pahit.

--------------------------------------------------------------------------------------------------


Ngomong-ngomong apa sih lima hal yang Belanda banget versi kamu? Dan apa keunggulan VOC yang bisa kita pelajari menurut kamu? Let me know ya!

Post a Comment