SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

17 September 2010

Tagged Under:

Pulang

Share


touchdown Palembang!

Lebaran sudah lewat. Rendang sudah habis. Baju baru sudah 3 kali dicuci. Oleh-oleh sudah dibagikan.

Saya pun sudah di Bandung. Iya kemarin-kemarin saya lebaran di Palembang. Menyaksikan takbiran di atas pesawat. Indah. Dimana-mana kembang api warna-warni berkelap-kelip lalu hilang.


Palembang dari udara. Kumpulan lampu itu Benteng Kuto Besak

Tahun ini tidak ada wisata kuliner ke Pempek Cak Bakar dan martabak Har serta es kacang. Tidak ada foto-foto di Benteng Kuto Besak maupun di jembatan Ampera. Rencana ke Pulau Kemarau pun batal karena tidak menyediakan pelampung.


Masjid Agung Palembang

Yang ada mengunjungi Mbah Betino di Baturaja. Foto-foto di air mancur warna-warni di depan Mesjid Agung, dan menghabiskan pempek enak bikinan sendiri di rumah calon kakak ipar.


Air mancur warna-warni di depan Mesjid Agung Palembang

Seminggu sudah dan sayapun bisa menyentuh PC lagi. Liat-liat facebook. Liat-liat foto teman yang lebaran ke Lhokseumawe. Dan sayapun tersentak melihat teman berkata "Pulanglah kalian ke Lhokseumawe"

Iya saya kangen makan mie aceh di Jamuan. Seenaknya mie aceh di Bandung, mie aceh sana pedasnya lebih nampol. Porsinya lebih banyak.

Saya kangen makan kolak dingin dekat rel kereta saat saya sekolah di Medan.

Kangen makan gulai usus, tauco udang, paru dan limpa masakan Makbuk di Langsa.

Kangen jalan-jalan di Brastagi sambil minjam sweeter Ayah.

Tapi saya toh tidak merasa tidak pulang walau tidak ke Lhokseumawe, Medan, Langsa, dan Brastagi selama lebaran ini (dan lebaran-lebaran lalu).

Pulang itu ke rumah. Rumah itu dimana hati saya berada. Dimana hatimu berada. Rumah itu dimana ada kita. Saya, kamu, dan jendral kancil. Saat ini. Dan itu selalu ada di setiap lebaran.

Saya sudah di rumah.
Post a Comment