SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

28 October 2010

Doa terbaik adalah sabar

28 October 2010 capcai bakar



November nanti saya sudah setahun lulus sarjana. Berarti sudah dua tahun lebih cari kerja. Iya saya cari kerja jauh sebelum lulus. Siapa sih yang ga mau begitu lulus langsung kerja? Itu kan impian semua pencari kerja.

Awalnya saya hanya mencoba perusahaan besar saja. Itupun masih milih-milih. Perusahaan yang begini bukan yang begitu. Setengah tahun dan tidak membawa hasil sayapun beralih ke semua perusahaan besar walau bisnisnya tidak sesuai nurani. Masih belum ada hasil, saya sempat menurunkan ekspektasi dan mulai pakai prinsip "Apapun jadi yang penting kerja"

Untungnya tidak lama. Yang membuat saya sadar adalah saat ini saya mencari kerja bukan didesak kebutuhan finansial dan saya tahu kalau saya punya potensi lebih dari itu. Saya bisa dan pasti mampu mendapat apa yang saya inginkan. Belum pandai menjualnya saja.

Mimpi saya ketinggian? Cita-cita kerja di perusahaan ternama ga ada apa-apanya dibanding mimpi jadi pacarnya Prince William. Kalau saya berani bermimipi jadi pacar pangeran ganteng itu kenapa saya tidak berani bermimpi menjadi karyawan yang saat saya sebut namanya orang yang mendengarkan bisa mendecak kagum?

Jadi saat ada orang yang menganggap saya tidak berusaha, kehilangan semangat, lalu mentertawakan usaha saya, wajar rasanya kalau saya kesal. Kecewa sebenarnya. Apalagi kalau alasannya untuk memotivasi saya.

Sini saya kasih tahu, saya Leo. Dimotivasi dengan pujian. Merendahkan dan mentertawakan saya hanya membuat saya gundah, resah, kehilangan semangat dan tidak percaya diri. Seperti sekarang.

Saya tidak minta apapun. Meminta didoakan saja rasanya takut ditertawakan. Tidak minta disanjung dan dibanggakan. Minta bersabar juga tidak. Tapi tolong ingat kalau saya terus berusaha dan tidak kehilangan semangat (sebelumnya, beberapa hari ini perlu ditampar lagi biar sadar).

Doa terbaik adalah sabar. Sabar karena jalan yang saya tempuh belum terlihat ujungnya. Sabar karena orang-orang yang saya sayangi pun bisa menjatuhkan saya.


27 October 2010

Tabunganku

27 October 2010 capcai bakar


Dalam rangka mewujudkan impian punya rumah berhalaman besar dengan kolam renang dan trampolin saya mulai mencoba-coba berbagai jenis investasi. Sejak baca postingannya Ms Tyaa saya jadi ingin membuat akun Tabunganku karena jenis rekening ini tidak menyediakan ATM (jadi tidak bisa kapan saja diambil, harus memantapkan niat ke Bank yang mana bikin malas kalau tidak perlu sekali) dan tidak ada potongan biaya bulanan. Yak sebagai (mantan) mahasiswi cantik yang saldo rekening tiap bulannya minimun, potongan biaya bulanan itu bikin nyesek jendral. Bunga ga dapat duit kepotong terus.

Jadi pergilah saya ke CIMB Niaga (tadinya mau ke BNI apa daya Niaga ini sebelahan dengan supermarket besar) membawa KTP dan diri. Buka rekening, bret..bret.. voila jadi sudah.

Sayangnya bunganya kecil nih (woiii riba!) hanya 1% per tahun. Jadi kalau saya menabung seratus ribu setiap bulan di akhir tahun uangnya cuma nambah Rp 12.000 ? Jleb! Investasi apa ini. Jadilah saya memutuskan rekening ini jadi tempat menyisihkan zakat saja.

Iya saya mau meniru Bapak yang selalu menyisihkan zakat di kaleng daripada memberi ke badan Amil. Setiap ada tetangga yang kesusahan, Bapak akan segera membantu dari si kaleng. Begitu juga kalau ada jalan yang rusak dekat rumah, kaleng inilah yang dibongkar. Kan kita dianjurkan untuk membantu yang dekat-dekat dahulu.. betul tidak?

Informasi lain:
  1. Dapat handuk sebagai welcoming bag (?)
  2. setoran awal dan jumlah saldo minimal Rp 20.000
  3. Setoran selanjutnya minimal Rp 10.000
  4. minimal penarikan di counter Rp 100.000
  5. saldo Rp 0 - 500.000 tidak mendapat bunga
  6. saldo Rp 500.000 - 1.000.000 bunganya 0,25% pertahun
  7. saldo diatas Rp 1.000.000 bunganya 1% setahun

22 October 2010

Baterai Bekas Dibuang Sayang

22 October 2010 capcai bakar

Alkisah suatu hari Neng Capcai yang hot-hot spicy ini mampir ke milisnya BBV (Bandung Blog Village), lirik punya lirik loh.. kog.. ada lomba cihui tentang greenlifestyle dari kumkum.dagdigdug.com. Niat awal ikutan..malah jadi browsing-browsing tips-tips gaya hidup hijau pro lingkungan ini. Banyak tips bagus dari mereka loh.

Artikel yang paling saya suka adalah tentang baterai bekas ini. Saya tau sih kalau baterai itu ga boleh dibuang ke tempat sampah.. karena bisa meledak. Haha. Neng Capcai memang lucu.. dia kira baterai itu hair spray. Ternyata oh ternyata menurut artikel itu baterai itu mengandung banyak logam berat berbahaya yang bisa mencemari air dan tanah. Jadi sampahnya harus dikelola dengan benar. Nah lo. Trus baterainya mau diapain? dijadiin mainan Nandra? Secara pengelolaan sampah di RT RW saya masih tradisionil.

Jangan takut jangan gundah.. beruntunglah saya tinggal di Bandung karena sampah baterai itu bisa dikumpulkan di

Tobucil
Jl. Aceh no.56
Telp: 022 - 426 1548
cp: Tarlen

Yayasan Kontak Indonesia
Jl. KHA Dahlan No. 67
Telp: 022 - 723 0735
cp: Endy

Nanti sampah baterai-baterai itu sama mereka komponen baterainya didaur ulang, sementara komponen seperti kadmium dan mangan akan dinetralisir dan kemudian dikubur dengan mekanisme yang sudah memenuhi standar manajemen limbah agar tidak mencemari air tanah.

Ahay keren ya.. Lah di kota lain gimana? Sayangnya baru ada di Jakarta dan Bandung nih. selain kedua kota tersebut saya sarankan untuk mengumpulkan baterainya secara kolektif (sebarkan ke RT RW kalau mampu haha) dan kirim aja via Tiki ke alamat-alamat tersebut. Repot ya? Gpp.. kan demi lingkungan ini.. demi anak cucu kita.

20 October 2010

Pengasuh dan orang tua

20 October 2010 capcai bakar



Beberapa waktu lalu timeline facebook dan twitter saya penuh dengan pembahasan pengasuh versus Ibu. Berawal dari pembahasan wajah anak makin lama akan mirip pengasuh, anak yang memanggil pengasuhnya dengan sebutan mama, sampai kesimpulan ibu-ibu yang menggunakan pengasuh membagi pahalanya.

Saya mendadak ngilu. Lalu sedih. Kenapa sih manusia gampang sekali menghakimi manusia lain, mudah sekali melabeli orang lain.

Cerita setiap orang tidak sama, karena itu tidak adil rasanya menghakimi seseorang berdasarkan ukuran kita.

Tidak percaya? Hamil anak pertama dengan anak kedua saja bisa beda. Mungkin kehamilan yang pertama tanpa mual, capek, dan ngidam. Namun begitu hamil anak kedua jadi muntah tiada henti, pingsan beberapa kali, dan mengidam banyak hal (Melirik kakak dan Rika). Ini kejadian pada satu individu yang standarnya terhadap rasa sakit, capek, dan kuat sama.

Kalau sudah tahu begini mana berani saya dengan sombong bilang si anu hamilnya manja, Si itu ga becus ngurus anak karena anaknya rewel melulu, ibu yang tidak memberi asi eksklusif bukan ibu yang baik, ibu yang caesar pahalanya setengah, yang pakai catering buat anak bayinya malas, ngurus anak lebih susah ketimbang melihara hewan, dan ibu-ibu yang pakai pengasuh bukan ibu sejati?

Mari saya ceritakan tentang Mama saya, ibu empat orang anak dengan dua pembantu.

Mama bekerja sebagai karyawan. Pergi jam 8 pulang jam 5, harus menghadiri rapat di malam hari, dan dinas ke luar kota berhari-hari. Kami juga pernah ditinggal mama sekolah ke luar negeri. Adik saya masih bayi saat itu.

Lalu apa saya jadi lebih dekat ke pengasuh-pengasuh saya? Hanya ada beberapa yang saya ingat namanya. Muka saya mirip mereka? berani sumpah saya versi lebih cantiknya dari si Mama *narsis*

Kenangan bersama pengasuh-pengasuh saya pun lebih banyak yang buruk. Bagaimana mereka mengusir teman-teman yang datang ke rumah, bagaimana mereka mencuci pantat adik saya dengan kaki, menyeretnya di aspal panas agar ia pulang ke rumah, mencubitnya kalau tidak mau makan, dan banyak lagi.

Lalu apa saya punya kenangan lebih sedikit tentang Mama?

Tidak. Kalau saya tidak punya banyak kenangan dengan Mama tidak mungkin saya menulis cerita ini.

Mama selalu menelpon ke rumah setiap pukul dua siang, menanyakan saya. Apakah saya sudah pulang? Sudah makan? Makanannya enak?

Setiap saya pulang sekolah, makanan akan tersaji rapi di meja makan. Mama selalu memindahkan makanan ke wadah baru setiap kita selesai makan. Biar kesannya makanan tersebut belum dimakan orang lain. Biar saya, anaknya, merasa saya orang pertama yang makan.

Walau sudah punya pembantu dua, mama tetap memasak makanan kami setiap hari. Pembantu cuma bertugas menyiapkan bahan-bahannya. Di akhir minggu mama juga yang membuat berbagai macam cemilan. Mulai roti, donat, kue-kue, keripik, dan banyak lagi.

Pulang kerja mama akan menyempatkan waktu mengajar saya dan kakak. Mama pintar matematika, kimia, dan kesenian.

Saat mama harus ke luar negeri mama selalu mengirim surat. Setiap anak dapat satu. Buat adik saya yang masih bayi, suratnya akan dibacakan papa. Pulang dari sana saya dapat boneka barbie (satu-satunya boneka barbie yang pernah saya miliki) beserta kudanya juga boneka dengan pakaian tradisional Swiss.

Saat mama dan papa dinas ke luar kota, saya selalu menanti dibangunkan malam-malam saat mereka kembali. Dibagikan oleh-oleh saat mengantuk. Mama lebih senang membawakan makanan. Papa lebih suka membawakan baju dan buku. Dari papa saya kenal Pramoedya Ananta Toer.

Setiap minggu saya dipaksa (iya dipaksa.. dulu saya anak rumahan... ga suka pergi-pergi) ikut senam aerobik di komplek, bersepeda melewati sawah, belajar golf, tenis, roller blade, bulutangkis, dan banyak lagi.

Saya juga pernah menemani mama yang menyetrika baju-baju si bungsu yang baru lahir. Tengah malam, tiap hari. Padahal beliau bisa saja menyuruh pembantu kami.

Ada sih beberapa kejadian dimana saya merasa kehilangan Papa dan Mama.

Saat mereka lupa ulang tahun saya. Saya ngambek. Tidak mau keluar kamar sampai mereka menyelipkan ucapan selamat ulang tahun lewat bawah pintu. Saya juga pernah ngambek karena mama dan papa berangkat kerja tanpa mendoakan saya, padahal saya akan mengikuti perlombaan penting. Pulang dari lomba saya letakkan piala itu di kamar Mama. Saat mama kembali dari kantor, beliau kaget dan bertanya ini piala apa, maka saya akan menjawab sambil bersungut-sungut. Nanti kapan-kapan mama dan papa akan bercerita ke orang lain bagaimana anaknya memenangkan piala ini. Dengan bangga.

Bukan sekali dua kali saya ingin mama berhenti memasak di dapur, membiarkan pembantu yang mengambil alih, agar ia bisa menonton film bersama kami di ruang tivi. Ingin bilang "Mamaaa kesini.. santai sama kami." Tapi mama bertekad memberikan anaknya apa yang didapat anak-anak lain yang ibunya di rumah.

Apa saya lebih senang kalau punya mama yang tinggal di rumah? Mama saya sempat dirumahkan karena BUMN tempat ia bekerja berhenti beroperasi dan saya bisa bilang saya lebih suka melihat mama yang bekerja ketimbang yang duduk manis di teras berbincang masalah emak-emak.

Apa saya lebih sukses dan pintar kalau mama saya di rumah? Ehm! Saya pintar loh.. sukses juga. Cuma belum dapat kerja aja. ;p

Setelah dengar cerita saya, apa anda masih bisa bilang Mama saya, Papa saya membuang-buang pahala dan uangnya percuma?

Ibu mana sih yang ga sedih lihat anaknya memilih berlari ke pelukan pengasuh saat menangis ketimbang lari ke pelukan dia? Ibu mana yang tidak ngilu hatinya saat anaknya memanggil sang pengasuh "Mama"?

Lihat sisi baiknya dong, Ibu itu dapat pengasuh yang baik dan menyayangi anaknya dengan tulus, sampai-sampai si anak merasa nyaman. Tidak bisa ya berbahagia untuk ibu itu? Susah loh dapat pengasuh yang baik ditengah gencarnya berita pengasuh yang memperlakukan anak majikan sekehendak hatinya.

Jadi kalau nanti anda melihat seorang anak yang lengket dengan pengasuhnya sementara orang tuanya makan enak diujung sana.. berhenti menghakimi! Anda tidak tahu cerita mereka. We never been in their shoes.

Duo Hippo Dinamis dan Married with Brondong




Ingat buku-buku yang belum selesai saya baca dan janji tidak akan membeli buku baru sebelum buku-buku itu selesai dibaca? Ingat? Yak.. janji tinggal janji. Belum ada satupun dari buku-buku itu yang sudah saya selesaikan saat saya menyerah kalah oleh godaan dua novel grafis ini. Ampuni Capcai ya Allah.

Dua buku ini walau namanya bawa-bawa kata novel, bacanya sebentar aja. Selesai baca masih ada rasa tidak puas. Iya kalau biasa baca buku tebal (ehm! seperti saya) begitu baca buku tipis berasa masih lapar. Masih mau lagi. Tapi apa daya.. lagi tidak selera menyelesaikan buku-buku tebal itu. Silahkan kemplang pembaca bertingkah ini.


Duo Hippo Dinamis, Tersesat di Byzantium

Penulis : Duo Hippo, Trinity dan Erastiany. Blog dua hippo bisa dilihat disini
Tukang gambar : Sheila Roswita
Penerbit : b first
Harga : Rp 29.250 (Togamas)



Buku sebelah kanan tiada lain tiada bukan karya backpacker sekaligus blogger terkenal, Mbak Trinity, pemilik blog naked-traveler.com. Setelah mengeluarkan dua buah buku yang disadur dari blognya sekarang Trinity bersama Nina (teman jalan yang sering muncul di cerita TNT) mengeluarkan novel grafis ini. Isinya lebih detail dari novel maupun blognya, jadi kalau sudah punya dua novel terdahulu dan pembaca setia blognya, membeli novel grafis ini tidak rugi. Gambarnya juga bagus banget.


Pada bagian pertama ini DHD menceritakan petualang mereka di Turki, tersesat di pasar, salah kostum saat mencoba pemandian tradisional turki, bertemu kriminil tapi baik hati yang mengajak mereka jalan-jalan, bertandang di rumah penduduk lokal yang tetap menjamu mereka dengan baik walau kondisi keuangan lagi sulit, dan masih banyak lagi.


Married with Brondong

Gambar dan cerita : Mira Rahman dan Vbi Djenggotan, blog mereka bisa dibaca disini
Penerbit : bikumiku
Harga : Rp 23.450 (Togamas)


Novel grafis ini bercerita tentang pernikahan Bo dan Jo yang usianya terpaut tujuh tahun. yang lebih dahulu lahir tentu terbaca dari judulnya kan? Edisi pertama ini menceritakan bagaimana mereka bertemu, jatuh cinta, memutuskan menikah dalam tempo sesingkat-singkatnya, dan kisah pengantin baru lainnya.


Banyak bagian dari buku ini yang saya suka. Tersenyum-senyum sendiri sampai menangis. Uhh bagus banget. Ceritanya memang tentang kehidupan mereka sehari-hari tapi dituturkan tanpa menggurui apalagi menyombong. Bagus pisan lah. Mau spoiler sedikit tapi takut merusak suasana saat membaca pertama kali. Pokoknya buku ini cocok sekali buat yang sedang mencari jodoh. Ayoo dibeli!


Oh ya kalau mau lebih hemat, kedua buku ini bisa dibeli di bikumiku.com hanya seharga Rp 58.000 saja. Kalau di Togamas cuma Rp 52.700 .


By the way busway.. setelah kedua buku ini saya lalu membeli dua buah buku lagi dan sudah selesai membacanya sebelum tumpukan buku yang dijanjikan itu selesai dibaca. Ampuni Capcai ya Allah.Hahaha.

Next in Capcai Sedang Merekomendasikan :)0

15 October 2010

Capcai First Moon Cake

15 October 2010 capcai bakar



Saya sebelumnya tidak pernah tahu apa itu Moon Cake, apalagi memakannya. Belum pernah. jadi ini moon cake pertama yang saya beli dan saya makan. Pemakan yang baik harus tahu cerita dibalik setiap makanannya (padahal alasan sebenarnya biar postingan kali ini bisa sedikit lebih panjang)

Alkisah dulu bumi memiliki delapan matahari yang menyebabkan kekeringan dimana-mana. Untunglah seorang ksatria hebat berhasil memanah tujuh matahari lainnya sehingga dunia kita jadi seperti ini. Kebayang kalau tidak. Atas keberhasilan sang ksatria, Kaisar cina menghadiahkan ia pil panjang umur yang naasnya ditelan oleh si kekasih hati belahan jiwa. Kekasihnya ksatria bukan kaisar ya. Sang kekasih meraih keabadian dengan menjadi Dewi Bulan. Ksatria yang memendam rindu akan menunggu kekasihnya menampakkan diri di bulan setiap tanggal 15 bulan kedelapan (tahun imlek). Kenapa tanggal ini? Karena konon kecantikan kekasihnya menyempurna pada pertengahan bulan. Sambil menunggu sang ksatria akan meminum teh dan memakan kue.

Kebiasaan ini terus dilanjutkan oleh orang Tiongha, walau dengan alasan yang lebih kurang romantis. Para petani mempersembahkan kue bulan kepada dewi bulan sebagai ucapan terima kasih akan hasil panen yang berlimpah. Kue bulan pun menjadi simbol kemakmuran dan panjang umur yang disajikan pada Perayaan Musim Gugur, masa panen disana.

Bahkan pada masa pemberontakan kaum petani terhadap kaisar, pesan-pesan rahasia yang mencantumkan tanggal pemberontakan disembunyikan di dalam kue ini lalu dibagikan kepada semua petani di Cina.

------------Akhir pelajaran sejarah-------------

Perayaan musim gugur tahun ini jatuhnya bersamaan dengan hari raya Idul Fitri. Pantas saja setiap saya bolak-balik ke Yogya (supermarket lokal yang terkenal di Bandung) petugasnya tidak mengetahui keberadaan si kue bulan. Padahal setiap ada festival cina seperti tahun baru imlek, Yogya menyediakan kue keranjang. Tertutup hingar bingar lebaran rupanya.

Suatu hari saya bertandang ke Yogya Ciwalk. Disana saya menemukan setumpuk kue bulan di dekat pintu masuk. Bentuknya seperti bakpia, hanya lebih besar. Karena ragu ( saya belum pernah tahu apalagi melihat kue ini, jadi bentuknya saja tidak terbayang) saya pun bertanya apakah Jogya menyediakan mooncake. Si Mbak-mbak dengan yakin menjawab tidak. Huh.. hilang sudah harapan mendapatkan kue ini.

Tapi saya masih penasaran. Insting saya yakin betul kalau kue yang tadi saya lihat adalah kue bulan. Saya lalu memutari raknya mencari tulisan yang menerangkan mahluk apa yang mereka jual. Dan taraaaa... ada tulisan "Moon Cake" yang tersempil di bawah. Jauh dari jarak pandang yang dianjurkan tim marketing manapun.

Karena ini kue bulan pertama, saya tidak mau asal-asalan Saya mau yang paling bagus, kemasannya. Oh ya.. penampilan itu penting. Hihi. Karena perhitungan, saya cuma -mampu- membeli satu. Satu saja harganya Rp 48.000. Yap, terasa di kantong kan.



Saat dibuka saya terkesima dengan bagusnya kemasan kue ini. Kotaknya bagus sekali sehingga bisa dipakai untuk menyimpan peniti (eh). Begitu juga kemasan plastik yang membungkus si kue. Terasa mahalnya.

Untuk rasa, kue ini enak sekali apalagi dimakan sambil meminum teh pahit karena tingkat manisnya, MANIS BANGET. Manis, legit, kenyal, gurihnya biji teratai yang tersebar di dalam kue serta ukurannya yang besar benar-benar bikin saya puas. Sangking besarnya kue ini baru habis berhari-hari padahal dicemilin tiap hari.

Katagua
Saya suka dan mau lagi!
*melirik kantong lalu kedip-kedip genit ke pembaca*