SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

15 October 2010

Tagged Under: ,

Capcai First Moon Cake

Share



Saya sebelumnya tidak pernah tahu apa itu Moon Cake, apalagi memakannya. Belum pernah. jadi ini moon cake pertama yang saya beli dan saya makan. Pemakan yang baik harus tahu cerita dibalik setiap makanannya (padahal alasan sebenarnya biar postingan kali ini bisa sedikit lebih panjang)

Alkisah dulu bumi memiliki delapan matahari yang menyebabkan kekeringan dimana-mana. Untunglah seorang ksatria hebat berhasil memanah tujuh matahari lainnya sehingga dunia kita jadi seperti ini. Kebayang kalau tidak. Atas keberhasilan sang ksatria, Kaisar cina menghadiahkan ia pil panjang umur yang naasnya ditelan oleh si kekasih hati belahan jiwa. Kekasihnya ksatria bukan kaisar ya. Sang kekasih meraih keabadian dengan menjadi Dewi Bulan. Ksatria yang memendam rindu akan menunggu kekasihnya menampakkan diri di bulan setiap tanggal 15 bulan kedelapan (tahun imlek). Kenapa tanggal ini? Karena konon kecantikan kekasihnya menyempurna pada pertengahan bulan. Sambil menunggu sang ksatria akan meminum teh dan memakan kue.

Kebiasaan ini terus dilanjutkan oleh orang Tiongha, walau dengan alasan yang lebih kurang romantis. Para petani mempersembahkan kue bulan kepada dewi bulan sebagai ucapan terima kasih akan hasil panen yang berlimpah. Kue bulan pun menjadi simbol kemakmuran dan panjang umur yang disajikan pada Perayaan Musim Gugur, masa panen disana.

Bahkan pada masa pemberontakan kaum petani terhadap kaisar, pesan-pesan rahasia yang mencantumkan tanggal pemberontakan disembunyikan di dalam kue ini lalu dibagikan kepada semua petani di Cina.

------------Akhir pelajaran sejarah-------------

Perayaan musim gugur tahun ini jatuhnya bersamaan dengan hari raya Idul Fitri. Pantas saja setiap saya bolak-balik ke Yogya (supermarket lokal yang terkenal di Bandung) petugasnya tidak mengetahui keberadaan si kue bulan. Padahal setiap ada festival cina seperti tahun baru imlek, Yogya menyediakan kue keranjang. Tertutup hingar bingar lebaran rupanya.

Suatu hari saya bertandang ke Yogya Ciwalk. Disana saya menemukan setumpuk kue bulan di dekat pintu masuk. Bentuknya seperti bakpia, hanya lebih besar. Karena ragu ( saya belum pernah tahu apalagi melihat kue ini, jadi bentuknya saja tidak terbayang) saya pun bertanya apakah Jogya menyediakan mooncake. Si Mbak-mbak dengan yakin menjawab tidak. Huh.. hilang sudah harapan mendapatkan kue ini.

Tapi saya masih penasaran. Insting saya yakin betul kalau kue yang tadi saya lihat adalah kue bulan. Saya lalu memutari raknya mencari tulisan yang menerangkan mahluk apa yang mereka jual. Dan taraaaa... ada tulisan "Moon Cake" yang tersempil di bawah. Jauh dari jarak pandang yang dianjurkan tim marketing manapun.

Karena ini kue bulan pertama, saya tidak mau asal-asalan Saya mau yang paling bagus, kemasannya. Oh ya.. penampilan itu penting. Hihi. Karena perhitungan, saya cuma -mampu- membeli satu. Satu saja harganya Rp 48.000. Yap, terasa di kantong kan.



Saat dibuka saya terkesima dengan bagusnya kemasan kue ini. Kotaknya bagus sekali sehingga bisa dipakai untuk menyimpan peniti (eh). Begitu juga kemasan plastik yang membungkus si kue. Terasa mahalnya.

Untuk rasa, kue ini enak sekali apalagi dimakan sambil meminum teh pahit karena tingkat manisnya, MANIS BANGET. Manis, legit, kenyal, gurihnya biji teratai yang tersebar di dalam kue serta ukurannya yang besar benar-benar bikin saya puas. Sangking besarnya kue ini baru habis berhari-hari padahal dicemilin tiap hari.

Katagua
Saya suka dan mau lagi!
*melirik kantong lalu kedip-kedip genit ke pembaca*
Post a Comment