SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

03 December 2010

Tagged Under:

Storytyper, berbagi dengan jemari

Share



Sore ini saat sedang menelurusi timeline twitter, saya melihat beberapa akun memesan lagu ke radio-radio online. Saya pun teringat, kapan terakhir kali mendengar radio. SMA kelas 2 rasanya. Waktu Sogi masih jadi penyiar Dua Gembrot di Radio Oz, belum nampang di Extravaganza.

Saya bukan pecinta lagu. Rasa-rasanya kalau suatu saat saya beli Ipod itu lebih buat gaya-gayaan ketimbang ingin mendengarkan sekumpulan lagu. Mungkin karena suara saya super duper fals.

Kalau ada suatu masa, saya naksir berat sama om Ronan Keating itu lebih karena peer preasure teman-teman SMP. Semua teman saya punya boysband favorit. Backstreet Boy, The Moffats, Hanson, 98 degress, spice girls, etc. Mereka punya semua kasetnya, hafal liriknya, punya pin up personil-personilnya, loose leaf bergambar dan punya nama belakang mencaplok nama penyanyi kesayangan.

Biar dikata gaul, sayapun memantengin MTV tiap hari. Padahal dahulu ini channel terakhir yang saya lirik. Saya sukanya HBO.. hahahaha. Jadi setamat SMP, kegilaan saya menurun. Mendengarkan radio karena itulah satu-satunya hiburan saya selain buku. Lambat laun radio cuma jadi pajangan di tengah-tengah tumpukan buku yang makin menggunung.

Iya, saya mampu bertahan hidup berbulan-bulan tanpa mendengarkan satu lagu. Tapi kalau seminggu tidak main ke toko buku badan saya langsung meriang. Jadi entah apa rasanya kalau saya tidak bisa melihat. Tidak bisa membaca dan blogwalking. Karenanya saat Eka dan Reni membuat Storytyper, sebuah gerakan mengetik ulang berbagai cerita untuk teman-teman tunanetra, saya langsung jatuh cinta.

Mengetik ulang sebuah cerita ternyata merupakan 85% proses yang dibutuhkan untuk membuat literasi braille. Jadi semakin banyak cerita yang kita ketik ulang, semakin banyak pula bacaaan yang tersedia untuk teman-teman tunanetra.

Caranya mudah, kita tinggal memilih satu cerita dari 365 Cerita Dongeng Dunia Sepanjang Masa disini dengan cara meninggalkan komen di cerita yang kita pilih. Satu cerita hanya bisa dikerjakan oleh satu orang dalam jangka waktu sehari. Ketik ulang menggunakan huruf arial ukuran 12 lalu kirim hasil ketikan (dalam format doc) ke storytyper@gmail.com beserta nama lengkap, email, alamat facebook, dan id twitter. Lebih lengkap mengenai tat cara pengetikannya bisa dilihat disini.

Semua ketikan yang dibuat akan diedit dan disatukan lalu disumbangkan ke Yayasan Mitra Netra Jakarta. Mereka akan mengubah file ketikan alfabet biasa menjadi braille. Kemudian dicetak menggunakan mesin dan kertas khusus untuk buku braille. Selain dicetak juga akan disediakan dalam bentuk file untuk di download, untuk mempermudah yayasan tuna netra yang ada di seluruh Indonesia untuk mengakses sendiri kebutuhannya.

Mari berbagi! Lumayan kan sambil nunggu macet saat semua blog sudah dibaca, semua status sudah dikomentari, dan semua tweet sudah di RT.
Post a Comment