SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

31 December 2010

Tagged Under: ,

The Thirteenth Tale

Share

Penulis : Diane Setterfield
Harga : IDR 70. 000

Buku ini hasil pinjaman dari si Adek dengan embel-embel "Bagus banget loh Kak!" Awalnya saya pesimis, secara selera saya dengan si adek beda banget. Adek saya walau kemasannya cewek banget doyannya film horor. Bukan film vampir cina yang menyerang lawan dengan loncat-loncat lalu mati kutu saat ditempelin kertas kuning. tapi film horor yang banjir darah, musik yang ga bersahabat dengan jantung, dan gambar-gambar seram yang melekat di mata saat tidur sendiri di kamar gelap. Hiyahhh nonton kog bikin stres!

Si adek juga doyan mencari tahu bagaimana caranya memanggil dan mengabadikan kehadiran mahluk-mahluk halus. Sekarang kebayang kan gimana selera bacaan dia?Bukan saya banget singkatnya -singkat dari mana? dua paragraf gini-.

Jadilah buku ini terbengkalai beberapa lama sampai saya kehabisan bahan bacaan. Gambarpun terpaksa diambil dari solitudesolitaire karena buku yang dipinjam dari si Adek sudah lusuh ketindih-tindih beberapa buku baru dan kehilangan beberapa halaman.

Surprisingly buku ini beneran bagus. Saya tidak bisa berhenti membacanya. Coba adik saya bilang buku ini merupakan Best Book of 2006 nya konsumen Amazon. Dari awal meminjam pasti langsung dibaca. Saya memang label oriented. bwahahahaha.

The Thirteenth Tale atau Dongeng Ketiga Belas bercerita mengenai kisah hidup Vida Winter seorang pengarang novel-novel laris yang masa lalunya selalu menjadi misteri. Berlomba dengan penyakit yang mengerogoti nyawanya Vida Winter meminta Margaret Lea, pemilik toko buku antik, menulis biografinya.

Dongeng Ketiga Belas sendiri merupakan novel karangan Vida Winter yang hanya berisi 12 cerita dongeng yang kita kenal, namun diubahnya menjadi dongeng versi baru yang mengemparkan dunia. Sehingga saat membaca novel ini kita akan menemukan cerita dalam cerita, banyak rahasia dan dusta, kejujuran yang diberikan sepotong-sepotong, dan peristiwa-peristiwa yang saling mengait.

Kisah-kisah yang melibatkan anak-anak yang ditinggal ibunya, saudara yang kehilangan saudaranya, suami yang kehilangan istrinya, gadis cantik yang keras kepala, kakak lelaki yang sakit jiwa, cinta yang tidak umum, pengurus rumah yang renta, tukang kebun yang menyimpan rahasia penting, pengasuh anak yang memiliki hasrat terpendam, anak kembar yang sibuk di dunianya sendiri dan warga di sekitar rumah milik bangsawan yang besar dan konon berhantu itu.

Semua kisah diurai oleh Diane Setterfield dengan rangkaian kata yang sangat sangat sangat bagus. Menimbulkan imajinasi, rasa ingin tahu, dan pemahaman yang pelan-pelan dibangun. Saya suka banget. Baca deh.. dijamin ga nyesel. Kabarnya hak pembuatan film buku ini sudah dibeli oleh Heyday Films, produsen film-film Harry Potter, cuma belum ada kabar berita kapan akan tayang di bioskop-bioskop terdekat.
Kebencianku bukan terhadap pencinta kebenaran, melainkan pada kebenaran itu sendiri. Bantuan apa, penghiburan macam apa yang terkandung dalam kebenaran, jika dibandingkan dengan dongeng? Apa gunanya kebenaran, pada tengah malam, dalam kegelapan, ketika angin meraung seperti beruang dalam cerobong asap? Ketika kilat menerakan bayang-bayang di dinding kamar tidur dan hujan mengetuk-ngetuk jendela dengan kuku-kukunya yang panjang? Tidak. Ketika perasaan takut dan dingin membekukanmu menjadi patung di tempat tidur, jangan berharap kebenaran dengan tulangnya yang keras berbungkus kulit akan datang menolongmu. Karena yang kaubutuhkan adalah kenyamanan sebuah dongeng. Dusta yang memberikan perasaan aman yang membuai dan menenangkan.
Post a Comment