SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

24 January 2011

Tagged Under: ,

Bag of Bones, Sekantung Tulang-nya Stephen King

Share

Buku ini saya dapat gratisan sebagai komentator ke 30 di postingan jeng Keblug yang ini. Dapatnya tahun lalu, bulan Juli. Selesai bacanya tahun lalu juga. Pertengahan Desember tapi. Hahaha. Nulis reviewnya yang baru sempat tahun ini.

Saya sepertinya belum pernah baca karya Stephen King. Ga yakin. Mungkin waktu SD atau SMP pernah cuma ga ngeh siapa pengarangnya. jadi malu ngaku hobi baca. Daftar bacaannya seuprit gini. Pyuh.. *curhat, ga jadi nulis review* *ditoyor pembaca*

Bag of Bones bercerita tentang Mike Noonan, seorang pengarang novel-novel best seller yang kehilangan istrinya secara mendadak dan di saat yang sama ia juga kehilangan kemampuan menulisnya.

Setelah bertahun-tahun tidak bisa menulis satu kalimatpun, ia berlibur ke Sara Laughs, rumah peristriahat yang dulu sering dikunjungi ia dan istrinya. Di Sara laughs Mike Noonan berharap kemampuan menulisnya bisa kembali.

Nama Sara Laughs diambil dari nama seorang penyanyi perempuan berkulit hitam yang terkenal akan suaranya yang bagus dan tawanya yang nyaring. Di tempat ini Mike yang saat pergi menyimpan pertanyaan tentang kehamilan istrinya menemukan fakta istrinya sering datang diam-diam ke Sara Laughs. Ia bahkan terlihat bersama seorang pria.

Mike lalu mencari tahu apa yang dilakukan istrinya di Sara laughs. Pencarian ini malah membawanya membongkar sejarah hitam penduduk kota kecil itu. Selain dijauhi dan digunjingkan penduduk kota, Mike harus menghadapi ancaman-ancaman fisik dari petinggi kota dan gangguan-gangguan mahluk-mahluk halus yang menghantui rumahnya.

Iya mahluk-mahluk. Jamak. Ceritanya seram dong? Mmm ga juga soalnya menurut saya alur ceritanya terlalu lambat. Saya sibuk mencari-cari mana sekantong tulang yang menjadi judul novel ini. Dan seperti biasa, saat saya membaca cerita horor saya akan mengintip ke halaman-halaman terakhir. Tetap ga ngerti.

Balik lagi ke depan, membaca cepat di beberapa bagian dan baru membaca detail di bagian akhir. Saya malah penasaran bagaimana kisah Sara si penyanyi kulit hitam itu. Hihi.. penggila novel sejarah ya begini.

Katagua

Ceritanya bagus, kalau suka kisah seram. Saya tidak terlalu suka. Tapi dari novel ini saya jadi tau bagaimanai strategi penulis menghadapi writer block.

Jadi saat dibanjiri ide dan semangat kita harus terus menulis. Namun tidak semua tulisan langsung dipublikasi. Simpanlah beberapa. Saat anda kehabisan ide atau kehilangan kemampuan menulis berikan tulisan-tulisan yang disimpan itu kepada penerbit seperti Mike Noonan. Sehingga tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa selama bertahun-tahun ia tidak bisa menulis.
Post a Comment