SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

31 January 2011

Tagged Under: ,

Sam's Strawberry Corner

Share

Pembaca budiman, harap maklum kalau capcaibakar isinya makanan lagi makanan lagi, buku lagi buku lagi. Soalnya hidup saya akhir-akhir ini berkisar antara mencoba makanan baru dan membaca buku baru. Hihi.

Jadi kali ini saya akan membahas Sam's Strawbery Corner. pertama kali makan disini waktu temu kangen bersam Batari yang sedang berlibur di Bandung. Batari ini dikenalkan temannya teman diawal-awal saya jadi blogger. Saling berlangganan blog dan komen-komenan sampai sekarang. Jadi waktu Batari liburan dari kegiatan memperoleh gelar Phd nya di Jepang lalu bertandang ke kampus ganesha-nya, kita janjian disini.

Sebelumnya saya memang sering melihat tempat makan ini, cuma tidak terlalu ngeh. Saat janjian sama Batari pun tempatnya harus di googling dahulu. Terpujilah para pencipta google. Sam's Strawbery Corner terletak di antara factory-factory outlet di jalan Dago, depan FO Uptown.

Berdasarkan hasil googling menu populer di tempat makan ini ya mie yamin dan jus strawberry nya. Jadi makanan itulah yang saya pesan.


Satu porsi yamin asin dengan ceker kering. Cekernya unik. Seperti kerupuk ceker. Saya baru kali ini makan ceker seperti itu. Lebih suka ceker biasa sih soalnya ga begitu suka kerupuk. kalau mie nya juga biasa saja. Ga istimewa. Di Bandung banyak mie yamin yang jauh lebih enak sih. Menurut saya mie yamin Citra di jalan titimplik no 29 (dekat telkom japati) jauh lebih enak.


Selain yamin saya juga mencoba batagor keringnya. Biasa aja. Enakan Batagor Riri.


Yang istimewa memang jus strawberry-nya. Kental. Segar. Asam manis gitu. Ada pilihan pakai susu atau enggak. Saya tentunya memilih pakai susu, tapi sedikit saja. Belum doyan yang asam banget.

KATAGUA

Ga kangen makan disini sih. Biasa aja soalnya. Harganya juga lumayan mahal. Untuk yamin dan jus totalnya IDR 20.000 an gitu. Walau saya bilang ga kangen saat lihat fotonya, air liur tetap ngumpul. Berarti saya makin keren motonya. Halah. ;p

Untuk ukuran turis makanan disini sepertinya lumayan enak dan murah. Soalnya setiap weekend rame terus. Apalagi lokasinya yang strategis di tengah-tengah FO membuat tempat makan ini dipadati oleh orang-orang yang lapar dan haus setelah (selama) berbelanja dan lelaki-lelaki yang bosan menunggu pasangannya berbelanja. Hahaha.

Foto-foto adalah hasil jepretan penulis
Post a Comment