SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

25 February 2011

Sawa, Restoran Standar Internasional di Tengah Sawah

25 February 2011 capcai bakar

Hari kedua di Jogja saya makan di Restoran Sawa. Tenang.. nanti wisata di Jogjanya ga wisata kuliner saja kog.  Walau kebanyakan tetap wisata kuliner. Hahaha. Sawa merupakan bahasa bali untuk sawah. Bacanya sih tetap sawah. Tulisannya saja yang tidak pakai huruf "H". Sepertinya di Jogja sedang tren tempat makan di tengah-tengah sawah. 


Pemilik restoran ini ternyata sama dengan pemilik restoran Jimbaran yang lokasinya juga di dekat-dekat situ. Jadi suasana alamnya kerasa banget dan sepertinya pemandangannya sangat bagus di malam hari. Romantis. Sepanjang jalan banyak terlihat tempat-tempat lilin. Jadi kebayang gimana cantiknya tempat ini di malam hari. 

Kaca dekat toiletnya. Di belakang adalah pemandangan lounge.

kebunnya luas, anak-anak kecil bisa lari-lari dengan enak dan aman

Sawahnya rapi. Buat anak kota yang belum pernah lihat sawah tempat ini bagus deh



Mereka punya dua tempat makan di dalam pendopo yang ada atapnya atau di tepi kolam yang beratapkan langit. Dua-duanya memiliki pemandangan ke areal sawah kog. Jadi sama bagusnya. Yang di pinggir kolam pastinya lebih romantis untuk candle light dinner apalagi dilengkapi suara air terjun  di belakangnya. Sayangnya Jogja hujan melulu setiap hari, jadi tempat duduk yang beratapkan langit juga disimpan semua.



Dua tempat makan ini khusus melayani makanan steaks and grill saja.  Iya, mereka juga punya bar dan lounge yang tempatnya juga cihui banget. Mereka juga menyediakan makanan jepang yang tempatnya indoor. Tapi kemarin ga ngelihat sih. Mungkin belum buka.

Makanannya enak dan standar hotel. Tampilan bagus. Lidah bule banget. Harganya juga ehm. Kalau Sapi Bali kemarin saja termasuk mahal untuk orang Jogja, Yang ini pasti mahal banget. Pasta saja harganya mulai IDR 30 rb-an. Steak mulai IDR 50 ribu. Itu harga lunch. Soalnya ada daftar menu untuk dinner yang harganya jauh lebih mahal. Semua mulai dari IDR 60 ribu. Steaknya bisa ratusan ribu. Hihi. Tapi memang makanannya enak kog. Porsinya juga banyak. Standar hotel dan bule deh.

Menu lunch

Menu dinner
Ga semua menu ada penjelasan terperincinya terutama menu pasta-nya jadi harus nanya-nanya ke pelayannya. Yang lucu saat saya nanya seafood apa aja yang ada di salah satu menu pasta, masnya menjelaskan dengan bahasa Inggris. "Ada squid, crib, dan ituuuu udang"  Hihi. Belum hapal. Saat saya mesan minuman soursop juga begitu. "Ini concentrate mbak.. Gak apa-apa?" saya bilang  ga apa-apa sembari dalam hati ngomong " Di menunya juga ditulis concentrate. nah masalahnya concentrate itu opo? Mas-nya ga ngejelasin." Jadi deh saya berpikir itu minuman pahit, kental, seperti jus paria. secara saya juga ga tau buah soursop itu apa. Bwahahhahahha.

Dan yang datang adalah sirup sirsak. Oooo soursup itu sirsak. Concentrate itu sirup. (>.<)

Ini dia si soursop concentrate 
Jus strawberrynya juga enak. Segar banget. Ga terlalu manis dan ga terlalu asam.


Sambil menunggu pesanan kita selesai, kita disuguhin welcome bread yang fresh from the oven dengan dua cocolan bumbu. Satu bumbu spaghetti, satu lagi (yang ijo-ijo) entah bumbu apa. Rasanya tidak familiar. Belum pernah nyoba. Rotinya enak dan empuk.


Tidak berapa lama datanglah Pasta Di Pollo, yang creamy banget. Yummy.

Pasta Di Pollo IDR 59 ribu
Selanjutnya steak Dory fish pesanan saya. Ikannya enak. Ga amis. Segar. Salad nya segar. Bumbu saladnya juga enak. Mashed potatonya juara, ada sayuran juga di mashed potatonya. Suka. Suka. Suka. 

IDR 69 ribu
Tuna Sandwich. Harganya ga tau 
Beef Burger
Bolehlah makan disini lagi. Sekali-sekali tapi. Mahal soalnya. Buat tempat meeting atau menjamu tamu recommended banget. Apalagi yang mau ngelamar pacarnya atau anniversary-anniversary an. Hahaha.

 Dengan makanan secihui ini kagum banget waktu tau kokinya masih muda gitu. Pak koki.. aku padamu.

Open kitchen 
Toilet cowok. Urinoir nya gabung dengan kloset nya. kebayang kalau lagi pup. Hahaha


Asbak uniknya. Asbak aja difotoin. :))

Alamat : Jl. Damai, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Dekat hotel Hyatt
Telp :0274-4463912
Email : sawaresto@gmail.com

Iga Bakar Sapi Bali di Jogja


Rupanya hotel tempat saya menginap selama di Jogja ini, Rumah Palagan, terletak di daerah wisata kuliner. Mungkin seperti daerah Dago di Bandung atau daerah Kemang di Jakarta. Sepanjang jalan berderet berbagai macam restoran yang semuanya direkomendasikan "Harus nyoba!" oleh teman-teman Jogja. Ada restoran kepiting, restoran pasta, restoran iga bali, dan masih banyak lagi. Hari pertama di Jogja saya mencoba Iga Bakar Sapi Bali yang terletak di Jalan Damai, daerah Kaliurang. Pemilik restoran ini memang orang bali dan pernah bekerja sebagai Executive Chef Hotel Hyatt Jogjakarta. Kebayang kan enaknya makanan-makanan di restoran ini.


Welcome drink di Rumah Palagan. Wedang Jahe. Enak

Best seller-nya adalah Iga Bakar bumbu bali. Jadi iga bakar inilah yang saya pesan, minumnya Lemon tea aja. Malas milih-milih.Yang pertama datang adalah nasi putih dengan taburan sayur urap mentimun beserta kummoh, kuah kaldu tulang. Sayur urapnya enak, krenyes-krenyes. Saya yang ga doyan mentimun saja habis. Soalnya bagian tengan mentimun yang lembek-lembek itu dibuang oleh mereka.





Tidak pakai lama, padahal restorannya sedang ramai, datanglah iga bakar bumbu bali pesanan saya. Iganya besar banget. Teman saya bahkan dapat yang lebih besar daripada iga yang difoto ini. Menurut saya sih ini jatah makanan dua orang dengan perut normal. Saya sih habis-habis saja tapi dengan susah payah dan tambahan "tas pinggang" saat pulang.



Sangking lunaknya bisa bersih gini. Ligamennya juga enak.

Iganya empuk banget. sangking empuknya dagingnya bisa diambil dengan sendok. Rasanya sarat rempah banget. Khas makanan Bali. Pedasnya sih ga terlalu. Bukan pedas cabe soalnya. Pedas pala. Jadi kalau mau pedas banget bisa minta khusus ke orangnya. Kalau ga suka makanan yang berbumbu bisa minta Iga Bakar Kecap yang rasanya lebih netral.

Saya juga mencoba sop iga bening yang (lagi-lagi) porsinya besar, bisa buat tiga orang. Isinya banyak. dagingnya empuk banget. Sayurannya matangnya pas jadi masih krenyes-krenyes dan seperti si iga bakar, sop bening ini bumbunya juga berasa banget. Pedas pala. Jadi ga begitu cocok buat anak kecil. Yang suka pedas bisa nyoba Sop Iga aja, ga pakai bening.


Terus saya juga nyicipin Gurame Senyum Manis. Kirain yang bakal datang gurame sebesar telapak tangan. Ternyata tidak. Satu gurame senyum manis bisa dimakan lima orang deh. Hahaha... ketipu terus nih. Kirain makanan Jogja porsinya kecil-kecil seperti nasi kucing. Ternyata yang ini porsinya Asterix dan Obelix.


Kemarin Karena saya datangnya malam dekorasi dan pemandangan di luar restoran tidak kelihatan. Sepertinya sih bagus. Dikelilingi sawah-sawah dan meskipun pengunjungnya banyak, suasana di dalam restoran tidak terdengar ribut. Jadi bisa ngumpul ramai-ramai sembari ketawa ngakak dengan puas.

Pelayanannya juga oke banget. Mereka dengan ramah menjelaskan menu-menunya dan saat saya salah memesan minuman dan minta ditukar mereka dengan baik menukarnya. Pengen makan disini lagi. Mau nyoba ayam betutunya, iga kecombrangnya, sop iganya, urutan (sosis bali) nya, bacem daging sapinya, dan berbagai macam minuman jamunya. Sayang mereka belum punya cabang di bandung. Adanya baru di jakarta dan Semarang.


Oh ya kalau mau sayur mayur harus nanya ke pelayannya. Soalnya menu sayurannya tidak tercantum. Saya sih pengen nyoba Lawar Kacangnya, seperti serundeng gitu.

Ice lemon tea


Alpukat

Jus mentimun dengan mint. Segar banget.

Harga
Iga Bakar IDR 35rb

How to get there

RM Iga Bakar Sapi Bali,
Jln Umbul Permai, Mudal, Sariharjo, Ngaglik,
Sleman, telp 0274-7858938 HP. 081215673700

Dari Tugu Jogja ke arah kaliurang melalaui jalan Monjali sampai ketemu Hyatt Hotel, ada pertigaan setelah Restoran PariPari. Belok kanan, setelah melewati Jimbaran, ada belokan ke Jl. Damai di sebelah kiri. Ketemu deh billboard "Sapi Bali"

Sapi Bali di Jakarta
Jalan Cibulan Raya No. 17A
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727-86442

Sapi Bali di Semarang
Jalan Sibayak,
dekat Jl. Sisingamangaraja
dekat hotel Grand Candi
Telpon: 024 8315567

Where is CapcaiBakar?


Yeah.. I am in vacation. Hihi.

23 February 2011

Cerita Tentang Teman

23 February 2011 capcai bakar

Sering dengar kan kalau kita harus terus menjalin komunikasi dengan teman-teman lama, jadi saat lagi butuh bantuan mereka, kita ga akan dibilang "Kalau lagi butuh aja baru ngehubungin".

Somehow saya kog ga setuju ya. Saya tipe orang yang tidak masalah kalau ada kenalan yang ga pernah ngobrol apalagi menanyakan perkembangan saya tiba-tiba menghubungi untuk meminta bantuan. Saya malah lebih bermasalah dengan orang yang butuh bantuan tapi berbasa-basi dahulu. Repot. Lama.

Orang pasti sudah tahu kalau tiba-tiba ga ada angin ga ada hujan ada orang yang menghubungi, ia pasti ada keperluan. Ya sudah bilang saja perlunya apa, ga usah basa-basi menanyakan saya sekarang sibuk apa, keluarga bagaimana, dan bla bla bla lainnya. Untuk tahu dia perlu apa dan apakah saya bisa membantu atau tidak butuh berapa kali berbalas sms tuh kalau metodenya harus basa-basi dahulu?

Saya oke-oke saja kalau ada orang yang muncul jika ia sedang perlu bantuan doang. Mungkin karena saya sudah biasa ditanya orang yang tidak dikenal melalui blog ini. Di jaman internet sekarang ini, orang kan gampang saja berbagi informasi kepada pembaca blognya, followersnya, dan kepada puluhan orang lain yang tidak dikenal. Masa kepada kenalan di dunia nyata saat ia minta informasi lowongan kita kesal menjawab? Aneh kan. Saya juga tidak merasa dimamfaatkan juga. Allah kan tidak lupa. Yang balas bantuan saya kan bukan si kenalan. Toh bantuan yang diminta juga tidak berat.

Lalu apakah saya juga tetap menjalin hubungan dengan teman-teman sekolah dulu? Kalau berteman di facebook bisa dikategorikan berhubungan, ya.. iya masih berhubungan. Hahaha. Duh.. saya itu sudah mencoba loh setiap ada teman yang ulang tahun saya ucapkan selamat. Doa-doanya dikhususkan sesuai harapan dia. Tapi yang ulang tahun itu ga satu dua orang setiap harinya. Saya ga mau sekedar mengucapkan "HBD WYATB GBU. JLMMY (Happy Birthday Wish You All The Best, God Bless You. Jangan Lupa Makan-Makan Ya)" Kualitas pertemanan macam apa itu? Makanya tanggal ulang tahun saya hapuskan dari info facebook. Biar ga merasa hutang ucapan selamat kepada teman-teman yang mendoakan. Saya kan belum tentu sempat buka facebook lama-lama setiap hari meski masih pengangguran gini. ;p

Dengan sahabat-sahabat saya juga begitu. No news mean good news. Karena saat saya menghubungi mereka apalagi sampai menelpon itu pasti karena saya sedang punya masalah berat. Dan beruntunglah saya dikarunia sahabat yang tidak masalah diperlakukan demikian. Tapi mereka boleh yakin saat saya bertanya "Kamu apa kabar?" saya sedang kangen berat dan benar-benar ingin tahu kabar mereka.

Perasaan kangen mengetahui cerita detail para sahabat masih suka muncul. Pengen tahu sekarang pacaran sama siapa, kemarin putus karena apa, dan berbagai kisah lainnya yang biasa dibagi saat masih satu sekolah dulu.Tapi saya tidak bisa memaksa kalau orangnya belum mau cerita. Kondisinya kan beda. Dulu kita selalu barengan. Teman dia teman saya juga. Lingkaran pergaulannya masih sama. Sekarang kan sudah tidak begitu. Dia curhat soal ABCD saya juga ga kebayang mereka siapa, yang ada malah kebolak-balik antara A dengan B.

Makanya kalau ada teman yang punya blog atau twitter saya dengan senang hati mengikutinya. Biar bisa tahu kabar mereka bagaimana. Biar bisa mengomentari dengan akrab dan berkualitas tentang kisah mereka. Biar saya masih dianggap teman jadi saat perlu bantuan ga dikomentari "Ada udang dibalik batu" . Tuhh pamrih jadinya!

21 February 2011

Puasa Shampo

21 February 2011 capcai bakar


Awal bulan Februari kemarin saya mengakhiri puasa shampo yang sudah saya jalani sejak pertengahan tahun lalu. Iya.. saya sudah tujuh bulan tidak pakai shampo. Kaget? Kaget? Saya juga kaget. Udah lama ternyata. Awalnya saya membaca kalau Mbak Okke "sepatu merah" sedang mengikuti 6 weeks without shampoo challenge (6wwsc) . Jadi selama enam minggu seluruh peserta tantangan dilarang mencuci rambutnya dengan shampo. Ga ada yang nantang sih. Ga ada hadiah juga untuk peserta-peserta yang berhasil tidak menggunakan shampo selama enam minggu. Awalnya juga gara-gara Mbak Okke merasa rambutnya mulai lifeless, rontok parah.

Katanya berdasarkan hasil percobaan pada beberapa perempuan yang diterbitkan di artikel berikut http://www.dailymail.co.uk/femail/article-394226/Could-survive-shampoo.html , gerakan no-poo seperti 6wwsc ini menghilangkan kerontokan rambut dan mengembalikan keindahan rambut secara alami

Memangnya ada kandungan apa sih di shampoo sampai bisa dituduh tidak bagus untuk rambut? Ternyata shampo-shampo yang beredar di pasaran mengandung sodium lauryl sulfate, kandungan deterjen yang juga ada di pencuci piring. Dang, ini rambut apa pantat wajan! Makin semangatlah si saya mengikuti tantangan no-shampo ini.

Ternyata ada beberapa tingkatan gerakan No-Shampoo menurut http://hair-care.suite101.com/article.cfm/how_to_wash_hair_without_shampoo, yaitu :

1.Conditioner Only (CO) Hair Washing

Tidak menggunakan shampoo, tapi masih pakai conditioner. Ini yang saya pilih. Setiap keramas hanya pakai conditioner saja, biar tetap wangi. Tetap kena bahan kimia sih.. tapi kan ga kena shampo.

2. Water Only (WO) Hair Washing

Mencuci rambut hanya dengan air saja. Tanpa shampo dan conditioner. Benar-benar bebas bahan kimia.

3. Herbal Haircare

Memakai bahan-bahan alami seperti air lemon.

4. Baking Soda and Vinegar Washing.

5. Waterless Hair Washing

Tanpa air, cuma ngebersihin kulit kepala dari kotoran. Ga berani coba. :p

Berhubung beberapa tahun terakhir rambut saya rontok parah sayapun tertarik mengikuti tantangan ini. Tingkatan paling ringan aja, conditioner only. Jadi saya tetap mencuci rambut setiap hari hanya menggunakan air. Dua hari sekali atau setelah berenang baru saya mencucinya dengan conditioner. Ga seperti peserta lain yang pada rajin membuat ramuan-ramuan alami pengganti shampo. Sudahlah ya.. saya maunya yang praktis saja. Dengan metode itu saja rambutnya ga jadi bau kog. Lepek pun di awal-awalnya saja, setelah itu mengembang cantik seperti semula. Yang bikin saya paling senang adalah rontoknya berkurang.

Karena melihat perubahan signifikan, saya tetap meneruskan gerakan ini meskipun enam minggu sudah berlalu. Tau-tau saya sudah tujuh bulan menjalani hidup tanpa shampo.

Di bulan keenam atau ketujuh saya mulai tidak merasakan ada perubahan yang berarti lagi. Rambutnya rontok lagi. Ya sudah saya mau mencoba pakai shampo gingseng-gingsengan itu. Dan taraa.. saat saya "buka puasa", saya dihadapkan pada pemandangan menakjubkan. Saya lupa kalau rambut saya bisa mengembang seperti ini. Cantiknya.. *dikeplak*

Rontoknya bagaimana? Masih sih. Berhubung saya suka dengan rambut mengembang ala shampo ini jadi biarlah saya pakai shampo lagi. Mungkin tidak sehari sekali seperti dulu. Mungkin saya tetap akan cuci rambut dengan air saja, sesekali conditioner, dan sesekali pakai shampo untuk bikin ia mengembang cantik. Dan sepertinya akan mulai rutin memakai masker rambut di salon. Biar punya rambut sekuat Rapunzel.

Oh ya mau tau hal aneh lainnya yang saya lakukan atas nama kecantikan? Saat melihat parade foto-foto langsing Ollie di sini, sayapun buru-buru meneruskan berolahraga kembali setelah terpaksa berhenti gara-gara purpura. Biar langsing, kayak Ollie. Toh kakinya sudah mulai tidak sakit lagi. Karena belum berani lari, saya memutuskan jalan kaki saja selama dua jam.

Hasilnya? Kaki saya sakit lagi. Kembali ke awal. Mulai tidak bisa duduk, berdiri, dan jalan lama. padahal sebelum nekat olahraga saya sudah bisa duduk, berdiri, dan jalan-jalan lama. Yuk.. hihihi.

18 February 2011

Treehouse Cafe, Rumah Pohon dengan Berbagai Macam Makanan Enak

18 February 2011 capcai bakar


Saya punya tempat makan favorit baru, namanya TreeHouse si rumah puun. Lokasinya ada dua di ciwalk dan di jalan imam bonjol dekat Lavie, toko mainan dan baju anak-anak yang paling terkenal di Bandung. Treehouse ini tempatnya cantik. Dindingnya penuh wallpaper lucu. Banyak pajangan keramik dan boneka-boneka kucing kecil. Ada pajangan tea set juga yang cantik-cantik. Perempuan banget.


Tempat duduknya juga enak, sofa-sofa dengan bantalan besar dan empuk. Bisa tidur-tiduran sambil menjajal wifi dan majalah gratis dari mereka.


Yang di ciwalk dan di Imam Bonjol sama enaknya, tapi di TreeHouse Imam Bonjol punya rumah pohon beneran. Mereka juga punya mainan flying fox dan tempat duduk outdoor yang cantik banget kalau siang. Kalau makan disininya malam hari mendingan milih di dalam aja. Bandung lagi dingin banget.


Makanannya juga enak-enak. Yang makanan bule terutama. Kalau makanan tradisionalnya sih biasa aja. Saya pernah nyoba Buntut Bumbu Bali-nya (IDR 31,5ribu) dan Nasi Ayam Penyet (IDR 21rb) yang lupa difoto karena sudah kelaparan. Eat-able tapi biasa aja. ga ada yang istimewa.

Specialty mereka memang di pie, pancake, dan sosis. Pie dan pancakenya enak ada yang manis dan asin tapi ga nendang buat saya, kecil soalnya. Sosisnya yang juara, gede-gede dan beraneka macam sosis. Kalau ingin mencoba semua jenis sosis mereka, bisa mencoba Sausage Sampler nya mereka, empat sosis big banger dan bratwurst yang dipanggang seharga IDR 35ribu. Enak dan kenyang banget.


Nah ini yang kesukaan saya The Forrostiere, 200 gram tenderloin yang disajikan dengan onion ring, salad, dan potato. Kentangnya bisa mashed potato atau fried fries. Saya sih lebih doyan yang mashed potato, bumbu dan kelembutannya pas. Enak banget. Dagingnya juga juicy gitu.. yummy. Harganya IDR 38ribu. Kalau ga suka daging bisa nyoba Salmon Steaknya (IDR 47ribu). Salmonnya gede dan enak. Sayangnya lupa difoto karena sudah lapar. Hahahaha. Padahal panggangan salmonnya cantik gitu.



Kalau lebih suka pasta bisa coba Treehouse Banger Spaghetti Bolognese, spaghetti yang dilengkapi dengan sosis dan potongan roti. Harganya IDR 30ribu.


TreeHouse juga memiliki menu anak-anak yang porsinya lebih sedikit. Ada omelet, scrambled egg dengan roti panggang, dan spaghetti . Tapi kalau anaknya doyan makan sih lebih baik pilih menu biasa aja. Minta nambah pastinya.

Kalau yang ini cemilan-cemilannya (buat saya) Ada Treehouse Zuppa Soup (IDR 17,5 ribu). Supnya kental banget, enak. Ada Brownies Chocolate Lava yang enak-enak coklat banget (IDR 12ribu) dan Beef Sausage ples Fried Fries yang biasa aja, kayak sosis sapi dan kentang goreng biasa (IDR 15ribu)




Minumannya juga enak-enak. Kental dan berasa. Saya suka jus apelnya. Jus strawberry dan nenasnya juga enak, Tapi esnya banyak. Jadinya dingiiiiin banget. Harganya mulai dari IDR 12ribu sampai IDR 17ribu.


Disini juga pertama kalinya saya mencoba Earl Grey Tea, teh bangsawan versi komik-komik yang saya baca. Ternyata rasanya biasa saja. Mungkin karena ini teh celup, bukan teh seduh. Tea setnya yang lucu. IDR 15ribu dapat satu teko yang cukup untuk lima cangkir.


Minuman lainnya ada Orange Bowl dan Citrus Berry Bowl (@IDR 20ribu) minuman jeruk atau strawberry yang dicampur dengan potongan buah. Satu mangkok bisa untuk dua orang. Cobain deh, segar dan yummy.



Selamat mencoba! Dan untuk yang bertanya-tanya, makanan-makanan ini bukan hasil satu kali makan ya.. berkali-kali. Mana ada putri makannya banyak.. *ditoyor pembaca*