SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

23 February 2011

Tagged Under:

Cerita Tentang Teman

Share

Sering dengar kan kalau kita harus terus menjalin komunikasi dengan teman-teman lama, jadi saat lagi butuh bantuan mereka, kita ga akan dibilang "Kalau lagi butuh aja baru ngehubungin".

Somehow saya kog ga setuju ya. Saya tipe orang yang tidak masalah kalau ada kenalan yang ga pernah ngobrol apalagi menanyakan perkembangan saya tiba-tiba menghubungi untuk meminta bantuan. Saya malah lebih bermasalah dengan orang yang butuh bantuan tapi berbasa-basi dahulu. Repot. Lama.

Orang pasti sudah tahu kalau tiba-tiba ga ada angin ga ada hujan ada orang yang menghubungi, ia pasti ada keperluan. Ya sudah bilang saja perlunya apa, ga usah basa-basi menanyakan saya sekarang sibuk apa, keluarga bagaimana, dan bla bla bla lainnya. Untuk tahu dia perlu apa dan apakah saya bisa membantu atau tidak butuh berapa kali berbalas sms tuh kalau metodenya harus basa-basi dahulu?

Saya oke-oke saja kalau ada orang yang muncul jika ia sedang perlu bantuan doang. Mungkin karena saya sudah biasa ditanya orang yang tidak dikenal melalui blog ini. Di jaman internet sekarang ini, orang kan gampang saja berbagi informasi kepada pembaca blognya, followersnya, dan kepada puluhan orang lain yang tidak dikenal. Masa kepada kenalan di dunia nyata saat ia minta informasi lowongan kita kesal menjawab? Aneh kan. Saya juga tidak merasa dimamfaatkan juga. Allah kan tidak lupa. Yang balas bantuan saya kan bukan si kenalan. Toh bantuan yang diminta juga tidak berat.

Lalu apakah saya juga tetap menjalin hubungan dengan teman-teman sekolah dulu? Kalau berteman di facebook bisa dikategorikan berhubungan, ya.. iya masih berhubungan. Hahaha. Duh.. saya itu sudah mencoba loh setiap ada teman yang ulang tahun saya ucapkan selamat. Doa-doanya dikhususkan sesuai harapan dia. Tapi yang ulang tahun itu ga satu dua orang setiap harinya. Saya ga mau sekedar mengucapkan "HBD WYATB GBU. JLMMY (Happy Birthday Wish You All The Best, God Bless You. Jangan Lupa Makan-Makan Ya)" Kualitas pertemanan macam apa itu? Makanya tanggal ulang tahun saya hapuskan dari info facebook. Biar ga merasa hutang ucapan selamat kepada teman-teman yang mendoakan. Saya kan belum tentu sempat buka facebook lama-lama setiap hari meski masih pengangguran gini. ;p

Dengan sahabat-sahabat saya juga begitu. No news mean good news. Karena saat saya menghubungi mereka apalagi sampai menelpon itu pasti karena saya sedang punya masalah berat. Dan beruntunglah saya dikarunia sahabat yang tidak masalah diperlakukan demikian. Tapi mereka boleh yakin saat saya bertanya "Kamu apa kabar?" saya sedang kangen berat dan benar-benar ingin tahu kabar mereka.

Perasaan kangen mengetahui cerita detail para sahabat masih suka muncul. Pengen tahu sekarang pacaran sama siapa, kemarin putus karena apa, dan berbagai kisah lainnya yang biasa dibagi saat masih satu sekolah dulu.Tapi saya tidak bisa memaksa kalau orangnya belum mau cerita. Kondisinya kan beda. Dulu kita selalu barengan. Teman dia teman saya juga. Lingkaran pergaulannya masih sama. Sekarang kan sudah tidak begitu. Dia curhat soal ABCD saya juga ga kebayang mereka siapa, yang ada malah kebolak-balik antara A dengan B.

Makanya kalau ada teman yang punya blog atau twitter saya dengan senang hati mengikutinya. Biar bisa tahu kabar mereka bagaimana. Biar bisa mengomentari dengan akrab dan berkualitas tentang kisah mereka. Biar saya masih dianggap teman jadi saat perlu bantuan ga dikomentari "Ada udang dibalik batu" . Tuhh pamrih jadinya!
Post a Comment