SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

21 February 2011

Tagged Under: ,

Puasa Shampo

Share


Awal bulan Februari kemarin saya mengakhiri puasa shampo yang sudah saya jalani sejak pertengahan tahun lalu. Iya.. saya sudah tujuh bulan tidak pakai shampo. Kaget? Kaget? Saya juga kaget. Udah lama ternyata. Awalnya saya membaca kalau Mbak Okke "sepatu merah" sedang mengikuti 6 weeks without shampoo challenge (6wwsc) . Jadi selama enam minggu seluruh peserta tantangan dilarang mencuci rambutnya dengan shampo. Ga ada yang nantang sih. Ga ada hadiah juga untuk peserta-peserta yang berhasil tidak menggunakan shampo selama enam minggu. Awalnya juga gara-gara Mbak Okke merasa rambutnya mulai lifeless, rontok parah.

Katanya berdasarkan hasil percobaan pada beberapa perempuan yang diterbitkan di artikel berikut http://www.dailymail.co.uk/femail/article-394226/Could-survive-shampoo.html , gerakan no-poo seperti 6wwsc ini menghilangkan kerontokan rambut dan mengembalikan keindahan rambut secara alami

Memangnya ada kandungan apa sih di shampoo sampai bisa dituduh tidak bagus untuk rambut? Ternyata shampo-shampo yang beredar di pasaran mengandung sodium lauryl sulfate, kandungan deterjen yang juga ada di pencuci piring. Dang, ini rambut apa pantat wajan! Makin semangatlah si saya mengikuti tantangan no-shampo ini.

Ternyata ada beberapa tingkatan gerakan No-Shampoo menurut http://hair-care.suite101.com/article.cfm/how_to_wash_hair_without_shampoo, yaitu :

1.Conditioner Only (CO) Hair Washing

Tidak menggunakan shampoo, tapi masih pakai conditioner. Ini yang saya pilih. Setiap keramas hanya pakai conditioner saja, biar tetap wangi. Tetap kena bahan kimia sih.. tapi kan ga kena shampo.

2. Water Only (WO) Hair Washing

Mencuci rambut hanya dengan air saja. Tanpa shampo dan conditioner. Benar-benar bebas bahan kimia.

3. Herbal Haircare

Memakai bahan-bahan alami seperti air lemon.

4. Baking Soda and Vinegar Washing.

5. Waterless Hair Washing

Tanpa air, cuma ngebersihin kulit kepala dari kotoran. Ga berani coba. :p

Berhubung beberapa tahun terakhir rambut saya rontok parah sayapun tertarik mengikuti tantangan ini. Tingkatan paling ringan aja, conditioner only. Jadi saya tetap mencuci rambut setiap hari hanya menggunakan air. Dua hari sekali atau setelah berenang baru saya mencucinya dengan conditioner. Ga seperti peserta lain yang pada rajin membuat ramuan-ramuan alami pengganti shampo. Sudahlah ya.. saya maunya yang praktis saja. Dengan metode itu saja rambutnya ga jadi bau kog. Lepek pun di awal-awalnya saja, setelah itu mengembang cantik seperti semula. Yang bikin saya paling senang adalah rontoknya berkurang.

Karena melihat perubahan signifikan, saya tetap meneruskan gerakan ini meskipun enam minggu sudah berlalu. Tau-tau saya sudah tujuh bulan menjalani hidup tanpa shampo.

Di bulan keenam atau ketujuh saya mulai tidak merasakan ada perubahan yang berarti lagi. Rambutnya rontok lagi. Ya sudah saya mau mencoba pakai shampo gingseng-gingsengan itu. Dan taraa.. saat saya "buka puasa", saya dihadapkan pada pemandangan menakjubkan. Saya lupa kalau rambut saya bisa mengembang seperti ini. Cantiknya.. *dikeplak*

Rontoknya bagaimana? Masih sih. Berhubung saya suka dengan rambut mengembang ala shampo ini jadi biarlah saya pakai shampo lagi. Mungkin tidak sehari sekali seperti dulu. Mungkin saya tetap akan cuci rambut dengan air saja, sesekali conditioner, dan sesekali pakai shampo untuk bikin ia mengembang cantik. Dan sepertinya akan mulai rutin memakai masker rambut di salon. Biar punya rambut sekuat Rapunzel.

Oh ya mau tau hal aneh lainnya yang saya lakukan atas nama kecantikan? Saat melihat parade foto-foto langsing Ollie di sini, sayapun buru-buru meneruskan berolahraga kembali setelah terpaksa berhenti gara-gara purpura. Biar langsing, kayak Ollie. Toh kakinya sudah mulai tidak sakit lagi. Karena belum berani lari, saya memutuskan jalan kaki saja selama dua jam.

Hasilnya? Kaki saya sakit lagi. Kembali ke awal. Mulai tidak bisa duduk, berdiri, dan jalan lama. padahal sebelum nekat olahraga saya sudah bisa duduk, berdiri, dan jalan-jalan lama. Yuk.. hihihi.
Post a Comment