SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

30 March 2011

Tes Departermen Luar Negeri

30 March 2011 capcai bakar

Sebelum lupa mari saya cerita-cerita soal salah satu pengalaman saya mencari kerja. Kali ini cerita soal Deplu ya.

Deplu ini keren. Kartu ujiannya ga hanya selembar kertas A4 yang diprint oleh si peserta sendiri. Kartu ujiannya kartu beneran yang diprint foto berwarna kita. Dapat dua barcode juga, yang silahkan digunting di rumah, satu untuk di lembar jawaban dan satu lagi untuk di kursi. Kartunya juga berlaku terus sampai ujian selesai. Jadi mohon dijaga baik-baik. Oh ya pas pengambilan kartu saya datang hari terakhir biar ga kelamaan nginap di Jakarta dan ga ada antri-antrinya. Senang deh, proses ngambil kartunya ga sampai lima menit.  Kata teman saya yang ngambil kartu sehari sebelum dia ngantrinya panjaaang banget dan kepanasan. Jadi kalau rajin silahkan membawa payung.

Kartu ujiannya yang gaya. (>.<)
Terus aturan baju saat mengikuti ujiannya cukup ketat. Harus kemeja dan sepatu pantofel. Yuk dadah sepatu cantik. Saran saya sih ikutin aja peraturannya, soalnya ada beberapa peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena tidak mematuhi aturan tersebut. Alur masuk ke ruang ujian satu-satu soalnya.. jadi pasti kelihatan kalau pakai sepatu converse etc.

Terus meski tes pertama ramai banget suasananya teratur dan nyaman kog. Tes kedua juga nyaman, satu ruangan cuma diisi 10 orang kalau ga salah. Antriannya juga oke. Profesional lah.

Tes Administrasi

Pengiriman berkas termasuk yang lumayan ribet buat saya gara-gara berkas-berkas yang diminta di pengumuman Deplu berbeda dengan berkas-berkas yang diminta di bagan tes dari Deplu juga. Di bagan diminta surat bebas narkoba asli yang untuk membuatnya harus membayar Rp 150.000, padahal di pengumuman tidak ada. Diminta juga SKCK, tanpa tulisan asli atau fotokopi dilegalisir. 

Saya sih mengirimkan SKCK asli dan surat bebas narkoba. Lebih baik over prepared daripada less prepared kan. Tapi teman saya yang tidak mengirim surat bebas narkoba dan SKCK asli (hanya fotokopian saja) lulus-lulus juga kog.

Tes Tertulis Deplu

di tahap ini kita bisa melihat pak Marty M. Natalegawa, bapak menteri yang ganteng dan pintar itu. Pilih tempat duduk dekat panggung ya biar bisa melihat beliau dengan jelas. =))

diambil dari http://www.kemlu.go.id/Pages/Profile.aspx?IDP=4&l=id
Tesnya terdiri atas tiga bagian. 20 soal pilihan ganda, 10 soal isian singkat, 3 essai bahasa Indonesia, dan 3 essai bahasa Inggris. Itu untuk S1 ya.. untuk S2 soal essainya masing-masing jadi 4 (dari 6 soal yang bisa dipilih) Untuk D3 dan dokter soalnya lebih ke praktek (katanya).

Sebelum ujian saya sudah belajar-belajar dari web Deplu  dan wikipedia. Baca-baca soal ASEAN, PBB, KAA, sejarah Deplu, UNFCCC, WOC, BDF, deklarasi Djuanda, Sumpah Pemuda, BPUPKI, Proklamasi, dan banyak lagi.

Soal Pilihan Ganda dan Isian Singkat lumayan banyak keluar dari bahan bacaan saya itu. Tapi.. informasi yang saya tau jadi soalnya. Pertanyaannya yang saya ga tau jawabannya. Hahaha. Jadi emang ga cuma sekedar baca garis besarnya saja. Harus hapal dan tahu detail-detailnya, nama orang dan tanggal. Waktu pilihan ganda sih masih bisa tebak-tebak buah manggis. Pas isian singkat? Yuk. 

Essainya sudah pasti mengenai pengetahuan, pendapat dan solusi kita mengenai topik-topik yang sedang panas di hubungan internasional Indonesia. Harus rajin baca koran dan dengar berita. Kalau ga tau? Pakai logika.. kalau kamu jadi diplomat dan dihadapi persoalan seperti itu gimana? Solusi apa yang akan memuaskan semua pihak? Tulis yang jelas dan rapi. Biar enak dibacanya. Oh ya.. walau cuma tiga soal essai, satu soal bisa beranak sampai enam. Selain membutuhkan kekuatan tangan, kita juga harus pintar pilih-pilih soal yang kita ketahui latar belakangnya dan sikap Indonesia menghadapi persoalan tersebut. Biar ga ngarang banget.

Jadi tips saya kita harus tahu sejarah kerjasama RI jaman dulu (berbagai macam perjanjian di awala-awala kemerdekaan), ga sekedar tahu garis besarnya tapi tahu detailnya dan update isu-isu terbaru hubungan Indonesia dengan luar negeri setahun terakhir ini. Trus fokus di essai aja, karena butuh waktu paling lama dan bobotnya lebih besar.

Tes Kemampuan Bahasa Asing Deplu

Ada banyak pilihan kemampuan bahasa. Peserta hanya bisa memilih satu bahasa saja. Pilih yang benar-benar fluent ya soalnya pas wawancara substansi nanti pakai pilihan bahasa ini. Meski bahasa Arab saingannya sedikit kalau cuma tau Ana dan Antum ya ga usah dipilih. =)

Tesnya sendiri adalah English Proficiency Test (EPT) dari LIA pilihan ganda dengan listening saja. Seingat saya ga ada writing deh. Speaking juga ga ada.  Saya sempat sombong sih.. yah udah biasa ikut test TOEFL ITP ini.. sebelas dua belas lah. Eh ya ga lulus jadinya. Kata teman yang lulus di Deplu, dia sebelumnya sudah mengambil tes EPT dari LIA jadi udah tau gambarannya gimana. Tuh.. ikut tes selain pintar dan beruntung juga harus cerdik.

Konon setelah Tes Bahasa Asing ini cuma ada satu tahap lagi. Tapi empat tes sekaligus. Tes IT, Wawancara substansi, wawancara psikolog, dan tes psikolog. 


Silahkan dibaca juga

28 March 2011

Makan di Kampung Legok

28 March 2011 capcai bakar

Alkisah suatu hari saya mendapat undangan makan-makan di Kampung Legok. Saya belum pernah makan disini, jadi bermodal petunjuk "Dekat Sapu Lidi, depan vihara" saya berpetualang. Perjalanan ke terminal Ledeng lalu belok kiri memasuki Jalan Sersan Bajuri dilalui dengan tentram. Masuk.. masuk.. melewati  cafe-cafe saya mulai ragu-ragu. Sepanjang jalan Sersan Bajuri itu kan dipenuhi  umbul-umbul dan spanduk berbagai macam rumah makan jauuuuuh sebelum kita sampai ke tempatnya. Nah ini tidak ada satupun spanduk yang bertuliskan Kampung Legok. Duh. Apalagi saat mengintip pemandangan, saya tidak menemukan puncak viharanya. Ya sudah mari bertanya ke penduduk lokal. 

Dari hasil tanya-tanya dan bolak-balik kemana-mana, saya memasuki kompleks perumahan tempat Sapu Lidi berada. mentok sampai ke Sapu Lidi, belok kanan keluar kompleks, kampung Legok ini berada di sebelah kiri seberang jalan. Pertama kali masuk saya terpesona tempatnya bagus. Meskipun sedang ada proyek pembangunan disana. Depannya agak gersang sih tapi di dalamnya hijau.

Tempat makannya didesain seperti gazebo-gazebo yang dikelilingi sungai dan tanaman. Enak. Sayang berdebu karena sedang ada pembangunan. Ada playground juga, jadi anak-anak bakalan betah dan lupa makan. Cuma kualitas mainannya biasa banget. Besi-besinya kecil dan tampak rapuh. Begitu juga tali-tali dan mainan panjat dindingnya. Bukan standar sekolah TK menurut saya.  Ya iyalah dia kan jualan makanan bukan bikin playground. Jadi mari nikmati pemandangannya yang bagus dari marathon foto berikut.

dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com



dok http://visitbandung.multiply.com
dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com


Sekarang soal makanannya. Untuk memanggil pelayan kita harus memukul kentongan yang disediakan di setiap gasibu. Setelah makanan selesai, kokinya juga akan memukul kentongan untuk memberitahukan pelayan. Unik.

Mie goreng

Jus tomat dan Air kelapa ples alpukat
Nasi timbel komplit.
Makanannya masih eat-able tapi ga bikin kangen. Biasa aja. Sambalnya yang okeh. Pedas. Soal pelayanan karena pelayannya cuma satu orang untuk area seluas itu jadi lumayan bikin mangkel. Sopan-sopan sih tapi lama. 

Makanan datangnya kelamaan. Waktu itu kita kan rombongan, dipesanin nasi timbel komplit semua biar gampang. Eh ada yang dapat jambal, ada yang dapat teri, ada yang ga dapat apa-apa. Padahal sudah konfirmasi sebelumnya, ga ujug-ujug datang mendadak gitu. Minumannya juga datang jauhhh setelah kita selesai. Bikin tenggorokan seret banget, banget. Pesan air minum dalam kemasan juga salah antar. Pyuh. Haus. Jusnya juga encer banget. 

Makanya waktu bayar untuk tiga porsi makanan dan minuman ples tambahan 4 botol AMDK seratus ribu lebih gitu agak-agak gak rela. Hahaha. Ndak maknyus soale. 

Pas ke toiletnya apalagi. Airnya ga ngalir dimana-mana. Jadi you know how the condition so well lah. m(-_-)m Sayang banget padahal tempatnya cihui gini. 

24 March 2011

Inovasi (terbaru?) Snowman Boardmarker

24 March 2011 capcai bakar

Jadi sudah saya kasih tau belum kalau salah satu dari #100factsaboutcapcai adalah Capcai suka memperhatikan dan mepertanyakan hal-hal yang tidak penting. Beneran deh.. Sangking ga pentingnya Papa saya pernah bilang "Kalau nanya yang pinteran dikit dong" Hahaha. Nanya sih nanya aja. Kalau ingin menguji pengetahuan lawan bicara baru nanya yang pinteran. 


Nah salah satu hal tidak penting yang saya amati adalah perubahan spidol whiteboard merek Snowman. Waktu jadi asisten dosen saya punya banyak persediaan spidol ini. Yang dibawa ngajar aja bisa satu kotak pensil besar berisi beraneka ragam warna spidol. Kebayang dong betapa banyak persediaan spidol ini. Bahkan saat pergantian semester dan masih banyak spidol yang disegel saya suka membaginya ke kantor Icreativelabs. 

Keadaan ini berbanding terbalik dengan spidol-spidol para dosen. Kalau spidolnya bagus, ujungnya runcing, dan warnanya pekat itu mesti bawaan sang dosen sendiri. Kalau mengandalkan persediaan spidol di ruang dosen dari lima spidol yang diajak ngajar, yang masih bisa dipakai sampai akhir jam kuliah paling cuma sebuah dua buah. Sisanya suka kehabisan tinta di tengah jalan. Warnanya juga sudah campuran warna merah, hitam, dan biru. Gara-gara aslinya si spidol berwarna merah terus diisi ulang dengan tinta hitam atau biru. Trus biar hemat, tinta isi ulangnya ini suka diencerkan. Jadi aja kalau dipakai, tintanya beleber kemana-mana. Hakdush banget lah.

Soal isi ulang spidol, saya sendiri sih tidak pernah melakukannya. Pertama karena belum pernah kehabisan spidol dan tinta spidol. Pernahnya kehilangan spidol. Kedua, ngebuka ujung spidol buat diisi ulang itu sungguh pekerjaan yang sia-sia. Keras banget. Entah siapa yang ngobrol dengan pemilik Snowman tentang masalah ini, sekarang mereka menginovasi desain spidol mereka. Tutupnya menjadi sangat lebih gampang dibuka, bahkan oleh kuku-kuku lentik namun rapuh milik saya ini.


Bobotnya juga lebih ringan, ujungnya lebih runcing, jadi lebih enak dipakai nulis dan hasil goresanya lebih tipis. Ah.. jadi kangen ngajar. Gimana? Ga penting ya? Hahahha.

21 March 2011

Piitstop, ada Icreativelabs dan Gantibaju

21 March 2011 capcai bakar

Eh saya udah cerita belum kalau Menara Icreativelabs pindah lokasi? Jadi setelah dua tahun menempati kompleks Titimplik, menara yang baru satu lantai ini pindah lokasi ke Perumahan Piit. Kalau dulu banyak pemandangan mahasiswi cantik karena dekat dengan kos-kosan. Sekarang hadap-hadapan sama TK, jadi ada pemandangan mamih-mamih cantik yang doyan makan bakso setiap pagi. Kalau dulu berkawan mesra dengan Bakmie Mangkok yang enyak itu, sekarang bercengkerama lucu sama Lotek ibu depan yang murah, banyak, enak, dan tentunya lebih mendukung progam pelangsingan perut para owner.

Tempat yang sekarang juga lebih enak. Ada halamannya yang lumayan hijau. Ada terasnya yang selalu kena matahari pagi. Jadi bisa jemur bayi. Kalau ada karyawatinya. Ada indovision. Akhirnya tipih okeh itu kepakai juga.

Kalau lagi mumet pada pindah lokasi koding di teras
Si teras dengan kursi goyang
Ruang meeting dan tempat menjamu tamu
Dalemnya
ruang bos besar 1, yang lebih sering ga kepakai
Ruang bos besar 2 yang kepakai cuma kalau mau wawancara aja
Ruang tengah yang jadi tempat kerja di siang hari, kala mentari lagi centil-centilnya

Dan menara kali ini gabung bareng toko Gantibaju , toko kaos dan penyelenggara kompetisi desain yang Indonesia banget. Desainnya okeh-okeh loh, bikin bangga pakainya. Buat yang suka desain juga bisa nyoba ngirim desain kesini. Dapat hadiah, ketenaran, dan royalti juga dari penjualan kaosnya. Asyik kan! Saya sih belum pintar-pintar ngegambar jadi yakalau main ke web mereka belanja aja kerjanya. 

Foto dok Gantibaju
Foto diambil dari webnya Gantibaju
Foto diambil begitu saja dari webnya Gantibaju

Dulu Eka pernah bikin postingan tentang mix and match kaos Gantibaju di blog mereka. Lucuk-lucuk dan keren-keren. Sayang cuma satu edisi.  Padahal oke banget sebagai referensi pencinta kaos macam saya. Bikin lagi dong, kalau bisa sih ada yang versi hijabers nya. #nodong

http://www.gantibaju.com/blog/2009/11/in-spirit-of-go-green

http://www.gantibaju.com/blog/2009/11/in-spirit-of-go-green/
Jadi mari dilihat-lihat toko GantiBaju yang di jalan Piit. Kalau lagi main di sekitar gasibu bisa mampir kesini loh. Lihat-lihat desainnya yang keren. Raba-raba bahannya yang adem. Obrak-abrik gudangnya buat cari ukuran baju kamu. Atau sekedar nongkrong sama teman-teman desainer Bandung atau sama owner-nya  sambil makan lotek. Silahkan!  Feel free to come in any hours, soalnya anak-anak Gantibaju juga senang bermalam di sini.


Pojok photo -photo
Oh ya di tokonya ada tempat buat photo-photo kaos Gantibaju-mu. Bisa foto-foto terus diupload di Pojok Narsis mereka. 

Capcai dan kaos AnjingGombal nya Gantibaju
Gw make kaosnya gitu-gitu aja. Dilapis ma cardigan atau ma daleman. Sigh
How to get there
Dari jalan layang Pasupati lurus aja ke Jl. Surapati. Belok kiri setelah ketemu PDAM (bangunan bercat biru). Belok kiri lagi, dan belok kanan. Masuk deh ke Jl. Piit. Lokasinya bisa dilalui mobil kog. Di tokonya juga ada parkiran mobil.

20 March 2011

Jadi kan.. saya itu bikin blog biar bisa mencatat kejadian-kejadian dalam hidup saya. Manusia itu tempatnya lupa. Kejadian penting sehari lalu aja kalau ga ditulis bisa lupa selupanya. Dan baca apa yang pernah saya tulis itu.. bikin cekikikan. Ya ampunnnn saya pernah begitu ternyata.  

Jadi ngeblog bertahun-tahunpun tetap bahagia walau yang komen masih bisa dihitung dengan sebelah tangan. Ngeblog seminggu tiga kalipun masih senang walau analytics ga naik-naik juga. Ngereview apa-apa juga tetap sukarela meski memandang iri kepada blogger lain yang dapat gratisan buat direview *saya kapannnn? Kapannn?* . Ya saya tetap cinta ngeblog walau belum pernah diundang jadi pembicara apalagi diberi gelar "ahli social media" *curhattttt terus sampai kejadian*


Tapi pas dilihat-lihat blog ini isinya kog banyakan review ya? Ndak ada kisah pribadinya gini. Ga ada curhatnya. Ga ada pengalaman pribadi dan pemikiran yang bisa mencerahkan para pembaca. Ga ada ulasan tentang isu-isu terhangat di dunia. Apalagi sentilan gosip-gosip artis. Ya mau gimana lagi.. hidup saya sih stabil begini *sombong*. Kalau ga ada curhatan berarti saya lagi bahagia. Bahagia karena ga ada masalah. Bwahahhaa. *denial kalau saya belum cukup pintar buat ngomentarin apa-apa*

Anyway.. selamat empat tahun capcaibakar. Ada yang mau ngehadiahin domain capcaibakar.com? =)

Blog ini..

20 March 2011 capcai bakar

Jadi kan.. saya itu bikin blog biar bisa mencatat kejadian-kejadian dalam hidup saya. Manusia itu tempatnya lupa. Kejadian penting sehari lalu aja kalau ga ditulis bisa lupa selupanya. Dan baca apa yang pernah saya tulis itu.. bikin cekikikan. Ya ampunnnn saya pernah begitu ternyata.  

Jadi ngeblog bertahun-tahunpun tetap bahagia walau yang komen masih bisa dihitung dengan sebelah tangan. Ngeblog seminggu tiga kalipun masih senang walau analytics ga naik-naik juga. Ngereview apa-apa juga tetap sukarela meski memandang iri kepada blogger lain yang dapat gratisan buat direview *saya kapannnn? Kapannn?* . Ya saya tetap cinta ngeblog walau belum pernah diundang jadi pembicara apalagi diberi gelar "ahli social media" *curhattttt terus sampai kejadian*


Tapi pas dilihat-lihat blog ini isinya kog banyakan review ya? Ndak ada kisah pribadinya gini. Ga ada curhatnya. Ga ada pengalaman pribadi dan pemikiran yang bisa mencerahkan para pembaca. Ga ada ulasan tentang isu-isu terhangat di dunia. Apalagi sentilan gosip-gosip artis. Ya mau gimana lagi.. hidup saya sih stabil begini *sombong*. Kalau ga ada curhatan berarti saya lagi bahagia. Bahagia karena ga ada masalah. Bwahahhaa. *denial kalau saya belum cukup pintar buat ngomentarin apa-apa*

Anyway.. selamat empat tahun capcaibakar. Ada yang mau ngehadiahin domain capcaibakar.com? =)

18 March 2011

Bakpia Pathok 25

18 March 2011 capcai bakar

Sewaktu makan di SGPC Bu Wiryo kita berunding mau belanja ke Beringharjo atau mau beli oleh-oleh bakpia? Harus pilih salah satu. Soalnya waktunya ga cukup kalau mau dua-duanya. Meski dengan berat hati *sambil memikirkan sprei batik di Mirota* saya memilih belanja oleh-oleh saja. Oleh-oleh kan bisa buat rame-rame, bisa ngasih ke banyak orang, dan belinya cepat. Kalau belanja baju milihnya lama.


Jadi kita parkir mobil di pasar Beringharjo dan menyewa becak untuk ke toko Bakpia Pathok 25. Kenapa naik becak? Soalnya ga ada yang hafal jalan kesana. Hiyaaahhh... lagian naik becak murah kog. IDR 2 ribu sekali jalan. Bolak-balik cuma IDR 4 ribu. Hitung-hitung sekalian jalan-jalan, saya sudah lama banget ga  naik becak. Padahal waktu kecil dulu ini angkutan favorit saya yang selalu mabuk darat kalau naik mobil. Becak banyak anginnya jadi segar.


Kog milih Bakpia Pathok 25? Pertama rasanya enak. Ga keras. Walau kata teman dia pernah ngerasain bakpia yang lebih enak. Berhubung sang teman juga tidak tahu merek nya apa ya sudah kita kesini aja. Kedua disini bisa sekalian lihat proses pembuatan bakpia jadi bisa sekalian jalan-jalan. Bisa juga ikutan mencoba membuat bakpia. Asyik kan.. 




Kalau bakpia saya suka rasa coklat. jadi belinya yang aneka rasa. Yang kacang hijau atau kacang merah ga begitu suka walau tetap enak. Saya kan mencandu coklat. Selain bakpia saya juga suka yangko dan wingko babad yang rasanya beraneka ragma. Kalau wingko yang rasa original ga doyan. Hihi.



Kelar beli oleh-oleh kita segera ke stasiun. Lumayan ada sisa waktu 30 menit jadi baliknya ga buru-buru. See you next time Jogja! Makasih banyak buat Dhimas dan Dwi yang sudah menemani kita jalan-jalan selama di Bandung. Bukan.. mereka bukan tour guide, mereka itu geek yang doyan makan tapi entah kenapa tak jadi daging, terutama Dhimas. Langsing aja gitu. Huh.

Saya saat pulang. Mulai menggembil kan?
Postingan lain mengenai bakpia pathok 25 dengan gambar dan penjelasan yang lebih banyak bisa dilihat di http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/01/23/dibalik-produksi-bakpia-pathok-25/ dan http://yuliarso.multiply.com/photos/album/78/Berkunjung_ke_Pabrik_Bakpia_Pathok_25

17 March 2011

SGPC Bu Wiryo

17 March 2011 capcai bakar

Hari terakhir di Jogja, walau sudah sarapan, saya menyempatkan makan di SGPC Bu Wiryo. Soalnya tempat ini direkomendasikan oleh teman-teman Jogja. Ya sudah.. meski sudah kenyang.. mari kita makan sop daging dan nasi pecel terkenal di daerah UGM ini. Nanti siang kan sudah harus kembali ke Bandung.


SGPC itu merupakan singkatan Sego Pecel atau Nasi pecel. Warungnya luas. Mejanya gede-gede. Di garasi warung terparkir dua VW kodok antik dan sepeda onthel. Yang lebih hebat pagi-pagi saja sudah ada live music. Rupanya rumah makan ini buka setiap hari dari pukul 6 pagi hingga pukul sembilan malam. 

Warungnya yang luas
Ini Bandnya. Kurang jelas ya. Mau ngambil lagi mereka sudah keburu istriahat.
Menu andalannya adalah nasi sop daging dan nasi pecel seharga Rp 7500 saja sodara-sodara Harga mahasiswa sekali.. Kalau mau memesan menu ini harus bilang ke pak pelayannya. Kalau mau menu lain seperti sate, telur ceplok, telur bebek dan gorengan bisa ambil sendiri ke meja hidang mereka. Pecelnya enak. Kacangnya maknyus.  Segar banget. Kalau suka bumbu kacangnya bisa beli untuk dibawa pulang. Seperempat kilo IDR 22 ribu.


Nasi sopnya juga enak. Kuahnya bening. Bumbunya kerasa, ga kerasa MSG. Sayurannya aja yang masih keras. Dagingnya empuk dan banyak. Enak.


Dan ternyata.. kita ga sempat belanja dulu dong sebelum pulang. Oh.. sprei batik... sprei batik lucu di Mirota yang belum dibeli. Hiks. Eh apa? Ada yang mau dititipin kalau ke Jogja? Makasih. *diunsubscribe massal*

sekilas info Capcai

SGPC Bu Wiryo ini terletak di kompleks UGM, pinggir selokan mataram, tepatnya di sebelah utara selokan, seberang fakultas pertanian UGM. Ini tentu saja info hasil googling.

16 March 2011

Numpang

16 March 2011 capcai bakar

Iya numpang. Numpang jalan-jalan di Malioboro. Lihat ikan asin yang dijemur di trotoar begitu saja. Di Jogja, kucing-kucingnya juga santun. Tak mencuri.


Numpang melihat nasi kucing segede mobil di perayaan. Numpang ngerasain macet di Jogja juga jadinya.


Numpang sholat di mesjid Sulthoni yang bekas air wudhunya dialirkan langsung ke kolam ikan. Sepertinya pernah ada yang numpang nyuci di tempat wudhu dan membuat ikan-ikan mati keracunan. Mesjid di wilayah kantor gubernur ini juga menyediakan sisir, ikat rambut, dan air minum. Belum pernah ketemu mesjid seperti ini. Takjub.


Numpang foto di depan pasar Beringharjo karena kita kemalaman. Pasarnya sudah tutup.


Numpang cuci mata di Mirota. Iya cuci mata saja karena ternyata saya yang cihui ini bingung milih kalau barangnya banyak gini. Bingung apa yang mau diubek-ubek. Kagum sama Erma yang sanggup memilihkan saya sebuah sprei batik dari Mirota.  Saya sendiri liat tumpukannya aja pusing. Maunya dipeperin gitu di lantai sama pelayannya.. terus tinggal nunjuk mau yang mana. *dikemplang.. memangnya saya ibu Ani*


Sayapun lalu memutuskan keliling-keliling toko saja. Melihat seorang ibu membatik. Rupanya ini pertunjukan yang ada setiap hari. Si ibu keren.. ga kesemutan apa duduk begitu terus. Katanya setiap hari sabtu ada pertunjukan kecapi dan rabu malam ada pertunjukan  piano tunggal.


Saat keliling-keliling toko ini lah saya melihat banyak kesamaan Mirota dengan Raminten. Kedua toko ini dipenuhi bunga-bunga sesajen, wangi dupa, dan patung-patung pelayan serta pengawal keraton. Lirik punya lirik saya melihat foto pemilik Raminten di  dekat kasir. Ternyata ia juga pemilik Mirota. Wuih keren, pengusaha sukses rupanya. Namanya bapak Hamzah Sulaiman, seniman lokal yang sering berperan sebagai waria.  Pantas saja pelayan lelaki di Mirota maupun Raminten pada kemayu.


Mirota merupakan kependekan dari Minuman-Roti Tawar, nama toko bakery yang didirikan orang tua Hamzah. Dari toko roti inilah Mirota Group berkembang. Sekarang Hamzah dan keempat saudaranya memiliki berbagai macam pusat perbelanjaan, money changer, pabrik susu, pabrik es krim, toko batik, hotel dan banyak lagi di kota-kota besar (Denpasar, Surabaya, Bandung, Batam, dll). Hanya toko-toko yang dimiliki oleh keturunan langsung yang dapat menyandang nama Mirota, makanya Raminten yang dimiliki oleh anak angkat Hamzah tidak memakai embel-embel Mirota.

Transformasi Hamzah Sulaiman kalau mau manggung
Pak Hamzah bercita-cita ingin membuat toko belanja yang jogja dan jawa banget. Karena itu di setiap toko yang ia miliki kita dengan gampang menemukan sesajen, wangi dupa, dan arca-arca borobudur. Itu bukan sesembahan pada mahluk gaib agar bisnisnya laris manis, seperti perkiraan saya, tapi agar suasana jawanya berasa.

Saat saya sudah menyerah kalah ga mau membeli apapun, mata saya melihat gaun batik yang ditinggalkan seseorang. Dia ada ditumpukan paling atas, ga perlu diubek-ubek. Ga perlu dicari-cari. Gaun lucu itu muncul. Layaknya jodoh. Saya suka warnanya yang pastel. Tidak berat gelap atau gonjreng seperti batik kebanyakan. Kata Rika yang kalem-kalem gitu batik solo. Akhirnya.. darah solo saya yang sekian persen itu muncul. *dikemplang putri solo*

Satu-satunya batik yang saya beli di Jogja
Bertekad akan belanja esok hari saja, sayapun naik ke lantai dua. Lantai dua ini dipenuhi berbagai macam pernak-pernik tradisional. Ada banyak mainan anak dan pernak-pernik rumah seperti tempat tisu bercorak batik, kap lampu unik, tas-tas batik, sandal batik, dan aksesoris perempuan. Surga buat anak kecil dan bapak-bapak.


Kalau capek nungguin mamih-mamih belanja pengunjung Mirota bisa menunggu di lantai 3 dan 4 sambil makan, minum, dan internetan. Ada studio foto juga kalau mau foto-foto sembari nunggui nyonyah besar belanja. Iya Mirota ini toko serba ada, cocok untuk turis yang ga sempat belanja keliling jogja. Pulang dari Mirota kami makan malam di Seafood Pasar Baru Jakarta. Yak.. silahkan tertawa. Jauh-jauh ke Jogja bersandar ke Pasar baru jua. Btw.. kaki saya kumat juga akhirnya. Bwahahahha.