SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

18 March 2011

Tagged Under: , , , ,

Bakpia Pathok 25

Share

Sewaktu makan di SGPC Bu Wiryo kita berunding mau belanja ke Beringharjo atau mau beli oleh-oleh bakpia? Harus pilih salah satu. Soalnya waktunya ga cukup kalau mau dua-duanya. Meski dengan berat hati *sambil memikirkan sprei batik di Mirota* saya memilih belanja oleh-oleh saja. Oleh-oleh kan bisa buat rame-rame, bisa ngasih ke banyak orang, dan belinya cepat. Kalau belanja baju milihnya lama.


Jadi kita parkir mobil di pasar Beringharjo dan menyewa becak untuk ke toko Bakpia Pathok 25. Kenapa naik becak? Soalnya ga ada yang hafal jalan kesana. Hiyaaahhh... lagian naik becak murah kog. IDR 2 ribu sekali jalan. Bolak-balik cuma IDR 4 ribu. Hitung-hitung sekalian jalan-jalan, saya sudah lama banget ga  naik becak. Padahal waktu kecil dulu ini angkutan favorit saya yang selalu mabuk darat kalau naik mobil. Becak banyak anginnya jadi segar.


Kog milih Bakpia Pathok 25? Pertama rasanya enak. Ga keras. Walau kata teman dia pernah ngerasain bakpia yang lebih enak. Berhubung sang teman juga tidak tahu merek nya apa ya sudah kita kesini aja. Kedua disini bisa sekalian lihat proses pembuatan bakpia jadi bisa sekalian jalan-jalan. Bisa juga ikutan mencoba membuat bakpia. Asyik kan.. 




Kalau bakpia saya suka rasa coklat. jadi belinya yang aneka rasa. Yang kacang hijau atau kacang merah ga begitu suka walau tetap enak. Saya kan mencandu coklat. Selain bakpia saya juga suka yangko dan wingko babad yang rasanya beraneka ragma. Kalau wingko yang rasa original ga doyan. Hihi.



Kelar beli oleh-oleh kita segera ke stasiun. Lumayan ada sisa waktu 30 menit jadi baliknya ga buru-buru. See you next time Jogja! Makasih banyak buat Dhimas dan Dwi yang sudah menemani kita jalan-jalan selama di Bandung. Bukan.. mereka bukan tour guide, mereka itu geek yang doyan makan tapi entah kenapa tak jadi daging, terutama Dhimas. Langsing aja gitu. Huh.

Saya saat pulang. Mulai menggembil kan?
Postingan lain mengenai bakpia pathok 25 dengan gambar dan penjelasan yang lebih banyak bisa dilihat di http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/01/23/dibalik-produksi-bakpia-pathok-25/ dan http://yuliarso.multiply.com/photos/album/78/Berkunjung_ke_Pabrik_Bakpia_Pathok_25
Post a Comment