SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

24 March 2011

Tagged Under:

Inovasi (terbaru?) Snowman Boardmarker

Share

Jadi sudah saya kasih tau belum kalau salah satu dari #100factsaboutcapcai adalah Capcai suka memperhatikan dan mepertanyakan hal-hal yang tidak penting. Beneran deh.. Sangking ga pentingnya Papa saya pernah bilang "Kalau nanya yang pinteran dikit dong" Hahaha. Nanya sih nanya aja. Kalau ingin menguji pengetahuan lawan bicara baru nanya yang pinteran. 


Nah salah satu hal tidak penting yang saya amati adalah perubahan spidol whiteboard merek Snowman. Waktu jadi asisten dosen saya punya banyak persediaan spidol ini. Yang dibawa ngajar aja bisa satu kotak pensil besar berisi beraneka ragam warna spidol. Kebayang dong betapa banyak persediaan spidol ini. Bahkan saat pergantian semester dan masih banyak spidol yang disegel saya suka membaginya ke kantor Icreativelabs. 

Keadaan ini berbanding terbalik dengan spidol-spidol para dosen. Kalau spidolnya bagus, ujungnya runcing, dan warnanya pekat itu mesti bawaan sang dosen sendiri. Kalau mengandalkan persediaan spidol di ruang dosen dari lima spidol yang diajak ngajar, yang masih bisa dipakai sampai akhir jam kuliah paling cuma sebuah dua buah. Sisanya suka kehabisan tinta di tengah jalan. Warnanya juga sudah campuran warna merah, hitam, dan biru. Gara-gara aslinya si spidol berwarna merah terus diisi ulang dengan tinta hitam atau biru. Trus biar hemat, tinta isi ulangnya ini suka diencerkan. Jadi aja kalau dipakai, tintanya beleber kemana-mana. Hakdush banget lah.

Soal isi ulang spidol, saya sendiri sih tidak pernah melakukannya. Pertama karena belum pernah kehabisan spidol dan tinta spidol. Pernahnya kehilangan spidol. Kedua, ngebuka ujung spidol buat diisi ulang itu sungguh pekerjaan yang sia-sia. Keras banget. Entah siapa yang ngobrol dengan pemilik Snowman tentang masalah ini, sekarang mereka menginovasi desain spidol mereka. Tutupnya menjadi sangat lebih gampang dibuka, bahkan oleh kuku-kuku lentik namun rapuh milik saya ini.


Bobotnya juga lebih ringan, ujungnya lebih runcing, jadi lebih enak dipakai nulis dan hasil goresanya lebih tipis. Ah.. jadi kangen ngajar. Gimana? Ga penting ya? Hahahha.
Post a Comment