SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

28 March 2011

Tagged Under: ,

Makan di Kampung Legok

Share

Alkisah suatu hari saya mendapat undangan makan-makan di Kampung Legok. Saya belum pernah makan disini, jadi bermodal petunjuk "Dekat Sapu Lidi, depan vihara" saya berpetualang. Perjalanan ke terminal Ledeng lalu belok kiri memasuki Jalan Sersan Bajuri dilalui dengan tentram. Masuk.. masuk.. melewati  cafe-cafe saya mulai ragu-ragu. Sepanjang jalan Sersan Bajuri itu kan dipenuhi  umbul-umbul dan spanduk berbagai macam rumah makan jauuuuuh sebelum kita sampai ke tempatnya. Nah ini tidak ada satupun spanduk yang bertuliskan Kampung Legok. Duh. Apalagi saat mengintip pemandangan, saya tidak menemukan puncak viharanya. Ya sudah mari bertanya ke penduduk lokal. 

Dari hasil tanya-tanya dan bolak-balik kemana-mana, saya memasuki kompleks perumahan tempat Sapu Lidi berada. mentok sampai ke Sapu Lidi, belok kanan keluar kompleks, kampung Legok ini berada di sebelah kiri seberang jalan. Pertama kali masuk saya terpesona tempatnya bagus. Meskipun sedang ada proyek pembangunan disana. Depannya agak gersang sih tapi di dalamnya hijau.

Tempat makannya didesain seperti gazebo-gazebo yang dikelilingi sungai dan tanaman. Enak. Sayang berdebu karena sedang ada pembangunan. Ada playground juga, jadi anak-anak bakalan betah dan lupa makan. Cuma kualitas mainannya biasa banget. Besi-besinya kecil dan tampak rapuh. Begitu juga tali-tali dan mainan panjat dindingnya. Bukan standar sekolah TK menurut saya.  Ya iyalah dia kan jualan makanan bukan bikin playground. Jadi mari nikmati pemandangannya yang bagus dari marathon foto berikut.

dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com



dok http://visitbandung.multiply.com
dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com

dok http://visitbandung.multiply.com


Sekarang soal makanannya. Untuk memanggil pelayan kita harus memukul kentongan yang disediakan di setiap gasibu. Setelah makanan selesai, kokinya juga akan memukul kentongan untuk memberitahukan pelayan. Unik.

Mie goreng

Jus tomat dan Air kelapa ples alpukat
Nasi timbel komplit.
Makanannya masih eat-able tapi ga bikin kangen. Biasa aja. Sambalnya yang okeh. Pedas. Soal pelayanan karena pelayannya cuma satu orang untuk area seluas itu jadi lumayan bikin mangkel. Sopan-sopan sih tapi lama. 

Makanan datangnya kelamaan. Waktu itu kita kan rombongan, dipesanin nasi timbel komplit semua biar gampang. Eh ada yang dapat jambal, ada yang dapat teri, ada yang ga dapat apa-apa. Padahal sudah konfirmasi sebelumnya, ga ujug-ujug datang mendadak gitu. Minumannya juga datang jauhhh setelah kita selesai. Bikin tenggorokan seret banget, banget. Pesan air minum dalam kemasan juga salah antar. Pyuh. Haus. Jusnya juga encer banget. 

Makanya waktu bayar untuk tiga porsi makanan dan minuman ples tambahan 4 botol AMDK seratus ribu lebih gitu agak-agak gak rela. Hahaha. Ndak maknyus soale. 

Pas ke toiletnya apalagi. Airnya ga ngalir dimana-mana. Jadi you know how the condition so well lah. m(-_-)m Sayang banget padahal tempatnya cihui gini. 
Post a Comment