09 March 2011
Medical Check Up di Hasan Sadikin
Rehat dulu ya dari review perjalanan ke Jogja kemarin. Beberapa review udah selesai. Beberapa belum. begini deh nasib perfeksionis. Mau bikin postingan aja googling sana-sini, dirangkum, terus ditambahi ke postingan sendiri. Repot kog dicari.
| Kartu pasien Borromeus, Santosa, dan Hasan Sadikin. Tinggal Advent yang belum punya |
Jadi ceritanya saya sedang di tahap akhir tes BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Nah salah satu syarat daftar ulang peserta wawancara adalah melampirkan tes kesehatan. Maka berbondong-bondonglah saya (saya dan organ-organ tubuh beserta lemak-lemak yang masih lucu ini) ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rumah Sakit Umum Daerah Bandung.
Agak parno ke rumah sakit ini karena beberapa kali datang cuma jadi kelinci percobaan. Sakitnya ga sembuh, malah rasanya tambah parah karena banyaknya orang yang berobat dengan berbagai macam penyakit dan birokrasi yang panjangnya sungguh-sungguh. Tapi saat saya datang kemarin, RSHS makin canggih. Sekarang sudah ada mesin antrian seperti di bank-bank. Pasien bisa duduk santai sambil menunggu no antriannya dipanggil. Ga ada lagi cerita antrian diserobot yang bikin emosi jiwa, walau masih banyak calon pasien yang memilih menunggu di depan loket bukannya di kursi yang disediakan. Padahal masih banyak kursi kosong. Maka pak satpam RSHS selain bertugas sebagai penunjuk arah dan membantu mengoperasikan mesin antrian, ia juga bertugas membujuk satu-persatu calon pasien agar tidak mengantri di depan loket. Pada pindah sih.. pindah dua langkah saja. Yang sabar ya Pak.
Yang bikin capek tetap birokrasinya. Setelah mendaftar di depan, saya harus ngambil formulir di Medical Check Up Unit. Formulirnya lalu diantar sendiri ke laboratorium. Langsung bayar, ga bisa gesek. Yang bikin saya keliling rumah sakit mencari ATM. Untuk pemeriksaan lengkap meliputi
- Pemeriksaan darah lengkap, berupa pemeriksaan Hemoglobin, Hematokrit, Eritrosit , Leukosit, Hitung Jenis, Laju Endap Darah, Trombosit.
- Pemeriksaan urine lengkap
- Pemeriksaan fungsi hati : SGOT dan SGPT
- Pemeriksaan fungsi ginjal : ureum dan creatinin
- Pemeriksaan kadar lemak : kolesterol total
- Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) atau Rekam Jantung
Saya cukup membayar IDR 264.500. Katanya sih lebih murah daripada di RS swasta. Ambil darah dan urin sih cepat. EKG nya yang ngantri lama. Operatornya cuma satu. Selanjutnya saya pergi Rontgen Paru (Thorax) di ruangan lain seharga IDR 47.500. Pasien berjenis kelamin sama dipanggil tiga-tiga untuk rontgen.
Kelar rontgen sayapun tes kesehatan jiwa (MMPI) di klinik psikiatri. Daftarnya di gedung mana. Bayar IDR 200.000-nya di loket mana. Trus tesnya di gedung lain. Pyuh. Olahraga banget. RSHS ini kan luasnya ampun-ampun. Pintu masuknya aja bejibun. Jadi buat orang yang orientasi geografinya buruk seperti saya, ditinggal sendiri di sini bisa tukaran nomor hape sama bapak satpam buat nanya jalan.
Hasilnya keluar keesokan hari dan harus diambil satu-satu di ruang pemeriksaan masing-masing sebelum pukul 3 siang. Hari pertama ngambil, Unit Rontgen sudah tutup tepat pukul tiga. Bergegaslah saya ke Laboratorium darah dan urine. Alhamdullilah masih buka, Ambil hasilnya dan saya langsung keluar. Setengah perjalanan hendak keluar rumah sakit saya sadar hasil EKG nya tidak ada. Ternyata harus diambil sendiri ke ruangan EKG. Untung masih bisa digedor.
Tes darah kemarin menunjukan kolesterol saya 5 poin di atas kolesterol normal. Tidakkkk! Ini pasti efek makan-makan enak selama liburan kemarin. Terus nilai SGOT dan SGPT (hati) saya yang di bulan Desember masih 18 sekarang menjadi 34, tiga poin di atas normal. Sayapun buru-buru tes ulang. Semoga hasilnya oke *cross finger* dan doakan saya sukses wawancaranya ya..
Update
Hasil tes kedua semuanya normal dan kolesterolnya turun 3 poin.. ahay-ahay.. Bisa makan enak lagi.. *dikeplak*
Update
Hasil tes kedua semuanya normal dan kolesterolnya turun 3 poin.. ahay-ahay.. Bisa makan enak lagi.. *dikeplak*



9 comments:
biasanya perusahaan yang bayarin tes kesehatan. Eh BPK bukan perusahaan yak? :D
March 9, 2011 3:18 PMBukan gw yang bilang yaaaa hahhahaha
March 9, 2011 3:46 PMyaaah baru baca GCUnya RSHS sepertiga GCU di lab :(. Tau gitu...
March 9, 2011 4:52 PMKolesterol parah gw ra. Ayoo dong klo ada kiat2 khusus. Sharing yaa...
Mungkin nanti klo udah jadi cpns, pas tes kesehatan ulang di prajab, dibayari kantor. Harusnya ya, masa kita lagi yg bayar.
March 10, 2011 6:12 AMItu kolesterol masih bisa diturunin kok, kan cuma naik 5 pon. 205 berarti ya. Kebanyakan makan enak, bener sekali!
Ealah.. komennya agak membingungkan ternyata kudu klik ikon itu dulu ra :)). Tak doakan Ra, semoga lancar wawancaranya dan keterima dan tentu saja pada akhirnya ........................................................................................................................................................................ hmmm makan makannnnn hahaha
March 10, 2011 7:26 AMtes buta warna? tes sinus? tes amandel? tes ketok lutut?
March 10, 2011 6:33 PMhihihi.
sukses ya wawancaranya. *telat baca padahal*
#keblug katanya banyakin makan ikan tenggiri dan tuna untuk nurunin kolesterol. HDL dan LDL lu gimana? Kalau kolesterol baiknya yang lebih tinggi ga masalah sih sebenarnya. batasnya kan 280
March 16, 2011 9:47 AM#Zee iya kebanyakana makanan enak. Aminnn semoga bisa ngerasain prajab dsbnya. hihi
#om Bis iya nih banyak yang bilang bingungin komennya.. hahhaa... nunggu programmernya ga sibuk. Aminnn. Sipp makan-makannya gampang lah kalau di piit. Halah. :p
#Raie ga telat sih raie.. wawancaranya sabtu kemarin kog. tesnya ga ada tes buta warna gitu.. Ga perlu kali kalau jadi auditor. Tes sinus, amandel dan ketok lutut juga ga ada. Itu tes masuk Depkeu yang begitu. Pengalaman.
mau tanya dong,,biaya medical check up di atas udh termasuk biaya konsultasi dokter (mengenai hasilnya)??
July 6, 2011 12:53 PMthanks ya infonya
@atas Sudah.. cuma selesainya lebih lama
July 22, 2011 4:49 PMPost a Comment