SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

30 March 2011

Tagged Under:

Tes Departermen Luar Negeri

Share

Sebelum lupa mari saya cerita-cerita soal salah satu pengalaman saya mencari kerja. Kali ini cerita soal Deplu ya.

Deplu ini keren. Kartu ujiannya ga hanya selembar kertas A4 yang diprint oleh si peserta sendiri. Kartu ujiannya kartu beneran yang diprint foto berwarna kita. Dapat dua barcode juga, yang silahkan digunting di rumah, satu untuk di lembar jawaban dan satu lagi untuk di kursi. Kartunya juga berlaku terus sampai ujian selesai. Jadi mohon dijaga baik-baik. Oh ya pas pengambilan kartu saya datang hari terakhir biar ga kelamaan nginap di Jakarta dan ga ada antri-antrinya. Senang deh, proses ngambil kartunya ga sampai lima menit.  Kata teman saya yang ngambil kartu sehari sebelum dia ngantrinya panjaaang banget dan kepanasan. Jadi kalau rajin silahkan membawa payung.

Kartu ujiannya yang gaya. (>.<)
Terus aturan baju saat mengikuti ujiannya cukup ketat. Harus kemeja dan sepatu pantofel. Yuk dadah sepatu cantik. Saran saya sih ikutin aja peraturannya, soalnya ada beberapa peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena tidak mematuhi aturan tersebut. Alur masuk ke ruang ujian satu-satu soalnya.. jadi pasti kelihatan kalau pakai sepatu converse etc.

Terus meski tes pertama ramai banget suasananya teratur dan nyaman kog. Tes kedua juga nyaman, satu ruangan cuma diisi 10 orang kalau ga salah. Antriannya juga oke. Profesional lah.

Tes Administrasi

Pengiriman berkas termasuk yang lumayan ribet buat saya gara-gara berkas-berkas yang diminta di pengumuman Deplu berbeda dengan berkas-berkas yang diminta di bagan tes dari Deplu juga. Di bagan diminta surat bebas narkoba asli yang untuk membuatnya harus membayar Rp 150.000, padahal di pengumuman tidak ada. Diminta juga SKCK, tanpa tulisan asli atau fotokopi dilegalisir. 

Saya sih mengirimkan SKCK asli dan surat bebas narkoba. Lebih baik over prepared daripada less prepared kan. Tapi teman saya yang tidak mengirim surat bebas narkoba dan SKCK asli (hanya fotokopian saja) lulus-lulus juga kog.

Tes Tertulis Deplu

di tahap ini kita bisa melihat pak Marty M. Natalegawa, bapak menteri yang ganteng dan pintar itu. Pilih tempat duduk dekat panggung ya biar bisa melihat beliau dengan jelas. =))

diambil dari http://www.kemlu.go.id/Pages/Profile.aspx?IDP=4&l=id
Tesnya terdiri atas tiga bagian. 20 soal pilihan ganda, 10 soal isian singkat, 3 essai bahasa Indonesia, dan 3 essai bahasa Inggris. Itu untuk S1 ya.. untuk S2 soal essainya masing-masing jadi 4 (dari 6 soal yang bisa dipilih) Untuk D3 dan dokter soalnya lebih ke praktek (katanya).

Sebelum ujian saya sudah belajar-belajar dari web Deplu  dan wikipedia. Baca-baca soal ASEAN, PBB, KAA, sejarah Deplu, UNFCCC, WOC, BDF, deklarasi Djuanda, Sumpah Pemuda, BPUPKI, Proklamasi, dan banyak lagi.

Soal Pilihan Ganda dan Isian Singkat lumayan banyak keluar dari bahan bacaan saya itu. Tapi.. informasi yang saya tau jadi soalnya. Pertanyaannya yang saya ga tau jawabannya. Hahaha. Jadi emang ga cuma sekedar baca garis besarnya saja. Harus hapal dan tahu detail-detailnya, nama orang dan tanggal. Waktu pilihan ganda sih masih bisa tebak-tebak buah manggis. Pas isian singkat? Yuk. 

Essainya sudah pasti mengenai pengetahuan, pendapat dan solusi kita mengenai topik-topik yang sedang panas di hubungan internasional Indonesia. Harus rajin baca koran dan dengar berita. Kalau ga tau? Pakai logika.. kalau kamu jadi diplomat dan dihadapi persoalan seperti itu gimana? Solusi apa yang akan memuaskan semua pihak? Tulis yang jelas dan rapi. Biar enak dibacanya. Oh ya.. walau cuma tiga soal essai, satu soal bisa beranak sampai enam. Selain membutuhkan kekuatan tangan, kita juga harus pintar pilih-pilih soal yang kita ketahui latar belakangnya dan sikap Indonesia menghadapi persoalan tersebut. Biar ga ngarang banget.

Jadi tips saya kita harus tahu sejarah kerjasama RI jaman dulu (berbagai macam perjanjian di awala-awala kemerdekaan), ga sekedar tahu garis besarnya tapi tahu detailnya dan update isu-isu terbaru hubungan Indonesia dengan luar negeri setahun terakhir ini. Trus fokus di essai aja, karena butuh waktu paling lama dan bobotnya lebih besar.

Tes Kemampuan Bahasa Asing Deplu

Ada banyak pilihan kemampuan bahasa. Peserta hanya bisa memilih satu bahasa saja. Pilih yang benar-benar fluent ya soalnya pas wawancara substansi nanti pakai pilihan bahasa ini. Meski bahasa Arab saingannya sedikit kalau cuma tau Ana dan Antum ya ga usah dipilih. =)

Tesnya sendiri adalah English Proficiency Test (EPT) dari LIA pilihan ganda dengan listening saja. Seingat saya ga ada writing deh. Speaking juga ga ada.  Saya sempat sombong sih.. yah udah biasa ikut test TOEFL ITP ini.. sebelas dua belas lah. Eh ya ga lulus jadinya. Kata teman yang lulus di Deplu, dia sebelumnya sudah mengambil tes EPT dari LIA jadi udah tau gambarannya gimana. Tuh.. ikut tes selain pintar dan beruntung juga harus cerdik.

Konon setelah Tes Bahasa Asing ini cuma ada satu tahap lagi. Tapi empat tes sekaligus. Tes IT, Wawancara substansi, wawancara psikolog, dan tes psikolog. 


Silahkan dibaca juga
Post a Comment