SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

07 March 2011

Tagged Under: , , ,

The Warung of Raminten

Share




Balik dari Borobudur  saya  (baca : kita) makan dulu di The Warung of Raminten atau Warung Raminten yang terletak di jalan Kaliuran Km 15, 5, Sleman. Warung raminten juga ada di kota Jogja, tepatnya di Jalan FM Noto No 7. Sebelahan dengan Mirota Bakery. Kalau yang di Kaliurang ini sebelahan dengan Mirota Batik.


Saat di parkiran, teman saya yang asli Jogja bilang kalau foto orang di papan  menunya itu foto pemiliknya. Hahaha. Tapi dia ga yakin gitu. Betisnya bagus ya. Iri. Halah.



Begitu masuk kita disuguhi gapura yang bagus banget untuk foto-foto. Serasa di Bali. Melewati gapura kita akan bertemu foto sultan dan istri yang diapit patung pelayan dalam balutan baju jawa. Patungnya ukuran manusia asli loh. Di tengah-tengahnya ada kembang dan sesajen. Wanginya sih ga begitu kecium, mungkin karena warungnya terbuka. Jadi aliran udaranya lancar.



Dapurnya terbuka dan ada di depan, jadi saat masuk kita bisa melihat pelayan dan koki yang sibuk lalu lalang. Warung ini terdiri atas tiga lantai yang turun ke bawah.


Dari lantai pertama ke lantai kedua kita akan menemukan air terjun buatan yang latar belakanganya wajah Budha. Dan tetap ada sesajen.


Turun ke lantai tiga kita akan melihat tempat makan prasmanan di kejauhan. Untuk kesana kita melalui jembatan yang berada di tengah-tengah kolam. saya kira kolamnya hanya hiasan, Ternyata itu juga penangkaran ikan, Kalau ada yang memesan menu ikan, pelayannya langsung mengambil ikan dari kolam. Canggih. Ikannya segar.

lantai 3


Tempat Prasmanan ada live musicnya

Tempat penangkaran ikan

Patung Budha dekat mushola
Interiornya jawa-jawa etnik gitu dipenuhi patung prajurit keraton dimana-mana, mainan congklak, dan gambar-gambar sultan. Karena kita makannya di sebelah patung pelayan seukuran manusia walau sudah bolak-balik saya tetap kaget setiap melihat patung itu. Saya kira manusia beneran. (--")




Pelayannya laki-laki semua yang seragamnya menggunakan kain jarik sebagai bawahan. Kalau di warung raminten jogja pelayannya ada yang perempuan dan hanya menggunakan jarik dan kemben. Seksi dong... 

Menu makanan disini diberi judul Daharan sedangkan minumannya Unjukan. Makanan andalannya ikan bakar. 

Kita pesan gurame bakar manis dan gurame bakar pedas yang harganya IDR 6000 se onsnya. Ikannya segar. ga bau tanah. Ikan bakar manisnya beneran manis, jadi cocok buat anak kecil. Ikan bakar pedasnya juga lumayan pedas tapi masih eat-able oleh saya yang ga doyan pedas. Kedua ikan bakar ini dihidangkan bersama sambal sere yang enak banget. Memancing air liur pokoknya.



Untuk nasi kita bisa memesan nasi biasa saja atau memesan nasi kucing khas Jogja yang harganya cuma seribu perak. Nasi kucing nya disajikan dengan taburan oseng tempe, serundeng dan teri. Osengan ini bahkan lebih pedas daripada ikan bakar pedasnya. Jadi ga cocok buat anak kecil. Piringnya yang kecil juga bikin repot saat makan. 

nasi kucing dobel, dua ribu perak saja.
Kita juga mesan tahu tempe mendoan dan otak-otak buat camilan yang langsung habis dalam sekejab. Enak. Renyah dan gurih. Sangking enaknya pesan tiga porsi juga belum cukup. Menu-menu yang lain tampilannya juga unik-unik.


Sisa-sisa gorengan yang sempat difoto. Yang lain?
Mohon maaf penulis kelaparan. jadi lupa foto. ;p

Nasi goreng. foto dari miesehati.com

Nasi Liwet. Foto dari miesehati.com
Minuman spesial disini adalah es kelapa dan es dawet yang porsinya banyaak banget. Es kelapanya sih biasa aja. Porsinya yang ga biasa. Ngenyangin banget. Ga kebayang giman caranya orang ngabisin es dawet sebanyak itu.

Ini gelas apa aquarium
Minuman unik lainnya adalah wedang serai yang gelasnya lebih tinggi dari badan kita saat duduk.

Foto dari inijie.com
Dan bagusnya lagi tempat makan ini murah. Murah banget. Porsinya juga banyak, Khas mahasiswa sekali. Interiornya juga bagus. Di Bandung aja belum ada tempat makan yang makanannya murah kalau venuenya bagus. Biasanya kan venue bagus, harganya mahal. Kalau murah juga pinggir jalan gitu. 

Mau warung raminten di Bandung! *guling-guling di tanah*
Post a Comment