SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

01 April 2011

Tagged Under:

Capcai dan Air Putih

Share

Jadi saya itu ga doyan buang air kecil alias pipis di toilet umum. Gak nyaman. Kalau kepepet banget baru mau. Itupun milih-milih, harus di toilet mall Anu yang bersih banget. Untunglah saya juga jarang banget dapat panggilan ke toilet, biasanya baru berasa kebelet kalau sudah di rumah. Pernah saat lagi rajin-rajinnya nyari kerja ke Jakarta (deng... ketahuan kalau sekarang udah ga rajin nyari kerja lagi. Hihihi) dari pergi sampai balik lagi ke Bandung, saya ga mampir-mampir ke toilet sama sekali. Heubat. Sayapun dengan sombongnya bilang kalau kantung kemih saya luas.

Yang mana fakta itu tidak benar sama sekali Sodara-sodara! Faktanya, saya itu jarang banget minum. Minum cuma kalau di rumah aja di malam hari. Minum pagi-pagi juga ga doyan karena bikin mual. Jadi alasan kenapa saya jarang pipis ya gara-gara jarang minum. Awalnya sih saya baik-baik saja. Ga ada keluhan sama sekali dengan pola minum dan ke toilet seperti itu. Meski saat iseng-iseng pijat alternatif, terapisnya bilang ginjal kiri saya ada masalah. 

Karena saya orangnya ga percayaan sama pengobatan alternatif begitu, ya dianggap angin lalu saja. Paling jadi rajin minum bentar.. terus balik lagi deh ke kebiasan lama. Mulai berasa ada keluhan saat saya kena anyang-ayangan. Eh ada yang ga tau anyang-anyangan itu apa? Ayang-ayangan itu adalah keinginan yang amat sangat kuat untuk bolak-balik berkemih dengan interval yang sangat amat pendek. Dan saat berkemih, kuantitas urin yang dikeluarkan sangat sedikit, bahkan kadang-kadang tidak ada. Jadi berasa nyeri aja.


Keluhan kedua yang muncul adalah warna air urin saya tetap seperti no tujuh walaupun saya sudah minum banyak-banyak. Kondisi ini berlangsung berhari-hari. Tidak seperti anyang-anyangan kemarin yang cuma berlangsung setengah hari. Saya mulai khawatir. Mulai teringat hasil lab saat saya sakit purpura kemarin, meskipun ginjalnya oke-oke saja tapi di urin saya sudah terdapat sel-sel darah. Booo.. seram aja gitu!

Makin sadar bahwa saya take this healthy body as granted saat harus cek kesehatan sendiri. Walaupun sudah banyak minum dua hari sebelum medical check up, urin saya tetap tergolong keruh dan ada banyak partikel di dalamnya. Pyuhhh.. Saya mulai sadar kalau saya kurang (banget) minum air. Sayapun memutuskan harus banyak minum kalau masih mau meninggal dengan dua buah ginjal yang sehat.


Dimulailah kehidupan saya yang membawa botol air minum kemana-mana, jadi kalau haus sedikit bisa langsung minum banyak-banyak. Botolnya sengaja dipilih yang ada sedotan biar cepat habis. Sekali minum tau-tau udah setengah botol aja, padahal belum lega benar hausnya. Itulah alasannya sebotol Teh Botol tak akan pernah cukup (loh?). Minum dengan sedotan membuat air tidak mengalir ke seluruh lidah dan tenggorokan sehingga bisa menghalangi rasa kenyang akan minuman. 

Sayapun jadi rajin ke toilet. Kalau lagi singgah ke suatu tempat pasti saya numpang ke toiletnya. Ga pakai pilih-pilih lagi. Berhubung masih baru di dunia rajin minum-rajin ke toilet ini, terkadang saya  kena kebelet pipis di tengah jalan. Nyiksa banget! Pastinya akibat hobi baru ini tagihan air minum di rumah maupun Piit dapat dipastikan melonjak drastis. Hihi. *kabur pelan-pelan sambil nyeruput air putih*
Post a Comment