SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

13 April 2011

Tagged Under:

Ke Kebun Binatang Bandung

Share

Berhubung sedang bosan ke mal tapi males ke tempat wisata lain yang penuh dengan pendatang dari Jakarta, weekend kemarin saya main ke kebun binatang bandung.  Kebun binatang bandung kan begitu-begitu aja.. kalah gaya sama Ragunan.. jadi yang datang juga paling penduduk bandung inih. Sebelum berangkat mampir dulu ke KFC  beli bekal makanan, secara di BonBin lebih mahal dan belum tentu juga ada makanan berat. Ceritanya mau piknik. 

Cake dengan lelehan coklat di dalamnya. 5ribu saja.
Sekarang masuk ke Bonbin biayanya Rp 12.000 gitu, beda tipis sama nomat ya. Hihi. Perhitungan. Begitu masuk langsung diserang bau menyengat. Ngerti sih banyak kotoran binatangnya tapi masa' bisa bau banget. Sigh. Cuma dibawa senang aja. Udah bayar gini.. itu orang-orang pacaran aja pada betah nongkrong di depan kandang orang hutan yang tidur malas, bersembunyi dari matahari. Trus saya memutuskan naik gajah. Iya naik gajah.. biar ga bosen liat hewan yang kurus-kurus dan lemas-lemas inih. Yang aktif cuma monyet-monyet saja. Yang lain diam-diam mematung gitu.

Untuk naik gajah kita harus bayar Rp 7.000 per orang. Muternya dekat, cuma gajahnya disuruh jalan pelan-pelan. Biar kerasa lama. Waktu nunggu antrian saya sudah mulai deg-degan. Lumayan tinggi juga ya punggung gajah ini. Ya iyalah. Duh.. makin berumur makin banyak takutnya deh. Hiks. Saya makin ketakutan saat menyadari tidak ada pegangan di punggung gajahnya. Dulu waktu masih kinyis-kinyis saya pernah naik gajah di Brastagi, nah tempat duduknya bantalan sofa gitu, jadi gerakan kaki gajahnya ga berasa. Tempat duduknya juga punya pegangan besi di salah satu sisi, lebih berasa aman deh. 

Berhubung yang di BonBin tidak begitu, setiap si gajah melangkah dunia langsung berasa gonjang-ganjing. langsung ga seimbang. Apalagi saat yang bisa dijadikan pegangan cuma secuil baju pawangnya. Malu dong peluk bapak pawang erat-erat.. bukan muhrim. Hiyahhh.Dan tingkat kecemasan makin bertambah saat penumpang belakang memegang anda dengan sangat erat. Kalau jatuh jangan bawa-bawa dong Bu.. :D


Kalau takut perjalanan yang cuma 5 menit aja rasanya sejam lebih ya.. lama banget. LAMA. Sayapun mulai gemas sama si gajah yang centil berhenti beberapa kali untuk ngunyah-ngunyah tebu. Bikin lama! Terus mulai  berusaha menenangkan diri dengan kalimat "Pawangnya aja naik gajah sambil santai-santai baca koran gitu.. Tenang.. Tenang." sampai turun. Pyuh.. gitu turun langsung lega. Selain gajah kita juga bisa menunggang unta. Cuma kemarin ga keburu nyobain. Pukul 2 semua atraksi langsung tutup. 


Selesai menguji nyali (yaelah) di Tunggang Gajah, saya melirik sebentar ke balon air. Ada mainan baru! Jadi pembeli dimasukkan ke dalam balon, setelah masuk balonnya ditiup pakai mesin, begitu penuh langsung diresleting dan didorong ke tengah kolam. Berlarilah anak-anak kecil itu di dalam balon. Muter-muter biar balonnya jalan. Persis kayak hamster. Hihi. Tiketnya Rp 10.000 saja untuk main sepuasnya (selama tidak ada antrian.) Saya sih ga mau nyoba, capek. Jadi ga tau bisa untuk orang dewasa apa enggak.

Bisa lihat videonya di sini
Puas melihat-lihat sayapun meneruskan perjalanan dan menyadari ternyata BonBinnya sudah direnovasi. Kandang-kandangnya dipercantik dan diperbersih. Di pinggir kandang ada selokan bersih yang dihuni ikan-ikan kecil. Bagus! Dan  ga ada bau-baunya lagi. Rupanya renovasinya pelan-pelan  dan dimulai dari depan. Saya memang masuknya dari belakang karena parkir di belakang. Siipp.. semoga cepat selesai renovasinya biar makin nyaman berkunjung disini.

Kandang kura-kura yang sudah cantik

Kandang ular dan biawak.
 Lihat ayam yang lagi bersembunyi di bawah pohon (di sebelah kiri)?
 Itu makanan segarnya. 
Kalau ini hamster-hamster yang jadi makanan segar juga
Sayangnya udah cantik dan bersih gini, pengunjungnya masih dong santai aja buang makanan dan minuman bekas piknik sembarangan. Padahal tong sampahnya dekat banget dengan tempat mereka ngegelar tikar.  (T-T)


Dan jalan-jalan kali ini diakhiri dengan memakan bekal KFC di bawah pohon ditemani rintik-rintik hujan. Hihi.
Post a Comment