SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

08 April 2011

Tagged Under: ,

Tes Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Share

Mumpung masih hangat di ingatan, sini-sini yang belum bosan dengar petualang Capcai mencari kerja, ayo kumpul disini. Saya mau cerita-cerita soal tes BPK kemarin.  Dan masih ada hutang cerita soal tes Depkeu dan Perindustrian? *sighhh* Hahahaha.

Jadi tes BPK ini beda sendiri waktunya, kalau departermen-departermen lain barengan buka pendaftaran di akhir tahun (sampai saya bingung mau ngelamar dimana), BPK buka pendaftaran di awal tahun, sendirian.  Tahap pertamanya adalah mendaftar online di web cpns.bpk.go.id. Tips di tahap ini, BPK itu punya kantor di seluruh propinsi jadi kita dapat memilih lokasi ujian terdekat dari tempat tinggal kita saat ini. Bukan dari alamat domisili di KTP. Kalau lagi tinggal di Bandung pilih saja lokasi ujian di Bandung meski KTP nya KTP Bogor. Kalau tinggal di Bogor silahkan memilih lokasi ujian di Jakarta. Ini sih demi alasan kepraktisan dan hemat ongkos, soalnya lokasi ujian ini yang akan kita datangi bolak-balik untuk seleksi dan  pengesahan kartu ujian.

Pemilihan lokasi ini tidak ada sangkut pautnya dengan tempat penempatan kerja nanti (kalau diterima). Ga ada sangkut paut juga dengan ketatnya persaingan. Soalnya hasil ujian semua peserta dirangking secara nasional kog.

Setelah ada pengumuman siapa yang lolos seleksi online sekarang kita masuk ke tahap kedua, Seleksi Administratif. Jadi kita harus membawa dokumen-dokumen pendukung seperti ijazah untuk membuktikan informasi yang disebutkan saat pendaftaran online. Tipsnya adalah memperhatikan benar-benar persyaratan yang diminta. Persyaratan dari mereka jelas kog. Disini kita akan memperoleh kartu ujian untuk tahap ketiga, Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris.

Tes Potensi Akademik yang dipakai adalah tes dari Bapenas. Jadi yang udah pernah seleksi di Bapenas atau sudah pernah mengambil tes TPA untuk S2 bisa tahu gambarannya gimana. Ada tes kemampuan verbal seperti mencari padanan kata, lawan kata, dan sebagainya. Ada tes hitungan seperti deret bilangan, pecahan, dan lain-lain, serta tes abstrak. Tipsnya sering-sering baca koran, baca kamus, latihan berhitung cepat, dan berpikir abstrak. Kalau ada uang lebih bolehlah ikutan bimbingan-bimbingan TPA. Kalau ga ada ya beli buku aja. Kalau mau lebih pasti ya harus ikut tes bappenas, konon biayanya IDR 350 ribu. Saya sendiri sih ga ikutan bimbingan TPA, beli buku TPA, atau ikut tes Bappenas, cuma ngerjain secepat dan sebisa mungkin serta berharap cukup beruntung waktu nembak soal-soal yang saya ga tau jawabannya. Sempat yakin ga lulus begitu tau TPAnya dari Bappenas, soalnya dulu saya ga lulus tes TPA saat penerimaan pegawai Bappenas.  Untuk pelamar dari SMK tahapan tesnya berakhir disini.

Setelah istriahat kita akan diberi test Bahasa Inggris. Waktu jaman saya sih ga ada listeningnya dan soalnya banyak menyangkut BPK. Jadi ada beberapa artikel tentang BPK yang disertai pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang salah, apa pengertiannya, maksudnya apa, fakta yang tidak diungkapkan di artikel yang mana, dan esdebre esdebra. Kalau sudah selesai boleh pulang dan menanti pengumuman berikutnya.

Tes selanjutnya adalah tes psikotest, FGD, serta wawancara psikotest yang dibagi menjadi dua hari. Tim psikotesnya dari Univ. Indonesia. Hari pertama Psikotest saja yang terdiri atas sedikit tes verbal, sedikit tes matematika, dan banyak tes melanjutkan pola gambar. Selamat buat yang ahli di bidang abstrak. Yang enggak seperti saya? Berusaha sebisa mungkin di kedua test lainnya ya. Selanjutnya ada  test Warreg (membuat delapan gambar dari pola yang tersedia) dan seingat saya ga ada test menggambar orang atau pohon.  Test seperti ini baru pertama kalinya buat saya. Yang diuji ga banyak tapi tetap bikin pusing. Pusing doang, ga pakai pegal.

Sebelum test kita diberi lembar isian biodata. Selain berisikan data-data pribadi di lembar isian biodata juga ditanya kekurangan, kelebihan, rencana hidup kita, kegagalan, keberhasilan, dan pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Kita juga diberi pilihan posisi yang diinginkan di BPK. Maksimal dua. Untuk jurusan-jurusan tertentu seperti tehnik, pilihan posisi cuma menjadi auditor. 

Di akhir hari pertama saya mendapat kasus yang akan dibahas saat FGD. Disitu kita diminta membuat urutan kepentingan berdasarkan pendapat pribadi. Kasusnya sih soal apa saja yang dibutuhkan untuk sukses berkarier. Nah jadi dapat gambaran kan apa yang bakal dibahas di FGD.

Hari kedua, kelompok FGD dibagi berdasarkan nomor ujian yang berdekatan, jadi dalam satu kelompok biasanya berasal dari satu jurusan yang sama. Di kelompok saya, semuanya manajemen dan hanya saya seorang yang perempuan. Ada yang fresh graduate, ada yang sudah bekerja, dan ada yang sudah empat kali mencoba masuk BPK. Tuhhh yang baru sekali ditolak gimana bisa putus asa coba lihat perjuangan beliau. Empat kali nyoba BPK, empat tahun mengulang proses yang sama.

Tips FGD sama aja seperti test-test lain, aktif tapi tidak mendominasi, memberi ide yang baik kepada kelompok, bisa membuat orang sependapat dengan kita, dan menghargai pendapat orang lain. jadi ga perlu keukeh urutannya harus persis sama dengan urutan pribadi. Usahakan poin-poin yang penting untuk kita juga menjadi poin-poin penting hasil diskusi kelompok. Dan ga usah diskusi terlalu alot, buang-buang waktu dan nanti poin-poin lain diputuskan terburu-buru karena waktu sudah mau habis. Kalau diskusi mulai alot, meskipun tidak sependapat lebih baik diterima saja agar melangkah ke persoalan berikutnya.

Sebelumnya usahakan ngobrol dulu dengan teman-teman sekelompok, biar akrab dan mengurangi kegugupan. Biar hapal nama juga, kan keren tuh setiap diskusi bisa menyebut nama-nama teman kita. Jadi kesannya seperti pemimpin yang baik dan perhatian serta menghargai orang lain. Lebih oke lagi kalau bisa membuat mereka ingat nama kita , memberi kesan kita punya pengaruh yang besar sehingga diingat oleh peserta lain. Saya ga pernah sih bikin perjanjian konspirasi agar semua mendapat jatah ngomong yang adil dengan teman-teman FGD. Takut suasana diskusi ga mengalir alami, lagipula ini kan kompetisi pribadi, jadi semua adalah lawan.

Kelompok saya adalah kelompok pertama yang selesai berdiskusi. Jauh lebih awal malah. Dan hasilnya semua jurusan manajemen yang lulus dari tahap ini berasal dari kelompok saya. Dari enam anggota FGD, empat lulus ke tahap wawancara orientasi. 

Setelah FGD kita akan diwawancara satu per satu oleh psikolognya. Berusaha sebaiknya ya.. karena disini satu-satunya kesempatan kita memukau beliau dan memperbesar peluang diterima. Soalnya kabarnya wawancara orientasi itu formalitas saja, mencari kesiapan kita jika ditempatkan di seluruh Indonesia. Beberapa teman yang saat FGD tidak terlalu menonjol (hanya aktif sedikit atau cuma merangkum hasil diskusi) dapat lolos ke tahap berikut karena berhasil di wawancara psikolog ini. Pertanyaannya berkisar apa kelemahan kita dan bagaimana kita mengatasinya, kegiatan saat kuliah, pengalaman kerja dan organisasi, kenapa mau bekerja di BPK, apa kualifikasi kita sehingga dapat bekerja sesuai posisi yang dilamar, dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. 

Tipsnya harus tenang jadi bisa berpikir jernih dan berpikir positif. Tunjukan kalau kita pribadi yang bersemangat dan ga mudah mengeluh juga punya rencana hidup yang jelas. Misalnya dua tahun lagi saya mau melanjutkan sekolah. Di setiap jawaban kalau bisa menyinggung prestasi-prestasi kita, karena psikolognya mungkin ga sempat membaca cv kita, jadi kita dong yang aktif menyebutkan sendiri agar dia tahu. Contohnya " Saat saya menang kejuaraan ini.. saat saya magang disini.." 

Tahap terakhir adalah wawancara orientasi atau wawancara user. Sebelum masuk tahap  ini kita harus mengumpulkan tes kesehatan yang dibiayai sendiri. tesnya bisa di RSUD atau lab swasta, ga ada pengaruhnya sih. Cuma masalah murah atau tidaknya. Terus kalau cuma diminta hasil lab, yang dikumpulkan memang hasil labnya saja, bukan hasil kesimpulan menyeluruh. Hasil foto thorax juga ga perlu dibawa. Cukup bawa keterangannya saja. Kalau disebutkan membawa asli dan rangkap dua yang dilegalisir. Berarti bawa hasil asli dan fotokopian dua yang dilegalisir. kalau tidak diminta legalisir ya ga usah legalisir. Kalau di RSHS hasil darah dan urin disatukan jadi itu aja yang difotokopi dua kali. ga perlu masing-masing difotokopi dua kali.

Di wawancara orientasi kita akan diwawancara langsung oleh pejabat-pejabat eselon 1. Persaingannya sudah tidak satu banding dua lagi, dari satu jurusan biasanya dicadangkan dua atau tiga orang. Kecuali jurusan akuntasi dari 125 posisi yang ditawarkan cadangannya 14 orang. lama wawancara tergantung pewawancara, saat di kelompok saya, orang pertama belum selesai di grup lain sudah orang terakhir. Kelompok saya wawancaranya memang paling lama, satu jam lebih. Tapi dua terakhir (yaitu saya) wawancaranya dipercepat karena peserta yang lain sudah pada pulang. 

Pertanyaan wawancaranya berkisar ceritakan tentang dirimu (silahkan bercerita tentang prestasi disini, IPK, pengalaman kerja, cum laude apa ga, kursus apa aja, dll soalnya ga semua data diri kita sempat dibaca) kegiatan selama kuliah, prestasi, kegiatan setelah lulus, kerja dimana saja, anak keberapa, kenapa mau kerja di BPK, dan banyak lagi. Saya bahkan sempat ditest kemampuan bahasa inggrisnya. 

Setelah itu kita akan mendapat tiga kasus dinamika kerja yang harus diselesaikan. Misalnya memilih peserta diklat, menyelesaikan presentasi penting, atau memberi data penting ke tamu. Usahakan jawabannya yang mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan kita maupun kepentingan orang lain. Kalau jawaban kita sudah tepat ga akan didebat ulang oleh pewawancaranya. Tapi kalau belum tepat ya bakal didebat terus. Ga usah ngotot.. mereka kan lebih tau, tapi terus berusaha memberikan alternatif pemikiran. Jangan diam aja.

Di akhir wawancara kita akan menandatangi surat pernyataan bersedia ditempatkan di kota A dengan jabatan X. Ketauan deh penempatannya dimana. Kemarin kebanyakan dapat di Maluku Utara, Sulawesi, Bengkulu dan Padang. Tapi ga sedikit juga yang dapat di Jakarta. Kata SDMnya yang sudah ketahuan tempat penempatannya itu sudah pasti diterima, kecuali waktu wawancara sempat menyinggung pewawancara. Yang belum ketahuan akan ditempatkan dimana, cuma ditulis di seluruh Indonesia, berarti cadangan. 

Sebelum wawancara orientasi kita akan diberikan presentasi sekilas tentang BPK dan gaji yang diterima. BPK menerapkan penalti dengan ikatan dinas 4 tahun. Penaltinya kalau tidak salah IDR 50 juta. Terus dua minggu pertama diklat yang letaknya di Jogja, medan, dan Makasar, kita tidak diperbolehkan pulang menemui keluarga. Jadi yang punya anak masih kecil dan belum siap ninggalin dipikir-pikir aja dulu, sudah mantap apa belum. Soalnya kemarin ada yang mengundurkan diri gara-gara ga siap ninggalin bayinya. Terakhir, proses seleksinya jujur, ga ada titip-menitip dan ga pakai uang-uangan gitu. Status sudah berkeluarga dan punya anak di kota sekarang tidak mempengaruhi kelulusan kog. Yang penting saat ditanya sudah siap ditempatkan di seluruh Indonesia dan meninggalkan keluarga kita menjawab sudah siap dan punya rencana yang matang kalau diterima.

Bisa dibaca juga

Terus.. iya Erma, saya (akhirnya) keterima disini dan dapat penempatan di Jakarta. Hihi.. ga ada pulsa balas SMSnya.
Post a Comment