SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

28 July 2011

Tagged Under: , ,

MudaMudi ke Kota Tua

Share

MudaMudi
Karena alasan keuangan, saat ini saya belum bisa balik ke Bandung setiap weekend. Sedangkan nangkring di kostan sedua-harian itu bikin saya kangen berat sama penghuni rumah.

Maka demi kewarasan otak, saya ngomporin anak-anak satu divisi buat jalan-jalan setiap weekend. Catet ya.. setiap weekend -yang tidak saya habiskan di Bandung-.

Loh ga ada duit kog malah jalan-jalan? Ya jalan-jalan ala kami kan cuma modal bensin dan makan doang. Itung-itung makan enak setelah Senin-Jumat berhemat di warteg. Itung-itung ngedeketin temen yang lagi PDKT-an #ups. Itung-itung tau Jakarta.

Perjalanan pertama diputuskan ke Kota Tua. Mau foto-foto sampai baterai kamera habis. Tapi.. tapih ya... sampai disana lagi ada Festival Wayang yang bikin Kota Tua ramai macam Gasibu. Semua tempat penuh sama orang jualan dan sampah berserakan. Ga ada cantik-cantiknya buat difoto.  Segini doang nih? Segini doang?
Tuh.. Penuh kan?!

 
Mbak-mbak yang serius mendengarkan nasibnya
Mengobati kekecewaan.. kami lantas menawar-nawar barang dagangan di sepanjang areal Kota Tua. Niat ga belanja kog malah  disodorin pemandangan aksesoris lucu, tas lucu, dan makanan enak yang harganya murah-murah.

 





Ternyata kita foto-foto pakai properti orang (x__x)

Jadi saya dan teman pasang strategi menawar setega mungkin. Kalau ga dapat, bersyukur karena duitnya ga kepakai. Kalau dapat tetap bersyukur karena harganya murah banget. Hasilnya? Ga dapat apa-apa dong ya.. Mana mau tukang jualannya rugi gitu. Saya cuma berhasil membeli sebungkus cimol (tanpa menawar). Iya.... saya ketemu cireng isi, cilok, dan cimol muraah disini. Bahagia! *salamin tukang jualannya.. nuhun mang...*

Kelar cuci mata kami meneruskan jalan-jalan sampai ke tempat yang lumayan sepi, dapat deh beberapa foto yang biasa aja. Tiba-tiba, tanpa gerimis, Kota Tua diguyur hujan deras. Hiyahhh! Untung saja seorang penjaga kantor membiarkan kita berteduh di dalam kantornya. Jadi ga basah kuyup banget banget. Yang bikin untung lagi, kantor yang kami tumpangi itu bangunannya masih bangunan tua. Bwahahahhaha... Lets turn on the camera!


tahanan yang basah kuyup


Lelumpatan
Begitu hujan selesai sesi foto-foto pindah ke pinggir jalan. Masih biasa aja sih, tapi lumayan baguslah. Terus kami makan malam disana -makan malamnya biasa aja, makanan pinggir jalan gitu-. Pengen nyoba restoran Batavia tapi takut pulangnya harus nyuci piring karena ga sanggup bayar- Kelar makan, mari pulang dengan kaki pegal, muka pegal kebanyakan gaya, hati riang, dan dompet terjaga. 





Gamgguin tukang jualan
Gangguin dagangan orang



Sampai jumpa di petualangan mengisi weekend tanpa sepi ala capcai berikutnya!
Post a Comment