SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

24 August 2011

Tagged Under: , , , , , ,

Berburu Hujan di Kota Tas

Share

Jumpa lagi di jalan-jalan weekend ramai ala Capcai. Kali ini saya pelesiran ke Bogor. Tetap dong dengan geng Litbang. Rencananya sih mau main ke Kebun Raya Bogor, mau foto-foto sampai baterai kamera habis. Bukan karena kita banci kamera sih.. tapi lebih karena ini salah satu metode wisata hemat. Cuma foto-foto ini kan? Ga harus beli baterai abc atau film fuji. Cukup ceklek-ceklek dan pasang tampang cantik seharian.

Tapi sayang rencana tinggal rencana. Sampai di Bogor (setelah salah ngantri di jalur yang macet padahal jalur yang benar kosong melompong gitu *tepok jidat rame-rame*) tujuan utama peserta perempuannya beralih ke Tajur. Cari tas murah ya kakakkkk. Berhubung peserta lelaki nurut-nurut aja asal perut keiisi maka dimulailah petualangan mencari Tajur, maklum ga satupun diantara kita tau tajur itu dimana.

Di bayangan saya Tajur itu seperti Kota Kembang di Bandung, satu pasar isinya pedagang tas semua. Atau seperti Cibaduyut, Sepanjang jalan kiri kanannya orang jualan sepatu kulit, bedanya di Tajur, kiri kanan pedagang tas.Ternyata salah sodara-sodara. Gitu masuk daerah Tajur kami langsung  ketemu Terminal Tas. dan toko-toko besar lainnya. Dilepeh dong sama kita-kita... "Di Bandung juga ada!" Alasan lain, toko-tokonya ga diemperan gitu. Berasa aura mahalnya.

Foto diambil dari sini
Kamipun meneruskan perjalanan pelan-pelan. Terus bengong.. deretan tokonya cuma segini? Pendek. Saya langsung negatif thingking. Jangan -jangan ini bukan daerah Tajur, jangan-jangan ini daerah yang meniru Tajur dengan maksud menipu turis macam kami. *dramah*. Karena belum ada yang mau belanja, kami memutuskan sarapan dulu di Pujasera seberang deretan toko-toko itu. Awalnya ragu-ragu sih. Secara dari luar tidak terlihat keramaian. Either kami kepagian atau tokonya memang sepi. Tapi berhubung perut sudah memanggil-manggil, kita nekat masuk.

Gitu masuk... Pelayannya saja terlihat kaget ada pengunjung. Hahaha. Haduh. Yo wes lah. Yang penting makan. Hasilnya? Makanannya biasa aja. eatable sih. Tapi ga berkesan. Harganya juga lumayan mahal. Yang penting perut udah keiisi jadi bisa jalan lagi. Berbekal petunjuk tukang parkir kamipun mengarah ke SKI Katulampa. Namanya aneh ya.. dan bayangkan nama itu yang bolak-balik harus ditanyakan ke pak polisi, pedagang pinggir jalan, atau penduduk setempat. Setiap mau nanya jalan, saya nanya balik ke teman nama jalannya apa? Itupun dengan wajah ga yakin nama jalan yang saya dengar dan yang saya sebutkan benar atau tidak. (x__x)

Ternyata SKI Katulampa itu ada di belakang Mall Ekalosari ya. Dari jalan masuknya kita bisa ngeliat mallnya. Hihi. Gitu masuk di sebelah kiri ada rumah pribadi yang gedeeeee banget. Googling sana-sini rupanya SKI itu berdiri di tanah pribadi. Tajir pisan sih kamuuuu. Sirik saya. Bayangin deh dia punya tanah seluas 4 hektar yang diatasnya dibangun satu toko tas gedeeee, satu toko sepatu gedeeee, satu food court gedeeee, satu mushola, ada area flying fox, danau, kolam ikan, playing ground, paint ball, esdebra esdebre. Masya Allah.. itu duitnya semana coba.

Foto diambil dari sini Silahkan di klik banyak foto-foto soal SKI

Bukan mau narsis.. mau nunjukin danau gede di belakang. Bwahahha
Toko Tasnya. Ada stand roti unyil Venus juga. Aseli.
Playing groundnya.
banyak keluarga kura-kura.
gede banget! Sayang kolamnya kotor. Amis
Bisa main perahu-perahuan
Berhubung ga bawa anak-anak kita langsung menuju toko tasnya. Tanpa -catet ya- melirik ke toko sepatu. kan rencananya liat tas. Dompetnya juga cuma buat liat tas. Hihi. Toko tasnya ini semacam hall yang gedeeee banget. Milihnya jadi enak karena ga desak-desakan. Tapi saya ga doyan. Pertama modelnya norak -apa saya yang ga pinter nyari ya-. Kedua harganya ratusan ribu aja gitu. Hiyahhh.. aku pikir 30ribuan atau 50ribuan gitu *dikemplang penjualnya* Yang bagus itu banyakan tas ransel, tas laptop, atau koper. Harganya memang lebih murah daripada hypermarket-hypermarket gitu sih. Tapi saya kan ga perlu. Tas cewek juga ga perlu sih.. tapi kalau murah kan jadi perlu. Hihi.
Ada sih tas cewek yang bagus dan modelnya ga norak. Tapi mahal, trus modelnya juga burbery banget. Kan saya sok-sokan anti piracy gitu. lagian mana ada yang percaya itu tas asli kalau yang makai masih naik turun busway macam saya. Jadi hasil di SKI Katulampa? Nihil.

Saya lalu menyeret geng Litbang ke toko-toko kecil yang sempat kami lihat waktu mau ke SKI. Jadi masih di jalan Katulampanya. Cuma ada enam toko gitu deh dan disini murahhhhhh. Harganya mulai dari  50ribuan. Kualitasnya sih sama aja sama Pasar Kembang atau Mangga Dua gitu. Ada yang tiruan ada yang kreasi sendiri. Ada dompet 20ribuan yang kualitasnya sama persis dengan dompet 70rban yang pernah saya lihat di Ciwalk. Saya lebih suka sama toko-toko ini karena harganya lebih sesuai budget saya -saat itu-. :D


Kelar belanja-belanja sekarang saatnya wisata kuliner. Tujuan pertama Macaroni Panggang yang lagi hietss di Bogor. Saya sih doyan aja, karena ga terlalu naksir asinan bogor atau toge goreng. Restorannya asik, interiornya oke, dan lagi-lagi sepi. Kita pesan dua makaroni panggang ukuran medium. Satu pakai daging sapi, satunya lagi enggak.


Minjem celemek pelayannya dan poto ngeganggu disana.
Dan itu pilihan yang salah. Porsinya aujubilah gedenya. Harusnya sih mesen yang small aja kalau mau nyoba  dua-duanya. Saya lebih suka yang spesial, soalnya pakai daging. Kata temen saya dibandingin Macaroni panggang enakan lasagnanya. Tapi waktu itu kita ga nyoba. Ngabisin satu loyan aja ampun-ampunan apalagi mesan menu lain. mereka ga jual macaroni panggang aja kog. Ada menu nasi, iga, atau kentang goreng juga.




Selesai makan disini teman saya masih ngajakin ke Pie Apel yang lagi heits juga. Wassalam deh.perut kita udah kenyang abis. Lagian saya ga terlalu suka Pie Apel. Asem. *errr ya iyalah* jadi kita memutuskan jalan-jalan ke IPB. Setelah sebelumnya mampir ke Botani Square buat numpang pipis. IPB edan ya.. punya mall aja gitu. *geleng-geleng kepala*


Kelar foto-foto mari kita pulang. Sebelumnya mampir dulu ke Roti unyil Venus beli oleh-oleh buat anak kostan. Dan hujan langsung turun. Gedenya amit-amit. Tuh liat kita basah kuyup banget.


Dia akhir perjalanan saya berpikir, kenapa tempat makan di Bogor sepi-sepi ya? Tempat belanjanya juga sepi. jangan-jangan orang bogor ga doyan makan dan nongkrong-nongkrong atau belanja gitu ya? Apa kaminya yang datang kepagian. Dan sampai jumpa di episode jalan hemat ala Capcai. *eluselus perut dan tas baru sembari ngunyah roti unyil sekardus*

Sumber-sumber:
Post a Comment