SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

19 August 2011

Tagged Under: , , , ,

Korea di SCBD

Share


Ceritanya kan saya lumayan sering pulang pergi Jakarta-Bandung nih. Trus dari sekian banyak travel Jakarta-Bandung yang ada favorit saya itu Cititrans. Alasannya dengan harga yang sama, di Xtrans atau Cipaganti saya harus duduk berendeng tiga dalam satu deret. Kalau di Cititrans enggak. Duduknya single chair gitu. Iya sih tempat duduk di xtrans dan cipaganti lumayan gede jadi tetap (lumayan) nyaman. Tapi secara harganya sama dan fasilitasnya lebih cihui sudah pasti saya pilih Cititrans.  Jadi kalaupun saya ketiduran sampai terangguk-angguk kepalanya, pundak penumpang kiri kanan ga terganggu. (^_^)v Iya.. kalau ketiduran di jalan saya itu sampai ngangguk-ngangguk dan miring kiri kanan. Ganggu lah.

Masalahnya cititrans ini laku betul dah. Jumat malam pasti waiting list, minimal dua jam. Kalau mau pesan harus ke salah satu pool mereka soalnya kalau via telepon ga pernah diangkat. Pulsa habis, ngomong "Hai" sama ticketing nya aja ga sempat. Jadilah saya pasang strategi, selalu pesan travel langsung untuk satu bulan. Untungnya pemesanan ke tujuan manapun bisa dilakukan dari pool manapun. Taktik ini lumayan sukses sih. Saya ga pernah waiting list tapi selalu dapat jam 8 malam juga. Yang lebih awal selalu sudah penuh. 

Trus karena pulang ngantor jam 5 dan saya selalu nebeng teman yang searah jadilah saya sampai di pool Cititrans yang di SCBD pukul 6. Dua jam sebelum keberangkatan. Hahahaha *nyengir miris juga* Untunglah lokasi pool ini dilengkapi wifi dan berada di sebelah Grand Lucky. Saya bisa cuci mata keliling supermarketnya dan bisa nongkrong manis di food courtnya. Naahhh foodcourtnya Grand Lucky ini cihui loh.. ada burger, pizza, mie-miean, dan berbagai macam makanan dengan porsi raksasa. Saya suka! Jadi sayapun berjanji untuk mencoba satu persatu makanan di tempat ini. Dan tempat pertama dipersembahkan kepada Makanan Korea.

Saya lupa nama fendornya tapi letaknya dekat kasir. Disini metode pembeliannya, pesan dulu ke masing-masing fendor terus kita bayar ke kasir. Selanjutnya struknya kita kasih ke fendornya dan tinggal duduk manis nunggu makanan datang.

Pesanan saya adalah Nasi bulqoqi karena dia ada kimchinya. Kimchi (yang ditengah dan berwarna merah) ini asinan sawi putih khas korea. Rasanya asam manis pedas gitu. Pertama kali rasanya agak aneh buat saya, mungkin karena saya nyuapnya langsung banyak macam makan tumisan kailan.



Dengan harga Rp 35.000 saya dapat  satu mangkok nasi dengan sup beserta lauk seperti beef teriyaki, telor dadar gulung, bihun kecap, dan salad sayur. Supnya enak banget. Telor gulungnya sih biasa aja menurut saya, kurang padat malahan. Beef teriyakinya ga ada yang istimewa sih. Bihunnya enak. Saladnya ga disentuh karena kekenyangan. Porsinya banyak nih. Kenyang banget.

Teman yang saya tebengi mesan baso kampung yang kata dia enak banget. Isinya daging semua ga ada tepungnya. dan lembut banget. Buat saya yang biasa makan baso pinggir jalan sih baso ini kurang kenyal sangking kelembutannya. ga pakai borax kali ya.. Hihi. Rasanya enak. Kuahnya juga enak. Yang ga enak sih harganya Rp 8.000 satu bundaran. Bandingin sama bakso Pak Man yang Rp 8.000 dapat satu mangkok full. Hihi.





Kalau mau nyoba silahkan singgah kesini ya


Post a Comment