SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

05 August 2011

Tagged Under: , , , , ,

Madre-nya Dee

Share

Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga : Rp 39.950 di Rumah Buku. Dapat dibeli online dengan harga yang sama di Bentang Pustaka, BukaBuku, atau Kutukutubuku. Di Rumah Buku saya dapat edisi bertanda tangan dan gantungan kunci Madre.
_____________________________________________

Kepulangan saya ke Bandung selalu disertai persinggahan ke Toga Mas dan Rumah Buku. Saya butuh bacaan (dengan harga diskonan tentunya). Kenapa gak di Jakarta? Karena saya belum tau toko buku diskonan di Jakarta. Hahaha.. ayukk ada yang mau nyulik saya?

 Madre adalah salah satu buku yang sudah lama saya incar. Blame it to twitter! Saya mengadopsi Madre dari Rumah Buku, setelah sebelumnya pergi ke Toga Mas dan kehabisan. Padahal stok buku ini di Rumah Buku berjibun.

Dengan harga hampir 40ribu rupiah, saya membawa pulang Madre beserta sebuah gantungan kunci dan sampul gratis. Kalau di Toga Mas, buku dibawah Rp20.000 akan dikenakan biaya sampul sebesar Rp700. Padahal dulu gratis. Setelah saya ingat-ingat, kemarin saya membeli dua buah komik seharga Rp24.000/biji. Dengan asumsi diskon 15% (diskon umum di TogaMas) maka harga komik tersebut jadi Rp20.400 sebijinya kan. harusnya saya dapat sampul gratis kan? Tapi tetap dong ga disampul gratis. Ah.. saya juga ga teliti kemarin. Ga bawel. Hiks.



Trus pembayaran menggunakan debit selain BCA akan dikenakan charge 3% di TogaMas. Ini yang bikin malas banget. Diskonnya jadi cuma 12% aja dong. Disuruh bayar buat sampul sih masih oke ya. Diskon berkurang itu yang bikin saya mangkel-semangkelnya.

Maksud hati memakmurkan perusahaan kecil tapi dibikin sebel. Sayapun pindah ke Rumah buku saja. Walau harus nunggu lama banget buat disampulin. Walau kabarnya ini merupakan perpanjangan tangan Gramedia. Emangnya kenapa kalau Rumah Buku perpanjangan Gramedia? Logikanya sih dengan harga yang sama persis dan juga lokasi yang dekat abis, Rumah Buku bersaing langsung dengan Toga Mas.

Seandainya TogaMas tidak mampu memenangkan persaingan maka Gramedia akan mendominasi pasar lagi kan? Terus kalau dia sudah mendominasi pasar, ga ada jaminan harga-harganya masih akan didiskon minimal 15%, kan? Terus nanti saya beli kemana? 

Ada kemungkinan besar Rumah Buku bisa mengungguli TogaMas. Soalnya selain sampul gratis untuk buku seharga berapapun dan tidak ada charge kalau mau debit seperti yang saya sebut di atas, penataan buku-buku di Rumah Buku (yang persis Gramedia) membuat kita lebih enak mencari buku. Ga sekedar dideretin di rak seperti di TogaMas. Kan pegel liat-liat judul sambil miring-miringin kepala. Penataan buku yang dideretkan juga menutup kemungkinan calon pembeli tertarik membeli karena cover buku yang memikat. Jadi kalau ke TogaMas biasanya kita sudah tau mau beli buku apa. Bukan nyari-nyari lagi. Karena penataannya ga bikin kita doyan ngulik-ngulik.

Jadi Jeng Capcai.. postingan ini ngebahas Madre apa TogaMas versus Rumah Buku?

Hehehe. Itu mukadimahnya.. Latar belakang cerita.

Soal Madrenya, saya hanya suka dua buah cerita. Jatuh cinta dengan Madre dan menyukai Menunggu Layang-Layang. Iya, Madre ini kumpulan 13 cerita pendek dan puisi. Sisanya saya ga begitu suka. Ga ngerti. Apalagi puisi-puisinya. Saya ga doyan baca puisi.  Kalau dua cerita tadi lain cerita. Mereka benar-benar bagus. Saya sampai patah hati begitu mengetahui bagian Madre telah berakhir. Saya mau lagi. 

Kata Saya

Beli saja. Ga rugi kog. Cerita soal Madrenya benar-benar bagus. Yang lainnya diskip saja. Langsung ke bagian Menunggu Layang-Layang pasti dijamin puas. Hihi. Dan mohon maaf review bukunya jauh lebih pendek daripada bahasan TM versus Rbnya. *melipiiiiirrr jauuuuhhhh*
Post a Comment