SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

30 September 2011

Agustus kemarin

30 September 2011 capcai bakar

Katakanlah bulan Agustus kemarin saya ulang tahun. Silent birthday ceritanya.Ga ada ucapan selamat ulang tahun yang membanjiri wall facebook seperti tahun 2009 lalu. Iya udah dua tahun ini saya tidak mempublish tanggal lahir di facebook. Alasan kerennya sih.. biar yang ngucapin selamat itu yang benar-benar peduli dan ingat, bukan yang diingatkan oleh mesin. (tapi tetep kecele saya-nya.. ada yang pakai aplikasi tertentu, saya kira beneran ingat.. ternyata mesin yang ngucapin selamat ke wall. *malu.... *)

Alasan ga kerennya karena udah jarang buka facebook takutnya ga sempat ngebalesin ucapan terima kasih satu-satu. Ga sopan banget kan kalau orang udah meluangkan waktu mengucapkan selamat ulang tahun di wall kita lalu cuma kita balas dengan pasang status terima kasih? Situ pikir dalam sehari cuma situ doang yang ultah? Minimal ada enam orang kaliiii (mamer kalau teman fesbuknya banyak, padahal yang dikenal cuma se-iprit). Terus keenam-enamnya dengan rela hati diucapin selamat, nyuri-nyuri waktu makan siang karena facebook dibanned kantor (curhat). Mbok ya ucapan selamat  itu walau hanya di facebook, walau hanya "HBD WYATB JLMMY" dihargai dengan ngebales secara personal. 

Alasan jujurnya sih... waktu itu budget lagi ketat meletet.. ga sanggup eike ditodong anak kantor baru dan anak kostan baru buat makan-makan di Bandar Jakarta.*mancing ikan di Bendungan Hilir*

Sayangnya rencana ini gagal sodara-sodara, sehari sebelum hari H alias H-1, kantor saya menggelar acara photo box untuk ID card pegawai. Selayaknya ID card, sudah pasti kartu sakti ini menampilkan Nomor Induk Pegawai, yang mana memuat kode tanggal lahir. Kode ini hanya bisa dimengerti... oleh siapa saja dalam sekali baca. Jadilah teman kostan saya yang juga satu kantor tau... *elus-elus dompet dengan penuh kasih sayang, berharap muncul uang dadakan*

Kado Pertama Senyumnya sumringah betul


Malam sebelum hari H (bertepatan dengan weekend ga-pulang-ke-bandung) saya udah mandi cantik dan wangi. Siap-siap kalau Tuan Suami datang ngasih kejutan. Iya.. ngarep. Ngarep Tuan Suami datang bawa (minimal) ipod touch. Tunggu punya tunggu yang mampir cuma ucapan selamat ulang tahun saja. "Ga apa-apa yang penting inget" jawab saya dengan gigi rapat. Kan katanya mau jadi istri sholehah perhiasan dunia, jadi harus ikhlas. Benar bukan Mamah Dedeh*

Dan ulang tahun kali ini beneran jadi silent birthday karena saya lupa bawa pulang charger hape yang dipinjam teman..... (Iya! Itu kamu Eko! *nyodorin silet*) *krik..krik... tepokin nyamuk di dinding* Hape saya bisu, ga dentang denting ngabarin ada sms dan telepon dari keluarga. Kabel data juga ga mau kompromi. Lengkap sudah! *dramah*

Tapi pepatah "Habis gelap terbit-lah terang", "Sesudah badai akan ada pelangi", "Allah tidak menguji hambanya diluar kemampuan", dan "Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi" itu benar adanya. Di penghujung hari ulang tahun saya, Tuan Suami datang ke Jakarta. Bawa kue.

Amin buat doanya.


Kyaaaaa... Senang sekali. Walau masih celingak celinguk nyariin #JendKancil (kirain dibawa), walau subuhnya beliau langsung balik ke Bandung, dan walau setelah saya obrak-abrik kuenya (dan kamar kost) ga ada (minimal) ipod touch yang disembunyikan.

Makasih ya Suami, maaf saya belom mandi cantik lagi saat itu. Kamu datangnya ga sesuai tebakan saya sih. *sewot*

Sebagai hadiah ulang tahun untuk diri saya sendiri  saya membeli setumpuk komik Topeng Kaca, Bankir Sesa(a)t nya Ichanx, Ocehan Orang Kantoran-nya Mbot, dan Orang Ketiga-nya Yudith (alasannn!! bilang aja pengen borong buku sesuka hati). Bahagiaaaa... 

Terus kenapa baru diposting sekarang Capcai?

Karena... nunggu kado ini dibawa ke Jakarta. *senyum-senyum bahagia*



Iyes. Kata Tuan Suami sih karena harganya lagi diskon banget. Ga percaya akuh, pasti sudah disiapkan diam-diam deh.. mau bikin saya kaget banget banget kan? Kan? Kan?!

Berhubung satu dan lain hal, bawa tivinya ketunda melulu, udah sempat di test drive sama #JendKancil dulu dan dia jadi rela tak rela membiarkan tivi itu dibawa emaknya ke Jakarta. Tapi ketika tivinya sudah bisa dibawa ke Jakarta, berita penculikan, perampokan, dan pembunuhan di angkutan umum lagi rame-ramenya. Aihhh... ngajak ribut bener deh ini. Secara saya balik ke Jakartanya dini hari gitu. Masih gelap. Semua taksi warnanya sama. Bikin deg-degan abis. Tapi kalau tidak sekarang kapan lagi?

Jadi berbekal obeng panjang (yang aslinya buat masang tivi) Capcai berangkat ke Jakarta, pukul 2 pagi, naik taksi warna biru yang entah merk apa, taksi yang di-stop karena dikirain itu blue bird, taksi yang id supirnya ga ada, taksi yang ternyata supirnya baik *simpen balik obeng panjang ke dalam tas*

Dan begitu sampai kostan, langsung dong tivinya dipajang. Padahal belum tidur tadi malamnya. Tidur di travel juga ga tenang karena takut tivinya kebanting-banting di bagasi *lebai!*. Hasilnya... seperti nonton tanpa kacamata. Bukan.. bukan karena kurang tidur, tapi karena semua chanel kecuali TVRI Nasional, TVRI Jakarta, dan Kompas TV kabur. Banget. *nangis darah*  *nyulik dvd dari Bandung*

Trus.. sekian dan terima sumbangan DVD (^__^)


* Mamah Dedeh ini adalah penceramah subuh di Indosiar. Beliau idola ibu-ibu dan musuh bapak-bapak yang minta poligami. Lop yu Mah..

** Mohon maaf jikalau banyak typo dan pargraf yang ga menyatu.. ini nulisnya sambil diintipin dan dikomenin anak kantor. Derita banget.

27 September 2011

Saya baru pindah (lagi) ke divisi baru. Seperti sebelumnya.. masa-masa transisi ini menyebabkan kekurangan pekerjaan dan kelebihan waktu luang. Bolak-balik baca google reader dan ketemu postingan
Your view on yourself:
Other people find you very interesting, but you are really hiding your true self. Your friends love you because you are a good listener. They'll probably still love you if you learn to be yourself with them.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.
The seriousness of your love:
You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that's why you'll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?
Your views on education
Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.
The right job for you:
You have many goals and want to achieve as much as you can. The jobs you enjoy are those that let you burn off your considerable excess energy.
How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don't ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.
Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Bener? Emm.. sepertinya saya kebanyakan nonton film hollywood dan baca buku dongeng dunia. Yang mau nyoba silahkan ya.. lumayan lah.. udah jam 12 aja. *melipir makan siang ke warteg*

Nunggu Jam Makan Siang

27 September 2011 capcai bakar

Saya baru pindah (lagi) ke divisi baru. Seperti sebelumnya.. masa-masa transisi ini menyebabkan kekurangan pekerjaan dan kelebihan waktu luang. Bolak-balik baca google reader dan ketemu postingan
Your view on yourself:
Other people find you very interesting, but you are really hiding your true self. Your friends love you because you are a good listener. They'll probably still love you if you learn to be yourself with them.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.
The seriousness of your love:
You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that's why you'll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?
Your views on education
Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.
The right job for you:
You have many goals and want to achieve as much as you can. The jobs you enjoy are those that let you burn off your considerable excess energy.
How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don't ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.
Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Bener? Emm.. sepertinya saya kebanyakan nonton film hollywood dan baca buku dongeng dunia. Yang mau nyoba silahkan ya.. lumayan lah.. udah jam 12 aja. *melipir makan siang ke warteg*

21 September 2011

Happy 21st September!

21 September 2011 capcai bakar

Waktu SMA saya ngekost bareng teman-teman satu fakultasnya bapak sumami (ehmmm... lupakan fakta bahwa saya juga satu kostan dengan mantannya... diulang, MANTANNYA bapak sumami. Bwahahaha) Jadi walau ga pernah ngobrol saya sih pernah sekali dua kali berpapasan dengan beliau (Secara kan dia ngapel MANTANnya ke kostan itu.. nganter MANTANnya pulang juga gitu.. *asah pisau*). Pernah ngangkat telepon dari dia juga (yang buat MAN..*ditoyor pembaca* ya gitu deh)

Kesan awal saya saat melihat bapak sumami adalah "Tinggi ya".

Sebagai cewek yang lumayan tinggi, saya concern banget dengan tinggi badan cowok. Buat saya, cowok tinggi itu keren. Tapi secara saya pemalu (ealahhhh..), si bapak sumami hanya jadi "Mantan pacarnya Teh Anu".

Kalau dia -menurut saya- tergila-gila akan kesegaran yang terpancar dari seragam putih abu-abu itu (errrr sound like BB17). Ya kan Pak?

Jadilah saya diperjodohkan oleh mantannya-bapak-sumami dengan teman-bapak-tumami. Ribet ya.

Long story short, yang akhirnya gencar nelepon saya tiap hari malah bapak tumami. Sampailah kita di tanggal  19 September, setelah telpon-telponan sekian lama bapak sumami ngajak kopdar untuk pertama kalinya. Tebak dimana? Warung makan Ampera dong.. 

Bukan. Ini bukan Ampera yang terkenal di kalangan turis itu. Tapi warteg Ampera yang terkenal di kalangan anak kost-kostan sebagai tempat makan murah dan bisa ambil sendiri (jadi bisa ngumpetin lauk gitu dibalik nasi).  Ini sepertinya gara-gara saya ada ujian Fisika besoknya, ga bisa makan jauh-jauh. Jadi pulang dinner (aih bahasanyaa..) saya langsung belajar. 

Saya masih inget dong saya pakai baju apa. Soalnya waktu itu dandan abis. Hahaha. Tapi si bapak sumami malah inget baju kencan kedua -yang kita selenggarakan keesokan harinya- tanggal 20 September. Yang mana baju kencan kedua ini ga okeh banget. Ya iyalah.. kemarin dandan habis -habisan cuma dibawa ke Ampera. Hari itu eike ga dandan. Percuma kan. Saya cuma pakai sweater dan kerudung langsung gitu.

Yang mana keputusan ini salah besar pembaca!

Hari itu meski kita dinner-nya di sate madura ala mahasiswa, bapak sumami tanpa ngobrol-ngobrol ngajakin sohib-sohib dari jaman dia TK untuk diperkenalkan pada saya. *Jedotin kepala ke tembok Monumen Perjuangan Rakyat Bandung* Tau gitu eike ke salon kerudung dulu kaliiiii. Hiks! 

Akyu sebel. Tapi tetap mau diajak malam mingguan di tanggal 21 Septembernya dan membatalkan janji nonton Tfive bareng teman SMA. Waktu itu sepanjang jalan Dago masih rame. Masih banyak yang bikin acara di pinggir jalan. MAsih macet total. Jadilah jalan kaki sepanjang Dago dijalanin dengan hati riang.  

Kencannya ke BIP, tempat paling gahul. Saat itu. Lihat-lihat film yang tayang. Terus makan dulu di Bakso Malang Karapitan. Nah disinilah... jreng jreng jreng bapak tumami ngajak pacaran. Iya sodara-sodara, cuma tiga kali ketemuan beliau udah nembak aja.

Dan sesuai etika perempuan yang ditembak saat itu, saya tentu memberikan jawaban "Kasih waktu seminggu ya..." yang langsung dijawab "Enggak. Jawab sekarang aja. Kalau nanti-nanti ga bakal aku tanyai lagi" sama bapak sumami.

Ini diluar SOP! Saya panik! Kalau panik otak cuma bisa jawab "Iya" (halah bilang aja centil). 

Jadi deh. Capcai sama bapak sumami membingkai hari bersama dan  dimulailah hari-hari penuh teror mantannya bapak sumami yang satu kostan sama saya. Hahaha. *ketawa miris*


Happy 21st September Bapak Tumami. Semoga masih ada 21 September tahun depan yang dirayakan dengan bahagia. -(^3^)-
Udah inget saya pakai baju apa di kencan pertama kita? Udah inget film pertama yang kita tonton? Belum?! *asah pemotong rumput*
Cipokcipok sampai monitor basah.