SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

11 October 2011

Tagged Under:

Hamster baru dan Buku Lama

Share

Alkisah ada anak kecil yang baru dapat hamster dari bapaknya. Sangking senangnya, anak kecil ini ikhlas ditinggal bapaknya di rumah  bertiga doang dengan hamster-hamsternya. Namanya mainan baru.. itu hamster dikeluarin, dimasukin lagi, diuyel-uyel, diputer-puter, terus dipaksa main roda, dipaksa keluar dari rumahnya, dipaksa naik terowongan. Mungkin si hamster stres. Mungkin ia menemukan kesempatan satu-satunya untuk bebas (secara lahir aja di Pet Shop).

Si hamster kabur.

Si anak stres. Nangis sambil bongkar-bongkar rak buku emak bapaknya buat nyari hamster yang sembunyi.


Bapaknya pulang. Kaget lihat buku bertebaran dimana-mana. Emak ngomel.

Jadi terpaksalah emak bapak berjibaku nyari hamster yang sembunyi. Ternyata si hamster kegencet lemari buku (untung ga gepeng). Si anak senang. Emak bapak dapat kerjaan tambahan, Ngerapihin buku-buku-buku-buku-buku-buku (sangking banyaknya). Sigh. Melihat kondisi rak buku yang sudah doyong kanan-kiri (kayaknya kalau dihinggapi nyamuk sebiji aja bakal rubuh) emak dan bapak memutuskan membeli rak buku baru. 


Rak buku yang ditaksir habis di IBCC. Akhirnya diputuskan (semoga hanya untuk sementara saja ya suamiiii) buku-buku itu dimasukkan ke kardus-kardus saja. Pulangnya..bukannya tobat belanja buku, emak-bapak-anak mampir ke toko buku. Beli buku(-buku-buku) lagi. 

Sekarang saya paham apa rasanya jadi shopaholic yang terus belanja sepatu dan baju walau lemari sudah ga muat lagi. *sigh...* Untunglah buku-buku itu bungkusnya sudah dibuka semua (walau belum dibaca sampai habis).

Post a Comment