15 November 2011

(Buku) Jennifer Johnson is Sick of Being Single

Single di usia menjelang 30 tahun itu bukan hal buruk kok....

... sampai aku mendapat kabar kalau mantan pacarku akan menikah. Adikku, Hailey, juga. Dan seperti menambah daftar panjang penderitaan batin, aku ternyata harus mengenakan baju pengiring pengantin model kimono. Bisa dipastikan kimono itu akan terang-terangan memamerkan setiap lekuk dan lipatan lemak tubuh yang, jujur saja, tak pantas dijadikan konsumsi publik.

Jadi, jangan salahkan aku kalau sekarang begitu terobsesi mendapatkan pacar baru. Harus menguruskan badan juga (apa pun asal tidak dipermalukan kimono sialan itu). Dan, oh ya, aku juga butuh pekerjaan baru. Menjadi copywriter di department store Keller jelas bukan bayanganku tentang 'pekerjaan impian'.


Jennifer Johnson, selanjutnya Capcai sebut JJ biar cepet, perempuan single dengan pekerjaan buruk dan berat badan berlebih. Sangking singlenya *istilah apa pulak ini* JJ bahkan merindukan kehadiran mantan pacar yang ga ada bagus-bagusnya. 

Namun suatu hari ada bos baru di kantornya, bos baru yang mengajak JJ kencan. Bos baru yang mengajak JJ menikah. hidup JJ langsung berubah. Tidak ada lagi hutang yang perlu dipikirkan. Kariernya di kantor langsung cemerlang. Sayangnya saat pesta bujangan calon suami, JJ harus mengetahui tunangan yang tampan itu alcoholic dan saat mabuk ia "bermain-main" dengan gadis-gadis stripper. Duarrr! 

Seperti perempuan normal lainnya JJ tentu saja ingin membatalkan pernikahan. Namun wejangan calon ibu mertua mengubah pikirannya. Wejangannya apa? Semacam crying in a Porsche is much better than crying on a bicycle.  Karena rupanya si calon bapak mertua yang agamis itu juga suka "menghilang" bersama orang lain. Sebagai ganti, calon ibu mertua bisa membeli mobil mewah baru setiap bulan. Tamat.

Ga happy ending? Menurut saya sih happy ending. Karena lelaki mau ganteng, mau jelek, mau kaya, mau miskin, kalau selingkuh ya selingkuh aja. Jadi kenapa harus memilih diselingkuhi lelaki tak berharta dan tak rupawan? Lebih baik yang berharta kan? Setelah nangis sampai bantal basah bisa pergi belanja sesuka hati tentunya jauh lebih menyenangkan daripada setelah nangis sampai batal basah masih harus mikirin ga ada uang untuk beli susu anak yang habis.

Tapi kalau berjodoh dengan lelaki baik dan setia ya Alhamdullilah. Berjodoh dengan lelaki baik, kaya raya, dan setia ya harus sujud syukur. Berjodoh dengan lelaki baik, kaya raya, setia, dan tampan ya harus bangun dari tidur. Mimpi? ;p

Buat yang mau baca review-review novel ini di Goodreads, silahkan klik link berikut Buat yang mau beli online, Capcai cuma ketemu di BukuKita seharga 39.100 Kalau Capcai belinya sudah pasti di Rumah Buku.

6 comments:

keblug said...

pertamax! :P

November 15, 2011 5:02 PM
bebe said...

Jadi penasaran pingin baca... Cari di perpus ah, semoga ada.. ^^

November 15, 2011 7:29 PM
capcaibakar said...

@ Keblug *ngirim cendol ke aganwati*

@bebe Perpus ui sedia novel? kerennn.. kalau mau sih baca di rumah aja. ga boleh bawa pulang.. *kakak medit*

November 16, 2011 8:14 AM
capcaibakar said...

eh itu bukannya bebe adik saya?? (-____') pantes kaget.. tumben adek tercinta ngomen.. hihi. Maaf ya be..

November 16, 2011 8:16 AM
bebe said...

LOL... gpp.. aku jg ga pake salam2 dulu, langsung komen aja.. ^^ Btw, gimana udah donlot apps P. Diary-nya kah? :D

November 16, 2011 3:10 PM
capcaibakar said...

Belum download... wifi kantor nya antara ada dan tiada. iyaaa. hihi

November 17, 2011 8:19 AM

Post a Comment

 

©2009capcaibakar | by TNB