SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

21 November 2011

Tagged Under: , , , , , , , , , , , , , ,

Tes Departermen/ Kementerian Keuangan

Share

Yayaya.. pemerintah sudah menetapkan tidak ada penerimaan PNS untuk beberapa tahun kedepan..cuma postingan ini sudah kelamaan di draft. Mau didelete kog sayang, karena udah ditulis panjang-panjang. Udah bikin-bikin gambarnya. Jadi gak apa-apa ya kalau saya publish. Hihi.


Administrasi

Depkeu itu daftarnya online, via website. Ada pilihan mau bekerja di bagian apa juga. saya sih ga ngisi. Soalnya ga punya clue kerjaannya apa aja.

Kelar submit kita tinggal menunggu pengumuman siapa-siapa saja yang dipanggil untuk seleksi administrasi. Usahakan daftarnya awal-awal jadi pas ujian dapat di dalam ruangan (seperti saya), teman Capcai yang daftar diakhir-akhir dapatnya di Senayan. Panas. Ga kondusif untuk ujian. Kalau di STAN, seperti saya, dapat meja gede dan AC yang bikin pw.

Setelah itu, akan ada panggilan untuk mengesahkan nomor ujian, saya mendaftar ulang ke STAN yang di Jakarta. Emangnya ada STAN di tempat lain kah? Antriannya bagus. Satu line ga panjang-panjang jadi cuma perlu waktu sebentar. Di Depkeu kartu ujiannya dipakai terus sampai pemberkasan. Jadi dirawat baik-baik ya. Kalau yakin masuk dilaminating aja.

oh ya karena KTP yang nomornya saya daftarkan saat pendaftaran online hilang, saya jadi diomelin sama petugasnya. Dibilang tambah kerjaan saja, saat menunjukkan KTP baru yang nomornya beda. Jiahhh yang mau ilang juga siapa. Huh. Huh. *misuh-misuh* Dan bikin KTP baru dalam waktu singkat itu pengorbanan biaya, sodara-sodara.

Tes Potensi Akademik



Maaf ya.. udah rada-rada lupa. Waktu itu test TPAnya ada empat bagian yaitu verbal, matematika, pengetahuan umum, dan Bahasa Inggris. Total jendaral ada 170 soal ples menerjemahkan tadi yang harus wajib kudu selesai dalam 2 jam 15 menit. Asumsi untuk menerjemahkan sekaligus menulis terjemahannya kita perlu 15 menit, maka satu soal harus selesai dibaca, dihitung/dipikirkan, dan dibulatin jawabannya kurang dari satu menit. Bwahahahha *ketawa setan*

Berhubung waktunya mepet kalau ketemu soal yang susah tebak aja. Ga usah disimpan buat dikerjai nanti-nanti. Karena ga bakal sempat. Apalagi saat mengerjakan satu sesi kita tidak diperbolehkan mengerjakan sesi lain. Pengawasnya ga bakal negur atau keliling-keliling untuk memastikan kita hanya mengerjakan bagian tertentu saja. Cuma.. belajar taat peraturan dan jujur, kan mau jadi PNS yang bebas korupsi.

Verbal.   Ini semacam test Bahasa Indonesia. Dan saya jago disini. Tapi yaaa tapi.. soalnya lumayan banyak Buat saya waktunya ga mepet, nyisa malah. Jadi bisa ngoreksi, dikiiiiit. Coba kalau boleh mengerjakan bagian berikutnya. Lumayan banget. Saya setiap ngerjain soal matematika pasti waktunya ga cukup.

Terus di soal-soal paragraf, tips saya baca pertanyaannya dulu, tentukan kata kuncinya. Setelah dapat baru cari kata kuncinya di paragraf, nah biasanya jawaban-jawabannya nangkring dekat kata-kata kunci tersebut. Biar ga usah baca satu artikel/paragraf. Hemat waktu.

Matematika Seperti layaknya soal-soal matematika adalah.. soal-soalnya sederhana dan bisa dikerjakan semua hanya dan hanya jika waktunya lowong. Iyak betul.. waktunya mepet banget. Sepertinya kalau dulu merhatiin bimbel dan hapal gimana trik-trik berhitung cepat bisa mengerjakan bagian ini dengan mudah.

Tips yang saya baca dari blog ini adalah
hafal angka pecahan, desimal, persen, dan bilangan faktorial
hapal bilangan prima dan prima kuadratnya
hapal bilangan sampai pada pangkat tiga dan akarnya
Yang panik mana suaranya??? Hihi. tenang saya juga ga hapal. Jangankan bilangan-bilangan yang disebutkan diatas, perkalian diatas 6 aja masih pakai jari ngitungnya. Hihi. Yang penting berusaha semaksimal mungkin dibidang yang kita jago. Maksimalkan disitu. Biasanya soal-soal matematika bisa diselesaikan dengan logika aja. Yang bikin soal juga tau waktunya kurang dari semenit jadi ga mungkin bikin soal yang perhitungannya sehalaman. Jadi kalau bingung pakai logika aja.

Pengetahuan Umum Bagian ini menguji pengetahuan kita tentang perkembangan dunia dan Indonesia. Triknya sih memang harus rajin baca portal berita. Hapal nama-nama menteri dan orang penting. Terus hapal nama-nama pejabat Kemenkeu, sejarahnya, dan segala hal tentang kemenkeu yang bisa dibaca di wikipedia atau di web mereka.

Menurut saya pribadi sih, performa saya paling jelek disini. Soalnya setelah ujian selesai dan teman-teman ngebahas soal-soal ujian, saya baru sadar kalau saya tidak menemukan soal-soal yang mereka bahas. jangankan mengerjakan soal tersebut, saya merasa sama sekali tidak membaca soal-soal tersebut karena tidak cukup waktu.  Hiks.

Bahasa Inggris. Di bagian ini ada soal menerjemahkan satu artikel bahasa inggris sepanjang satu halaman saja. Ga susah sebenarnya. tapi banyak peserta yang tidak mengerjakan dengan alasan waktunya ga sempat atau ga tau. Soal menerjemahkan ini ada di bagian paling akhir jadi wajar kalau banyak yang ga tau.

Saran saya selalu lihat soal-soalnya sampai halaman terakhir. Makan waktu sih. Tapi ini menghindari kita ga tau apa yang akan dihadapi. Kalau ga tau gimana bisa ngatur strategi. Waktu itu saya ngerasa soal Bahasa Inggrisnya bikin mikir. Jadi deh saya lompat-lompat ke halaman terakhir dan menemukan soal menerjemahkan (yang lebih gampang daripada pilihan gandanya.) jadi bagian itu dulu yang saya kerjakan. Setelah selesai baru deh saya mengerjakan pilihan ganda. Lebih santai karena sudah selesai menerjemahkan. Kalau pilihan ganda kan bisa tebak-tebak kancing jika kepepet.

Tips terakhir, kosentrasi sama kerjaan sendiri. Ga usah lirik kiri-kanan. dan ga perlu drop kalau dengar orang lain sudah membalik kertas soal saat kita masih mengerjakan setengah halaman pertama. Kalau semangat turun karena kalah mental ga bakal bisa mikir. Cuek aja.

Psikotest

Saya kaget waktu nama saya muncul di pengumuman peserta psikotest karena udah ga yakin lulus TPA. Secara saya tidak membaca banyak soal-soal yang dibahas teman-teman kemarin. Ga nyangka lulus deh. Itu bukti mencari kerjapun faktor keberuntungan berpengaruh. Hehe.

Bagian ini dikompilasi dengan postingan blog Mas yang satu ini ya. Agak lupa. Psikotesnya dilakukan di salah satu gedung Kemenkeu. Sebelum memulai test kita diminta untuk mengisi formulir biodata. gampang lah ya... isi yang jujur dan menjual.

Test IQ  Test IQnya sedikit. Pendek aja. Ga bikin otak puyeng banget. Test meliputi mencocokkan, memilih pasangan, atau memilih gambar yang berbeda sendiri. Ada test deretan angka juga.

Matematika dasar. Kerjakan sebisanya aja. Ga usah nebak. Saya pribadi kalau psikotest ga pernah nebak. karena ini test kepribadian kan? Kalau banyak yang salah kan saya ga mau dinilai sebagai orang yang pekerjaannya asal selesai.

Test Pauli/koran. Sepanjang sejarah saya tes koran saya ga pernah minta nambah. Selesai satu lembar aja enggak. Pakai taktik ngegaris sebelum perintah "Garis!" (biar terlihat daya tahannya bagus) juga ga pernah. Gimana caranya mau pakai taktik-taktik segala, wong setiap ngedengar perintah "Garis!" saya bakalan kaget sampai ngelonjak di kursi. Hihi.



Taktik saya cuma bikin matriks seperti ini di handphone dan dihapalin. Jadi nanti ga usah ngitung-ngitung pakai jari lagi.



Tes Wartegg Ini test meneruskan gambar (dari sepotong garis) di delapan kotak. Katanya sih kalau garis lengkung sebaiknya menggambar benda hidup dan untuk garis lurus benda mati.Saya sendiri sih ga pernah terpaku sama ini. Sesuka saya aja. Soalnya udah keseringan psikotest, jadi suka bosen kalau gambarnya itu lagi itu lagi. Hihi.

Test menggambar orang dan pohon Gambar orang yang lengkap. Bahkan bulu matanya digambar juga. Gambar orang yang sedang melakukan aktifitas biar terkesan aktif. Kalau saya suka gambar diri sendiri. Biar eksis. Hihi. sebenarnya sih biar ga repot menjelaskan itu gambar siapa dan mengapa saya menggambarnya.

Kalau pohon, gambar pohon yang lengkap, ada akar, buah, dan daun yang rindang. Ribet sih.. suka ga cukup waktunya.

Tes Kepribadian. Kita diminta memilih pernyataan yang paling mirip dengan kepribadian kita. Ga usah mikir. Jujur aja karena akan ada pernyataan-pernyataan yang diulang-ulang untuk menguji konsistensi kita.

Akhir kata.. sebelum psikotes tidur yang cukup walau hati deg-degan dan sarapan dulu biar ada energi yang cukup untuk otak.

Tes Fisik

Begitu tahu tes fisiknya harus lari 12 menit, saya cemas. Cemas karena udah lama ga lari eh udah lama ga olahraga ding. Cemas karena waktu itu lagi bulan puasa. Kapan mau latihan larinya coba? Pagi-pagi nanti bikin haus. Sore-sore hujan melulu. *alasan* jadi saya mengundurkan sesi latihan setelah lebaran saja. Dan latihan lari saat lebaran itu enggak banget saudara-saudara. Gimana bisa fokus latihan kalau banyak makanan enak ala kampung yang harus dicoba? Mana sempat latihan kalau harus mengunjungi sanak keluarga? Gimana bisa lari kalau badan berat gara-gara rendang? 

Tapi dengan niat baja biar bisa kerja sayapun latihan lari di lebaran hari ketiga. Hari pertama, jangankan dua belas menit, tiga menit pertama saja saya sudah mau jalan kaki. Lalu sukses kena semprot pelatih pribadi. Katanya lari itu makin capek kalau diselingi dengan jalan. Walau sudah capek kita harus terus lari, pelan-pelan biar jantungnya tidak kembali ke kondisi istriahat. Dan karena saya berhenti sebelum 12 menit saya disuruh ngulang lari dari menit pertama. Mau nangis rasanya.

Hari ketiga saya sudah berhasil lari tanpa berhenti walau masih pelan. Yay! Ternyata teori lari-jalan-lari-jalan itu lebih capek daripada terus-terusan lari benar adanya. Dan untuk menjaga kosentrasi saya dianjurkan bapak pelatih untuk menghitung 1-100 dalam hati. Gitu terus sampai dibilang selesai. Biar ga berasa lama dan capek. Selanjutnya saya lari tiap hari meski hujan badai dan menetapkan target 7 putaran dalam 12 menit. Karena dengar-dengar rata-rata perempuan bisa 6 putaran.

fouettés en tournant
source: wikipedia

Sekali lari saya usahakan 30 menit non stop. Kenapa? Tahu tarian balet Swan Lake? Pemeran Black Swan (yang biasanya juga memerankan Odette) harus melakukan 32 fouettés en tournant tanpa berhenti. Untuk dapat melakukannya saat pementasan, penari tersebut berlatih 64 fouettés en tournant tanpa henti. Dua kali lipatnya, bukan sekedar targetnya aja. Dan sayapun menerapkan ilmu yang didapat dari komik itu. ;p

Hari ujianpun tiba. Saya langsung berangkat dari Bandung dan jadi kloter terakhir tes fisik. Padahal ga telat loh. Kita boleh datang langsung dengan pakaian olah raga, biar ga repot ganti. Kelar mendaftar ulang dan dapat makanan saya mengantri untuk tes kesehatan dulu. Jadi sebelum tes fisik kita harus diperiksa oleh para dokter. Kalau diperbolehkan lari maka kita lari. Kalau tidak boleh ya gugur.

Pemeriksaan dokternya meliputi tinggi badan dan berat badan yang dilakukan di depan umum. Yuk mari, kg-annya disebut-sebut aja gitu. Setelah itu ngantri lagi untuk tes tekanan darah dan mata. test matanya ya seperti test di dokter mata. baca serangkaian huruf dari jarak tertentu. Sebagai pemakai kacamata ya jelas-jelas saya ga bisa baca. Tenang aja. Selama minusnya ga gede-gede banget sepertinya sih aman-aman saja.

habis itu ngantri lagi untuk tes komplit sama dokter. Diperiksa kuping, gigi, varieses, dll. Peserta perempuan dengan dokter perempuan. Ga sampai telanjang. Ga ada periksa anus. Ga ada ngecek-ngecek tato.

Proses ini lama loh.. dari pagi sampai sore. Dari ga hujan, hujan deras, sampai hujannya rintik-rintik. Jadi yang ga makan snack karena takut perutnya nanti sakit, monggo dimakan.  

Kemarin waktu saya tes ada yang lagi hamil gede, abis caesar seminggu, dan sedang hamil kecil. Yang hamil gede sih jelas-jelas ga boleh lari. Yang caesar waktu itu boleh. Yang hamil kecil kalau ada riwayat pingsan tidak boleh. Kalau sehat-sehat saja ya silahkan dengan resiko ditanggung pribadi. Gitu. Gila ya.. pengorbanan orang buat nyari kerja.

Setelah mendapatkan surat ijin sehat, satu kelompok yang terdiri atas sepuluh peserta akan diangkut dengan mobil ke lokasi ujian. Disini sambil menunggu giliran kita akan diberi pemanasan oleh anggota TNI. Panitia juga memberikan tips-tips kepada peserta, salah satunya adalah lari dengan stabil diawal-awal dan baru lari super kencang saat ia memberi pengumuman "Dua menit lagi!". Begitu isyarat 12 menit sudah selesai kita harus berhenti dan melepaskan nomor peserta di tempat berhenti. Peserta yang masih berlari, berjalan, atau melepas nomor di tempat lain otomatis didiskualifikasikan.

Saya sendiri lari terus selama 12 menit. Ga pakai jalan. Beberapa peserta ada yang lari-jalan-lari-jalan dan itu ga masalah. Bahkan ada peserta yang lari-jalan-lari-jalan ada di depan saya terus. Ga kesusul-susul. Saya baru lari sekencang-kencangnya saat ada pengumuman "Dua menit lagi!". Lumayan dapat 2 putaran kurang. tapi saya lupa berapa putaran yang berhasil saya lakukan dalam 12 menit. Im lost in count. Yang penting berusaha terus!

Selesai lari 12 menit, kita boleh istriahat sebentar sebelum lanjut ke tes berikutnya, lari sprint dengan jalur angka delapan. Itu masih lemas-lemas lelah setelah lari jor-joran. Kabarnya sih ini ngetes setelah lari 12 menit, orangnya masih kosentrasi ga. Saya ga latihan lari begini sih, tapi sebelum mulai panitia akan memberi contoh jadi tenang aja.. ga perlu bingung. Kalau menjatuhkan cone, kita boleh mengulang sekali lagi. kalau masih menjatuhkan.. ya sudah.. gugur. Buat yang mau latihan.. pasang target di bawah satu menit ya.

Niattt.. =)

Tes Wawancara Akhir

Wawancaranya benar-benar di luar dugaan. Apa yang sudah saya persiapkan dari hasil googling-googling di internet ga ada yang muncul. (-_-') Iya dulu ada blog pegawai depkeu yang ngebahas lengkap soal tes-tes beginian. Komentar-komentarnya juga punya info yang banyak banget, terus entah kenapa jadi ditutup dan hilang aja. *penonton kecewa*  Sebelum wawancara kita diharuskan mengisi lembar pertanyaan mengenai keberhasilan dan kegagalan terbesar dalam hidup kita.

Jadi wawancaranya itu santai.. seperti wawancara SDM. Ga ada pertanyaan soal kemenkeu, isu-isu keuangan terbaru, berita nasional atau internasional, dan pelajaran saat kuliah. Pertanyaannya berkisar tentang pengalaman organisasi atau pengalaman kerja. Di akhir wawancara kita harus menandatangangani pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia. Oh ya wawancaranya direkam loh. Suara aja.. jadi coba suaranya terdengar sesantun dan semeyakinkan mungkin.

Selesai wawancara kita harus langsung keluar. Jadi ga ada kesempatan untuk bincang-bincang dengan peserta yang belum diwawancara. Iya depkeu ini salah satu kementerian yang proses seleksinya rapi banget. Semua serba teratur dan jelas. Ga ada cerita mengantre lama dan serobot-serobot yang bikin  peserta kesal. Tanggal pengumuman juga selalu tepat waktu, ga harus nunggu sore. Pukul 00.01 hasil ujian sudah ditayangkan di web. Profesional banget. 

Salah satu cara saya memilih mau kerja di departermen yang mana (diantara banyaknya lowongan PNS) dengan mengamati cara mereka menyelenggarakan rekrutmen saat daftar ulang. Kalau peserta diperlakukan seperti manusia, saya terus. Kalau prosesnya tertib dan terencana, saya lanjut. Kalau junior harus tunduk sama senior yang salah tanpa punya kesempatan menjelaskan, saya mundur. Kalau pegawainya ga bersemangat, saya pasti mikir-mikir. Dari situ kan sudah kebayang lingkungan kerjanya gimana.. kalau ga cocok ngapain saya juga terusin.

Pesan terakhir, selalu bawa semua persyaratan yang diminta di pengumuman ujian (Kartu peserta, KTP, dan alat tulis) biar tenang mikirin ujian dan hanya ujian saja. Selalu istriahat yang cukup sebelum ujian. Ga usah begadang buat belajar. Biar pikiran segar, otak lancar, dan  logika jalan. Terus jangan terlambat. Kecepatan lebih baik daripada terlambat.
Post a Comment