SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

17 April 2012

Tagged Under: , , ,

Makan Steak di Pasadena

Share

Sabtu kemarin Tuan Sumami dan Nyonyah Istri kencan. Rencananya mau nonton Battleship di PVJ, sayangnya dunia tak setuju.. *kurang mempraktekkan The Secrets sepertinya* Studionya penuhhhh! Penuh! Yang tersisa cuma pertunjukan jam 9 malam lewat. Ish... selesainya jam berapa itu? Ada Jendral Kancil menanti dicium-cium di rumah.

*kata siapa anak doang yang ada jam malam? Emak bapaknya juga ada jam malam ini*

Akhirnya memutuskan pulang lewat jalan Sukamaju. dekat Pasar Sederhana. Biasanya jalanan ini sepi kan.. namanya juga pasar, ramainya ya pagi hari. kalau malam sepi. Tapi-tapih mata istri (yang kebetulan lagi pakai kacamata. Kan mau nonton. Jadi ga rabun-rabun banget) melihat sebuah warung steak yang ramai. 

Istripun berkomentar "Itu warung steaknya ramai deh Sumami. Sepertinya enak." Ini ngasih tau doang ya. Percakapan basa-basi di jalan. Tapi buat Tuan Sumami yang pecinta steak, komentar tersebut menyerupai ajakan untuk menghentikan kendaraan, putar balik, dan mencoba makan steak di Pasadena ini. 

Saat kita tiba, warungnya penuh. Tapi masih teratur. Ga seperti Steak Javan yang antriannya mengular di luar (Berirama!! Iyes! *proud*) Terus karena sebagian besar yang makan itu keluarga dan parkirannya penuh dengan mobil, pasangan suami istri yang berbahagia ini (bahagia dong, kan mau makan steak) menyimpulkan kalau ini steak lumayan mahal. Middle class keatas lah. Ga kelas-kelas mahasiswa gitu. Ya walau melihat kesejahteraan mahasiswa-mahasiswa sekarang, sepertinya mampu-mampu saja. 

Harga steaknya beda tipis sama segelas kopi di Starbucks, jadi mahasiswa sejahtera musti mampu makan disini. Kalau ada yang bilang ini steak murah.. ya enggak.. di Bandung itu ada Javan. Itu lebih murah. *Irit mode on*


Kita memilih makan di teras restorannya dengan alasan steaknya dihidangkan di hot plate. Jadi berasap-asap gitu. Nanti dicium-cium suami malah bau asap. Yang pertama kali dipesan adalah Es Leci dan Kelapa Muda, gara-gara tertarik melihat minuman meja-meja tetangga. 

Es Leci dan Kelapa Muda @ 16ribu saja
Es lecinya enak. Ada banyak potongan utuh buah leci. Aku suka. Es kelapa mudanya juga enak. Kelapanya lembut. Kami suka. *lope-lope* Dan bersama kedatangan es leci dan kelapa muda pelayannya menyediakan air putih tanpa diminta. Tanpa diminta. *langsung jatuh cinta sama pelayannya*

Tidak butuh waktu lama Serloin saya datang. Cepat aja gitu. Kuahnya dipisah. Kuah.. saus maksudnya. Sausnya terpisah jadi tingkat ke"banjir"an bisa diatur. Buat saya sih.. satu mangkok saus tak akan cukup. Minta tambah deh. BTW, sausnya gratis. Gratis. Ahhhhh senang... *coret Steak and Shake dari daftar*

Sirloin sebelum dituang saus. Rp45.000

Steaknya gimana? kata Tuan Sumami sih enak. Kalau saya masih lebih suka steak di Treehouse. Lebih juicy. Ini matang banget. Keliatan kan dari pinggir-pinggirnya yang gosong. Defaultnya begini kali ya. Kalau minta medium welldone mungkin bisa. Next time bakal saya coba. *lidahnya sok bule* Selain itu lemaknya dikit. Cuma segigit. Ga nendang buat saya. Padahal enaknya sirloin kan itu. lemaknya yang kenyal-kenyal itu.

sirloin setelah disiram kuah. harganya masih Rp45.000

Pesanan kedua adalah Beef Cordon Bleu. Datangnya lumayan lama. Mungkin karena.... masaknya lama *menurut ngana?!*  Bundar gini soalnya.

Beef Cordon Bleu Rp 48.000

Iya.. kita kaget. Kog cordon Bleu nya ga biasa ya? Apa emang biasanya begini? Biasanya makan steak pinggir jalan kan kaya' rollade. Ga kaya' Bola gini. rasanya gimana?


Kering. Hihi. Sausnya harus banyak. Kejunya enak. Saya suka.  Untuk steak yang ini kita minta saus yang berbeda. Pepper sauce. Sausnya sih sama.. cuma ditambah taburan merica hitam. Karena kekenyangan kita minta "bola" ini dibungkus saja. Dan tanpa banyak cingcong mereka membungkus si bola. Lengkap dengan saus baru dan sambal. Aaaaaaa... cinta deh sama pelayannan mereka. Mana waktu Tuan Sumami minta tambahan air putih langsung dikasih. Ga cuma segelas. Tapi seteko. Gimana ga jatuh cinta coba.

KATAGUA
Yes we will back.  Pelayanannya oke. Banget. Soal rasanya yang belum cocok, itu karena kami belum mencoba semua steak. Masih ada lidah sapi, iga, kebab, tbone, dan salmon yang belum dicoba. Pastinya nanti saya akan memesan medium welldone saja. Biar juicy.

Kalau mau petunjuk arah ke Pasadena yang lebih lengkap, bisa dilirik blog ini.
Post a Comment