SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

12 June 2012

Tagged Under: ,

Nonton Film

Share

Seeing this on 9gag

 
Dan langsung ngirim email dengan subject "Aku banget ya?" ke Tuan Suami. Lalu dibalas dengan.. "Gak. Kalau ga ketiduran kamu kan merhatiin filmnya."

Iya.. coba itu dicatat. Kalau ga ketiduran. Tiga kali diajak nonton dvd sama Tuan Suami, yang sengaja menunggu weekend untuk nonton bareng daku, tiga kali berturut-turut juga Capcai ketiduran di tengah-tengah film, mungkin karena harga dvdnya hanya IDR5000, saya tidak merasa berdosa untuk ketiduran di tengah-tengah film. 

Bukan karena ceritanya ngebosenin sih, tapi karena kemalaman nunggu #JendKancil tidur. Jendral Kancil ngantuk, emaknya juga ngantuk. Jam 9 itu jam tidur anak kostan yang ga punya tivi kabel sodara-sodara. *mantengin TvOne sampai bosen* 

Jadi ada 21 Jumpstreet, Safe, Hamilton, dan John Carter yang belum ditonton sampai akhir. Empat ya ternyata... 

Selanjutnya biar mamer kalau Capcai ga nonton bajakan saja mari kita ulas singkat film-film yang sudah ditonton di bioskop, yang mana mungkin sangking lamanya sudah ga tayang di bioskop manapun.


diambil semena-mena dari sini
Tuan Suami sudah nonton duluan sama anak-anak kantor, namun dalam upaya mengurangi resiko istri ngambek, Dese nonton dua kali. Horang Kayah. Berhubung nonton yang 3D nya, maka nontonnya pun harus bertiga..... sama Jendral Kancil. Iyes.. emak bapak ga bertanggung jawab. *dihujat orang-orang*

Meski alasannya karena Jendral Kancil suka super heroes dan dia akan suka film ini.. ya.. rating di film itu ga boongan saudara-saudara. Meski ga ada adegan goyang-goyang kasur pun.. kalau ratingnya PG-13 ya anak enam tahun yang sudah khatam nonton ultraman, power rangers, dragon ball, bahkan Tom and Jerry tetap saja ketakutan pas nonton avengers.

Awalnya Jendral kancil bosen.. ya iyakan.. awalnya masih drama-drama gitu. Pas bagian frightening and intense scenes  diapun nyumput-nyumput dibalik punggung emaknya. Minta dipangku. minta pindah ke bapaknya yang duduk di baris depan (secara kita ga dapat tiga bangku yang sederet). Dan sudah pasti mengganggu kosentrasi penonton lain. Maaf ya. Maaf. Jendral Kancil sudah diajak keluar... tapi anaknya bertahan, karena.. mungkin dia berpikir nonton ini pilihan dia, konsekuensinya ya harus nonton sampai selesai. Mungkin loh ya... emaknya kan ga mungkin nanya mendetail di bioskop kenapa dia ga mau keluar padahal udah ketakutan gitu.

Jadi ya saat orang-orang sebioskop ketawa lucu-lucu mendengar dialog The Avengers, emakyangngajakanakenamtahunnontonfilmberatingPG-13 ini sibuk menenangkan anaknya yang ketakutan. 

Tapi pas adegan berantemnya.. Jendral kancil duduk tenang.. bahkan langsung buru-buru kembali dari toilet. Meninggalkan bapaknya di belakang. Iya.. kalau berantem-berantem dia ga takut. Tapi kalau dia ga bisa nebak akhir ceritanya dia takut.

Menurun dari manakah sikap itu? baca terus ya postingan ini.

Overall, walau nontonnya ga konsen banget, filmnya bagus. Saya sungguh tertarik dengan kisah Black Widow. Kapan ada film husus yang membahas tentang Nyonyah ini? Soal 3D nya? Jelek. Cuma kaya' ngubah format film biasa ke 3D. Blame that to Avatar yang membuat standar 3D eike ketinggian.


Suami jijik-jijik gimana gitu pas liat dia. Bwahahaha. Dari sini
Film bagus juga. Yang bikin nyesak hati.. karena emang ceritanya sedih. dan karena kepala-kepala orang yang duduk di depan kita menimbulkan bulatan-bulatan kecil di layar. Ini orang-orang kenapa sih kalau nonton itu duduknya musti tegap gitu. Anggota Paskibra sepertinya. 

Jadilah saya nonton sambil jongkok di kursi dan punggung tegap 90 derajat. Oh.. tenang.. ga ganggu orang belakang kog, saya duduknya di baris paling belakang. Jadilah sesudah film usai ada dua orang yang nyoba-nyoba duduk di beberapa baris, biar tau baris mana yang ga terlalu dongak dan ga akan terganggu bundaran-bundaran kecil kepala anggota paskibra.

Setelah menemukan baris yang pas, diucapkan berulang-ulang, diingat dalam hati, dan tentu saja dilupakan saat mau nonton film berikutnya. Pinter aja.. suka sombong sih.. suka sok kepedaan bisa ngingat sesuatu tanpa dicatat. *toyor kepala sendiri pakai ipod*

Waktu cerita sama Jendral Kancil kalau kita nonton film ini, dia protes karena ga diajak? ooohh ada yang lupa waktu itu ketakutan karena nonton film orang dewasa. Bagussss.... *menatap setajam silet*


dari collider.com
Mari diawali dengan ucapan "Segala sesuatu itu memang sudah diatur Allah"  

which is pas banget sama tema film yang mencari jawaban SIAPA KITA DAN APA TUJUAN KITA ini. Kalau lulus kegiatan mentoring waktu kuliah tingkat 1 di UNPAD pasti udah tau jawabannya. Ga perlu ngeluarin duit bertrilyun-trilyun buat ke planet lain.

Hari itu sandal saya copot. Masih bisa dipakai.. tapi talinya meleber-leber. Karena dirasa akan mengurangi kekecean saya, tadinya kita mau pulang dulu. Ganti sandal. Tapi Suami bilang filmnya 15 menit lagi mulai. Kalau ga yang jam itu, ada lagi jam tujuh malam. Kemaleman dong ya. Ada anak yang harus dicium dan dipeluk setelah dari Senin-Jumat ditinggal ke Jakarta. 

Jadi mari cuek bebek saja sama tali sandal yang meleber. Kecantikan Capcai toh ga akan berkurang. Udah mentok. Ga bisa lebih rendah lagi. *pembaca puas? puas? PUAS?*

Sampai di Blitz kita lupa barisan mana yang oke berdasarkan hasil penelitian waktu nonton film MIB 3 kemarin. Bagusss. Lupa aja. Percuma sudah penelitian itu. dan seperti biasa kita kaan memilih baris belakang-belakang agar terhindar dari sakit leher. 

Tapi, kuasa Allah membuat kita bertanya ke petugas tiket, apakah barisan G.. yang ada di depan itu bikin sakit leher? Jawabannya tidak kalau di studio besar. (sekilas inpo: studio terbesar di Blitz PVJ adalah studio 2). Dan melawan kebiasaan berbekal nekad, kita memilih baris G.. kalau ngedongak? Bakal eike lilit mas-mas ticketing itu dengan pashmina 25 lembar.

Dan disinilah rencana Allah keliatan. Karena saya ternyata lupa bawa kacamata. Lupa bawa kacamata. Percuma dong pikir saya, sambil membatin dalam hati "Coba tadi ganti sandal dulu ke rumah, pasti bisa sekalian ngambil kacamata."

Trus saat saya mau memberitahu suami kalau kacamata ketinggalan, handphone saya juga ketinggalan. Ga bisa ngasih tau deh. Ga bisa mencoba menukar atau menjual tiket dan pulang dulu. ya sudah saya pasrah saja. Kalau keliatan alhamdulillah, kalau enggak nanti beli dvd bajakannya. Terus biar Suami ga repot mikirin, saya memutuskan tidak memberitahunya *istri baik mode on*

Deg-degan saya masuk ke bioskop, dan sambil nyipit-nyipitin mata waktu lihat preview-preview film lain.. Dalam hati ngebatin " Masak sih sepanjang film mau nyipit-nyipitin mata"  Udah disipit-sipitin pun teksnya masih berbayang. Pyuh... Untungnya saat film dimulai, teks dan gambarnya cukup besar dilihat dari baris G tanpa harus memicingkan mata. *sujud syukur di bioskop*. 

See.. rencana Allah.
  1. Saya lupa bawa kacamata
  2. Sendal saya putus
  3. Kalau saya mengganti sandal di rumah, saya bisa membawa kacamata
  4. kalau saya tidak mengganti sandal, nanti saya akan duduk di baris depan
  5. saya nonton film dengan bahagia
Rencana Allah saya akan menonton film dengan bahagia, mau jalan apa pun yang saya tempuh saya pasti jadi menonton film dengan bahagia. Silahkan diambil hikmahnya ya sodara-sodara pembaca yang budiman.. *ga bisa bikin postingan lebih panjang dari ini karena dikejar deadline*

Nah sepanjang film ada yang stres ketakutan sampai-sampai pengen keluar karena ga bisa nebak jalan ceritanya. Siapa lagi kalau bukan Tuan Suami. Jadi tau kan tinggkah Jendral Kancil nurun dari siapa?

Filmnya gimana?

Buat saya sih bagus. Bikin penasaran dan deg-degan. Ga nyesal nontonnya. Setelah film selesai Suami yang kritis ini mempertanyakan fungsi kehadiran Meredith Vickers. 

Istri yang tidak rela peran seseorang dikecilkan balik membela Vickers.. *opo sih.. kenal aja enggak* 





 SPOILER ALERT






suami : dia ngapain sih? Biar kapten bisa asyik masyuk?

istri : iyes.. itu adegan penting, kalau mereka ga berasyik masyuk, mereka akan tau krunya dibunuh alien. terus mereka ga ada acara mencari keberadaan dua kru itu, Davidnya jadi  ga bisa nemuin The Engineer yang masih hidup deh. Ga ada adegan ngebangunin engineer, ga ada perang ngelawan engineer yang tiba-tiba bangun dan mau menghancurkan bumi. Kan? Hilang deh semua ceritanya. Penting tau mereka berasyik masyuk.
Post a Comment