SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

26 February 2013

Tagged Under:

Pertamax versus Premium

Share

Saya dan suami pemakai Pertamax. Untuk kendaraan. Bukan untuk mandi besar apalagi untuk menyiram tanaman. Minumnya masih minum Aqua galon sih. Kadang-kadang Prima, Ades, Nestle, atau BMC dalam botolan. 

Jadi sebagai pemakai Pertamax, saya dan suami berpendapat sudah seharusnya antrian pertamax dan premium dibedakan. Logika kami sih.. sudah bayar lebih mahal, masa' masih harus mengantri panjang? Apa untungnya pakai Pertamax? Sudah tidak hemat uang tidak hemat waktu pula. Pemerintah ini mendukung atau tidak? *cieeee bawa-bawa Pemerintah...padahal SPBU-SPBU itu siapa yang punya.*
diambil semena-mena dari www.fokusbatulicin.com

Jadi kalau kebetulan mampir ke SPBU yang antrian premium dan Pertamax dipersatukan, kami langsung angkat kaki ban. 

Sampai tadi malam, saya berpikir..

Kalau karena membayar lebih mahal saya menuntut keistimewaan, ini membuat saya menghalalkan penggunaan uang untuk memudahkan hidup saya dong? Kalau saya sanggup membayar dan itu bisa membuat hidup saya lebih mudah kenapa saya tidak membayar lebih saja?

Mental penyuap kata suami.

Iya ya.. yang membuat saya dan suami sampai sekarang tidak melakukan penyuapan karena itu melanggar hukum dan berdosa. Hanya itu yang membatasinya. Kalau main kasih tips karena puas sama pelayanan bukan hitungan suap kan.. tapi apresiasi.. eh apa suap dalam bentuk halus juga?

Jadi.. harus mulai ikhlas mengantri disatukan nih? Tapi.... yang beli premium itu belum tentu gak mampu kog... Kebanyakan tidak mau. *denial lagi. mecari pembenaran* :D

Salam Senin.. kamu mandinya pakai apa?
Post a Comment