SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

27 June 2013

Tagged Under: , ,

Alat Pemerasan

Share

Udah pernah cerita kan kalau saya bingung soal peralatan yang harus disediakan untuk perah-memerah ASI. Untunglah kenalan di dunia blog sama Neng Ita, maminya Khayangan yang sedang berjibaku jadi pejuang ASIP dengan kondisi LDR sama anak bayi. Ih.. kog kisahnya akan serupa ya? *Lalu berdoa semoga boleh pindah ke kantor Bandung*

Jadi hasil tanya-tanya ke Neng Ita, berikut resume perlu tidak perlunya peralatan perah memerah.

Breast Pump

Yang pertama dibutuhkan tentunya. Kalau enggak ya mau merah pakai apa? Pakai Bapaknya? *ditoyor* Hasil baca-baca dan tanya-tanya Mbak-mbak kantor kebanyakan merekomendasikan Medela Harmony (manual), Medela mini elektronik (elektrik untuk satu payudara), atau avent (yang manual pun enak karena ga bikin pegal. Yang elektriknya bisa diubah jadi manual juga).

Ntah karena ada apa di bea cukai atau ada baby bomb di Indonesia nyari pompa medela kog ya susah banget. Kosong dimana-mana. Seriously.. dimana-mana. Di online, di offline, di Jakarta, maupun di Bandung.

Maka dari itu saat ibu bos menawarkan pompa avent elektriknya yang belum pernah dipakai, eike langsung setuju. Mau Bu... mau. 

Pelajaran no 1 "Beli peralatan bayi jangan mepet-mepet. Barang kosong ga ada yang tahu"

Botol/ Kantung Penyimpan ASI 

Setelah diperah, ASInya kudu disimpan yes? Saya tadinya memutuskan mau menggunakan Botol Lubby karena wide neck jadi ngebersihinnya gampang trus daya tampungnya 100ml katanya sih pas sama kebutuhan bayi. 

Lalu Neng Ita bilang kalau pakai kantung plastik lebih hemat tempat saat diungsikan dari Jakarta ke Bandung setiap minggunya. Kalau pakai botol cuma bisa bawa 20 botol di cooler box, gitu pakai kantong bisa 40 kantong. Hoho.. betul juga. Apalagi kalau kantongnya digepengkan makin hemat tempat deh. Lalu kantong asi apakah yang direkomendasikan Ita?

Kantong Natur. Kuat, ga gampang sobek dan terjangkau lah ya.

Selanjutnya saya bingung... hasil perahan 1 dan 2 bisa digabung kah dalam satu plastik? Saat dicairkan, kalau bayinya minum sedikit dicairkannya bagaimana ya? Satu kantong semuanya? Apa dipindahkan ke botol dulu? Aaa aku bingung... Ada rekomendasi buku ASIP yang bisa dibaca?

Botol Susu/ Cup Feeder/ Soft Cup

Pengalaman sama Jendral Kancil, dia bingung puting saat saya kelamaan menyusui langsung. Bingung putingnya itu malah ga mau lagi sama botol dot, maunya langsung dari emaknya. Pas ditinggal kuliah, mau ga mau disulangin pakai sendok kan. Jadi pas emaknya pulang, lihat anak gembil lemas-lemas ganteng yang susunya beleber dimana-mana karena ga mau ditelan. Sedih... masih keingat aja ekspresinya. Positifnya, Jendral Kancil ga perlu fase lepas dari botol dot. Jadi, adeknya mau dibiaskan pakai sendok juga. Kali ini semoga mau nelan. 

Tadinya mau coba Medela Soft Cup terus ketemu Botol sendok ASI Nursi Smart yang kapasitasnya 150ml. Meddela kan cuma 80ml. Nursi ini harganya juga lebih murah dari medela, tapi botolnya ga bisa ganti botol lain sedangkan medela bisa. 

Namun lagi-lagi ya.. Medela ini out of stock dimana-mana. Nursi juga sempat ga ada stock saat saya tanya pertama kali. Pas yang kedua.. ya kog ada. yay.. untuk bolak-balik melontarkan pertanyaan yang sama ke toko online. *sungkem ke tokonya*

Terus saya juga dapat cup feeder dari Ibu bos. Hehe... 

Ngomong-ngomong harga botol sendok asi ini lebih mihil ya ketimbang botol dot biasa... *gosok-gosok lembaran undian biar dapat uang undian*

Botol susu dan sikat botol ples sabun cuci datang beriringan. Kabarnya sih Nursi Smart ini ga perlu sikat botol khusus untuk membersihkannya. Kalau sabun cuci, kabarnya sih Sleek oke.


Milk Saver

Di salah satu postingan Neng Ita, dia menceritakan kalau milk saver ini membantu sekali dalam menambah jumlah stok ASIP. Jadi dia dipakai sebagai breast pad agar asi tidak bocor kemana-mana saat beraktivitas maupun saat memompa salah satu dada.

Tanpa tedeng aling-aling saya langsung nanya dia pakai milk saver apa. Katanya Medela Milk Collection Shells

Dan tentu saja barangnya out of stock ya. Pyuh.. Ada sih alternatifnya Avent Breast Shells  lebih murah 10ribu tapi cuma bisa dipakai selama 40 menit saja. Alternatif lain Milkies Milk Saver cuma harganya jauh lebih mahal dan cuma dapat satu biji ga sepasang seperti Avent maupun Medela. 

Maka mari kita bolak-balik nanya ke OLS sampai dibilang barangnya ada. *senyum cantik ke OLS*

Cooler Bag dan Blue Ice

Neng Ita dan mbak-mbak kantor menyarankan pakai cooler box yang beli di Ace Hardware saja. Yang daya tahannya 4 jam cukup, karena sesama susu saling mendinginkan kata Neng Ita. Hihi. Blue Icenya juga beli yang kecil-kecil aja biar bisa disempil-sempil. Tapi belum beli karena belum jalan-jalan ke Ace dan ga tau harus milih merk apa. 

Sterilizer dan Bottle Warmer

Ini emak-emak kantor berbeda pendapat dengan Neng Ita. Kalau menurut emak kantor ini must have item. Kata Neng Ita ga perlu karena biar anaknya kuat tahan bakteri. Dan aku setuju... kalau terlalu higienis nanti ga bisa diajak makan cilok atau cuankie mang-mang. Hahahaa. Jadi cukuplah setelah dicuci, dibanjur air hangat, dan disimpan di kulkas.

Bottle warmer ini emak kantor dan Neng Ita berpendapat ga perlu. Cukup direndam air hangat saja. Tapi entah kenapa eike khawatir suhu susunya ga pas. Jadi masih bimbang. Tapi untuk sementara mari kita ganti kedua benda ini dengan termos air panas yang besar.

Apron

Sebenarnya ga perlu-perlu banget.. masih bisa ketutup kerudung. Namun demi menghindari tatapan sinis orang-orang yang kalau lihat emak menyusui itu agak-agak giman, mari kita beli ya. Sekaligus persiapan kalau ruang rapat kepakai eike bisa merah di kubikel.

Yo wes itu aja alat tempur pemerahannya.. semoga membantu dan kalau ada sharing-sharing butuh yang lain/ merk lain mangga ya...Salam perahhhh.... *lalu melipir nyari-nyari buku manajemen ASIP*
Post a Comment