SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

27 June 2013

Tagged Under: , ,

Bersalin dimana?

Share

Hari kerja di Bulan Juni tinggal beberapa hari lagi dan surat cuti saya waktu itu belum ada kabarnya. Yuk.. jadi ingin mental-mental ke bulan ga sih?

Jadi ngurus surat cuti ini ga boleh jauh-jauh bulan sebelumnya, maka saya ngurus administrasinya di awal bulan ini, asumsinya sih ga kejauhan ga kedekatan. Tapi ternyata surat keterangan dari dokternya salah. Bukannya mencontreng pilihan cuti hamil dari tanggal sekian sampai sekian  malah mencontreng pilihan izin sakit selama 3 bulan. Terus cuma diparaf aja.. ga ada stempel-stempel. Yuk.. ga keterima lah sama SDMnya.. dan saya baru tahu hari ini (akhir bulan) saat menyerahkan surat kedua yang sudah benar... Si saya santai-santai menyerahkan surat bercap karena katanya gak apa-apa disusulkan. Ternyata apapun yang "Katanya" itu coba jangan diimanin Cai... *toyor kepala sendiri*

Sebenarnya kantor ini baru saja meluncurkan aplikasi pengurusan cuti mandiri. Namun masih versi Beta kayaknya. Error melulu. Bahkan untuk mengirim tiket (laporan kalau ada yang error) juga error. Yasallam.

Namun ya.. namanya rejeki.. si surat cuti beres aja gitu dalam sehari. Hoho.... Makasih ya bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah membantu.
__________


Selanjutnya mari cerita soal perjalanan saya memperoleh surat keterangan cuti bersalin kemarin..Dengan asas mau memanfaatkan askes PNS semaksimal mungkin, saya tadinya memutuskan mau melahirkan di Hasan Sadikin saja. Biar gratis. Karena itu sejak bulan lalu saya pindah dokter ke dokter Anita. Beliau praktek di Hermina dan Hasan Sadikin.

Nah, karena surat dari Dr. Anita ini ditolak SDM saya bermaksud berkunjung kembali ke beliau. Sayangnya hari senin beliau ga praktek di Hermina. Ya sudah, ke Hasan Sadikin saja sekalian cek lokasi. Sampai di RSHS jam 3 siang lewat banyak.. dimana poliklinik kandungan cuma melayani sampai jam 3. Yasallam.

Sayang bensin kalau langsung pulang, kami memutuskan main ke tempat bersalinnya. Lihat-lihat. Kesasar. Keliling-keliling. Mampir di kantor Askes, nanya-nanya, dan dilayani ramah sama Pak Bowo. Jadi RSHS ini pintu masuknya banyak, bisa dari mana saja. Penunjuk jalannya membingungkan. Gedungnya tersebar dimana-mana. Dannnn jauh-jauh jalannya. Jadilah kita keliling kesana kemari buat menemukan ruang bersalin.

Setelah dapat..... kita main masuk aja dong dengan tampang pede. Ga ditanya satpam ga ditanya perawat. Tapi nyalinya masih cemen buat pura-pura mengunjungi pasien biar bisa lihat kamar dengan jelas. Jadi balik lagi ke meja depan dan nanya perawat.

Jatah saya itu kelas I, dimana sekamarnya bertiga dan dapat kipas angin. Ehm. Ya sudahlah.. kamar ga masalah. kan paling lama sehari dua hari ini.. tahan lah. Soal rooming in (bayi dan ibu dalam satu kamar), RSHS memperbolehkan asal persalinan normal. Tapi  baca-baca di mana gitu, ada biaya tambahan untuk rooming in. Kalau IMD, perawatnya mengakui itu bukan IMD.. cuma ditempelkan saja.

Puas nanya-nanya, kita pulang. Terus sepanjang jalan bercanda-canda gitu... Nanti pas melahirkan jangan-jangan saya diantar oleh perawat hantu ke kamar jenazah dan ga ngeh karena ga hapal jalan. Maafkan candaan orang-orang yang kebanyakan baca memetwit atau majalah misteri ini ya.

 Karena misi belum tercapai, saya dan suami melipir ke Santosa, dengan alasan RS ini menerima askes juga.

Nungguin Dr. Robert yang sedang operasi sampai kelaparan. Jajan-jajan di kantin sampai diusir mbaknya karena udah mau tutup. Gitu dapat panggilan, suami saya senang bahagia karena dokternya seru. Enak diajak ngobrol, becanda, dan banyak ngasih masukan. Padahal beliau abis operasi ya.. masak ga capek. Kalau Dr. Seno kalem gimana gitu.. ini dokternya rame. Jadi bikin hepi.

Cuma ya.. Bapak dokter sepertinya senang saja operasi.. asumsi eike ya.. abis pas tau usia kehamilan eike, responnya "Ohh.. berarti tanggal sekian udah boleh melahirkan" Boleh?? ya melahirkan sih nunggu anaknya mau keluar aja kali dok. Kapan aja. Terus pas lihat hasil USG yang menampakkan adek bayi kelilit tali pusar di leher, beliau bilang "Kalau ga ada apa-apa ya ga masalah, tapi kalau ketat ya harus diambil tindakan". Iya.. hasil USG di Santosa ini lebih bagus dari Hermina. 2D tapi itu pipi dan bibir bayinya keliatan jelas. Lilitan tali pusarnya juga keliatan jelas. Dan biaya konsultasinya lebih murah dari hermina. 100ribu ples 15 ribu untuk cetak USG.

Ya mungkin hanya perasaan eike saja ya.. atau ini dokternya yang tanpa tedeng aling-aling. Waktu menyampaikan di otak adek bayi ada cairan dia juga langsung aja, kagak basa-basi. Nadanya sama seperti menyampaikan jenis kelamin anak. Padahal hati emaknya udah mejet-mejet. *elus-elus dada*

Namun overall senang sih sama layanan Santosa. Kalau pakai askes saya dapatnya kelas II. Selisih harganya yang ga tau berapa karena bagian tarif sudah pulang.

Cuma kalau melahirkan di RSHS atau Santosa sepertinya kejauhan dari rumah. Kasihan nanti kalau harus ada yang bolak-balik.

Jadi mau melahirkan dimana kita suami???? Kalau di yang non-askes, biayanya cuma diganti 400ribu dong. Bidan aja ga dapat 400ribu sekarang. Hiks.. niatan mengalihkan budget bersalin ke biaya pijat-pijat mulai terlihat tanda-tanda kegagalannya.....

*lalu ditoyor Mamah Dedeh karena niatannya sudah jelek* Tapi aku butuh pijat Mah.. butuhhhh.
Post a Comment