SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

04 July 2013

Tagged Under:

Bye Google Reader, Welcome Feedly

Share

Saya jadi pengguna google reader sejak.... sejak kenal blog. Udah lama kan... Saya bahkan jadi salah satu pengguna merangkap marketing gratisan sangking puasnya. Cukup buka satu tab, semua update-an blog langganan bisa dibaca, jual saya. 

Rutinitas saya setiap hari, begitu menyentuh komputer, adalah membuka google reader, bukan facebook seperti kebanyakan pegawai kantoran lainnya. Bahkan sangking seringnya membuka google reader -secara jarang bahkan tidak ada kantor yang membaned google reader di jam kantor- eike sempat jadi omongan rekan kantor. Diomongin tukang baca blog.. bukannya kerja. Ishhh.... *sodorin kerjaan yang udah beres*. Iyeee ini curhat terselubung. Daripada publish draft satu postingan penuh tentang sakitnya hatiku saat diomongin begitu. Hihihi.

Jadi saat tim google jauh-jauh hari mengabarkan Google Reader akan ditutup, aku sedih. Bingung harus pakai apa untuk mengupdate blog-blog favoritkuh guna menghilangkan jenuh di kantor.

Selayaknya manusia gaul masa kini, semua kegundah-gulanaan harus dipublish di twitter. Maka berkicaulah saya, berkeluh-kesah tentang kebingungan ini berharap mendapatkan solusi. And.. its work! Salah seorang teman menyarankan Feedly. Baiklah..markicobka (mari kita coba kakakkkk).

Hasilnya? Ga enak. Formatnya yang berbeda dengan Google reader membuat saya susah beradaptasi. Tapi mau ga mau harus membiasakan diri kan? Jadi mari dibiasakan pelan-pelan, tekad saya. Meski setiap Google memperpanjang masa perpisahan saya tetap berharap google reader ditutup hanya wacana. Berharap semua ancar-ancar perpisahan ini hanyalah candaan belaka. Seperti pacar ngambek yang mengancam putus tapi ga jadi karena dibeliin silverqueen sebatang.

Tapi tidak sodara-sodara... si pacar beneran ngajak putus. Tanggal 2 Juli kemarin Google Reader sudah tidak bisa diakses lagi. 

Maka si saya yang sempat patah hati ini, balik main-main ke feedly... tiada rotan akarpun jadi. Ga dapat Antonio Banderas, laki-laki Palembang pun jadi *senyum manis ke suami*. Lalu kaget lihat perubahan feedly. Lah kog jadi begini? Kog mirip Google reader? Tampilannya beda jauh dengan feedly yang di komputer kantor saya. Padahal sama-sama pakai firefox. Berhubung sedang cuti, saya ga bisa ngecek apakah ini karena perbedaan komputer atau memang perubahan dari feedly-nya.


Tapi... untuk saat ini cukuplah, kan ketemu komputer kantor masih tiga bulan lagi. Saya hepi.. *gelar karpet merah menyambut kedatangan Feedly*

Btw, kalau ada yang ingin memindahkan daftar blog favoritnya ke feedly cukup mengklik "import OMPL"  setelah memilih "My Feedly"

*Where can I find my OPML file? You can find your Google Reader OPML file by going to the Google Takeout service and downloading your Google Reader archive. Once you have finished downloading your archive, you can unzip. There will be a file in it call subscription.xml. This is the file you want to upload in step 1.~ Feedly
 

Apah? Saya tahu darimana cara canggih seperti ini? Sudah tentu dari Suami Programmer. Percuma kalau tidak dimaksimalkan potensinya. Hahaha. 

Untuk postingan lebih serius, silahkan lihat disini
Post a Comment