SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

15 July 2013

Tagged Under: , , , ,

Kulkas Buat ASI P(erah)

Share

Sebenarnya kalau rak kulkas pertama kami yang dibeli pakai uang THR suami programmer tidak diambil Mangmang Tukang Pulung, saya masih mikir-mikir mau beli kulkas lagi khusus untuk ASIP. Tapi karena kulkas pertama itu sudah ga ada raknya sama sekali, bahkan rak telurpun hilang, jadi beli kulkas baru ini mulai jadi pertimbangan kita.Selain buat ASIP, kami juga perlu buat menyimpan barang-barang lain dengan layak. :p

Dan seperti biasa kalau saya sudah menekadkan diri untuk belanja maka belanjalah kami. Searching review-review barang yang diinginkan, searching harga, searching tempat yang murah lalu bawa pulang. Ga kayak Suami Programmer yang mau beli tivi ga jadi-jadi, sampai saya ogah diajak jalan ke toko-toko elektronik. Masuk.. liat tivi.. ga milih. Masuk lagi.. lihat lagi.. ga milih lagi. Begitu terus. Istrinya gemes.

Kembali ke kulkas, tadinya saya  mengincar kulkas yang dibahas di Mommiesdaily karena dilengkapi dengan coolpack. Sehingga saat mati lampu (amit-amit) ASIP masih membeku hingga 9 jam. Namun saat berkunjung ke toko elektronik, kog ga jadi naksir ya..

Pertama, karena freezernya kecil. Langsung kepikiran muat apa enggak.. Iya saya optimis ASInya banyak. :p

Kedua. coolpacknya ya cuma segitu aja. Ga di semua tempat. *ditoyor samsung.. siapa yang mau bikin di semua tempat jengggg* Lah kalau cuma segitu aja coolpacknya, ASI yang kena cuma berapa biji sih? Sedikit kan... Asa gak mamfaat. Sepertinya lebih oke kalau pakai beberapa icegel kecil. Lalu bukankan sesama susu akan saling membekukan? :p

Jadi saya melipir-lipir lagi mencari kulkas lain. Kulkas dengan frezer terbesar yang bisa dicapai oleh si budget. Setelah minjam meteran mbak-mbak penjaga tokonya pilihan kita jatuh kepada merek Hitachi dan LG. Ini frezernya gede-gede. Saya sih langsung jatuh hati ke LG, simply karena masuk budget. Hitachi lebih mahal.. dan overbudget. 

Sempat gundah saat petugas tokonya tidak bisa menjawab pertanyaan Suami Programmer tentang suhu minimal yang mampu dicapai si frezer. Jadi harusnya suhu untuk ASIP sekian derajat dibawah 0 kan hasil baca-bacanya si Suami. Nah, di manual book si LG ga ada keterangan suhu frezernya bisa sampai berapa derajat di bawah 0. Petugasnya juga ga tau. Katanya kalau mau tahu suhunya berapa beli yang digital aja.. Ih, Mas.. budgetnya cuma bisa buat analog ini. *dipikirnya jam tangan*

Jadi melipir lagi ke Hitachi yang di depan kulkasnya ada stiker besar bertuliskan "Sampai 0 derajat". Gundah lagi karena over budget. Aku ga mau kalau over budget... meski Mas-mas petugasnya bergantungan di rak kulkas untuk membuktikan Hitachi lebih kuat dari LG. Ga mauuuu... kalau duitnya ga ditambahin. :p

Untunglah kemudian datang teman mas-mas petugas sales itu. Dia lalu menjelaskan kalau susu dijamin bisa beku di LG dan berbagai penjelasan lain yang mententramkan hati eike dan memantapkan dompet untuk membeli si LG saja. Usut punya usut karena banyak yang nanya jadinya dia paham. Ih.. mas kog ga dari tadi aja munculnya biar cepat kelar belanja disininya.

Saya lupa beli LGnya model yang mana. Sebenarnya ada keterangannya di manual book, resi pembelian, maupun di kartu garansinya.. cuma semua printilan itu sudah disimpan di lemari, nanti kalau dibongkar lagi eike jadi beberes rumah yang ga kelar-kelar. Hahaha.. Nanti diupdate lagi infonya pada jadwal beberes lemari selanjutnya ya pemirsah.

Terus kerennya kulkas ini adalah ada alarmnya kalau pintu kulkas ga ditutup (di saya sih kelamaan dibuka karena Jendral Kancil sibuk memandangin cemilan) Bwahaaa..hahahhaha. PUAS. Untuk sementara sebelum ada ASIP nya.. maka biarkanlah Jendral Kancil main-main dengan alarmnya. Hihi.

Update: setelah beres-beres lemari dan dokumen, terkuaklah kalau kulkas yang dibeli itu seri GN-B492GLC.  Ini penampakannya.. gede kan? Murce juga dibandingkan merk lain.


Post a Comment