SLIDE1

Like capcai in here all things can be mix, put together, and absolutely delicious. Cause this is not common capcai. This capcai is burned out.

27 October 2014

Tagged Under:

Yes You Can!

Share


Sssst... can you keep a secret? 

Ini novel Bahasa Inggris pertama yang selesai saya, emak-emak pekerja lulusan PTN berusia 29 tahun,  baca. Hahaha. 

Milestone di usia 29 tahun. Novel ya ceu.. tadinya saya mau mengklaim ini buku bahasa inggris pertama, tapi saya baru ingat kalau buku cerita Jendral Kancil atau Captain Kid sudah tamat saya baca. Jadi diralat... ini novel bahasa inggris pertama yang sekesai saya baca.

Kog baru sekarang? Padahal dari dulu saya berniat membaca buku bahasa inggris agar makin lancar ngomong inggris. Dari dulu saya sempat membeli beberapa buku impor meski dengan perasaan gentar takut ga tamat. Buku yang saya pilih adalah buku "Yang penting tipis, jadi selesai dibaca"

Karena takut ga selesai..saya benaran ga pernah selesai membaca buku-buku berbahasa inggris itu. Padahal sudah dipilih buku "Yang penting tipis". Sejak itu saya ga pernah berani ngelirik buku-buku impor dan cuma terkagum-kagum mendengar teman membaca buku impor setebal kamus KBBI. Mereka kalau ngigau musti pakai bahasa inggris juga sangking jagonya. 

Sampai saya memenangkan kuis sewa buku gratis dari Reading Walk. 

Saat itu meski sempat tertarik dengan beberapa buku impor, saya memutuskan menyewa buku-buku terjemahan saja. 

Namun saat buku pesanan tidak ada dan saya tidak sempat mencari-cari buku penggantinya. Saya memasrahkan pesanan kepada Mbak Indri dari Readingwalk. Clue dari saya cuma... "Saya suka kisah cinta yang manis-manis gitu mbak. Kalau bisa bahasa inggris ya"

Tadinya saya juga masih takut-takut mengajukan syarat full bahasa inggris ini. Takut bosan. Takut ga ngerti. Takut ga selesai. Takut rugi, minjam tapi ga dibaca. Tapi ya sudahlah. Saya benaran ga ada waktu buat milih-milih lagi.

Jadi saat paket dari Readingwalk tiba, saya memilih membaca novel ini terakhir. Suprisingly saya cocok sama pilihan Mbak Indri. Saya tamat baca novel ini. Bisa juga ternyata.

Mungkin karena saya tertarik dan penasaran dengan ceritanya. Mungkin karena meskipun saya ga mengerti beberapa kata tertentu saya tetap bisa paham jalan ceritanya. Mungkin saya penasaran Jack Harper menyimpan rahasia penting apa. Mungkin karena saya ga sabar ngebayangin Emma dan Jack jadian.

Kagum saya. Ternyata baca novel impor itu ga sesulit yang saya bayangkan. Ternyata saya bisa loh. Gilak... kemarin-kemarin saya meremehkan diri sendiri. *benturin pala barbie*

Dari sini saya dapat pencerahan.. kalau saya yakin ga bisa, maka ga bisalah jadinya. Sebaliknya kalau saya yakin bisa... saya beneran bisa. Padahal yakin bisanya saya kemarin itu masih diselimuti keraguan besar. Namun karena saya berpikir "Ya sudahlah ga ada ruginya ini.. dicoba aja" saya jadi berani mencoba. Saya pelan-pelan mulai berpikir "sepertinya saya bisa deh." Kebayang gimana powerfullnya pikiran saya bisa ini kalau ga pakai acara ragu-ragu. 

Jadi ternyata yang penting berani. Berani mencoba walau takut ga bisa.

Keyakinan ini ternyata bisa diterapkan pada soal sekolah. 

Sebagai anak yang tumbuh di keluarga lumayan, saya selalu yakin akan menamatkan kuliah S1. Pasti bisa jadi sarjana. Ga mungkin ga bisa.

Keyakinan ini pasti berbeda untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Mereka tidak pernah memikirkan sekolah S1. Buat mereka itu mimpi. Angan-angan. Jadilah mereka tidak berani mencoba masuk kuliah, meski sudah banyak orang yang bilang kuliah itu gampang. Yang penting masuk dulu.. bayarnya bisa cari beasiswa sana-sini. Tapi mereka sudah terlanjur tidak berani mencoba.

Ini persis sama saat saya memikirkan kuliah S2. Buat saya kuliah S2 itu mahal. Karena mama-papa saya selalu bilang mereka cyma mampu nyekolahin sampai S1. Kalau mau sekolah lagi ya beasiswa. Tapi beasiswa itu susah, saingannya pintar-pintar. Jadilah saya maju-mundur mengajukan aplikasi beasiswa. Saya ga berani. Menurut saya, saya ga mampu. Padahal mana tau? P

Jadi.. sekarang saya sedang buru-buru membangun keberanian saya, buru-buru menghilangkan keraguan akan kemampuan diri saya sendiri. If you think you can, than Yes! You can!

Ini juga yang coba saya dan suami prohemer terapkan sama Jendral Kancil dan Captain Kid. Apapun cita-cita mereka kami selalu bilang.. iya.. kamu pasti bisa. Meski saat ini hitung-hitungan di atas kertas tampak mustahil. Saya percaya saat kita yakin kita bisa, kita selalu bisa melihat peluang/cara untuk mewujudkannya. Setidakmungkin apapun kondisi itu kelihatannya. 

-------

Btw Chicklits are my guilty pleasure. Isinya dangkal. Cuma kisah cinta manis-manis gitu. Padahal buku itu mahal.. jadi kalau beli, prinsip saya pilihlah yang optimal. Optimal faedahnya. Optimal insightnya. Dan chicklit ini ga optimal. Dia cuma bacaan ringan yang menghibur kepala. Macam telenovela.

Sayangnya kalau sudah seharian berkutat dengan pekerjaan, kepala ini rasanya berat banget kalau masih diisi novel penuh makna favorit saya. Capek. Kerja mikir.. pas mau santai-santai baca novel masih harus mikirin derita pemeran utama. Masih harus membayangkan orang berjuang. Membayangkan saya membayangkannya saja sudah bikin capek. Capekception.

Nah.. karena sekarang saya sudah bisa menamatkan novel impor,  saya jadi tetap bisa membaca buku ringan tanpa perasaan bersalah. Toh sekalian melatih bahasa inggris. Optimal faedahnya kan? Not too guilty pleasure right?  *ngikik sambil lihat-lihat daftar buku di Readingwalk*


Post a Comment